12/03/2014

The Best Christmas Gift!

Dibagikan oleh Dhieta at 9:55 am 3 comments Links to this post
It's almost Christmas :D 

And maybe this is the most exciting December I've ever had! :p Iya sih baru tiga hari, but this week is truly amazing!

Jadi sebelum aku berangkat ke Inggris, aku pernah bikin bucket list, semacam daftar keinginan,  isinya things I want to experience in Europe. Total wishes di bucket list itu ada 10, dua diantaranya adalah pergi ke Edensor dan nonton konser Michael Buble. Kalau mau tahu 8 yang lain bisa dibaca disini.

Jujur aja, 10 wishes itu adalah wishes ga penting, keinginan-keinginan cetek yang dikumpuin dari jaman masih pake seragam putih merah. Aku tau banget bucket list itu isinya hal-hal duniawi dan semuanya tentang aku, ngga ada tentang keselamatan jiwa-jiwa, atau perdamaian dunia atau apapun lah yang rohani-rohani.

But, honestly, sometimes I pray about it. Yah walaupun doanya doa sambil lalu gitu. Misalnya, kalo lagi nonton Michael Buble di You Tube, keceplosan, "Tuhan, kalo nonton konsernya live pasti asik..."  Ya kira-kira begitulah^^

Nah kalo Edensor, itu adalah nama desa kecil di Derbyshire, Inggris, yang diceritain Andrea Hirata di bukunya yang berjudul Edensor (sekuel Laskar Pelangi) juga. Andrea Hirata pertama kali tahu tentang Edensor dari buku berjudul If Only They Could Talk pemberian Alin, cinta pertamanya. Dia menyimpan harapan untuk melihat Edensor dengan mata kepalanya sendiri dan akhirnya, secara kebetulan dia menemukan desa itu. Bagaimana bisa begitu? Silakan baca Edensor karya Andrea Hirata #iklan. 

Masalahnya, mereka yang baca tetralogi Laskar Pelangi pasti menyimpan harapan tentang Edensor. Apalagi tetralogi itu isinya tentang keberanian untuk bermimpi. Bahkan, ada satu quote di buku itu yang menginspirasi, "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu." Bagaimanapun tidak mungkinnya mimpi itu, take courage!

Dan aku masih menuliskan mimpi-mimpi di buku harian, walaupun mimpi itu mimpi ngga penting dan kadang bodoh :p

But you know what, this week I learn that He took our every wishes very seriously, every of it, termasuk yang ga penting ga penting itu.

Diawali dengan akhir minggu kemarin, finally, I went to Edensor.



Tentang perjalanan ini aku tulis di blog ini.

Lalu kemarin (sebenernya beberapa jam yang lalu) aku, finally, nonton konser Michael Buble!!! Ya ampun, excitement-nya, deg-degannya, udah kaya mau ketemu calon suami :p :p :p 

Tapi yang mau aku ceritain adalah ini...



Dua tahun lalu, repeat, dua tahun lalu, aku pernah bikin wish iseng di status facebook. Saking isengnya, aku bahkan udah lupa. Tapi kemarin pas tiket konser Michael Buble udah di tangan, entah gimana keinget status ini dan pas dicari ternyata ketemu!

Aku pikir, ajaib banget. Kok Michael Buble bisa konser di Birmingham pas bulan Desember, pas suasana Natal udah kerasa... And fyi, Birmingham itu cuma sejam naik kereta dari Leicester. Awalnya aku mau nonton di London, bulan November, tapi udah sold out, lagian London juga dua kali jauhnya.

Sepanjang konser, rasanya mellow banget. Bukan apa-apa sih, tapi I am overwhelmed with the way He loves me. Apalagi akhir-akhir ini sebenernya sedang banyak berjuang dengan keintiman dan disiplin rohani. Tapi toh, Tuhan tetep care, sampai ke keinginan-keinginan yang ngga penting aja dikasih T.T

Pas aku post foto itu di Path, aku nulis kaya gini,

Two years ago I made an unimportant wish on my Facebook status, 
yet there is Someone who took it very seriously. 

And tonight I got my best Christmas gift. 
Best for now, cause I know there are more in the years ahead.

I am grateful by the way He loves me. 
I am blessed with many divine surprises.

"Do not foolish wishes seem so unimportant? 
Yet not one of them will fall outside your Father's care. 
And even the most childish wish is all counted. 
So don't be afraid, 
your meaningful prayers are worth more than many insignificant wishes."

Betapa ya Tuhan itu sayang banget sama kita. Dan status 'anak' itu beneran loh, Dia provide semua mulai dari kebutuhan sampai keinginan. Inget kan kalo ortu kita ngga cuma provide pendidikan, makanan, pakaian... tapi juga mainan, liburan, gadget de el el de el el. 

Aku jadi diajar tentang pribadi Tuhan. Yes, Dia itu Bapa. Kalau segala keinginanku yang ngga penting itu dia pandang berharga, masa doa-doa yang lebih serius (macam jodoh, cicilan rumah, kuliah dan kerjaan) ngga diperhatiin sama Tuhan. 

He knows exactly what is the best gift to make us, his children, happy. What a wonderful God, what a wonderful Father. 



 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review