12/30/2011

Trust in His Faithfulness

Dibagikan oleh Dhieta at 12:50 am 10 comments Links to this post
Natal sudah berlalu dan sebentar lagi tahun baru tiba. Oh iya, sebelumnya Merry Christmas, everybody!!! Maaf telat, berhubung pulang kampung dan ternyata kampungku katrok sekali karena modem sama sekali ga ada sinyal, dan sinyal BB juga timbul tenggelam, hiks, hiks... Anyway, back again, tidak terasa tahun 2011 akan segera berlalu... Banyak hal terjadi sepanjang tahun 2011, seperti baru kemarin, tapi ternyata 2012 sudah di depan mata. Tahun ini, apa ya, entah bagaimana harus berkomentar. Satu hal yang pasti, tidak ada pilihan lain selain bersyukur untuk semua yang terjadi, karena apapun itu, di tangan Allah sesuatu yang buruk pun dapat dipakai menjadi sesuatu yang membawa kebaikan. Hingga pada akhirnya, semuanya baik. Semua yang terjadi di tahun 2011 adalah baik. I'm really really grateful for that.

Lalu soal tahun 2012, tidak ada kata lain selain I'm excited!!! Yeeeeyyy!!! Di tahun 2012, multiplikasi dan promosi masih berlanjut, kini dikuatkan dengan adanya janji mengenai perkenanan Tuhan. Dengan kata lain, sewaktu-waktu di tahun 2012, saat waktu perkenananNya tiba, janjiNya akan digenapi, kebaikanNya dinyatakan, multiplikasi dan promosi itu akan terjadi. Kapan? Tidak tahu. Bagaimana? Tidak tahu! Justru itu, 2012 seperti menjanjikan sebuah petualangan baru bersama Kristus, and I'm excited, very excited!

12/29/2011

Skripsiku: Menanti Pukul 3

Dibagikan oleh Dhieta at 11:08 pm 8 comments Links to this post
Post ini adalah sekuel dari post sebelumnya soal skripsi :) Jadi langsung lanjut aja lah ya, eh tapi yang belum baca bisa klik disini. Buat yang udah mari lah kita lanjut bersama-sama...

Setelah lolos ujian filter, mulailah perjuangan buat cari data. Karena metode yang aku pakai adalah deskriptif - kualitatif, aku harus bikin interview guide dan mulai cari informan dan. Interview guide sebenernya ngga susah-susah banget. Tapiiii, musuh terbesar mahasiswa yang lagi skripsi mulai menyerang. Nama musuh itu adalah MALAS! Habis lulus filter, aku bukannya cepet-cepet konsultasi dengan dosen, tapi malah bilang, "Bentar ah, istirahat dulu. Capek banget abis filter..." :p Aaaah, paraaah, paraaahhh...

12/18/2011

Skripsiku : Prolog dan Sidang Filter

Dibagikan oleh Dhieta at 1:32 am 8 comments Links to this post
First of all, selamat buat Nonik yang skripsweetnya sudah di-ACC. Itu kabar sukacita yang luar biasa :) Lalu, ngikutin Mega yang bikin post soal kuliahnya yang selesai dalam waktu 3,5 tahun (keren loh, Meg :D), jadi pengen cerita juga soal masa kuliah, terutama saat-saat menjelang kelulusan :D Well I think this post is dedicated to Nonik, Kezia,dan juga kamu semua yang mungkin sedang bergumul dengan kuliah, esp. urusan skripsi dan kelulusan :D


Oke, mulai dari mana ya? Mmm, mungkin aku mulai dengan kalimat ini: aku lulus kuliah dalam waktu 5 tahun. What??? Lama amat? Hahaha,,, Iyaa, emang lama. Padahal semua mata kuliah udah selesai waktu semester 6 #thanks to semester pendek#, dengan IP lumayan. Tapi berhubung masih ada beberapa nilai yang di bawah B, I decided not to be too ambisious dengan segala cepet-cepet lulus itu. Soalnya setelah aku hitung-hitung nih ya, kalo makul yang nilainya meragukan itu bisa naik, dan skripsiku nanti dapet A, berarti aku bisa lulus dengan predikat cum laude. Waktu itu sih aku pikir, kenapa terburu-buru kalau hasilnya nanggung dan dengan sedikit usaha sebenarnya aku bisa dapet better result.


12/14/2011

Celoteh Na Na Na Na Na (part 3)

Dibagikan oleh Dhieta at 4:19 am 14 comments Links to this post
Celoteh No. 11
Kemarin, entah untuk keberapa kalinya Real Madrid kalah lagi dari Barcelona :'( Aaaaahhh, pengen kembali ke masa - masa emas itu. Masa-masa emasku yang berbarengan dengan masa-masa emas Real Madrid. Wakakaka.... masa SMA penuh kenangan, masa Real Madrid penuh kejayaan, hahahahahaha.... #tawagila#

ini gelar juara liga champion terakhir - tahun 2002
dengan skuad real madrid favoritku: masih ada Raul, Carlos,
Hiero, Figo, Morientes, Makalele, Guti, aaaahhh, rinduuuu...
<3 <3 <3


12/12/2011

My Unique Family

Dibagikan oleh Dhieta at 4:43 pm 18 comments Links to this post
Sepertinya aku pernah share kalau aku sedang bergumul untuk membuka selapis sisi gelap dalam hidupku. Mungkin kamu selama ini berpikir, "Wow, this girl has a very wonderful life. Look at her, she's pretty, she's smart, she's blessed..." (Wakakak, ini ngasih contoh atau narsis yak :p) Anyway, aku diberkati? Iya, sangat benar. Aku diberkati, sangat diberkati, termasuk diberkati dengan keluarga yang unik.

Kalau kamu tanya aku ini berapa bersaudara, aku akan jawab kami empat bersaudara. Tapi kalau pertanyaan yang sama kamu ajukan ke kakakku, dia akan jawab 3 bersaudara. Kalau ditanyakan pada kakakku yang lain, mungkin dia akan jawab kami hanya 2 bersaudara. Loh? Loh? Loh? Ada apa ini sebenarnya?

To Be Continued?

Dibagikan oleh Dhieta at 7:44 am 8 comments Links to this post
Aku ngga tahu ini karena hormon atau apa, tapi akhir-akhir ini sering banget flashback soal strawberry field, yang sebenernya udah aku letakkkan dari berminggu-minggu yang lalu. I discipline my self not to think about it, talk about it, or even pray about it... Udah rela-serela-relanya kalau kehendak Tuhan memang strawberry field itu bukan jatahku...


Tapi ini kok tiba-tiba nyelonong-nyelonong seenaknya di otakku... Huaaaaa, NO! NO! NO: I dont want it stays on my brain.

Hey, strawberry field, go away, syuh, syuh, syuuhhhh......


***

12/10/2011

The Snow Impression

Dibagikan oleh Dhieta at 6:54 pm 3 comments Links to this post
Heeeyyy, Christmas is on the way!!! Udara makin dingin, pohon-pohon gundul, matahari jarang muncul dan salju turun. Saatnya membuat boneka salju, kawan. Saatnya berdiang di depan perapian dan minum cokelat panas^^ Then, what about singing a christmas song??? 

 

12/05/2011

Ck, Ya Sudahlah...

Dibagikan oleh Dhieta at 12:59 pm 10 comments Links to this post
Dilaporkan langsung dari Semarang, saat ini aku sedang dalam keadaan agak gondok bin sebel bin kecewa, padahal Semarang sedang cerah ceria, matahari bersinar dan makanannya masih enak-enak  :D Sebenarnya masalahnya kecil dan ngga ngefek besar juga, cos pada akhirnya aku cuma bilang, "Ck, ya sudahlah..."

Jadi bulan kemarin ada teman yang ulang tahun. Kalo ditanya how close are we, hmmm, we're in the middle I think. Ga dekat ga jauh. Pernah sih jadi sangat dekat, tapi lama-lama we're stuck in the middle *wkwkwk, boyband banget* So, this middle man *iyee, bukan cewek dia...* kemarin ulang tahun dan aku kasih kado yang sangat manis, berupa... eng.. ing... eng... BIBLE VERSE!!! What can be better, by the way? Kalo aku kasih barang, aduuuh, paling ribet cari kado barang buat cowok. Kalo ngga topi, kaos, dompet, topi lagi, kaos lagi, dompet lagi, aaaarrgghh, ga ngerti deh. Lagian berlebihan juga kalo dikasi barang. Dia kan middle man! *wkwkwk, alasan, padahal lagi bokek aja tuh :p*



11/30/2011

Bukan Sembarang Curhat

Dibagikan oleh Dhieta at 9:11 pm 26 comments Links to this post
Kidung Agung 4:12
"Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai." 

