1/03/2012

Something About 'Find'

Dibagikan oleh Dhieta at 3:24 pm
Waktu pulang kampung buat liburan Natal kemaren, selain nostalgia dengan teman-teman, tempat-tempat dan makanan-makanan, aku juga nostalgia dengan buku-buku. Ngga sengaja nemu lagi buku lama karangan Jo Lynne Pool yang judulnya A Good Man is Hard to Find (Unless You Ask God to Be Head of Your Search Committee). Aku baca yang terjemahan sih, kalo ngga salah judulnya jadi Pria Yang Cakap Siapa Yang Mendapatkan atau Pria Yang Cakap Bilakah Kudapatkan, ah ga tau deh, lupa, hahaha... Ngga valid nih infonya :p
Sebenernya ini buku kakak, yang dulu bergumul dan menanti cukup lama buat ngedapetin pasangan. Jadi jangan heran kalo di rumahnya lumayan banyak buku-buku yang temanya pasangan hidup gitu, termasuk bukunya Derek Prince yang judulnya Jodoh Pilihan Tuhan :) Kakakku ini akhirnya married di umur 34 tahun, yang kata orang nikahnya telat, tapi kami percaya itu waktu yang tepat: sesuai dengan jadwalnya Tuhan, ga terlalu cepat dan juga tidak terlambat. WaktuNya tepat. And of course, pastinya kakak iparku itu tipe pria yang he's worth waiting for, hehehe. 

Baca postingan Mega n Echa soal istri yang cakap lebih berharga dari permata, jadi inget satu bagian di buku Lynne Pool itu. Echa dan Mega udah cukup banyak ngebahas Amsal 31 : 10 dengan sudut pandang si batu ruby :p

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata

Who can find a virtuous woman? for her price is far above rubies

Kali ini aku ngga akan bahas soal rubi, yang aje gile, kalo dapet mas kawin rubi sebiji aja, pasti langsung ak jual ajalah, daripada bingung nyimpennya dimana :p Sekarang, mari kita perhatikan kata 'find' saja yuk. Di buku A Good Man itu, Mrs. Pool menulis sesuatu yang menarik, aku copy-in dari amazon.com ya :D
"Pay attention to the word 'find' in Proverbs, chapter 18 and 31. It is there for a reason, it is up to the man to do the finding, the discovering. It is not for you to go out and hunt down your own guy. The world will tell you there are millions of hungry women out there looking for one good man and that you must join the fray. Get out there, find one, fight for him. You've heard the whole routine. But the Bible says that 'he' shall find you...."

Ilustrasinya sih gini, sebutir mutiara ngga akan nongol dari kerangnya, atau rubi ga akan keluar dari dalam tanah, lalu loncat-loncat mengetuk-ngetuk jari-jari kaki para penambang untuk menarik perhatian. Walaaah, bisa-bisa langsung lari lah mereka, wkwkwkw... Mungkin sambil teriak, “Ada siluman rubiiiiii…” Hahahaha…

Anyway, ternyata di Amsal 18:22 juga ada loh,
[He who] finds a wife finds a good [thing], And obtains favor from the LORD.

Tuh, dalam konteks seorang pria mendapatkan pasangan, selalu dipakai kata 'find'. Ada apa sih sebenernya? :p Untuk memuaskan rasa penasaran kita sama kata 'find' itu, mari kita tanya bang oxford. Menurut dia kata 'find' itu berarti: 1. discover or perceive by chance or unexpectedly ; 2. reach or arrive at by a natural or normal process. Trus kalo menurut bang free dictionary, 'find' itu artinya, antara lain, 1) To come upon, often by accident; 2) To come upon or discover by searching or making an effort dan 3) To obtain or acquire by effort.

Membaca semua definisi ini aku menangkap kesan adanya faktor yang out of our control, seperti ada ketidaksengajaan, sesuatu di luar perkiraan, sesuatu yang terjadi begitu saja dengan alami. Jadi inget film serendipity, yang ini loh...
picture taken from here

Wkwkwk, hayoo siapa yang pernah nonton? Film ini emang so sweet abis, sampe bikin meleleeeeh, haha... Emang film sekuler sih :p tapi secara ngga langsung film ini bikin aku inget kalo ada invisible hands yang mengatur kisah cinta kita, dan tangan siapa lagi kalo bukan tangan Tuhan? That invisible hands have written our love story, and the same invisible hands also make the necessary arrangements to make the story come true.

