11/08/2011

A Frozen Journey: Madrid, Spain

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 8:58 pm
 
Berhubung scrapbook yang edisi Rome, Italy, cukup banyak yang muji (baca: 3 orang :p), akhirnya jadi semangat buat bikin lagi, hehe. So, here's the Madrid Edition. Kostumnya sama kaya foto-foto waktu di Roma, soalnya emang ini dalam satu rangkaian. Lagian itu kan kami backpacking, jadi cuman bawa satu jaket dan satu syal. Tapi percaya deh, T-shirt di dalemnya ganti kok :p 

Jadi waktu itu kami dari Paris, terbang ke Roma, trus malemnya langsung ke Madrid. Nyampe di Madrid sekitar tengah malem, langsung nyari hostel yang udah kami booking sebelumnya. Waaah, pas nyari hotel itu pake acara nyasar-nyasar segala loh. Mana hujan deres pula. Tapi thank God akhirnya hostelnya ketemu juga hehehe...  Besok paginya baru deh jalan keliling kota. Berhubung di Madrid juga cuman sehari, kami sengaja keluar jam 6 pagi. Tapi ternyataaa... masih gelap bo disana, dan super dingin. Kaget banget lah, di Den Haag, Roma n Paris udah hangat gitu, eh di Madrid kaya masuk ke freezer, brrrr... bikin meler T.T

Kali ini kata-kata di scrapbook ku agak sedikit curhat, how God teach me to have the right response to dream. Semoga scrapbook ini bisa menginspirasi kita buat berani bermimpi besar (karena Allah kita adalah Allah yang sanggup melakukan hal-hal besar), tapi tetap rela menaruh mimpi itu di tangan Allah. Terserah Allah mau berbuat apa dengan mimpi kita. Kadang tindakan penyerahan itu seperti mematikan mimpi kita, tapi ya that's what we need to do to make Him our number one. Ok, then, enjoy the pictures yaa...























Kenapa kali ini temanya dream? Mmm, soalnya bisa ke Madrid itu dream come true banget lah, sejak dulu pengen banget ke sana cuman gara-gara aku suka Real Madrid. Dari dulu jamannya mereka masih jagoan sampe sekarang yang kalah mulu sama Barcelona. T.T Pas akhirnya ngeliat tulisan Estadio Santiago Bernabeau dari jauh, nangis deh langsung. Hahaha. Sampe temenku bingung :p And what makes me wonder sampe sekarang adalah, I never ask God buat bawa aku kesana, ngga kaya mimpi ke Paris yang aku doain banget :p Klo Madrid ya akhirnya cuman pengen pengen doang gitu. Tapiiiii, look at what God has done!!! Itu kaya dapet bonus tiba-tiba dari Departemen Hadiah Surga, hahahaha...


Trus waktu bikin scrapbook ini, Tuhan ingetin lagi soal mematikan mimpi itu, soal kesanggupan kita buat bilang, "God, this is what I want but let Your will be done." Tiba-tiba Dia ingetin soal sikap hatiku waktu mendoakan strawberry field kemarin, waktu itu aku pernah bilang, "Tuhan, kalau pada akhirnya strawberry field ini ngga Tuhan kasih, setelah proses sepanjang ini, aku ngga tahu apa yang terjadi dengan imanku. Aku ngga tahu bagaimana aku harus percaya lagi dengan firmanMU" Huaaaa, parah kaaaannn, parah banget laaaahhh! Trus Tuhan juga ingetin lagi bagaimana selama beberapa waktu ini, strawberry field itu begitu mendominasi doa-doaku, even kadang jadi satu-satunya hal yang kudoakan. Seakan hidupku hanya soal strawberry field itu saja. Bayangkan, betapa salahnya aku.