Hmm, ternyata Salomo menyebut gadis Sulam seperti itu ya. Kalo di Alkitab versi BIS, ayatnya jadi gini, "Kekasihku adalah kebun bertembok, kebun bertembok, mata air terkunci." Kalo di persepsiku, yang namanya kebun bertembok atau mata air terkunci itu pasti tertutup dan ngga bisa dimasukin sama sembarang orang. Artinya, khalayak ramai (halah, bahasanya :p) ngga bisa tahu di balik tembok/pintu yang terkunci itu sebenarnya ada kebun/mata air seperti apa. Keduanya jadi sebuah tempat yang misterius.

11/29/2011

Celoteh Na Na Na Na Na (Part. 2)

Dibagikan oleh Dhieta at 4:16 pm 11 comments Links to this post
Celoteh No. 7
Waktu ketemuan kemarin, Nonik sempat tanya, "Mbak Dhieta, strawberry field itu apa sih?" Hahahaha, pengen ngakak dengernya, Nik. Wkwkwk... Maaf yaa, buat Nonik dan siapapun yang penasaran apa sebenernya strawberry field yang sering aku sebut-sebut itu, aku belum bisa ceritaaaa... Maap beribu maap :D Jadi waktu Nonik akhirnya nanya, "Strawberry field itu cowok ya?" Hahahahaha, aku ketawa aja deh :p

Celoteh No. 8
Kemarin sempat dateng ke Indonesia Book Fair 2011 yang di Istora Senayan. Huaaaah, seru banget!!! Buanyak buanget stand bukunya. Apalagi karena itu hari Minggu, pengunjungnya membludak gitu. Puanasnya minta ampun. Hadeeeehhh, capek deeeehhhh... Tapi seneng banget soalnya diantara buku-buku yang udah kaya benteng itu akhirnya nemu komik Jepang yang udah aku cari dari jaman kuliah, judulnya Natural karangan Minako Narita. Huaaaa, waktu liat itu rasanya terharu banget, sampe rasanya pengen banjir air mata.

11/28/2011

Kotak Pena Bapa

Dibagikan oleh Dhieta at 11:24 am 24 comments Links to this post
Quoting kak Martha, "Ternyata dunia maya itu ngga maya-maya banget kok."

Mmm, iya juga ya... Buktinya kemarin kami, aku, Welly, Anggit, Nonik & Kezia, bisa ketemuan di rumah kak Martha. Kami yang tadinya cuma kenal di dunia maya, finally bisa ketemu di dunia nyata. I could shake their hands and hug them, see their smiles, hear their laughs.... What a moment!

Quoting Nonik, "Kalian sadar ga sih kalo kita ketemu gini tuh karena kebaikan Tuhan banget?"

Sadar banget, Nik. Sadar sesadar-sadarnya, pake banget-banget-banget.

11/25/2011

Selamat Hari Guru, Ibu

Dibagikan oleh Dhieta at 11:24 am 15 comments Links to this post
Baru saja baca status seorang teman soal Hari Guru, jadi ingat dia juga pernah nulis di blognya soal pahlawan tanpa tanda jasa a.k.a guru. And since my mom is a teacher, jadi pengen sharing soal Ibu. Kenapa? Karena dari hidupnya sebagai seorang guru itu, aku bisa belajar banyak hal, dan hal-hal itulah yang  ikut mendasari dan membentuk aku sampai aku bisa jadi seperti sekarang ini.

Okeh, mulai dari mana kita enaknya?

Ibuku, seorang guru dengan status PNS, yang diperbantukan di sekolah swasta, SMA Kristen 1, yang juga menjadi sekolah ku dulu.  Dengar-dengar dia dulu diterima di Fakultas Kedokteran, tapi karena Mbah Kakung dan Mbah Putri akan sangat berat membiayai Ibu (berhubung Pakdhe sudah jadi mahasiswa arsitektur yang waktu itu juga tidak murah), Ibu harus membuang mimpinya menjadi dokter dan masuk ke IKIP Negeri Semarang, jurusan Fisika. Aaaahh, Fisika? Fisika? Fisika? Bagaimana bisa? Kalo aku sih, nyerah aja deeehh... :p

11/23/2011

Oleh-Oleh dari Bali

Dibagikan oleh Dhieta at 3:55 pm 9 comments Links to this post


Akhirnya balik ke Jakarta lagi :D Berakhir sudah KTT ke-19 ASEAN, berakhir juga hari-hari di Bali. Hari Senin kemarin sampai di rumah jam 01.30 dini hari dan paginya langsung ngantor lagi. Hmm, what a day :D Di kantor akhirnya ngantuuuukkk bangeeettt, wkwkwk... Tapiiii, bersyukur kerjaan ngga terlalu hectic, masih bisa ketawa ketiwi and ngobrol sama teman satu subdit yang udah seminggu ngga ketemu^^

Banyak cerita pastinya, dan yang pasti banyak belajar juga :) Maybe you guys know kalo sometimes I feel so tired dengan semua urusan kantor, even sometimes I feel sick of it. Aku tahu banyak orang yang pengen banget masuk Kemlu dan jadi diplomat, tapi bagi kami yang sudah di dalam, selalu saja ada yang bisa dikeluhkan. Well, nothing's (and nobody's) perfect. Mulai dari soal atasan, waktu kerja yang overtime pake banget, payment yang ngga sesuai harapan, bla bla bla bla... dan di KTT ASEAN kemarin, once again, God reminds me that I am wonderfully blessed.

11/21/2011

My Bestfriend's Wedding: Ko Yossie & Ci Nita

Dibagikan oleh Dhieta at 2:57 am 18 comments Links to this post
Masih ingat waktu aku pulang ke rumah kemarin untuk pernikahan Ko Yossie dan Ci Nita? Itu loh yang bikin aku stranded di Jogja semaleman gara-gara pesawatnya cancel. Jadi ceritanya begini, pernikahan Ko Yossie dan Ci Nita diadakan di JKI Maranatha Ungaran, tempat mereka berjemaat dan melayani sebagai full timer. Aku duduk di antara orang-orang lain yang turut ingin menjadi saksi pernikahan mereka. Bapak dan Ibu duduk di sampingku. Gereja sudah penuh bunga, nuansa ungu ada di mana-mana. Slide show foto pre-wedding ditayangkan di layar. Musik dimainkan. Beberapa orang lalu lalang menyiapkan beberapa hal, lalu saat itu datang...

Ko Yossie dan Ci Nita berdiri di pintu gereja, Berdampingan, bergandeng tangan. Ko Yossie tersenyum gugup, dan Ci Nita tersenyum samar di balik cadarnya. Perlahan, sambil melambaikan tangan pada beberapa orang - aku salah satunya - mereka berjalan menuju altar dengan keluarga mengikuti di belakangnya. Lalu prosesi pemberkatan dimulai, tapi sebelum aku bercerita tentang itu, I want to tell a you a very little secret...


11/17/2011

Release It and Let It Go

Dibagikan oleh Dhieta at 1:35 pm 7 comments Links to this post
Akhirnyaaaa... sempet ngeblog juga, yeeeaaahhh!!! :p Gara2 lagi tugas di Bali buat KTT ASEAN ke-19, jadi harus curi-curi waktu buat ngeblog ni. Hahaha... Tugasku kali ini adalah sebagai Liaison Officer, semacam pendamping delegasi gitu deh, sifatnya teknis banget yang harus lari sana lari sini, jadi  ngga sempet ngendon lama di depan komputer. Beberapa hari kemarin belum terlalu ribet, soalnya meetingnya baru tingkat Senior Official, setingkat Direktur Jenderal, dan ASEAN Ministerial Meeting (buat Menteri Luar Negeri). Hari ini dimulai ASEAN Summit yang dihadiri kepala negara ASEAN dan ditutup dengan East Asia Summit yang diikuti oleh kepala negara ASEAN dan beberapa negara lain di kawasan Asia plus mitra wicara ( Kalo soal ini Nonik pasti apal negara mana aja :p) Jadi, buat semua KTT-KTT-an itu, aku bakal di Bali sampai tanggal 20 nanti, which is still long way to go. #pray for me yaa#



11/08/2011

A Frozen Journey: Madrid, Spain

Dibagikan oleh Dhieta at 8:58 pm 14 comments Links to this post
 
Berhubung scrapbook yang edisi Rome, Italy, cukup banyak yang muji (baca: 3 orang :p), akhirnya jadi semangat buat bikin lagi, hehe. So, here's the Madrid Edition. Kostumnya sama kaya foto-foto waktu di Roma, soalnya emang ini dalam satu rangkaian. Lagian itu kan kami backpacking, jadi cuman bawa satu jaket dan satu syal. Tapi percaya deh, T-shirt di dalemnya ganti kok :p 

Jadi waktu itu kami dari Paris, terbang ke Roma, trus malemnya langsung ke Madrid. Nyampe di Madrid sekitar tengah malem, langsung nyari hostel yang udah kami booking sebelumnya. Waaah, pas nyari hotel itu pake acara nyasar-nyasar segala loh. Mana hujan deres pula. Tapi thank God akhirnya hostelnya ketemu juga hehehe...  Besok paginya baru deh jalan keliling kota. Berhubung di Madrid juga cuman sehari, kami sengaja keluar jam 6 pagi. Tapi ternyataaa... masih gelap bo disana, dan super dingin. Kaget banget lah, di Den Haag, Roma n Paris udah hangat gitu, eh di Madrid kaya masuk ke freezer, brrrr... bikin meler T.T

11/07/2011

Joyfully Stranded!