Jadi inget kalimat yang suka ada di undangan nikah,
Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya.
Indah, saat Ia mempertemukan, indah saat Ia menumbuhkan kasih,
dan indah saat Ia mempersatukan dalam pernikahan kudus.
Yah, walopun kayanya aku akan pake kalimat lain di undanganku ntar, hwehehehe, aku tetep mikir kalimat itu bener banget. Kesimpulannya, an enchanting love story is one which arranged by God.

Dunia boleh bilang, hai, cewek-cewek, go out, arrange something, chase some men in that crowd and find a husband. Pergilah ke gereja dan duduk paling depan *siapa tahu diliat abang gitaris yg ganteng itu :p* atau gabunglah ke komsel, siapa tahu disana ada pria baik cinta Tuhan yang cukup potensial :") Wooohhooo, mari bersikap ramah kepada pria-pria itu, buatkan mereka makanan, kirimi mereka ayat-ayat Alkitab, kasih senyum semanis lollipop, siapa tahu ntar ada yang nyantoooll #blushing#...

Oooh, kalo kaya gitu, harus cek hatiiii, perhatikan motivasiiii... Emang sih, hanging out, join with the new community, ato apapun dengan label "bergaul" itu ngga salah, but when we do it all just for the sake of getting a husband... Halaaah, please deh, apakah Tuhan tidak mampu membawa seorang pria menemukan kita, sampai kita heboh menjemput pria-pria itu??? Sebegitu kuatirkah kita sampai harus berjuang sedemikian rupa???

Berikut kutipan dari buku A Good Man tentang bagaimana seharusnya tindakan kita agar 'ditemukan':
Kehendak Allah akan digenapi dalam hidup anda, kalau anda adalah miliknya dan mau menjalani hidup anda sesuai dengan firmanNya.
...
Majulah dan mintalah apa yang menjadi kerinduan hati anda, kemudian tenanglah dalam keyakinan bahwa Ia melakukannya, tenang dan tinggallah dalam Tuhan. Ingatlah bahwa 'tindakan' harus dilakukan oleh Tuhan.
...
Mintalah kepada Allah apa yang sesungguhnya anda inginkan, hanya apabila anda sudah benar-benar siap untuk menerimanya, Sediakan waktu yang dungguh-sungguh memerikasa hati anda sendiri. Bersekutulah dengan sungguh-sungguh memeriksa hati anda sendiri. Bersekutulah dengan Yesus bukan dalam 'doa-doa minta jodoh', tetapi meminta tuntunan dan pengarahannya. Katakan kepadaNya bahwa keinginan hati Anda yang terdalam adalah untuk menerima suami yang disediakanNya bagi anda dan yakini bahwa itu adalah benar.

Kesimpulan versi aku kaya gini,
What we have to do is building relationship with God, doing what He wants us to do to maximize and optimize our singleness, and also preparing our self for our future husband.

Be still and know that He is God. Tenang dan ketahuilah bahwa Dia Allah. Tenang dan ketahuilah bahwa Dia sanggup. Tenang dan ketahuilah bahwa Dia setia. Tenang dan ketahuilah bahwa Dia punya rencana. Tenang dan ketahuilah bahwa waktuNya tepat. Tenang dan ketahuilah bahwa tindakanNya benar. Tenang dan biarkan Dia bekerja…

Tuhan adalah arranger utama dari percintaan kita, setiap tindakan berasal dari Dia. Kalaupun ada intervensi lain, itu bukan pada objek yang ditemukan, tapi pada subjek yang menemukan, merekalah yang melakukan efforts yang dibutuhkan untuk menemukan objek itu. Tapi tentu saja efforts itu tetap ada di bawah arahan Tuhan, sebagai sutradara dan produser utama. That means kalo wanita adalah rubi atau mutiara, maka efforts untuk menemukan rubi atau mutiara itu adalah bagian para pria...

Let’s just remember our identity : far above rubies. Kalo untuk sebutir rubi, para penambang harus menggali *pake pacul, pegel-pegel dah* dan masuk ke dalam tanah sampe beribu-ribu meter *tiba2 kebayang kejadian penambang terperangkap, huaaaa*, the man who wants to get us has to fight far above and harder than just digging the soil. They have to find our heart in the palms of God’s hand and ask it for God itself.

