10/30/2011

Berlari dengan Kesabaran

Dibagikan oleh Dhieta at 9:23 am 3 comments Links to this post
Sate pagi ini, paaaaassss banget :p Dari renungan Streams in the Desert yang emang kupake selama setahun ini. Hmm, renungan ini recommended banget loh buat yang lagi ngalamin padang gurun^^ Waktu itu aku download gratisan gitu di internet, wkwkwk, jadi bentuknya e-book. Tiap hari dapet yang versi online juga sih, dikirim ke email, tapi itu datengnya siang cos pake waktu Amerika. Jadi akhirnya aku pake yang e-book walopun kayanya itu bukan yang newest version.

:)

Jadi pagi ini renungannya adalah tentang berlari dengan kesabaran. Ayatnya kaya gini nih: "Let us run with patience." (Hebrews 12:1 KJV). Disitu dibilang, berlari dengan kesabaran itu pasti sangat susah. Soalnya yang namanya lari kan kita pasti pengennya nyampe ke tempat tujuan secepatnya. Kadang kita mengasosiasikan kesabaran itu dengan berdiam diri. Misalnya menyendiri dalam masa sedih, atau berdiam ketika ada masalah. Tapi ada jenis kesabaran yang lebih susah dilakukan yaitu melanjutkan hidup dengan hati yang berat, untuk tetap melakukan perkara sehari-hari membawa dukacita dalam roh kita. Itu adalah jenis kesabaran yang dimiliki Kristus.


10/29/2011

Report of the Desert Class (Part 1)

Dibagikan oleh Dhieta at 12:13 pm 6 comments Links to this post
Kalau bisa memilih, aku tidak ingin masuk ke kelas Padang Gurun ini. Wew, untung waktu itu Tuhan ngga nawarin, tapi langsung dicemplungin. Hahaha, jadi aku ngga bisa milih kan? :p Mungkin begitu juga dengan bangsa Israel, kalau bisa memilih, mereka pasti akan memilih jalan pintas ke Kanaan dibanding berputar-putar di Padang Gurun. Tapi sekali lagi, ini bukan hanya soal mendapatkan Kanaan, kebun buah-buahan, atau apapun yang Ia janjikan, tapi soal mengenal Allah dan diproses serta dibentuk lebih serupa Kristus.

Bagaimana rasanya di kelas Padang Gurun? Seperti Firman Tuhan bilang, kita diproses seperti bejana dan Tuhan adalah penjunannya. Kan itu berarti kita jadi kaya tanah liat yang ditekan-tekan, dibolak-balik, dikikis-kikis, trus dibakar dalam api. Firman Tuhan juga bilang, kita dimurnikan seperti emas. Aku ngga terlalu tahu sih gimana proses pemurnian emas, tapi yang pasti itu juga melibatkan pembakaran di dalam api. Huaaa, tahu lah yaa, dibentuk itu sakiiiiittt, sakiiitt banget, hiks... 


Ending : Peace Like a River

Dibagikan oleh Dhieta at 7:12 am 6 comments Links to this post
Masih ingat ngga kalau aku pernah bilang Kelas Padang Gurun ini sepertinya sudah selesai? Mmm, kalo ngga, mungkin bisa di baca-baca lagi posting yang sebelumnya :p (Kaya kurang kerjaan aja! Haha...) Anyway, I told you again, Kelas Padang Gurun ini memang sudah selesai. Aku sudah dibentuk sesuai dengan kurikulum kelas itu. Aku sudah ujian. Aku lulus. Aku naik level. *Wkwkwk, banggaaaa...* Tapi walaupun begitu, ternyata aku tidak mendapatkan apa yang aku harapkan.

...

Loh, kok begitu? Lalu bagaimana dengan kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan? Apakah janjiNya batal, atau apa? Mmm, kukira tidak, Dia tetap Allah yang setia dan sanggup memenuhi janjiNya. Tapi, mungkin, kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan selama ini bukan seperti apa yang aku bayangkan. Maksudku, Tuhan mungkin merencanakan kebun anggur, tapi selama ini aku membayangkan kebun strawberry. Haha, I love strawberries, apalagi yang gedeeee n maniiisss :p Atau, mungkin Tuhan memang akan memberi kebun strawberry itu, tapi tidak saat ini dan tidak dengan cara ini.


10/23/2011

His Boundary Lines

Dibagikan oleh Dhieta at 4:56 pm 15 comments Links to this post
Lumayan lama ngga nulis di blog, berhubung seminggu ini dinas, bolak balik Jakarta - Palangkaraya - Jakarta - Kendari - Jakarta. Weeewww, badan serasa remuk redam, hiks. Sabtu kemaren seharian cuma tiduran doang^^ Saya tepaaaaar, saudara-saudara!!! Tapi seneng sih, di Palangkaraya sempat ketemu makhluk bernama Mega Rambang. Haha, walopun cuma bentar dan sempat basah-basah kehujanan, but it was fun! Thanks traktirannya ya, Meg. Anytime kamu ke Jakarta, gantian aku yang traktir, I promise hehe... 


Ok, so what happen lately? Mmm, seneng banget karena apapun yang terjadi I feel so secure and content in Lord, dan sepertinya keadaan memang sudah sedikit membaik :D Jadi kemarin tanya Tuhan lagi, di level ini aku harus bagaimana? Apakah ada yang harus kulakukan agar jalan menuju kebun buah-buahan itu terbuka? Trus kemarin siang dapet renungan online dari Proverbs 31, judulnya Testing Fences alias Menguji Pagar-Pagar. Langsung tahu deh, itu jawaban pertanyaanku!

