4/09/2015

Miraculous Manza

Dibagikan oleh Dhieta at 5:08 am 5 comments Links to this post
Selain timbunan buku, salah satu benda yang termasuk kesayangan buat aku adalah Notebook. Notebook pertama adalah HP Mini yang aku kasih nama Lappy. Notebook kedua adalah Macbook Air yang aku kasih nama Manza.

Lappy si HP mini udah didoain dari jaman kuliah. Dulu sih pengennya bisa ngerjain skripsi dengan si imut ini tapi jelas-jelas harganya ngga masuk anggaran^^ Akhirnya si Lappy baru kebeli pas udah kerja di tempat yang sekarang. Itupun duitnya pinjem dulu dari sodara :p Jadi ceritanya, begitu keterima Kemlu dan harus masuk pendidikan, langsung ngeh kalo butuh laptop karena cari rental komputer di Jakarta pasti ribet banget. Akhirnya ada saudara yang mau nolongin, dan dibawalah aku ke toko elektronik. Berhubung duitnya dipinjemin aku ngga berani milih dong, tapi saudaraku itu entah kenapa nunjuk ke deretan HP Mini dan bilang, "Dek, ini aja ya, kecil gini pasti praktis... Harganya juga ngga terlalu mahal."

Of course aku langsung setuju. And I took that as the way God made my wish came true, hehe...

Si Lappy ini sebenernya kasian banget. Gara-garanya aku suka selebor sama barang elektronik. Entah udah berapa kali dia jatoh, trus aku injek (yes, aku injek) karena kalo di pesawat aku suka taruh tas di bawah dan dengan cueknya naroh kaki di atasnya, padahal disitu ada Lappy. Akhirnya mungkin karena tekanan hidup, dia mulai lambat dan akhirnya keyboardnya mulai sekarat...

Waktu si Lappy mulai suka ngadat, aku udah mulai pengen punya Mac Air karena enteng banget dan pasti gampang dibawa kemana-mana. Kan asik bisa kapan aja bawa notebook dan sewaktu-waktu nemu tempat asik buat nulis ya tinggal nulis aja hehe... Tapi Mac itu harganya 8 kali lipatnya gaji aku yang seorang PNS ini T.T Tapi, ada aja cara Tuhan ya buat ngasi berkat, karena ternyata salah satu komponen beasiswa yang aku terima adalah typing allowance yaitu dana buat beli laptop kalau memang butuh. Besarnya pas banget sama harga Mac Air. Puji Tuhan. Mac Air ini aku kasih nama Manza, dari kata Manzana yang artinya Apple dalam bahasa Spanyol wkwkwk

Lappy akhirnya bisa istirahat bareng Bapak dan Ibu di rumah. Sementara, aku dan si Manza bertualang ke negeri the Three Lions^^

Cuman saking rajinnya bertualang si Manza harus ngalamin kejadian mengenaskan yaitu ketumpahan shampoo -.-' Jadi Manza dan botol shampoo ada di dalam tas yang sama, tapi si pemilik yang selebor ini ngga kenceng nutup botol shampo dan niscaya shamponya meleber kemana-mana termasuk ke badan Manza T.T Gara-gara accident itu, keyboard Manza ngga berfungsi! Asli, aku ngga bisa tidur semalaman gara-gara mikirin si Manza wkwkwk... Soalnya, walaupun Manza masih under warranty, udah jelas lah warranty nya ngga nanggung accident ketumpahan shampo.

Hiks. Mana duit beasiswa belum turun. Ngga berani bawa ke Apple Store karena pasti mahal.

Saking udah mentok banget, akhirnya Manza didoain sambil tumpang tangan, diperkatakan semua fungsi keyboard baik lagi. Daaaannn... eng ing eng... keyboard Manza berfungsi lagi... Ngga langsung sih, tapi pokoknya Manza sehat lagi^^

Lalu turunlah uang beasiswa yang disambut dengan sukacita hehe... Beberapa hari kemudian Manza kambuh. Tapi udah lebih nyante ngadepinnya karena udah ada dana buat bawa Manza periksa ke Apple Store :D

Malam sebelum ngebawa Manza periksa, tiba-tiba diingetin sama khotbahnya Philip Mantofa yang berjudul Mintalah. Ini pelajaran tentang doa dimana kita sebagai anak Tuhan tuh sebenernya boleh buat minta ke Tuhan. Ps. Philip cerita tentang gimana dia diajar Tuhan buat minta kelas bisnis di pesawat, dan itu ngga papa karena kadang orang tua emang ngga cuma ngasi kebutuhan tapi juga keinginan. Of course kalo keinginannya itu baik...