And you know what? Pastinya Tuhan ngga akan segampang itu memberikan permataNya yang lebih berharga dari batu rubi ini. Dia akan menguji para pria itu lebih dulu *disuruh ngelawan naga kali*, they have to prove that they deserves enough to get us. Quoting Echa, the testing will going sampai men-stretch imannya sampe dia lay down his pride and ego (trademark para pria). Pokoknya diuji sampe mereka bisa membuktikan bahwa mereka benar-benar mengasihi kita sampai-sampai mereka cukup berani untuk mengambil inisiatif, cukup kuat untuk berjuang, cukup lembut untuk memperhatikan, cukup rendah hati untuk berkorban, cukup sabar untuk menunggu, de es be de es be, just like Christ love and treat us. Loooh, kok sangar banget??? Diuji dengan Kristus sebagai standar??? Yup, because that is exactly what they supposed to be.

Efesus 5:25 (The Message)
Husbands, go all out in your love for your wives, exactly as Christ did for the church--a love marked by giving, not getting

Saat mereka jadi suami kita nanti, mereka memang dituntut bisa mengasihi kita dengan cinta yang all out seperti cinta Kristus kepada jemaat. That’s why Tuhan menetapkan kita hard to find (Amsal 31:10 – the Message), supaya dalam proses menemukan itu para pria diproses untuk memiliki kasih seperti Kristus. Di lain pihak, dengan bersikap hard to find, kita juga diproses untuk menjadi wanita dengan a gentle and quite spirit, yang ditandai dengan ketenangan, kesabaran dan pengendalian diri.

Cuman masalahnya kadang kita merebut apa yang seharusnya menjadi bagian para pria itu, we did the effort, even sometimes too much effort to get a man we love. Misalnya, mereka belum ngajak kencan, kita udah ajak duluan. Mereka telepon cuma 10 menit, sekali dalam seminggu, kita telepon sejam, setiap hari. Mereka belum bicara dengan papa kita, kitanya udah ngomongin nikaaah mulu. Wakakaka, sound familiar? Jangan heran kalo pria-pria itu punya pride dan ego yang segunung dan kurang menghargai kita #Ih, males!# Aku pernah baca kalo pria-pria masa kini juga cenderung mengalami penurunan maskulinitas, salah satunya karena kita, cewek-cewek, tidak membiarkan mereka berperan sebagai pria #kayanya aku baca di note-nya Ci Grace# Well, honestly I did it once, tapi udah bertobat lah sekarang, hehe. Now I know that we have to let guys be the guys, having divine masculinity, a quality of a man which is set by God itself, according to His image.

Bukan berarti lalu kita diem-diem aja kaya ulat yang kerjanya cuma ngulet-ngulet, wkwkwk. Dideketin-diem, digoyang-goyang-diem juga, ditimpuk sandal-pingsan wakakak Peran kita sebagai wanita adalah, tidak menyerahkan hati kita dengan gampang, namun justru berpartner dengan Allah dalam menguji para pria itu. Intinya play hard to find, play hard to get :D God has give us our identity : far above rubies, let’s behave according to that identity. Mari melepaskan kontrol untuk mendapatkan para pria dan membiarkan diri kita ‘ditemukan’.

Sooo, ga terasa udah panjang juga nih post. Kesimpulannya apa ya? Wkwkwk, pusing sendiri. Aaah, bikin kesimpulan sendiri-sendiri aja ya. Soalnya, sebenernya lumayan ngerasa aneh juga sih kalo post pertama di tahun baru kok soal pasangan hidup. Tapi ya sudahlah, anggap aja ga papa, siapa tahu di tahun ini akan kudapatkan pasanganku wkwkwk

Amin, Amin, Amin (refer to the last sentence above :p).



God bless,

17 comments:

Lasma Frida said...

Hehehhehe...Soal pasangan hidup memang kompleks banget. Jangan dibawa ribet sampe ngejer2, tapi juga jangan terlalu santai. saking santainya cewe ga mau mikir dan ga mau nguji, maunya yang jatoh dari langit..kakakka...*pernah mikir begitu.

ijin share yaa.. :D

Mega said...

baca komennya Lasma jadi teringat cerita yang aku baca, cerita nyata, jodoh dari langit gitu deh, seorang cewe bilang,"biarpun Tuhan mampu, tapi mosok Dia jatuhin cowok dari langit". Gak nyampe setengah jam dari dia ngomong gitu, tau2 di dekat rumahnya ada penerjun payung ato apa gitu jatuh, mereka kenalan dan akhirnya merit, haahahhahahaha.