Dibagikan oleh Dhieta at 9:02 am 5 comments Links to this post
Harusnya pagi ini aku sudah di Jakarta. Ngantor seperti biasa. Tapi kenyataannya, aku masih di bandara Adi Sucipto, Jogjakarta. Semalam lampu landasan bandara mati dan semua penerbangan malam dibatalkan. Ga jadi deh balik ke Jakarta. Hahaha, ini pertama kalinya aku ngalamin kejadian kaya gini. Lumayan seru sih :p Apalagi waktu ngeliat orang-orang teriank-teriak marahin staf maskapai dan pegawai bandara. Ya ampun, sabar itu emang susah ya, wkwkwk. Dalam hati cuma bisa bilang, "Tenang, pak, mereka sama susahnya sama kita." #sigh# 

Waktu itu udah jam 10 malem di Jogja dan ga mungkin pulang ke Magelang. Selain udah ga ada angkot, tapi juga karena besok paginya udah harus di bandara jam 6 pagi, stand by buat diberangkatin ke Jakarta. Sempat bingung-bingung juga sih. Untung, waktu bbm-an sama koko-ku (my special best friend yang nikah kemarin), dia bilang, "Tenang aja, dek. Ga boleh bersungut-sungut. Ga boleh mengeluh. Tuhan pasti kasi jalan keluar." Dan ternyata emang dikasi hotel sama pihak maskapai. Oooww, makasih koko, you're absolutely right... :)


11/06/2011

A Frozen Journey: Rome, Italy

Dibagikan oleh Dhieta at 8:51 pm 11 comments Links to this post
Aku sedang di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta, menunggu pesawat ke Jakarta yang mungkin akan boarding setengah jam lagi. Setelah dua hari satu malam di rumah, ternyata sekarang udah harus balik ke my real world #cry a river# Mungkin ada yang nanya, ngapain mudik kalo cuman semalem? Hehe... yesterday was my bestfriend wedding. Ini tuh special best friend gtu ceritanya, jadi aku mewajibkan diriku sendiri buat dateng. Alhasil walopun waktu berangkat harus berjuang dapet tiket gerbong tambahan, dan beli tiket pesawat return buru-buru pake travel langganan kantor, perjuanganku ga sia-sia. Huhuhu, the wedding was impressed me so much #cry a river lagi :p# Tapi itu diceritain ntar aja ya, bisa panjang soalnya :D

Sekarang lagi pengen share proyek kurang kerjaan hehe. Jadi Bapak sama Ibu di rumah udah ribut banget minta foto-foto perjalananku dicetak biar bisa dipajang. Selama ini aku males banget cos takutnya dikira sombong. Pamer-pamer, mentang-mentang udah jalan ke mana-mana. Tapi aku belajar maklum, namanya juga orang tua, mungkin buat mereka itu sebuah kebanggaan. Bagaimanapun kesempatan yang aku punya itu kan ngga semua orang bisa menikmati. Jadi ya, akhirnya diturutin deh, tapi aku ga mau dicetak mentah-mentah gitu aja, I have to make sure people who see my pictures know that there's God in my every journey. He is the one that make everything possible... They have to know who's the Big Guy behind me :D


11/02/2011

Ini Gimana Sih, Tuhaaaannn? :D

Dibagikan oleh Dhieta at 7:15 am 11 comments Links to this post
Kalo biasanya aku ke gereja pagi, berhubung kemarin Minggu ada kondangan, akhirnya aku ibadah sore. Jujur aja, sebenernya udah ga niat mau ke gereja, tapi untung tetep kekeuh soalnya khotbahnya bener-bener istimewa. Sebenernya khotbahnya sederhana sih, diambil dari Yosua 3, tentang Bangsa Israel yang menyeberangi sungai Yordan. Dari jaman sekolah minggu pun pasti kita udah denger soal itu (walopun aku ngga ngalamin yang namanya sekolah minggu , hehe :p) Oh iya, yang bawain khotbah itu Pastor Mark bla bla bla (Sorry Sir, I forgot your last name ^^) Trus khotbahnya diterjemahin sama siapa ga tau (bule juga) yang ga cuma nerjemahin tapi juga niruin setiap gerakan Pastor Mark, hwakakakaka....

Prolog dari Pastor Mark seperti ini, sejak jaman Abraham, Tuhan telah menjanjikan sebuah tanah yang melimpah dengan susu dan madu untuk bangsa Israel. Janji inilah yang membuat Abraham pergi dari tanah kelahirannya dan mengejar janji Allah. Setelah itu, Tuhan selalu mengulang-ulang janji itu, dari generasi ke generasi. Namun setelah 4 generasi, umat Allah tidak juga berada di tanah perjanjian, namun justru berada di Mesir dengan kehidupan yang pahit karena perbudakan. Apakah Tuhan lupa dengan janjiNya? Hmm, Pastor Mark said, it looks like God can not fullfil His promise, but He never lies. Pada akhirnya, Dia memakai Musa untuk membebaskan bangsa Israel dan memimpin mereka berjalan di Padang Gurun menuju tanah perjanjian.


11/01/2011

Celoteh Na Na Na Na

Dibagikan oleh Dhieta at 4:09 pm 14 comments Links to this post
Celoteh No. 1
Lagi capek dan boseeeen banget sama kerjaan. Hmmph, I think I work in a ministry that never sleeps. Adaaa aja yang harus dibikin. Weeew! Please, Pak Marty Natalegawa yang ganteng dan mempesona, berilah anak buahmu ini waktu untuk menikmati hidupnya. Hahaha... mulai lebay dah! Jadi ceritanya, dua minggu lagi mo ada East Asia Summit di Bali dan Obama mo dateng, jadi berhubung I'm in US desk, lagi pada heboh deh ngurusin Obama itu. Haha, walopun bukan aku yang in charge ke kunjungan Obama sih, tetep aja suasana kantor lagi hectic dan bikin orang2 jadi pada tegangan tinggi. Huhuhu, klo gini jadi inget waktu bulan puasa, yang bisa pulang kantor cepet -.- Anyway, I'll try to keep doing my best despite all my circumstances, tapi kalau kebetulan kamu lagi doa dan inget aku, tolong sebut namaku dalam doamu, minta Tuhan agar menaikkan level semangatku... Yay!!!

10/30/2011

Berlari dengan Kesabaran

Dibagikan oleh Dhieta at 9:23 am 3 comments Links to this post
Sate pagi ini, paaaaassss banget :p Dari renungan Streams in the Desert yang emang kupake selama setahun ini. Hmm, renungan ini recommended banget loh buat yang lagi ngalamin padang gurun^^ Waktu itu aku download gratisan gitu di internet, wkwkwk, jadi bentuknya e-book. Tiap hari dapet yang versi online juga sih, dikirim ke email, tapi itu datengnya siang cos pake waktu Amerika. Jadi akhirnya aku pake yang e-book walopun kayanya itu bukan yang newest version.

:)

Jadi pagi ini renungannya adalah tentang berlari dengan kesabaran. Ayatnya kaya gini nih: "Let us run with patience." (Hebrews 12:1 KJV). Disitu dibilang, berlari dengan kesabaran itu pasti sangat susah. Soalnya yang namanya lari kan kita pasti pengennya nyampe ke tempat tujuan secepatnya. Kadang kita mengasosiasikan kesabaran itu dengan berdiam diri. Misalnya menyendiri dalam masa sedih, atau berdiam ketika ada masalah. Tapi ada jenis kesabaran yang lebih susah dilakukan yaitu melanjutkan hidup dengan hati yang berat, untuk tetap melakukan perkara sehari-hari membawa dukacita dalam roh kita. Itu adalah jenis kesabaran yang dimiliki Kristus.