Now I know why God didn't give me that strawberry field, karena aku telah begitu menginginkannya lebih dari yang seharusnya. Bahkan lebih dari kehendakNya. Emang sih pada akhirnya aku bisa bilang, "Ya udah, Tuhan, ngga juga ga papa." Tapi tetep aja, sebenernya my dependence to that strawberry field udah kuat banget, dan Tuhan pengen membenarkan fokus dan sikap hati yang salah itu. Hiks, hiks, I'm so sorry God... Sekarang aku juga tahu kenapa Tuhan kasih firman satincfy/purify your heart (Yosua 3:5), aku ngebayanginnya Tuhan lagi mau ngedetoks hatiku dan membuatnya murni dari semua keinginan yang ga sehat soal strawberry field itu. Trus kalo pada akhirnya strawberry field itu memang buatku, aku bisa menerimanya dengan sikap dan fokus hati yang benar (hahaha... ngareeeppp :p)


Tuhan tidak pernah melarang kita bermimpi. Tapi sejak Kristus menebus hidup kita, kita sudah tidak punya hak lagi atas hidup kita, termasuk hak atas mimpi yang kita miliki. Seharusnya hidup kita hanya di-drive oleh keinginan hati Allah, bukan keinginan hati kita. Bagian kita menyenangkanNya, itu saja. Kaya di Mazmur 37:3-4, "Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." Di Terjemahan Lama, kata yang dipakai untuk "memberikan" adalah "mengaruniakan". Ternyata, kalo mimpi kita jadi nyata itu cuma anugerah, dan yang namanya anugerah, kita ngga punya andil apapun didalamnya. Which means, saat kita percaya, melakukan yang baik dan berlaku setia, itu bukan untuk membuat Dia  memberikan apa yang kita inginkan, tapi kita melakukannya karena memang itu yang Dia inginkan. Itu yang menyenangkan hatiNya.

Menyenangkan hatinya, seharusnya itu fokus hidup kita, dan sebagaimana wajarnya seorang bapa, Allah kita secara otomatis pasti mau banget menyenangkan hati kita, anak-anakNya. Justru itu kerinduanNya. Tapi Ia punya caranya sendiri untuk menganugerahkan hal-hal yang menyenangkan hati kita. Mungkin dengan memberi kejutan-kejutan kecil seperti memberikan apa yang kita impikan, atau memberikan hal lain yang pastinya jauh lebih baik dari mimpi-mimpi kita. Hmmh, soal ini aku juga masih harus banyak belajar...


Biarlah doa ini menjadi permohonan hati kita di hadapan Allah,

"Dear God, I'm a dreamer, big dreamer, but from now on teach me to dream the same dream as Yours"

14 comments:

Nonik said...

Dita Dita Ditaaaaaa. bagus banget T________T aku terpesona, I AM CAPTIVATED dg kata2mu di scrapbook itu!!! huaaaa. terus yg nggetok kepalaku banget tuh kalimat ini:

Tuhan tidak pernah melarang kita bermimpi. Tapi sejak Kristus menebus hidup kita, kita sudah tidak punya hak lagi atas hidup kita, termasuk hak atas mimpi yang kita miliki. Seharusnya hidup kita hanya di-drive oleh keinginan hati Allah, bukan keinginan hati kita. Bagian kita menyenangkanNya, itu saja, dan percayalah, sebagaimana wajarnya seorang bapa, Allah kita punya caranya sendiri untuk membuat hati kita bahagia.


hoaaaaa T____T aduh Dhiet aku lagi dalam masa2 begitu loh. Menyerahkan SEMUUUUA IMPIANKU ke Dia. aku dah gatau udah serahin berapa ratus kali ke Dia...tapi pokoke tiap kali inget lagi, ya harus serahin lagi. surrender, surrender.

Dhieta said...

@ Nonik : Aduuuh, Noniiik, cepet banget komennyaaa... Luar biasaa, padahal masih mau di-edit lagi loh post-nya wkwkwk. Udah ada yang berubah tuh yang bagian terakhir hehehe.

Semangat, Nik... Pasti bisa. Justru tangan Allah adalah tempat yang paling tepat untuk mimpi kita. TanganNya mampu membuat mimpi kita nyata, atau tanganNya mampu mengubah mimpi kita menjadi sesuatu yang jauh lebih indah.

Dia Allah yang tidak akan pernah membuat kita kecewa.

:)

Mega said...

Hai Pemimpi, hehehehe, jadi ingat Laskar Pelangi yang Sang Pemimpi...Bner ya Dit, biarkan Tuhan memeluk mimpi2 kita, haiiiissss.....Laskar Pelangi banget gak sih....