Jadi, walaupun ada uangnya, aku doa aja minta supaya Manza bisa dibenerin dengan gratis. Aku berdoa supaya orang Apple Store ngga nemu bekas shampo dan Manza dinyatakan rusak dengan sendirinya *ngarep

Besoknya di Apple Store, mas yang jaga counter ngecek Manza dan dia bilang, "We don't find any external damage on your Mac, so since it's still under warranty, we will repair it free of charge. You can leave it with us and we'll call you when it's done."


Whoaaaa.... Beneran gratis ini??? Syalalalala...

Aku pulang dengan sukacita... sampai di tengah jalan ada telpon dari Apple Store ngasi tau kalau mereka nemu liquid damage dan itu ngga ditanggung oleh garansi, jadi aku harus bayar 167 pounds. Lemes sih begitu denger 167 pounds, karena itu berarti seharga laptop atau handphone baru dengan merk lain. Fiuh.

Cuman dalam hati aku tetep minta gratis sama Tuhan walaupun mas-mas dari Apple Store udah ngasi ultimatum mesti bayar.

Dan akhirnya telpon itu datang juga. Manza udah bisa diambil. Nunggu sebentar di counter, akhirnya Manza dibawa keluar dan aku tes udah sehat beneran apa belum. Belum sempat ngeluarin debit card, tiba-tiba mas yang ngasi bilang gini, "Your Mac is still under warranty. Is there anything I can help?" Aku cepet-cepet bilang, "Oh, no, thank you." dan sambil terkaget-kaget keluar Apple Store sambil jalan cepet takut dikejar mas-mas Apple Store yang siapa tahu menyadari ada sesuatu yang salah. Tapi ternyata ngga ada tuh yang ngejar dan nagih 167 pounds biaya pengobatan Manza, hehe...

Ya ampuuun. Speechless. Tuhan baik. Banget. Padahal kalaupun disuruh bayar, Tuhan udah sediain kok duitnya. Tapi pas aku minta gratis kok yaa dikasih. Yang lebih ajaib, orang Apple Store nya kan nemu ada liquid damage tapi kok mereka kaya lupa sama ultimatum mereka sendiri.

Yah, rasanya Tuhan kaya lagi ngingetin kalau aku berurusan sama Tuhan yang bisa melakukan hal-hal mustahil. Jadi, kalau aku akhir-akhir ini suka galau, sebenarnya itu galau yang tidak perlu. God handles things, small or big, well, and I can leave everything in His hands. He will take care of it with His way that sometimes far from the way I expect.


12/03/2014

The Best Christmas Gift!

Dibagikan oleh Dhieta at 9:55 am 3 comments Links to this post
It's almost Christmas :D 

And maybe this is the most exciting December I've ever had! :p Iya sih baru tiga hari, but this week is truly amazing!

Jadi sebelum aku berangkat ke Inggris, aku pernah bikin bucket list, semacam daftar keinginan,  isinya things I want to experience in Europe. Total wishes di bucket list itu ada 10, dua diantaranya adalah pergi ke Edensor dan nonton konser Michael Buble. Kalau mau tahu 8 yang lain bisa dibaca disini.

Jujur aja, 10 wishes itu adalah wishes ga penting, keinginan-keinginan cetek yang dikumpuin dari jaman masih pake seragam putih merah. Aku tau banget bucket list itu isinya hal-hal duniawi dan semuanya tentang aku, ngga ada tentang keselamatan jiwa-jiwa, atau perdamaian dunia atau apapun lah yang rohani-rohani.

But, honestly, sometimes I pray about it. Yah walaupun doanya doa sambil lalu gitu. Misalnya, kalo lagi nonton Michael Buble di You Tube, keceplosan, "Tuhan, kalo nonton konsernya live pasti asik..."  Ya kira-kira begitulah^^

Nah kalo Edensor, itu adalah nama desa kecil di Derbyshire, Inggris, yang diceritain Andrea Hirata di bukunya yang berjudul Edensor (sekuel Laskar Pelangi) juga. Andrea Hirata pertama kali tahu tentang Edensor dari buku berjudul If Only They Could Talk pemberian Alin, cinta pertamanya. Dia menyimpan harapan untuk melihat Edensor dengan mata kepalanya sendiri dan akhirnya, secara kebetulan dia menemukan desa itu. Bagaimana bisa begitu? Silakan baca Edensor karya Andrea Hirata #iklan. 

Masalahnya, mereka yang baca tetralogi Laskar Pelangi pasti menyimpan harapan tentang Edensor. Apalagi tetralogi itu isinya tentang keberanian untuk bermimpi. Bahkan, ada satu quote di buku itu yang menginspirasi, "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu." Bagaimanapun tidak mungkinnya mimpi itu, take courage!

