11/02/2011

Ini Gimana Sih, Tuhaaaannn? :D

Dibagikan oleh Dhieta at 7:15 am
Kalo biasanya aku ke gereja pagi, berhubung kemarin Minggu ada kondangan, akhirnya aku ibadah sore. Jujur aja, sebenernya udah ga niat mau ke gereja, tapi untung tetep kekeuh soalnya khotbahnya bener-bener istimewa. Sebenernya khotbahnya sederhana sih, diambil dari Yosua 3, tentang Bangsa Israel yang menyeberangi sungai Yordan. Dari jaman sekolah minggu pun pasti kita udah denger soal itu (walopun aku ngga ngalamin yang namanya sekolah minggu , hehe :p) Oh iya, yang bawain khotbah itu Pastor Mark bla bla bla (Sorry Sir, I forgot your last name ^^) Trus khotbahnya diterjemahin sama siapa ga tau (bule juga) yang ga cuma nerjemahin tapi juga niruin setiap gerakan Pastor Mark, hwakakakaka....

Prolog dari Pastor Mark seperti ini, sejak jaman Abraham, Tuhan telah menjanjikan sebuah tanah yang melimpah dengan susu dan madu untuk bangsa Israel. Janji inilah yang membuat Abraham pergi dari tanah kelahirannya dan mengejar janji Allah. Setelah itu, Tuhan selalu mengulang-ulang janji itu, dari generasi ke generasi. Namun setelah 4 generasi, umat Allah tidak juga berada di tanah perjanjian, namun justru berada di Mesir dengan kehidupan yang pahit karena perbudakan. Apakah Tuhan lupa dengan janjiNya? Hmm, Pastor Mark said, it looks like God can not fullfil His promise, but He never lies. Pada akhirnya, Dia memakai Musa untuk membebaskan bangsa Israel dan memimpin mereka berjalan di Padang Gurun menuju tanah perjanjian.


Musa kemudian membawa bangsa Israel sampai ke perbatasan Tanah Perjanjian, lalu dia mati dan kepemimpinan jatuh ke tangan Yosua. Yosua mulai menjalankan kepemimpinannya di Sitim, saat Ia membawa bangsa Israel sampai ke tepi Sungai Yordan, sungai yang menjadi penghalang menuju tanah yang dijanjikan Allah.  Hmm, tanah perjanjian hanya tinggal beberapa langkah, tapi masalahnya saat itu adalah musim menuai. Can you imagine? Di musim menuai, salju di Gunung Hermon mencair dan membuat aliran sungai Yordan menjadi deras dan airnya meluap, dari yang cuma lebar 30 m dengan kedalaman 10 kaki, saat musim menuai ukuran Sungai Yordan bisa jadi 1,5 km. Buset!!! 

Pertanyaannya, kenapa Tuhan menyuruh mereka menyeberang pada saat keadaan Sungai Yordan paling sulit diseberangi? Kenapa Tuhan ga membawa mereka menyeberang saat Sungai Yordan sedang surut? Jawabannya simple, supaya dengan mujizat yang dibuat dalam kemustahilan, hanya Allah yang menerima kemuliaan. Kadang Allah menunggu sampai keadaan begitu parah, when we are down into the lowest point and there's nothing at all, when the problem is soooo big that we can't see the way out. But God choose such a way, for God and God alone receive the glory!!!

Bayangkan, pada akhirnya sungai Yordan yang alirannya sedang sangat deras, yang sedang meluap begitu rupa itu, pada akhirnya berhenti mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Wooooww, gila, keren abis lah pokoknya. Dan dengan kejadian kaya gini, siapa lagi yang berhak mendapat kemuliaan selain Tuhan? Dia sengaja memilih saat Sungai Yordan paling sulit diseberangi, karena Dia mau membuat mujizat, sehinga hanya Dia dan Dia yang mendapat kemuliaan.

Kaya kejadiannya si Lazarus tuh. Tuhan Yesus udah tahu Lazarus sakit, tapi Dia tenang-tenang aja dan ga bergegas datang buat sembuhin. Sampe akhirnya Lazarus mati, baru Tuhan dateng. Malahan, Tuhan menunggu sampe Lazarus 'benar-benar cukup mati', alias udah dikubur 4 hari, baru deh Tuhan dateng dan bikin keajaiban yang bener-bener ajaib :D Orang udah mati 4 hari gitu loh, bangkit lagi coba, apa namanya itu klo bukan keajaiban yang benar-benar ajaib???

Lalu ada ucapannya Pastor Mark yang rasanya begitu pribadi buat aku. Dia bilang, "I feel that in this place, there are some people who wait for God's promise. But there's a river, big river, between them and the  promise land. Maybe you've been waiting so long for His promise, but the things just get worse, even worst. But God doesn't forget, God is preparing miracle, and finally He and He alone would receive the glory!"

Langsung deh hatiku berasa "DEG!" gitu. sejak pertama kaya udah ngerasa sih. Tapi begitu denger bagian ini, langsung bilang, "Aaahh, itu aku kan? AKU kan, Tuhan?"

Waktu denger itu, aku ngga tahu mesti ngakak apa gimana. Bukan karena khotbahnya lucu atau apa, tapi Firman itu mengobrak-abrik beberapa hal. Tahu kan ya kalau I think I've done with the strawberry field yang aku doakan selama ini. Udah bener-bener ga mungkin, strawberry field itu bener-bener udah ga terjangkau. Tapi gara-gara khotbah itu, kok kaya Tuhan mau ngomong, "Kemustahilan dengan strawberry field-mu itu emang bagian dari rencanaKu, Dhieta. Karena aku mau membuat mukjizat dalam kemustahilan, dan dengan begitu menunjukkan kuasaKu dan segala kemuliaan hanya bagiKu. Aku memang menunggu saat paling mustahil seperti ini."