Suka banget ngeliat foto2 dan tulisanmu kali ini, membuatku kembali berani bermimpi, cieee,,,,,

Dhieta said...

Hai, cloud (nama mega versi Inggris :p) Yo'a, sang pemimpi banget lah itu klo ngomongin mimpi2 gitu hehehe... Mimpiku berikutnya: ketemu Andrea Hirata wkwkwk... Itu mimpiku? Apa mimpimu? :D

Mega said...

Mimpiku gak muluk2, cuman pengen punya rumah kecil dengan kolam renang di dalam rumah, hahahahaha....mana ada ya rumah kecil kok dalamnya ada kolam renang, gkgkgkgkgkgkgk.

Dhieta said...

@Mega: adaaa,kolam renang semut d rumah tipe rssssssss(rumah sangat sempit sampai-sampai saya susah sekali selonjor)

Theresia Hutapea said...

maaa madriiid hohoho gw jg lbh suka madrid drpd barca hueeks... lucky you :D btw gw suka tulisan dbgian akhir yaaa..."Tuhan inilah hdpku kuserahkan pdamu segala cita2ku, masa depanku mnjadi milikMu...jdikan aku terangMu..." tau kan lagu itu?ahehehe ;p

Dhieta said...

@echa: hala madrid! hala madrid! yeeeeeyyyy!!! iyaaa, itu lagu yang dulu suka dinyanyiin klo pas pengangkatan pengurus di pmk kampus T.T jadi kangeeenn... :p

Nonik said...

Aku ngakak2 baca komennya Mbak Mega & Mbak Dhieta. LOOOOOOOOOLLLLLLLLLL!!!!! Masa Mbak Mega dipanggil "Hey, Cloud!" hahahahahahahahahahaa ^o^ kita bisa buli-buli Mbak Mega nih xixixixi :"D

btw Mbak, to dream the same dream as Lord does itu rasanya susah sekali T.T

wina said...

aq baru baca yang ini.. hikss.. mengharukan.. God keren beutttt..

Anonymous said...

hi, mbak dhieta... selama ini selalu jd silence reader,hehehe...
tulisan ini kayak air dingin yg disiram ke kepala aku,, membuka hati dan pikiran aku soal impian aku.
aku juga lagi punya mimpi, yg aku doain tiap pagi, bahkan tiap kali aku komunikasi sama Tuhan, aku nggak pernah lupa bawa mimpi aku itu sama Tuhan...

yup, kyak mbak Dhieta tulis disini, pd akhirnya kerinduanku agar mimpi itu terlaksana, jadi jauh lebih besar dr passion aku u/ pleasing God's heart, fokus aku jd gak 100% buat Tuhan tpi terbagi sama mimpi itu...


tapi, pas baca tulisan ini, aku sadar bahwa "carilah dahulu Kerajaan Allah dan semuanya akan ditambahkan kepadamu".
Aku mau taruh semua mimpi aku ke dlm tangan Tuhan, biarlah kehendak-Nya yang jadi... Aku hanya mau melakukan bagian aku, yaitu menyenangkan hati Bapa.

Makasih, mbak Dhieta... tulisan mbak selalu menguatkan aku..hehehe, aq percaya Tuhan pake mbak Dhieta lwt tulisan2 mbak...

Fighting!! GBU

Dhieta said...

@Anonim : Aaaaah, ini kenapa ga dikasi nama sih??? >,< Wkwkwkw, tapi gpp deng, udah upgrade dri silent reader jadi anonim, semoga diupgrade juga dari anonim jadi "someone with a name" hehehe.

Puji Tuhan kalo tulisan ini bisa memberkati. Sama-sama belajar kita, buat memimpikan apa yang diimpikan Tuhan :)

Thanks for reading yah. Doakan biar aku tetep rajin nulis2 n bagi2 berkat lewat tulisan. Jia You!

Gbu2!

Farha Elein said...

hahahaha..maaf, mbak...

tadi lupa nulis nama,wkwkwkwk...

nama aq farha, from manado ^^,

Gbu,,

Dhieta said...

@Farha : hahaha, nice to know you, Farha. Salam buat bubur manado dan ikan roa yang maknyusss itu^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review