Dan aku masih menuliskan mimpi-mimpi di buku harian, walaupun mimpi itu mimpi ngga penting dan kadang bodoh :p

But you know what, this week I learn that He took our every wishes very seriously, every of it, termasuk yang ga penting ga penting itu.

Diawali dengan akhir minggu kemarin, finally, I went to Edensor.



Tentang perjalanan ini aku tulis di blog ini.

Lalu kemarin (sebenernya beberapa jam yang lalu) aku, finally, nonton konser Michael Buble!!! Ya ampun, excitement-nya, deg-degannya, udah kaya mau ketemu calon suami :p :p :p 

Tapi yang mau aku ceritain adalah ini...



Dua tahun lalu, repeat, dua tahun lalu, aku pernah bikin wish iseng di status facebook. Saking isengnya, aku bahkan udah lupa. Tapi kemarin pas tiket konser Michael Buble udah di tangan, entah gimana keinget status ini dan pas dicari ternyata ketemu!

Aku pikir, ajaib banget. Kok Michael Buble bisa konser di Birmingham pas bulan Desember, pas suasana Natal udah kerasa... And fyi, Birmingham itu cuma sejam naik kereta dari Leicester. Awalnya aku mau nonton di London, bulan November, tapi udah sold out, lagian London juga dua kali jauhnya.

Sepanjang konser, rasanya mellow banget. Bukan apa-apa sih, tapi I am overwhelmed with the way He loves me. Apalagi akhir-akhir ini sebenernya sedang banyak berjuang dengan keintiman dan disiplin rohani. Tapi toh, Tuhan tetep care, sampai ke keinginan-keinginan yang ngga penting aja dikasih T.T

Pas aku post foto itu di Path, aku nulis kaya gini,

Two years ago I made an unimportant wish on my Facebook status, 
yet there is Someone who took it very seriously. 

And tonight I got my best Christmas gift. 
Best for now, cause I know there are more in the years ahead.

I am grateful by the way He loves me. 
I am blessed with many divine surprises.

"Do not foolish wishes seem so unimportant? 
Yet not one of them will fall outside your Father's care. 
And even the most childish wish is all counted. 
So don't be afraid, 
your meaningful prayers are worth more than many insignificant wishes."

Betapa ya Tuhan itu sayang banget sama kita. Dan status 'anak' itu beneran loh, Dia provide semua mulai dari kebutuhan sampai keinginan. Inget kan kalo ortu kita ngga cuma provide pendidikan, makanan, pakaian... tapi juga mainan, liburan, gadget de el el de el el. 

Aku jadi diajar tentang pribadi Tuhan. Yes, Dia itu Bapa. Kalau segala keinginanku yang ngga penting itu dia pandang berharga, masa doa-doa yang lebih serius (macam jodoh, cicilan rumah, kuliah dan kerjaan) ngga diperhatiin sama Tuhan. 

He knows exactly what is the best gift to make us, his children, happy. What a wonderful God, what a wonderful Father. 



11/24/2014

A Man in God's Mind

Dibagikan oleh Dhieta at 3:12 am 6 comments Links to this post
Aku ngga tahu apa yang salah, tapi jujur aja udah lamaaaa banget ngga mikirin soal pasangan hidup. Ngga mikirin disini maksudnya ngga bergumul gitu, yang bener-bener wrestling in prayer minta dari Tuhan. Kalau cuma terlintas keinginan sih iya, tapi ya biasa aja^^ Malah pernah aku mikir apa aku ini 'too' content with this singleness :D 

Sampai akhirnya pindah ke Leicester pun malah enjoy banget dan bersyukur karena masih single dan bisa pergi jauh, fokus sama sekolah, ngga pake acara LDR dan semacamnya... Tapi entah kenapa, selama sebulan ini udah dua kali Tuhan ngomong soal kriteria pasangan hidup, a man in God's mind. 

Yang pertama pas aku sate dari Efesus 5 

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya." 

Biasanya bagian ini lewat-lewat aja, ngga ada fresh revelation dan emang ngga ngerasa Tuhan lagi point out bagian ini buat hidupku. But, then when I read it again, this phrase came up

'How should I be loved?
Like Jesus loves me. 

Kaya gimana? Ya persis seperti yang dibilang Firman Tuhan: mengasihi, menyucikan dengan air dan Firman, membuat cemerlang tanpa cacat dan menjadikan kudus dan tidak bercela. Dari Firman ini, aku belajar kalo Allah menginginkan seorang pria untuk menaruh perhatian pada kedewasaan rohani pasangannya. Kenapa? Karena Yesus melakukan hal itu. Dia ingin jemaatnya kudus, tidak bercela dan bahkan mengambil bagian untuk menyucikannya. I learn that God wants a man to get involved in his spouse's holiness, pour her with the Words and encourage her to be like Christ. 

