5/23/2012

Bible Reading - The Message (Part 3)

Dibagikan oleh Dhieta at 9:16 am 13 comments Links to this post
Eh, eh, aku lagi dinas di Solo loh. Kemarin pagi pesawat ke Solo harusnya jam 9.30  tapi jam 7 aku udah di bandara. Salah ngukur waktu dari kos baru ke bandara. Wakaka, ternyata deket banget, cuman sekitar sejam gitu udah nyampe wkwkwk. Stupid me. I'm not good at planning a trip, hahaha. 

However, tomorrow morning started so well. Aku naik taksi merk Gading Surya. Awalnya agak-agak underestimate gitu, kayanya ngga terkenal nih taksi, tapi karena takut telat ya naik aja. Ternyata Bapak Supirny, yang namanya Gepeng^^,  ramah banget. Begitu tahu aku mau ke bandara dia langsung ngecek gitu, "Ngga ada yang ketinggalan? Tiket? Dompet? HP?" What a nice of him. Hueheheheh, terus sepanjang jalan aku iseng nanya-nanya soal taksi itu dan ternyata dia bilang mobil yang dipakai itu spesifikasi yang lebih bagus dari taksi biru *ga mau sebut merek :p. Akhirnya kita jadi ngobrol segala macem dan dia ngasi no hape so anytime aku mau pakai jasa nya dia bisa langsung telp. Trus waktu udah sampai di bandara, dia ngga lupa bilang hati-hati. Hahahaha... Seneng aja rasanya ketemu orang baik, wkwkwk, mau supir taksi kek, pejabat kek, meeting a nice person is always 'sesuatu banget' :D


5/21/2012

A Complicated Life of a Woman Diplomat :p

Dibagikan oleh Dhieta at 5:45 pm 24 comments Links to this post
Jarang-jarang ya aku bikin tulisan yang agak deep soal kehidupan diplomat. Kalo ga dipesen sama Ester, mungkin ngga bakal aku nulis. I dont think it's interesting enough to be told :p Tapi kemarin waktu chatting di ym aku dan Ester ngobrol soal profesi diplomat dan aku bilang kalo jadi diplomat itu so complicated, hehe. Akhirnya dia minta aku nulis soal sisi lain profesi diplomat, sisi-sisi yang tidak seindah dibayangkan orang. Keywordnya, anything but things like wine, suits, and travelling. So, I think about being a woman diplomat. Percaya atau tidak, menjadi diplomat wanita itu super! Super keren *narsis* tapi juga super galau :p 

Tulisan ini sebenarnya adalah ketakutan terbesarku sejak jadi diplomat. However, penting untuk digarisbawahi kalau tulisan ini ngga berarti aku ngga suka jadi diplomat. I'm so proud with my achievement and I enjoy every single second being a diplomat, tapi bagaimanapun ada hal-hal tertentu yang aku tidak bisa terima. Sometimes I think it's related with fundamental principal so it can be my turning point whether I continue this job or not :)

5/18/2012

Aku Ingin

Dibagikan oleh Dhieta at 11:43 am 4 comments Links to this post
Oooooh, how I love looooonnnggg weekend! Bisa pulang ke rumah dan tidur seharian, ketemu the most precious persons in my life. Kabur sejenak dari kerumitan Jakarta. Waaaahh, priceless dah pokoknya. Ini sudah hari kedua di rumah. 

Kemarin, walaupun ngga bisa ikut World Prayer Assembly di GBK tapi tetep bersukacita karena bisa ikut WPA di Magelang. Sekali-kalinya aku berdoa buat kota dengan hati yang hancur :') Yes, the new wave is coming, the new wave of His Glory, the new wave of His salvation, the new wave of His restoration!!!

Anyway, kalau lagi di rumah yaa, aku suka buka-buka album dan diary lama, trus suka senyum-senyum sendiri. Pagi ini juga gitu, buka-buka album puisi dan nemu puisi ini. Jadi inget seseorang yang kemarin sempat share soal mimpinya mengeksplorasi Eropa^^

5/15/2012

Kredit Modal Iman

Dibagikan oleh Dhieta at 10:16 pm 12 comments Links to this post
Weekend kemarin, pagi-pagi banget waktu mata masih kriyip-kriyip, dapat telpon dari Bapak dan ternyata ngomongin hal yang cukup serius. Tidak lain dan tidak bukan adalah soal rumah. Yup, mungkin masih ingat kalo resolusi tahun ini adalah nabung buat beli rumah. Lengkapnya bisa baca disini. Tapi jujur aja, sampe bulan kelima di tahun ini, bukannya nabung malah kadang tekor. Bukan tekor trus punya hutang gitu sih, cuman uang tabungan kepake aja buat yang lain. *sigh

Jadi intinya, Bapak telpon buat bilang kalo sodara kami udah setuju buat jual rumah itu. Harganya harga saudara sih, sama sekali ngga mahal. Tapi tetap aja, kalo harus bayar cash dan langsung lunas aku ngga ada duit sebanyak itu. Adanya cuman uang mukanya aja, sekitar seperlima dari harga rumah. Lalu Bapak kasih solusi, seberapapun uang yang ada, kita bayarkan ke yang punya, lalu sertifikat rumah itu bisa dipakai untuk ambil kredit rumah di bank yang bisa dicicil tiap bulan.


5/03/2012

Tragedi Es Cendol Bandung

Dibagikan oleh Dhieta at 6:59 pm 15 comments Links to this post

Kira-kira tiga tahun yang lalu, aku ditempelak habis-habisan in the matter of words. Sebagai gambaran, temperamen dasar-ku Sanguin yang kalo ngomong ga pernah dipikir dan apa yang dipikir pasti bakal diomongin. Wakakaka, intinya aku tipe orang yang kalo ngomong frontal, kalo seneng ya seneng, kalo marah ya bilang marah, kalo ngga suka ya bilang ga suka. Intinya, aku apa adanya dan jarang mempertimbangkan apa akibatnya, especially efeknya terhadap perasaan seseorang.


Let me give you some examples, ini dialogku dengan seseorang yang menguak soal kelemahan itu:

Aku : Aduh, aku pengen minum cendol deh...
Dia  : Iya nih, cendol bandung pasti enak. Kamu udah pernah nyoba?
Aku : Ngga ah, enakan cendol Semarang!
Dia  : .....
----

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review