Like this Dit, tapi aku kalo ditimpuk sandal ma gak pingsan, aku NGAMUKKKKK :p

Mega said...

Amin. Amin. Amin. Juga untukku sama seperti yang diaminkan Dhieta ^^

Dhieta said...

@Lasma : silakan di share, hehehe. Iya loh, kompleks, tapi untung Tuhan pasti kasi tuntunan. Dan mungkin kompleks karena Tuhan, sebagai penulis kisah cinta, ga akan bikin cerita yang sama buat setiap kita... pasti ada yang unik dan personal^^

@Mega : Hahaha, kayany aku juga pernah baca, soal cow yang nanya Tuhan, cari istri itu ga sesimple suruhannya Abraham ketemu Ribka yang nawarin dia minum. Eh abis itu, di deket mesin dispenser, waktu dia mo ambil minum, ada cew yang nawarin dia minum haha. Akhirnya mereka emang married, wakaka. Aneh ya caranya Tuhan itu, ajaib gtu deh :p

Wakakaka, ngamuk? Ya kelihatanlah dari wajahmu, Meg :D

Iya, Amin, amin, amin. Kan ketika dua orang sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh
Bapa-Ku yang di sorga (Matius 18:19) Hahahahaha,,,

Theresia Hutapea said...

duuh namaku lagi namaku lagi...ckckck pajak nama org beken neng?mana2? ;p
waah aku baru ngeh dgn kata finding ini
"But the Bible says that 'he' shall find you...." "
hahaha man in searching, lady in waiting :D so cool, like this laaa...
btw ceileh bgt ya post awal tahun soal TH suit suiit!! xD

Lasma Frida said...

Kasus kayak gitu cuma segelintir dari banyak kasus pencarian Pasangan Hidup ya. Tapi bener-bener ada dan ajaib. Tapi kalau ga salah, pemimpin di gereja yang bilang, pencarian PH yang kayak gitu tergantung dari imannya gimana. Toh akhirnya diuji juga kan..Akakakkaka..

Mega said...

(again) AMIN.AMIN.AMIN ^^V

Dhieta said...

@echa : eeeehh, itu si Mega namany disebut rela2 aja, haha. Man is searching, lady is waiting... Man is fighting, lady is praying... Woohhoo... Iyaa, post ini ceile banget,seperti menampar diri sendiri d awal tahun >,<

@lasma : iya, cm segelintir, katany cuman 2%, yg 98% ya lewat proses natural :) yang penting kan kita terbuka dengan cara apapun yg Tuhan pakai buat ngasi peneguhan. Bisa natural, bisa supranatural, dan emang bener, yang penting sgala sesuatu harus diuji dulu... Yeeeyyy!!!

@mega : hahaha, semangat banget...

ira said...

dita, ga nyangka ya..kamu bisa nulis spt itu.keren :)padahal dulu sampe gulung koming(yg ga tau istilah ini,maafin ya..artinya galaw segalaw2nya)ttg pasangan hidup hehehe..

Dhieta said...

@Ira : Hahaha, kan udah dibilang aku udah bertobat :D justru karena galau segalau galaunya itu ak jd bisa belajar :p Semua membawa kebaikan kan??? :)

christine natalia said...

hahahahaaa.. amin kaa.. i love your posts :D

Nonik said...

wah lagi heboh ni nulis soal PH wkakakak. eeeh aku juga punya rhema tersendiri soal PH. tunggu postinganku deh ya. halaah kangen ngeblog nih T.T

Dhieta said...

@titin: wkwkwk, thank you... :D

@nonik : iya nih, heboooh^^ ditunggu postinganny yah, kan rencanany month ngeblog 7 hari 7 malam hehe

christine natalia said...

:'D AMEEEN!

Dhieta said...

Hmmm, kenapa yaa, apa karena titin lagi jatuh cinta^^ ???

Rina Septiani Harianja said...

Thanks kk utk tulisannya..sy diberkati. Terus berkarya ya.. Tuhan berkati :)

Dhieta said...

Hai, Rina, Thanks udah baca ya^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review