10/29/2011

Report of the Desert Class (Part 1)

Dibagikan oleh Dhieta at 12:13 pm 6 comments Links to this post
Kalau bisa memilih, aku tidak ingin masuk ke kelas Padang Gurun ini. Wew, untung waktu itu Tuhan ngga nawarin, tapi langsung dicemplungin. Hahaha, jadi aku ngga bisa milih kan? :p Mungkin begitu juga dengan bangsa Israel, kalau bisa memilih, mereka pasti akan memilih jalan pintas ke Kanaan dibanding berputar-putar di Padang Gurun. Tapi sekali lagi, ini bukan hanya soal mendapatkan Kanaan, kebun buah-buahan, atau apapun yang Ia janjikan, tapi soal mengenal Allah dan diproses serta dibentuk lebih serupa Kristus.

Bagaimana rasanya di kelas Padang Gurun? Seperti Firman Tuhan bilang, kita diproses seperti bejana dan Tuhan adalah penjunannya. Kan itu berarti kita jadi kaya tanah liat yang ditekan-tekan, dibolak-balik, dikikis-kikis, trus dibakar dalam api. Firman Tuhan juga bilang, kita dimurnikan seperti emas. Aku ngga terlalu tahu sih gimana proses pemurnian emas, tapi yang pasti itu juga melibatkan pembakaran di dalam api. Huaaa, tahu lah yaa, dibentuk itu sakiiiiittt, sakiiitt banget, hiks... 


Ending : Peace Like a River

Dibagikan oleh Dhieta at 7:12 am 6 comments Links to this post
Masih ingat ngga kalau aku pernah bilang Kelas Padang Gurun ini sepertinya sudah selesai? Mmm, kalo ngga, mungkin bisa di baca-baca lagi posting yang sebelumnya :p (Kaya kurang kerjaan aja! Haha...) Anyway, I told you again, Kelas Padang Gurun ini memang sudah selesai. Aku sudah dibentuk sesuai dengan kurikulum kelas itu. Aku sudah ujian. Aku lulus. Aku naik level. *Wkwkwk, banggaaaa...* Tapi walaupun begitu, ternyata aku tidak mendapatkan apa yang aku harapkan.

...

Loh, kok begitu? Lalu bagaimana dengan kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan? Apakah janjiNya batal, atau apa? Mmm, kukira tidak, Dia tetap Allah yang setia dan sanggup memenuhi janjiNya. Tapi, mungkin, kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan selama ini bukan seperti apa yang aku bayangkan. Maksudku, Tuhan mungkin merencanakan kebun anggur, tapi selama ini aku membayangkan kebun strawberry. Haha, I love strawberries, apalagi yang gedeeee n maniiisss :p Atau, mungkin Tuhan memang akan memberi kebun strawberry itu, tapi tidak saat ini dan tidak dengan cara ini.


10/23/2011

His Boundary Lines

Dibagikan oleh Dhieta at 4:56 pm 15 comments Links to this post
Lumayan lama ngga nulis di blog, berhubung seminggu ini dinas, bolak balik Jakarta - Palangkaraya - Jakarta - Kendari - Jakarta. Weeewww, badan serasa remuk redam, hiks. Sabtu kemaren seharian cuma tiduran doang^^ Saya tepaaaaar, saudara-saudara!!! Tapi seneng sih, di Palangkaraya sempat ketemu makhluk bernama Mega Rambang. Haha, walopun cuma bentar dan sempat basah-basah kehujanan, but it was fun! Thanks traktirannya ya, Meg. Anytime kamu ke Jakarta, gantian aku yang traktir, I promise hehe... 


Ok, so what happen lately? Mmm, seneng banget karena apapun yang terjadi I feel so secure and content in Lord, dan sepertinya keadaan memang sudah sedikit membaik :D Jadi kemarin tanya Tuhan lagi, di level ini aku harus bagaimana? Apakah ada yang harus kulakukan agar jalan menuju kebun buah-buahan itu terbuka? Trus kemarin siang dapet renungan online dari Proverbs 31, judulnya Testing Fences alias Menguji Pagar-Pagar. Langsung tahu deh, itu jawaban pertanyaanku!

10/10/2011

A Book For Those Who Wait

Dibagikan oleh Dhieta at 10:22 am 15 comments Links to this post
Kemarin nemu buku bagus di Gramedia. Judulnya Prodigals and Those Who Love Them - Words of Encouragement for Those Who Wait karangan Ruth Bell Graham, istri dari Bill Graham, salah satu penginjil besar dunia. Selain seneng karena bukunya bagus, tapi juga girang soalnya ini buku impor dan lagi diskon 70%, hahaha, sungguh itu berkat Tuhan (^^)/ (Emang ibu-ibu banget ye aye, diskonaaaan mulu pikirannyaaa... :p)

Jadi buku ini isinya adalah kesaksian tentang para ibu yang bergumul menantikan anaknya yang terhilang kembali kepada Allah dan keluarga. Sebenarnya ngga secara eksplisit diceritakan bagaimana perjuangan iman para ibu itu (habis pendek banget diceritainnya). Tapi, tetap saja buku ini bicara banyak tentang betapa besarnya kuasa doa, dan tentu saja bicara banyak tentang betapa dahsyatnya Allah kita: The king's heart is in the hand of the Lord, as the river of water: He turneth it withersoever He will (Proverbs 21:1) --> God can change men's minds, can turn them from that which they seemed most intent upon (Matthew Henry's Commentary).

10/09/2011

Flying Without Wings

Dibagikan oleh Dhieta at 8:35 am 5 comments Links to this post
I feel like I'm flying without wings

Hehe, bukan karena efek kemaren pengen nonton konsernya Westlife tapi ngga kesampean trus ngigau :p Tapi seperti yang aku bagiin kemarin, menjadi aman di dalam Tuhan itu rasanya nyamaaaaannnn banget, kaya terbaaaannngg^^ Seperti sebuah beban berat yang selama ini menghimpit, terangkat begitu saja. Rasanya udah ga ada kekuatiran, ketakutan, ketergesaan. Yang ada cuma rasa syukur dan perasaan terjamin karena Tuhan pasti akan menyediakan dan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.



10/08/2011

Aman, Nyaman, Tanpa Pertanyaan

Dibagikan oleh Dhieta at 6:35 am 11 comments Links to this post
Hari-hari ini aku mendapati betapa nyamannya menjadi wanita yang penuh rasa aman. 

Pertama kali membaca konsep ini di buku Lady in Waiting. Welly pernah bikin sinopsisnya disini, jadi kalau mau baca, it's just a click away (Thanks ya, Wel^^) Memang konteks buku itu adalah soal pasangan hidup. Tapi of course konsep itu juga berlaku general. Dalam segala perkara, seharusnya kita punya rasa aman dalam Tuhan. Kurang lebih begini, ketika kita tidak punya rasa aman itu berarti hidup penuh dengan frustasi dan kekuatiran, akhirnya itu mendorong kita untuk mengendalikan hidup kita sendiri dan pada akhirnya, alih-alih menunggu dan membiarkan Allah bekerja sesuai caraNya dan pada waktuNya, kita justru membuat tindakan-tindakan untuk menolong diri kita sendiri.

10/07/2011

Thanksgiving Thursday : Sweet Escape

Dibagikan oleh Dhieta at 4:49 pm 16 comments Links to this post
Sudah hari Jumaaaatt (horeeeee^^), harusnya kemaren udah post buat Thanksgiving Thursday, hari bersyukur buat para (woman) blogger. Tapi  berhubung kemaren pulang kantor malem trus capek banget, jadi dipostponed sampe Jumat. Ga papa ya Ci Shintaaaa^^ Oh iya, buat yang mau ikutan gerakan bersyukur ini, or pengen baca ucapan syukur kami, bisa klik disini :D

Jadi apa yang bisa kusyukuri minggu ini? Pertama, I thank God this is weekend. Yeaaaayy!!! Tapi, di rumah, kamar berantakan, cucian masih menumpuk dan setrikaan belum sempat dikerjakan. Di kantor, meja penuh kertas bertebaran dan dokumen -dokumen belum di-filing. Hiks, hiks... Baiklah, sepertinya aku memang butuh waktu untuk berbenah, tapi aku lagi ngerasa capek dan bosen banget.

