11/24/2014

A Man in God's Mind

Dibagikan oleh Dhieta at 3:12 am 6 comments Links to this post
Aku ngga tahu apa yang salah, tapi jujur aja udah lamaaaa banget ngga mikirin soal pasangan hidup. Ngga mikirin disini maksudnya ngga bergumul gitu, yang bener-bener wrestling in prayer minta dari Tuhan. Kalau cuma terlintas keinginan sih iya, tapi ya biasa aja^^ Malah pernah aku mikir apa aku ini 'too' content with this singleness :D 

Sampai akhirnya pindah ke Leicester pun malah enjoy banget dan bersyukur karena masih single dan bisa pergi jauh, fokus sama sekolah, ngga pake acara LDR dan semacamnya... Tapi entah kenapa, selama sebulan ini udah dua kali Tuhan ngomong soal kriteria pasangan hidup, a man in God's mind. 

Yang pertama pas aku sate dari Efesus 5 

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya." 

Biasanya bagian ini lewat-lewat aja, ngga ada fresh revelation dan emang ngga ngerasa Tuhan lagi point out bagian ini buat hidupku. But, then when I read it again, this phrase came up

'How should I be loved?
Like Jesus loves me. 

Kaya gimana? Ya persis seperti yang dibilang Firman Tuhan: mengasihi, menyucikan dengan air dan Firman, membuat cemerlang tanpa cacat dan menjadikan kudus dan tidak bercela. Dari Firman ini, aku belajar kalo Allah menginginkan seorang pria untuk menaruh perhatian pada kedewasaan rohani pasangannya. Kenapa? Karena Yesus melakukan hal itu. Dia ingin jemaatnya kudus, tidak bercela dan bahkan mengambil bagian untuk menyucikannya. I learn that God wants a man to get involved in his spouse's holiness, pour her with the Words and encourage her to be like Christ. 

Dan akhirnya aku nulis ini di diary saat teduh: 

The man who loves you should love you like Christ does. In loving you, he should have the same goals as Christ. He should love you like he loves himself and like Christ takes care of His church. How a man can do what Christ does? He should know who Christ is and have intimate relationship with him. He should know the Word of God. Christ doen't want you to end up with any guy who will treat you wrong, because Christ treats you right. 

Nah, abis ini aku masih 'iya-iya' aja ngga mikir apa-apa sampai seminggu yang lalu Tuhan ngomong lagi soal kriteria cowok yang oke menurut Dia -.- Aku lagi baca Kisah Para Rasul 10 dan tiba-tiba Tuhan menunjukkan kriteria-kriteria dari seorang Cornelius. 

There was a man named Cornelius who lived in Caesarea, captain of the Italian Guard stationed there. He was a thoroughly good man. He had led everyone in his house to live worshipfully before God, was always helping people in need, and had the habit of prayer. One day about three o’clock in the afternoon he had a vision. An angel of God, as real as his next-door neighbor, came in and said, “Cornelius.” 

Dan tiba-tiba, kata-kata thoroughly good man seperti mengalihkan duniaku^^ 

Jujur aja, ciwik-ciwik yang lagi mendoakan pasangan hidup pasti pengen dapet a good man. Tapi good itu relatif, tergantung kita mau pake standar siapa :p Dan ternyata kalo standarnya Firman Tuhan, a good man is a man who: 

- lead everyone in his house to live worshipfully before God 
- always helps people in need 
- has the habit of prayer 

Wow! 

Aku ngga inget ada cowok lain di Alkitab yang dipuji dengan predikat "a good man". 

Trus abis itu ada satu hal yang penting, yaitu dikonfirmasi oleh orang lain, seperti ketika para prajurit Cornelius menggambarkan dia kepada Rasul Petrus, 

They said, “Captain Cornelius, a God-fearing man well-known for his fair play—ask any Jew in this part of the country—was commanded by a holy angel to get you and bring you to his house so he could hear what you had to say.” Peter invited them in and made them feel at home. 

Ada konfirmasi dari orang lain bahwa Cornelius adalah seorang pria yang takut Tuhan dan dikenal karena pekerjaannya yang taat aturan. Aku ngerti sih kenapa konfirmasi ini penting, ya tentu saja karena cinta itu buta dan bisa menyingkirkan akal sehat ;p Kalau kita merasa seorang pria adalah a good man tapi orang-orang di sekitarnya tidak memberikan konfirmasi mereka, ya ada baiknya didoakan lagi hehe...

Terus terang aku ngga tahu kenapa Tuhan tiba-tiba ngebahas kriteria-kriteria macam begini. Apa Dia pengen aku mulai doain kriteria-kriteria itu yak? :p Yah, we'll see, then. Tapi terlepas dari itu, I hope this little note bisa ngebantu gadis-gadis yang sedang menguji apakah pria yang kita kira good man itu beneran good man menurut Tuhan atau ngga.

:D

Tapi jangan cuma menuntut seorang pria jadi a good man ya, teman-teman. God also wants us to be a virtuous woman. Tuhan juga pasti ngga akan ngasi anak laki-lakinya ke sembarang wanita, tapi Dia akan memberikan seorang wanita yang bisa jadi penolong yang sepadan. Any randon woman mana sepadan buat a good man.

A virtuos woman and a good man indeed deserves each other.



<3

11/17/2014

Obrolan Ananias dan Tuhan

Dibagikan oleh Dhieta at 4:35 pm 0 comments Links to this post
Bible reading hari ini dari Kisah Para Rasul 9 & 10 verse the Message. Tiba-tiba nemu sesuatu yang menarik di pasal 9,

There was a disciple in Damascus by the name of Ananias. The Master spoke to him in a vision: “Ananias."

“Yes, Master?” he answered.

“Get up and go over to Straight Avenue. Ask at the house of Judas for a man from Tarsus. His name is Saul. He’s there praying. He has just had a dream in which he saw a man named Ananias enter the house and lay hands on him so he could see again.

Ananias protested, “Master, you can’t be serious. Everybody’s talking about this man and the terrible things he’s been doing, his reign of terror against your people in Jerusalem! And now he’s shown up here with papers from the Chief Priest that give him license to do the same to us.

But the Master said, “Don’t argue. Go! I have picked him as my personal representative to non-Jews and kings and Jews. And now I’m about to show him what he’s in for—the hard suffering that goes with this job.”

This simple part struck me,
Ananias : Master, you can't be serious.
God       : Don't argue.

Dalam bahasa gaul,
Ananias : Ah, becanda lo Tuhan...
Tuhan    : Jangan ngeyel aja kamu...

Ini.Gue.Banget :D



 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review