6/30/2011

Ester dan Pacar Pertamanya

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 12:13 pm
Weekend kemarin aku pulang ke Semarang untuk menghadiri pernikahan sahabatku, Ester, yang menikah dengan Mas Andre. Ester sudah pacaran dengan Mas Andre sejak tahun pertama kuliah. Itu berarti sudah sekitar 7 tahun mereka berpacaran, sampai akhirnya menikah. Mas Andre adalah pacar pertama Ester, pacar pertama dan satu-satunya, suami pertama dan satu-satunya.

Aku masih ingat ketika mas Andre begitu terlibat dalam kehidupan Ester, termasuk dengan teman-temannya. Mas Andre yang mahasiswa teknik arsitek akan dengan senang hati menggambar poster tugas mata kuliah periklanan kami. Mas Andre juga akan selalu ada saat salah satu dari kami berulang tahun. Mas Andre juga yang membantu keluarga Ester menyiapkan tempat untuk arisan keluarga. 

Yang jelas, kami menyambut pernikahan Ester dan mas Andre dengan sukacita... 
Iseng-iseng aku kepikiran bikin tulisan buat mereka.

Here it is...

Ester dan Pacar Pertamanya,

Ester dan pacar pertamanya, tidak bertemu di pesta dansa, mereka bertemu di gereja, tepatnya di persekutuan pemuda. Kata Ester, seperti Ruth dan Boas yang bertemu di ladang gandum, Ester dan pacar pertamanya bertemu di ladang pelayanan.

Ester dan pacar pertamanya tidak saling mengenal karena jatuh cinta, mereka jatuh cinta karena saling mengenal. Mungkin bukan pada pandangan pertama, mungkin bukan pada senyum pertama. Mungkin mereka bahkan tak lagi ingat, kapan tepatnya mereka saling jatuh cinta.

Ester dan pacar pertamanya, tidak ‘jadian’ di restoran mewah, dengan candle light dinner dan musik romantis. Mereka justru jadian di warung mie ayam. Maklum, sebenarnya saat itu, pacar pertama Ester tidak berencana ‘nembak’ . Mereka jadi korban ‘permainan katakan cinta’ yang diadakan oleh teman-teman persekutuan. Sebagai korban, Ester dan pacar pertamanya terpaksa saling menyatakan perasaan.

Ester dan pacar pertamanya tidak berjalan di jalan bebas hambatan. Hubungan mereka berjalan di jalan yang kadang berbatu, kadang bergelombang, kadang buntu. Kadang salah satu dari mereka, entah Ester atau pacar pertamanya, ingin melompat keluar dan menempuh jalannya sendiri. Tapi kasih yang sabar menanggung segala sesuatu menahan mereka tetap di jalan yang sama, walaupun kadang jalan itu penuh air mata.

Ester dan pacar pertamanya, tidak menjalin hubungan dengan mimpi yang terlalu tinggi. Kata orang, pacar pertama mustahil sampai ke pelaminan. Ester dan pacar pertamanya, menjadi realistis dalam harapan mereka, tapi bukan berarti mereka berjalan tanpa rencana.

Ester dan pacar pertamanya menjadi bijak dengan pilihan-pilihan mereka. Termasuk ketika memilih untuk tidak lagi berpacaran. Tanggal 25 Juni kemarin, keputusan itu tidak lagi bisa berubah. Ester dan pacar pertamanya tidak lagi berpacaran, mereka menikah.

Entah apa kata orang, entah apa yang dulu pernah terjadi, Ester dan pacar pertamanya sepakat akan terus memandang ke depan. Pernikahan adalah awalnya.

Dan aku melihat ayat ini dalam hubungan mereka,

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:5,6)”

Selamat menempuh hidup baru, Ester dan Mas Andre. Berkat yang sempurna dari Surga melimpah atas rumah tangga kalian berdua. Pesan kami, Allah adalah Eben Haezer yang berarti sampai disini Dia menolong kita. Dia yang menolong hubungan kalian sejauh ini, akan terus menolong sampai akhir nanti...




Jakarta, Juni 2011

6 comments:

Lia said...

i like this post! i mean it :)

dhieta said...

thank you,ci..

kadang ada sedihny juga temen2 udah nikah satu2,
gilirannku kapan Tuhan?

:p

Anita B said...

Like it :) Keep writing! Gbu~

dhieta said...

@anita: thanks, nita :) I'll keep writing... keep reading ya :D

armi3_deccy said...

senyam senyum sendiri buaca ini.. hehehe... hmmm...
kk pasti dpt pria yg tepat di waktu yg tepat...
kita nantikan siapakah pria yg beruntung memperistrikan kk..? hehehee:D

dhieta said...

@desi : hahaha, ini kok jadi aku yang didoakan? wkwkwk, amin, amin... pasti nanti siapapun yang Tuhan berikan, aku dan dia pasti sama2 beruntung cos pria pilihan Tuhan pasti istimewa...

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review