I think I really need an escape. A sweet escape. Maybe travelling somewhere, travelling yang bener-bener travelling, bukan travelling sambil kerja (ato kerja sambil travelling? :p) kaya sekarang ini.

10/03/2011

Tweedle Twinky Dum!!!

Dibagikan oleh Dhieta at 8:11 pm 5 comments Links to this post
Mmmm, sedang ingin bersorak-sorak, seperti bangsa Israel di hari ketujuh mengelilingi tembok Yerikho. Sambil meloncat dan mengepalkan tangan, meneriakkan nyanyian kemenangan. Hop, hop, hop, sedikit loncatan kelinci, tari-tarian dan senandung tweedle tweedle twinky dum dum. Wakakaka, sok british gitu ya?

Betapa sungguh kupercaya kemenangan itu bagianku, meski sekarang belum kulihat dan belum kudapat.

:)

9/29/2011

Thanksgiving Thursday: Thank God I'm Home

Dibagikan oleh Dhieta at 10:57 pm 10 comments Links to this post
Hai, hai, apakah kalian merindukan aku? Wkwkwk, ge-er dikit ga papa lah yaa... Anyway, setelah beberapa hari ngga posting apa-apa, akhirnya bisa nge-blog lagi di hari-hari terakhir bulan September. Hmmphh, time goes by so fast indeed :') 


Then, as you can see in the title, post ini adalah kontribusi buat proyek Thanksgiving Thursday di blognya Ci Shinta yang ngumpulin ucapan syukur tiap-tiap orang di tiap hari Kamis (aturannya sih Kamis, but in practice  boleh kapanpun kok :p) It's a brillian idea, so I recommend you, abis baca tulisan ini langsung aja deh meluncur ke katalog Thanksgiving Thursday di blog Ci Shinta, klik here yaa...

Baiklah, jadi apa yang bisa aku syukuri minggu ini? Hmm, simple, I thank God I'm home! 

9/18/2011

It's Not My Business, It's Lord's!

Dibagikan oleh Dhieta at 2:52 am 11 comments Links to this post
Pagi ini aku menemukan fakta yang bikin sedih. Ini masih ada hubungannya dengan kelas padang gurun yang sempat aku ceritakan kemarin. When I knew that fact, mmm... gimana ya, sedih, bingung, hancur, perasaan campur aduk lah pokoknya. Untung waktu tahu fakta itu aku lagi di kamar, so aku bisa langsung doa lari ke Tuhan. Sempat bercucuran air mata sih, sempat mempertanyakan apa maksud semua ini. Sepertinya baru kemaren energiku di-charge buat terus fight soal masalah ini, but now the fact bener-bener bertolak belakang dengan apa yang aku imani. Ironis. Bener-bener ironis.

Jujur aja, aku sempat mempertanyakan lagi soal janji itu. Lalu tiba-tiba inget kalo I have to keep my mind dari semua pikiran-pikiran yang membuat aku meragukan Allah dan karyanya. Tiba-tiba juga inget that I have decided to stop my self pity dan terus memperkatakan janji Tuhan dengan iman. Tapi di saat seperti ini, untuk percaya adalah sesuatu yang sulit. Sampai akhirnya, I didn't know what else to say, then I stop praying.

9/13/2011

No More Love Songs

Dibagikan oleh Dhieta at 5:55 pm 13 comments Links to this post
Kamu pernah patah hati? Kalau pernah, gimana caramu buat mengatasi patah hati? Setiap orang pasti punya caranya sendiri-sendiri. Kalau aku, salah satu hal yang aku lakukan buat overcome patah hati adalah stop listening love songs. Waaah, padahal aku suka banget tuh sama lagu - lagu romantis, apalagi ballad yang mellow abis. Didengerin malem-malem, sambil ngeliat ke luar jendela, liat bintang and wish that someday there will be someone singing that song... Halaaahh, mulai deh imli (alias impian liar ;p), hahaha....

But you know what, ternyata musik yang kita denger tuh punya impact lho buat our soul. Aku pernah ikut seminar kekudusan di gereja yang temanya "Raising the Standard", yang salah satunya ngomongin soal music and its impact. Btw, kalo di daerahmu diadain seminar "Raising the Standard" itu, mendingan ikut aja deh, ga bakal rugi. Daripada kita "Raising the Satanyard" kan mendingan kita "Raising the Standard" :D

9/12/2011

Fight! Fight!

Dibagikan oleh Dhieta at 7:32 pm 6 comments Links to this post

Hari ini sedang ingin tersenyum lebaaaarrr.... :) :) :) 

Pagi tadi di tag di status FB nya Mega Rambang, "Waktu menunggu bukan waktu yang sia-sia untuk seseorang yang di hatinya Allah menaruh sebuah visi. Masa yang sulit. Masa yang menyakitkan. Masa yang membawa frustasi. Tetapi itu bukan waktu yang sia-sia - Andy Stanley, Visioneering"

Waaah, menguatkan banget (Thanks ya Megaaaa....) You know lah, I'm on the road of waiting, seperti yang ku ceritain di post aku kemarin, While I'm Waiting, termasuk how the devil attacks. Nah, kan ceritanya aku lagi tanya Tuhan lagi nih, kemana arah yang harus ku tuju? Huaaaaa, di padang gurun ini, aku sangat butuh tiang awan dan tiang api.

9/11/2011

(Bukan) Progress Report

Dibagikan oleh Dhieta at 9:20 am 8 comments Links to this post
Masih ingat postku tentang personal challenge? Waktu itu aku pernah share kalau aku pengen nyelesein list 1001 books you have to read before you die (yang belum baca bisa baca disini...). But as usual, even to start is harder than to finish. Buktinyaaaa, addduuuhh, itu buku-buku numpuk dong belum dibaca, hiks, padahal baru segitu aja, belum adaaa seribuuuu. Jadi, tolong dimaklumi kalau ini adalah progress report yang ngga bisa disebut progress report, dari mana coba progressnya kalau start-nya aja belum? >,<


By the way, mungkin ada yang tertarik dengan list 1001 books itu, bisa dilihat disini, siapa tahu ada yang mau bikin personal challenge seperti ini juga. Eh, tapi ini just for fun yaah, bukan kind of challenge yang harus diperjuangkan banget sampe jadi prioritas. Soalnya masih banyak challenge yang lebih meaningful kok sebenarnya, misalnya baca Alkitab sekali dalam setahun, belajar satu resep tiap minggu, de el el, de el el. 

Pertanyaannya, kalau ga penting kenapa aku niat banget to do this challenge? Mmm, selain buat referensi belajar creative writing, sebenerny itu hanya untuk menahan hasrat belanja buku yang kadang ga liat situasi dan kondisi. Kalo di toko buku, maunya ambil semuaaaaa, walopun ga tau ceritanya bagus ngga, gara-gara liat covernya lucu (buku impor gitu loh), kadang maen ambil aja :p

9/10/2011

While I'm Waiting

Dibagikan oleh Dhieta at 10:16 am 14 comments Links to this post
Kalo ada yang jeli baca blog ini, mungkin bakalan ngeh kalo ada beberapa post yang ngomongin soal penantian, especially tentang patience and perseverance in waiting. Iya sih, aku emang lagi nunggu jawaban doa, lebih tepatnya menunggu janji Tuhan. Dan selama ini Tuhan banyak ngomong tentang how to wait upon Him, how to wait for His promise and giving the right response...

Jadi ceritanya aku lagi diproses sama Tuhan di  Kelas Padang Gurun. Buat yang baca blognya Stephany Gunawan mungkin udah ga asing sama yang namanya Kelas Karamel, ato blognya Kezia yang share soal Heaven's Beauty Class. Naaah, ternyata Tuhan punya berbagai kelas sesuai pelatihan macam apa yang Tuhan mau terapkan ke anak-anakNya. Kalo buat aku sekarang, Kelas Padang Gurun itulah yang jadi jatah. Kalo mo baca yang lebih jelas soal Kelas Padang Gurun itu, aku pernah share kok disini...

Aku percaya kalau padang gurun itu adalah proses yang harus kita lewati sebelum kita mendapatkan janji Tuhan. Seperti bangsa Isral yang Tuhan bawa jalan berputar di padang gurun, bukan karena Tuhan ngga tahu jalan ke Kanaan, tapi Tuhan mau Israel diproses dan persiapkan sebelum masuk ke tanah perjanjian.

9/05/2011

Denominasi? So What???