Dan akhirnya aku nulis ini di diary saat teduh: 

The man who loves you should love you like Christ does. In loving you, he should have the same goals as Christ. He should love you like he loves himself and like Christ takes care of His church. How a man can do what Christ does? He should know who Christ is and have intimate relationship with him. He should know the Word of God. Christ doen't want you to end up with any guy who will treat you wrong, because Christ treats you right. 

Nah, abis ini aku masih 'iya-iya' aja ngga mikir apa-apa sampai seminggu yang lalu Tuhan ngomong lagi soal kriteria cowok yang oke menurut Dia -.- Aku lagi baca Kisah Para Rasul 10 dan tiba-tiba Tuhan menunjukkan kriteria-kriteria dari seorang Cornelius. 

There was a man named Cornelius who lived in Caesarea, captain of the Italian Guard stationed there. He was a thoroughly good man. He had led everyone in his house to live worshipfully before God, was always helping people in need, and had the habit of prayer. One day about three o’clock in the afternoon he had a vision. An angel of God, as real as his next-door neighbor, came in and said, “Cornelius.” 

Dan tiba-tiba, kata-kata thoroughly good man seperti mengalihkan duniaku^^ 

Jujur aja, ciwik-ciwik yang lagi mendoakan pasangan hidup pasti pengen dapet a good man. Tapi good itu relatif, tergantung kita mau pake standar siapa :p Dan ternyata kalo standarnya Firman Tuhan, a good man is a man who: 

- lead everyone in his house to live worshipfully before God 
- always helps people in need 
- has the habit of prayer 

Wow! 

Aku ngga inget ada cowok lain di Alkitab yang dipuji dengan predikat "a good man". 

Trus abis itu ada satu hal yang penting, yaitu dikonfirmasi oleh orang lain, seperti ketika para prajurit Cornelius menggambarkan dia kepada Rasul Petrus, 

They said, “Captain Cornelius, a God-fearing man well-known for his fair play—ask any Jew in this part of the country—was commanded by a holy angel to get you and bring you to his house so he could hear what you had to say.” Peter invited them in and made them feel at home. 

Ada konfirmasi dari orang lain bahwa Cornelius adalah seorang pria yang takut Tuhan dan dikenal karena pekerjaannya yang taat aturan. Aku ngerti sih kenapa konfirmasi ini penting, ya tentu saja karena cinta itu buta dan bisa menyingkirkan akal sehat ;p Kalau kita merasa seorang pria adalah a good man tapi orang-orang di sekitarnya tidak memberikan konfirmasi mereka, ya ada baiknya didoakan lagi hehe...

Terus terang aku ngga tahu kenapa Tuhan tiba-tiba ngebahas kriteria-kriteria macam begini. Apa Dia pengen aku mulai doain kriteria-kriteria itu yak? :p Yah, we'll see, then. Tapi terlepas dari itu, I hope this little note bisa ngebantu gadis-gadis yang sedang menguji apakah pria yang kita kira good man itu beneran good man menurut Tuhan atau ngga.

:D

Tapi jangan cuma menuntut seorang pria jadi a good man ya, teman-teman. God also wants us to be a virtuous woman. Tuhan juga pasti ngga akan ngasi anak laki-lakinya ke sembarang wanita, tapi Dia akan memberikan seorang wanita yang bisa jadi penolong yang sepadan. Any randon woman mana sepadan buat a good man.

A virtuos woman and a good man indeed deserves each other.



<3

11/17/2014

Obrolan Ananias dan Tuhan

Dibagikan oleh Dhieta at 4:35 pm 0 comments Links to this post
Bible reading hari ini dari Kisah Para Rasul 9 & 10 verse the Message. Tiba-tiba nemu sesuatu yang menarik di pasal 9,

There was a disciple in Damascus by the name of Ananias. The Master spoke to him in a vision: “Ananias."

“Yes, Master?” he answered.

“Get up and go over to Straight Avenue. Ask at the house of Judas for a man from Tarsus. His name is Saul. He’s there praying. He has just had a dream in which he saw a man named Ananias enter the house and lay hands on him so he could see again.

Ananias protested, “Master, you can’t be serious. Everybody’s talking about this man and the terrible things he’s been doing, his reign of terror against your people in Jerusalem! And now he’s shown up here with papers from the Chief Priest that give him license to do the same to us.

But the Master said, “Don’t argue. Go! I have picked him as my personal representative to non-Jews and kings and Jews. And now I’m about to show him what he’s in for—the hard suffering that goes with this job.”

This simple part struck me,
Ananias : Master, you can't be serious.
God       : Don't argue.

Dalam bahasa gaul,
Ananias : Ah, becanda lo Tuhan...
Tuhan    : Jangan ngeyel aja kamu...

Ini.Gue.Banget :D



 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review