Huhuhu, kalo biasanya aku seneng dapet Firman gini, dan langsung bilang 'Yes, amen!" Sekarang malah teriak dong, "Addduuhh, ini gimana sih, Tuhaaaaannn???" Aku kaya dibawa jalan berputar-putar...

T.T

"Jadi sebenernya strawberry field apa bukan sih???"

"Jadi sekarang, berhubung padang gurun sudah selesai, aku sudah ada di Sitim nih? Sedang menghadapi Sungai Yordan yang menjadi penghalang antara aku dan janjiMu?"

"Jadi aku harus gimana?"

T.T

Hahaha, lucu banget deh. Ikut Tuhan itu emang bener-bener seru. Dia suka bikin surprise gitu tiba-tiba. Lha wong aku udah tenang-tenang, udah ga mikirin strawberry field lagi, eh kok ini tiba-tiba ada Firman yang bikin aku bertanya-tanya lagi. Wkwkwkwk... Lucu kan? Seru kan Tuhan itu? Ada-ada aja deh... :p

Of course semua pertanyaan itu belum kutemukan jawabannya. Tapi tidak terlalu kupikirkan sih. Aku justru lebih memikirkan 3 hal yang harus dipersiapkan sebelum menyeberangi Sungai Yordan:


1. Follow God (Yosua 3:3-4 --> "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya — hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya — maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.")


2. Sanctify your self (Yosua 3:5a --> "Kuduskanlah dirimu...")


3. Expect miracle (Yosua 3:5b --> "... sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."


Baiklah, jadi kesimpulannya, Aku mau menanti-nantikan arahan Tuhan dan berjalan mengikutiNya. Dia akan menunjukkan kepadaku jalan yang harus aku tempuh. MataNya tertuju kepadaku. Meskipun jalanNya berputar, aku akan tetap percaya.

(Di dalam hati bilang, "Jadi beneran strawberry field nih Tuhan? :p)



God bless,


11 comments:

Welly Lokollo said...

Keren banged nih diet..tetap setia menanti waktu Tuhan :)

Nonik said...

nangis bacanya Dhiet. gile tulisanmu sesuai banget dg kondisiku hari ini. Kalo perkataan Pastor Mark mengobrak-abrik hatimu, berarti blogmu mengobrak-abrik hatiku juga wehehe. thanks yah udah posting ini, aduh nguatin banget...

aku paling suka sama bagian yg ini: Kadang Allah menunggu sampai keadaan begitu parah, when we are down into the lowest point and there's nothing at all, when the problem is soooo big that we can't see the way out. But God choose such a way, for God and God alone receive the glory!!!

Pokoknya no matter what, I want to say Tuhan itu baik. Baik. Baik...

P.S Untung kamu gak bolos ibadah hari itu!! hahaha.

Mega said...

btul itu Dit, di Visioneering juga dibilang semakin jauh suatu keadaan sekarang dari visi yang kita tuju, semakin besar hormat dan kemuliaan yang diterima Tuhan waktu visi itu jadi. karena nyata bnar Dia yang mengerjakan.

Kalo gak salah di Visioneering juga dibilang, waktu menunggu bukan waktu yang sia-sia bagi seseorang yang di hatinya ditaruhkan visi dari dari Allah. Masa menunggu tu masa yang menyakitkan, masa yang membuat frustasi,masa yang gak enak. Tapi yang pasti bukan masa yang sia-sia ^^

Mari kita bersabar dalam penantian *wink-wink*

Dhieta said...

@Nonik : Jangan nangis, Nonikkkkk #peluuuuukkkkk# Yuk, abis hati kita diobrak abrik, kita rapiin lagi hati kita... tapi pake designnya Tuhan :D Semangaaaattt... Aku juga seperti ga tau mau kemana, tp ya udah diem aj, jangan maen nentuin rute sendiri. Kita tunggu tiang awan/tiang api dan tabut perjanjianNya bergerak, okeee???

na_anara said...

like thizzzzz... :D thx buat tulisannya... hehehe

marthavina said...

Pas kita lagi nunggu...yang perlu bgt itu, kita terbuka sama rencana Tuhan...

Dhieta said...

@kak martha : yo'i kak, bener banget, makany ni skarang Dhieta lagi duduk diam buat cari tahu rencananya Tuhan apa :D

desiarmitri said...

aw aw aw.. so blessing me kaa... :D
yupp aku mw setia menantikan janjiNya Tuhan dngn tetap berjalan maju meski harus melewati sungai dan berderai air mata;)

Sampaii nantinya tergenapi pd waktu itu mulut kita akan penuh dgn tawa n sorak-sorai.. Nama tuhan akn dipermuliakan dimana orang-orang akan berkata "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini" Halleluyaa!^^
*colongan share firman yg minggu ini terngiang2 dihati n pikiran ku ka:D

Dhieta said...

@desi : Amiiinnn... kita pasti akan menuai dengan bersorak-sorai, kan pengharapan itu tidak mengecewakan^^ Thanks ya des, kmu mengingatkan aku klo di depan sana Tuhan menyimpan sesuatu yang luar biasa :) Aiiiihh, excited deh rasanya!!! :D

desi_armitri said...

yes3x!.. sama2 kaa.. kita saling ngingetin n menguatkann ya ka:D. Btw, kmrn aku blogwalking loh di blog kaka yg catatan di sudut taman.. uapikk teann e..:D

Dhieta said...

@desi: haha, ksana juga ya, wkwk.. padahal kan itu blog alay des :p

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review