Dibagikan oleh Dhieta at 10:59 pm 8 comments Links to this post
Mungkin kita sudah sering dapat pertanyaan, "Kamu gereja dimana?'" Lalu kita juga tidak akan heran kalau pertanyaan itu lalu diikuti dengan pernyataan soal denominasi.  Misalnya, kalau kita bilang, "GKJ", si penanya akan bilang, "Ooh, Presbyterian" atau kalau kita jawab "GBI", si penanya akan merespon dengan, "Ooh, Karismatik."

Kalau untuk saya pribadi, respon itu agak aneh. Apakah denominasi  gereja ini sangat penting, sampai kita harus menegaskannya begitu nama gereja tertentu disebut?  Apalagi kalau kemudian kita memberi label "orang karismatik" atau "orang non-karismatik" pada jemaat gereja tertentu. Pertanyaannya, apakah jemaat GBI pasti karismatik? Atau jemaat GKJ pasti non karismatik? Pentingkah penggolongan itu?

8/29/2011

Zombieeee.... and the Blessing!

Dibagikan oleh Dhieta at 9:57 pm 6 comments Links to this post

Berhubung aku sedang tidak mellow n menyek-menyek, rasanya sekarang cukup aman buat ngelanjutin My Own Serendipity :) Yang belum baca sharing sebelumnya, bisa langsung klik aja... :D

Anyway, sekarang, aku agak iri dengan dengan sahabatku Ester. Suaminya adalah pacar pertama dan satu-satunya. Indah dan romantis sekali kan? If you want to know gambaran hubungan Ester, bisa dibaca disini. Intinya, Ester tidak seperti aku yang jatuh cinta dan patah hati lalu jatuh cinta dan patah hati lagi, begitu berulang-ulang :'(

Aku memang hanya sekali menjalin hubungan. Tapi aku gagal untuk menjaga hatiku agar tidak jatuh cinta terlalu mudah. Hatiku gampang lumeeeerrr, hiks. Apalagi dengan pria tampan bermuka persegi dan berkaca mata (ga jauh-jauh dari tampang Mamoru Chiba - pacarnya Usagi Tsukino di serial Sailor Moon :p), lalu ditambah dengan talenta musik yang tinggi, dan pintar main sepak bola. Udah deh, nyerah aja lah diriku >,<

Mas Ijul OB Super

Dibagikan oleh Dhieta at 8:32 am 4 comments Links to this post
Saya suka Ramadhan. Malah kalau bisa, saya berharap sepanjang tahun bulan Ramadhan saja terus :p Alasannya simple sih, saya cuma merasa hidup saya jadi agak lebih ringan. Pertama, saya punya alasan untuk makan siang di luar kantor. Biasanya kami akan memesan makanan lewat OB dan makan di ruangan karena kami harus selalu standby untuk pekerjaan (Fiuuuh...) Kedua, tentu saja jam kerja yang lebih singkat dari biasanya :D Oh, betapa saya sangat menikmati pulang sebelum matahari tenggelam, yang hampir tidak pernah saya dapat di luar bulan Ramadhan, hiks... Ketiga, tentu saja libur panjang di ujung bulan Ramadhan. Libur seminggu terasa seperti a big release for my tired body :) 

Liburan ini memang saya tidak bisa mudik ke Magelang, dengan alasan 'harus stand by' seperti biasa. Tapi di hari libur, saya tidak harus bangun pagi dan tidur cepat, saya bisa baca tumpukan novel yang selama ini tidak sempat saya baca, saya bisa berlama-lama hunting buku di Gramedia, saya bisa menyelesaikan beberapa draft tulisan dan tentu saja saya bisa seharian ngobrol dengan Tuhan, baca Alkitab dan cekakak cekikik di  diary saya. 

8/21/2011

Pacaran Ngapain, Ngapain Pacaran

Dibagikan oleh Dhieta at 8:08 am 7 comments Links to this post
Masih dari hasil balik-balik jurnal lama, eh ternyata nemuin satu doa yang bikin senyum-senyum sendiri. Dibuat tahun 2009, that means waktu umurku masih 23 tahun. Salah satu doa galau of the year :p


Check this out...

Daddy, pacaran itu sebenernya ngapain sih?
Bukan tentang pergi berdua, ke pantai, nonton atau makan malam kan?
Masa pacaran hanya tentang menjadi inklusif?
Apa bedanya dengan hang out bareng temen?
Bukankah pacaran itu adalah hubungan untuk mempersiapkan pernikahan?
Tapi seperti apa teknisnya?
Bukan cuma menabung dan merancang pesta kan?
Jadi seperti apa teknisnya mempersiapkan pernikahan itu?
Daddy please explain, I know You have the answer.

(September 2009)

8/20/2011

Journal Statement (Part 2)

Dibagikan oleh Dhieta at 6:24 pm 0 comments Links to this post
Okay, as I told you before... Ini adalah re-write beberapa statement hasil bongkar-bongkar jurnal lama. Agak mirip-mirip puisi memang, tapi bukan kesengajaan, mungkin gara-gara kadang aku bikin suka bikin puisi, puitisnya jadi kebawa kali ya :p Oh iya, kalau kamu suka puisi, bisa main ke blogku dunia kecil biru atau catatan dari sudut taman (Idiiihhh, promosiiii...)


Just take a look then...

Ini doa singkat di tanggal 20 April 2008.

Lord, 
Help me not to worry all the things I dont need to worry
Help me to surrender in You and to have Your peace in my heart
Just because I know that my life is guaranteed by Your plan
Help me to understand Your willing plan cause I know Your plan is the best for my life,
Let Your will be done on me...

Journal Statement (Part 1)

Dibagikan oleh Dhieta at 10:24 am 2 comments Links to this post
Gara-gara ngelanjutin The Road to the Ministry, akhirnya harus buka-buka jurnal lama dan baca lagi statement-statement yang dulu pernah ditulis. Beberapa sih kebanyakan doa-doa singkat. Akhirnya kepikiran buat ngebongkar semua jurnal dan re-write statement-statement yang menarik disini...

Btw, seriously, I encouraged you to have a journal. Bahasa galaunya diary. Jangan pikir kalau isinya curhatan semua ya. Kalo emang ga mau curhat ya ga papa kok. Yang paling penting, jurnal itu dipake buat mencatat hasil saat teduh dan firman-firman yang didapat. Atau kalau lagi baca buku rohani dan menemukan kalimat yang jadi berkat, ya catat saja. Juga bisa buat catatan tentang komitmen-komitmen yang pernah dibuat. Kaya gini nih misalnya, "God I promise, my first kiss is my wedding kiss" :)Akui saja deh, otak kita tidak cukup mampu untuk mengingat semua pewahyuan atau komitmen. Dengan mencatat kita ga perlu takut lupa, kan sewaktu-waktu bisa baca lagi di jurnal :) Kamu ngga akan pernah tahu kalau catatan bertahun-tahun yang lalu ternyata masih relevan buat kondisimu sekarang. Ah, pokoknya asik deh bikin jurnal...

Iman Ngotot, Iman Rempong

Dibagikan oleh Dhieta at 7:54 am 3 comments Links to this post
Pengen nulis, tapi bingung ga ada ide -.- Baru sadar kalo masih punya utang buat seleseiin seri The Road to the Ministry dan My Own Serendipity. But, berhubung sekarang lagi males ngomong cinta2an, ya sudahlah ya, mari kita lanjutkan The Road to the Ministry saja :) Ini adalah seri ke-2, yang belum baca sebelumnya, baca dulu seri sebelumnya yaa...

***

Oke, jadi setelah menemukan konfirmasi dari Allah, aku mulai menjalani proses rekrutmen Kemlu dengan kemantapan hati, kan kemenangan sudah dijamin!^^ Tapi sebenernya tetep ketar-ketir juga sih, soalnya setelah mengamati jumlah saingan, woooowww, jumlahnya udah ngga ratusan lagi. Di tahap pertama, which is tahap seleksi administrasi, yang daftar secara online jumlahnya mencapai angka 24.000 lebih. Memang sih, pada akhirnya ngga semua mengirim berkasnya, tapi jumlah berkas yang akhirnya diterima panitia masih mencapai angka 20.000 lebih.

8/15/2011

Cerita Alkitabku: Si Buluk Biru

Dibagikan oleh Dhieta at 12:28 am 5 comments Links to this post
Gara-gara baca postnya Mega Rambang yang judulnya My Bible As a Gift, jadi kepengen nulis soal Alkitab juga nih...