10/10/2011

A Book For Those Who Wait

Dibagikan oleh Dhieta at 10:22 am 15 comments Links to this post
Kemarin nemu buku bagus di Gramedia. Judulnya Prodigals and Those Who Love Them - Words of Encouragement for Those Who Wait karangan Ruth Bell Graham, istri dari Bill Graham, salah satu penginjil besar dunia. Selain seneng karena bukunya bagus, tapi juga girang soalnya ini buku impor dan lagi diskon 70%, hahaha, sungguh itu berkat Tuhan (^^)/ (Emang ibu-ibu banget ye aye, diskonaaaan mulu pikirannyaaa... :p)

Jadi buku ini isinya adalah kesaksian tentang para ibu yang bergumul menantikan anaknya yang terhilang kembali kepada Allah dan keluarga. Sebenarnya ngga secara eksplisit diceritakan bagaimana perjuangan iman para ibu itu (habis pendek banget diceritainnya). Tapi, tetap saja buku ini bicara banyak tentang betapa besarnya kuasa doa, dan tentu saja bicara banyak tentang betapa dahsyatnya Allah kita: The king's heart is in the hand of the Lord, as the river of water: He turneth it withersoever He will (Proverbs 21:1) --> God can change men's minds, can turn them from that which they seemed most intent upon (Matthew Henry's Commentary).

10/09/2011

Flying Without Wings

Dibagikan oleh Dhieta at 8:35 am 5 comments Links to this post
I feel like I'm flying without wings

Hehe, bukan karena efek kemaren pengen nonton konsernya Westlife tapi ngga kesampean trus ngigau :p Tapi seperti yang aku bagiin kemarin, menjadi aman di dalam Tuhan itu rasanya nyamaaaaannnn banget, kaya terbaaaannngg^^ Seperti sebuah beban berat yang selama ini menghimpit, terangkat begitu saja. Rasanya udah ga ada kekuatiran, ketakutan, ketergesaan. Yang ada cuma rasa syukur dan perasaan terjamin karena Tuhan pasti akan menyediakan dan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.



10/08/2011

Aman, Nyaman, Tanpa Pertanyaan

Dibagikan oleh Dhieta at 6:35 am 11 comments Links to this post
Hari-hari ini aku mendapati betapa nyamannya menjadi wanita yang penuh rasa aman. 

Pertama kali membaca konsep ini di buku Lady in Waiting. Welly pernah bikin sinopsisnya disini, jadi kalau mau baca, it's just a click away (Thanks ya, Wel^^) Memang konteks buku itu adalah soal pasangan hidup. Tapi of course konsep itu juga berlaku general. Dalam segala perkara, seharusnya kita punya rasa aman dalam Tuhan. Kurang lebih begini, ketika kita tidak punya rasa aman itu berarti hidup penuh dengan frustasi dan kekuatiran, akhirnya itu mendorong kita untuk mengendalikan hidup kita sendiri dan pada akhirnya, alih-alih menunggu dan membiarkan Allah bekerja sesuai caraNya dan pada waktuNya, kita justru membuat tindakan-tindakan untuk menolong diri kita sendiri.

10/07/2011

Thanksgiving Thursday : Sweet Escape

Dibagikan oleh Dhieta at 4:49 pm 16 comments Links to this post
Sudah hari Jumaaaatt (horeeeee^^), harusnya kemaren udah post buat Thanksgiving Thursday, hari bersyukur buat para (woman) blogger. Tapi  berhubung kemaren pulang kantor malem trus capek banget, jadi dipostponed sampe Jumat. Ga papa ya Ci Shintaaaa^^ Oh iya, buat yang mau ikutan gerakan bersyukur ini, or pengen baca ucapan syukur kami, bisa klik disini :D

Jadi apa yang bisa kusyukuri minggu ini? Pertama, I thank God this is weekend. Yeaaaayy!!! Tapi, di rumah, kamar berantakan, cucian masih menumpuk dan setrikaan belum sempat dikerjakan. Di kantor, meja penuh kertas bertebaran dan dokumen -dokumen belum di-filing. Hiks, hiks... Baiklah, sepertinya aku memang butuh waktu untuk berbenah, tapi aku lagi ngerasa capek dan bosen banget.

I think I really need an escape. A sweet escape. Maybe travelling somewhere, travelling yang bener-bener travelling, bukan travelling sambil kerja (ato kerja sambil travelling? :p) kaya sekarang ini.

10/03/2011

Tweedle Twinky Dum!!!

Dibagikan oleh Dhieta at 8:11 pm 5 comments Links to this post
Mmmm, sedang ingin bersorak-sorak, seperti bangsa Israel di hari ketujuh mengelilingi tembok Yerikho. Sambil meloncat dan mengepalkan tangan, meneriakkan nyanyian kemenangan. Hop, hop, hop, sedikit loncatan kelinci, tari-tarian dan senandung tweedle tweedle twinky dum dum. Wakakaka, sok british gitu ya?

Betapa sungguh kupercaya kemenangan itu bagianku, meski sekarang belum kulihat dan belum kudapat.

:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review