Alkitabku namanya si Buluk Biru, hehe... *kidding* Tapi, bener juga sih, warnanya biru dan dia memang buluk. Sampul si Buluk Biru sudah 'prithil2' ga jelas (prithil:  a javanese languange :p I can't find the synonim) dan mau lepas. Halamannya kekuningan (kalo ngga mau dibilang cokelat ;p), dan sering terlipat jadi keriting2. Kalau sudah parah, keriting - keriting itu harus dilurusin satu-satu. Kalau tidak, tiba-tiba, Buluk Biru jadi sangat tidak rapi dan 'keriting2' baru semakin banyak saja...

7/28/2011

Madre, Jalan Macet dan Busway Penuh

Dibagikan oleh Dhieta at 4:45 pm 0 comments Links to this post
Hari ini jalanan macet, bus way penuh, dan saya berdiri  sepanjang perjalanan menuju ke kantor. Alhasil, saya tiba di kantor setengah jam lebih lambat dibanding  biasanya dengan kaki lumayan pegal. Tapi saya merasa pagi ini indah.

Padahal cuma karena Madre.

Madre adalah buku baru Dewi Lestari, yang biasa memakai nama pena Dee. Buku-bukunya yang lain, Filosofi Kopi, Recto Verso dan Perahu Kertas sudah kubaca berulang kali.

Jadi di pagi yang rumit ini (seperti pagi-pagi lain di Jakarta), melewatkan kemacetan sambil berdiri di busway dan membaca Madre, entah kenapa aku merasa sangat bahagia.

7/27/2011

The Patience Endurance

Dibagikan oleh Dhieta at 5:34 pm 2 comments Links to this post
Baru saja mendengar sharing seorang teman. Dia bilang, “Tiba-tiba saja merasa lelah untuk bersabar…" Saya tidak tahu persis ada apa sebenarnya dengan dia, yang jelas dia hanya minta dukungan doa. Pertanyaannya, sesulit itukah bersabar? Sesulit itukah menanti-nantikan Tuhan?

Sulit atau tidak, if He ask us to do, that's what we have to do.

Lalu apa yang terjadi kalau kita tidak bersabar? Bisa berbeda untuk setiap perkara, tapi pasti ada konsekuensinya. Baru-baru ini saya belajar tentang konsekuensi itu. 

7/04/2011

Jalan Yosua

Dibagikan oleh Dhieta at 6:57 pm 2 comments Links to this post
This is the first step of the Road to the Ministry,my stories about the journey with God when I strived to join the Ministry of Foreign Affairs... 


But before I start the stories, karena karir erat hubungannya dengan soal visi, mungkin aku perlu mengingatkan kalau sejak masa kuliah aku punya visi untuk melayani Tuhan di media ministry esp. pelayanan literatur (lengkapnya bisa dibaca disini). Mmm, dulu sih pernah berkhayal buat kerja di majalah rohani kaya Get Fresh atau Get Life (so sad that I couldnt find these two magazines anymore... ), lalu semakin ke sini semakin rindu buat fokus di christian fiction books. 

7/01/2011

Ada Apa Dengan Dhieta :p

Dibagikan oleh Dhieta at 5:56 pm 12 comments Links to this post
(Ini adalah edisi kedua dalam My Own Serendipity - cerita tentang pergumulanku soal pasangan hidup. Buat yang belum baca edisi pertama, silakan baca disini ya...)


Di SMA dulu, setelah aku 'putus' dengan si pacar pertama, aku punya  ‘sahabat’ (baca: sahabat  dalam tanda petik :p) Dia tidak tampan, tapi dia baik, lembut dan sabar. Dia bahkan bisa main alat musik: gitar dia jagonya, dia melayani di gereja sebagai pemain bass, dan kemudian dia belajar keyboard juga. Pendek kata: he’s charming!

Sebagai sahabat, kami saling mengasihi. Dia memanggil aku ‘yang’, kependekan dari ‘sayang’. Begitu pula aku. Kadang dalam sms, kami menggunakan kata, ‘dear’ atau ‘my dear’. Hmm, manis sekali kan?

Personal Challenge: Inspiration from Julie & Julia (Part 2)

Dibagikan oleh Dhieta at 2:52 pm 0 comments Links to this post
Okay, as promised, ini adalah lanjutan post sebelumnya tentang personal challenge. Aku sengaja membaginya jadi dua biar tiap post ngga kepanjangan :p Yang belum baca bagian sebelumnya, baca disini yaa...

Nah, ini soal my another personal challengeTantangan ini agak mirip-mirip dengan Julie di film yang aku ceritakan sebelumnya. Aku menantang diriku untuk membaca semua buku dalam list “1001 Books You Have To Read Before You Die”  

Haha, seems to many, 1001 books???

Personal Challenge: Inspiration from Julie & Julia (Part 1)

Dibagikan oleh Dhieta at 2:29 pm 0 comments Links to this post
Minggu kemarin, berawal dari flip and flap the TV remote, aku tidak sengaja nonton Julie & Julia. Ide film ini unik dan dihidupkan pula oleh acting Meryl Streep sebagai Julia Child dan Amy Adams sebagai Julie Powell.

Alkisah, Julia adalah seorang koki legendaris, mungkin seperti Sisca Suwitomo di negara kita. Dia menulis banyak buku resep yang menjadi best seller dan, of course, termasuk dalam must have book in the kitchen. Pada suatu hari, Julie – an ordinary married woman in modern New York – menantang dirinya sendiri untuk menulis blog, dan setelah mencari-cari ide tentang apa yang harus dia tulis di blognya, tercetuslah ide itu.

Ide apa?

Dia ingin mencoba semua resep yang ada di buku pertama Julia Child, Mastering The Art of French Cooking, dan menulis pengalaman itu di blog nya dengan deadline yang sudah ditentukan. It means, trying 524 recipes in a year!

6/30/2011

Tentang Sepuluh Tahun

Dibagikan oleh Dhieta at 2:55 pm 2 comments Links to this post
Mungkin sudah agak terlambat untuk bercerita tentang betapa spesialnya tanggal 4 Mei tahun ini. I know it's June already. Tapi better late than never, lagipula this is too special to be ignored.

Jadi, 4 Mei tahun ini adalah tepat sepuluh tahun Kristus tinggal di hatiku. 4 Mei sepuluh tahun yang lalu adalah saat aku berdiri meresponi panggilanNya, mengakui aku berdosa, mengakui aku butuh Kristus dan karya penyelamatanNya di kayu salib. Di 4 Mei itu aku mengundangNya masuk ke dalam hatiku: menjadi Tuhan dan Juru Selamatku.

Ternyata, sudah 10 tahun aku jadi anak-Nya, memanggilnya "Abba, Bapa" Lalu pertanyaannya, selama 10 tahun itu, apakah aku sudah jadi anak yang baik? apakah aku anak yang bisa Ia banggakan? Yang taat dan setia? Yang menghasilkan buah, dan buahku itu tetap? Yang sudah menjadi saksi buat dunia?


Ester dan Pacar Pertamanya

Dibagikan oleh Dhieta at 12:13 pm 6 comments Links to this post
Weekend kemarin aku pulang ke Semarang untuk menghadiri pernikahan sahabatku, Ester, yang menikah dengan Mas Andre. Ester sudah pacaran dengan Mas Andre sejak tahun pertama kuliah. Itu berarti sudah sekitar 7 tahun mereka berpacaran, sampai akhirnya menikah. Mas Andre adalah pacar pertama Ester, pacar pertama dan satu-satunya, suami pertama dan satu-satunya.

Aku masih ingat ketika mas Andre begitu terlibat dalam kehidupan Ester, termasuk dengan teman-temannya. Mas Andre yang mahasiswa teknik arsitek akan dengan senang hati menggambar poster tugas mata kuliah periklanan kami. Mas Andre juga akan selalu ada saat salah satu dari kami berulang tahun. Mas Andre juga yang membantu keluarga Ester menyiapkan tempat untuk arisan keluarga. 

Yang jelas, kami menyambut pernikahan Ester dan mas Andre dengan sukacita... 

6/19/2011

Kekacauan di Titik Nol

Dibagikan oleh Dhieta at 9:29 pm 5 comments Links to this post
Honestly, I don’t remember who was my first love. Sepertinya waktu SD aku sudah mulai berpikir bahwa beberapa cowok lebih menarik dari cowok lain, beberapa lebih menyenangkan dan beberapa biasa saja.

But I don’t know if it was love or not.  

Anyway, aku mendapatkan pacar pertamaku di tahun terakhir SMP. But, there was two embarrassing facts. Pertama, dia adik kelasku. Memang sih, umur kami cuma beda setahun, tapi di masa sekolah pacaran dengan adik kelas termasuk dalam things you must not do.

Aku sudah tidak terlalu ingat bagaimana kami bisa saling tertarik. Sepertinya waktu itu kami sering bertemu saat istirahat, di perpustakaan, dan menjadi dekat karena mendiskusikan satu seri ensiklopedi. Suatu hari kami akan membahas ikan-ikan aneh di dasar laut, lalu hari selanjutnya kami mengamati bintang-bintang di galaksi yang jauh, dan hari selanjutnya entah ensiklopedi apa lagi yang kami bahas.

6/13/2011

Batas Kesabaran

Dibagikan oleh Dhieta at 1:07 pm 0 comments Links to this post
Diantara puisi-puisi yang kutulis sewaktu aku masih mahasiswa, ada salah satu yang mempertanyakan soal batas kesabaran. Pada waktu itu kutulis begini:

adakah cinta berbatas?
setipis harapan atau
seluas kesabaran?
berbataskah harapan?
berbataskah kesabaran?
jika jawabnya menanti
apakah penantian berbatas?
pada apa?
waktu, rasa atau duka?

6/12/2011

Cerita yang Tertunda

Dibagikan oleh Dhieta at 10:51 pm 8 comments Links to this post

Dulu, pernah ada seseorang yang menanyakan, seperti apa kriteria pasangan hidupku? Kujawab, “Seperti Boas…” Waktu itu responnya, “Boas? Boas Salosa?” Aku masih suka tersenyum kalau ingat waktu itu. Tentu saja bukan Boas Salosa, pemain sepak bola nasional kita. Ini Boas yang lain. Boas suami Rut, salah satu pria yang menjadi leluhur Kristus.

Mengapa Boas? Salah satu alasannya sudah pernah kuceritakan, yaitu he brings up the best in me. Kalo mau lebih lengkap bisa dibaca di post sebelumnya. 

Tapi kemudian aku berpikir begini, Boas memang pria yang tahu bagaimana menaati Allah, dia pria yang mengikuti pimpinan Tuhan dibanding keinginan hatinya sendiri, dia pria yang memiliki pengendalian diri luar biasa, dia kuat, seperti nama Boas yang berarti ‘Pilar Kekuatan’, tapi itu juga berarti Boas adalah pria yang tidak ragu melakukan penundaan.

Saya Sedang Tidak Cantik

Dibagikan oleh Dhieta at 2:37 am 2 comments Links to this post
Saya sedang tidak cantik. Dan saya sedih karena saya tahu saya sedang tidak cantik. 


Bukan, bukan karena beberapa jerawat yang baru muncul ini. Obat jerawat yang saya pakai cukup ampuh menghilangkannya dalam dua-tiga hari. Juga bukan karena rambut, kulit ataupun kuku saya sedang dalam kondisi tidak baik. 


Sebenarnya simple, saya merasa saya sedang tidak cantik karena saya sedang tidak sabar, suka ngomel dan marah-marah. 

My Fun Little Project

Dibagikan oleh Dhieta at 2:30 am 0 comments Links to this post
Akhir bulan ini, aku akan pindah ke apartemen di daerah Cawang - Jakarta Timur. Untuk sebuah apartemen full furnished dengan dua kamar, satu ruang tamu, satu dapur dan satu kamar mandi, harga yang kudapat sangat murah. Aku percaya, apartemen itu adalah sebuah jawaban doa.


Pulang dari Paris, aku memang pernah kos di kawasan Pondok Pinang. Tapi karena setelah itu aku harus mengikuti short course di Den Haag selama dua bulan, aku memilih keluar dari kosku yang lama. Pulang dari Den Haag akhir April lalu, aku homeless. Untuk kembali ke kosku yang lama rasanya sangat tidak efektif, jaraknya terlalu jauh dari kantorku. Dua jam perjalanan pulang dan pergi setiap hari pasti akan sangat melelahkan. Jadi sambil mencari kos di dekat kantor, aku bergantung pada kebaikan hati beberapa teman. Minggu pertama di Jakarta aku numpang di rumah Mbak Mila dan Bang Hery - suaminya. Masalahnya Mbak Mila dan Bang Hery ini baru saja menikah dan aku tahu akan sangat tidak bijaksana kalau aku terlalu lama tinggal bersama mereka, itu akan merusak masa bulan madu yang pasti lebih menyenangkan kalau dinikmati berdua.

Menanti Musim Semi

Dibagikan oleh Dhieta at 2:27 am 0 comments Links to this post
Dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam, akhir Februari lalu, aku membayangkan betapa indahnya Belanda di musim semi nanti. Aku membayangkan tulip warna-warni yang bermekaran, langit biru tanpa awan, semilir angin sejuk dan pepohonan yang daunnya rimbun dan hijau. Aku tahu, sampai disana aku tidak akan langsung mendapatkan pemandangan musim semi itu. Setidaknya sampai awal Maret nanti, pasti masih ada sisa-sisa musim dingin yang harus “kunikmati”.

Benar saja, setibanya di bandara Schiphol, aku disambut dengan hujan dan angin yang dinginnya menusuk. Kemudian dalam perjalanan dengan bis menuju Den Haag, aku mencoba mencari tanda-tanda musim semi, tetap saja tidak kutemukan. Baiklah, kuakui salju memang sudah tidak ada, tapi langit masih kelabu, pepohonan masih tak berdaun dan ladang-ladang masih kosong. Untuk mendapatkan musim semi aku memang masih harus menanti.

Visi Pelayanan Literatur

Dibagikan oleh Dhieta at 2:25 am 2 comments Links to this post
Beberapa hari ini aku sedang menyibukkan diri dengan membaca semua note yang dibuat oleh Grace Suryani. Grace adalah seorang penulis rohani yang sudah menerbitkan (kalau tidak salah :p) empat buah buku. Salah satu bukunya, Tuhan Masih Menulis Kisah Cinta, ada di rak buku-ku. Aku menemukan beberapa tulisanny di Gloria.net, tapi sepertinya sekarang dia lebih aktif di facebook pagenya (klik disini)

Membaca tulisan-tulisan Grace mengingatkanku pada kerinduan yang beberapa tahun ini Tuhan tanam di hati: menjadi penulis rohani. Lalu sepertinya akan menyenangkan untuk membagikannya...

My Wedding First Kiss

Dibagikan oleh Dhieta at 2:21 am 8 comments Links to this post
Hidup di Paris, yang di kenal sebagai the most romantic city in the world, berarti harus siap melihat dan merasakan ekspresi cinta di mana-mana. Mulai dari penjual bunga yang bertebaran di seluruh kota, sampai pasangan – homo maupun hetero^^ - yang berciuman tanpa peduli sekitar. Hmm, I can mention, ciuman itu mulai dari kecup yang cuma sedetik sampai ciuman yang berdurasi ‘agak’ lebih lama (could I say it, French Kiss?), di cafĂ©,  restoran, metro, bis kota hingga trotoar pinggir jalan.

            Saking seringnya, aku yang tadinya biasa saja akhirnya mupeng juga, hahaha. Sampai suatu ketika terlontar pertanyaan, “Emang gimana sih rasanya dicium?” Dan temanku yang berdiri di sampingku hanya bisa terheran-heran, “Kamu belum pernah?” Aku menggeleng, sepertinya dengan tampang innocent, “Belum.” Aku bisa membaca kalau dia agak kaget dengan jawabanku.

Paris On My Dream

Dibagikan oleh Dhieta at 1:16 am 7 comments Links to this post
Pagi ini, untuk ke sekian kalinya aku menyusuri Rue Perronet menuju Rue Cortambert. Udara cukup hangat, tidak terlalu berangin tapi gerimis yang lembut turun. Jalanan penuh daun-daun berwarna kuning dan cokelat.

Lalu untuk kesekian kalinya, kalimat itu terlintas lagi di kepalaku, “Aku benar-benar di Paris” Samar, aku tersenyum sendiri.

Aku masih ingat, saat aku dengan berani menuliskan kalimat ini di dalam diaryku: “I do really want to go to Europe. Someday, I know I will.” Waktu itu aku baru kelas dua SMA. Usiaku 16 tahun. Aku hanya tipikal remaja biasa dari keluarga biasa pula. Kami tinggal di kota kecil dan jika bepergian ke ibukota saja membuat kami harus menabung sekian lama, maka pergi ke Paris benar-benar seperti mimpi tidak tahu diri.

Tapi entah sejak kapan, London, Madrid, Roma, Asterdam sering mengisi pikiranku. Dan antara semuanya itu, Paris selalu jadi mimpi terbesar.

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review