11/17/2011

Release It and Let It Go

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 1:35 pm
Akhirnyaaaa... sempet ngeblog juga, yeeeaaahhh!!! :p Gara2 lagi tugas di Bali buat KTT ASEAN ke-19, jadi harus curi-curi waktu buat ngeblog ni. Hahaha... Tugasku kali ini adalah sebagai Liaison Officer, semacam pendamping delegasi gitu deh, sifatnya teknis banget yang harus lari sana lari sini, jadi  ngga sempet ngendon lama di depan komputer. Beberapa hari kemarin belum terlalu ribet, soalnya meetingnya baru tingkat Senior Official, setingkat Direktur Jenderal, dan ASEAN Ministerial Meeting (buat Menteri Luar Negeri). Hari ini dimulai ASEAN Summit yang dihadiri kepala negara ASEAN dan ditutup dengan East Asia Summit yang diikuti oleh kepala negara ASEAN dan beberapa negara lain di kawasan Asia plus mitra wicara ( Kalo soal ini Nonik pasti apal negara mana aja :p) Jadi, buat semua KTT-KTT-an itu, aku bakal di Bali sampai tanggal 20 nanti, which is still long way to go. #pray for me yaa#



Anyway, akhir-akhir ini Tuhan banyak ngomong tentang menyerahkan semua keinginan tentang my strawberry field ke dalam tangan Tuhan. Aku diberkati banget sama post di blognya Viryani Kho yang ngebagiin khotbahnya Joel Oesteen: Let Go and Let GodJadi kemarin lagi jalan-jalan ke fan page nya Ci Grace, buat ngeliat foto baby Jane yang cute abis (pengencubit2pipinya :p), malah jadi nyasar ke post itu.  Kalo ga salah dulu juga pernah nyasar kesana juga sih, tapi cuman baca sekilas. Kali ini aku masuk ke link yang dikasi n liat video khotbahnya. What a powerful message indeed! Buat yang mau tau khotbahnya kaya apa bisa langsung ke blog Ani, hehe... Males nulis lagi disini, takutnya re-post :p AnywayI pray that this preach could bless you, just as it did to me.


Intinya sih, khotbah itu tuh tentang how to release our desires about something, someone or maybe somewhen (ada ga sih term somewhen? :p) Pelajaran pertama adalah that's easy in our life to be focus with our dreams, our goals, and it consumes us. We're not gonna be happy until it happens. Waktu denger ini aku captivated banget sama kata-kata it consumes us. Yang ada di otakku, itu berarti keinginan kita terhadap sesuatu 'memakan' kita. Mungkin yang dimaksud dengan memakan itu bisa ditemukan di kalimat Joel yang ini, this is allI think about, this is all I pray about, 
  
Waktu aku mulai mengevaluasi hatiku, aku tidak bisa menyangkal kalau selama ini aku memang sudah dimakan oleh keinginan itu. I talked about that strawberry field with everyone who wanted to hear, almost everytime. Saat aku seharusnya memperhatikan orang lain, keinginanku memakan kepedulianku, membuatku hanya mengutamakan dirinya sendiri. Then I always prayed about that strawberry field, which seems like a right thing, but the fact was that the strawberry field became my only prayer for months. Saat aku seharusnya berdoa untuk banyak hal yang lebih penting, keinginan kepada strawberry field itu memakan waktu doaku dan memakan fokusku pada pokok doa lain. Then I also invested my energy to imagine what if the strawberry field is mine. Aku merencanakan jenis strawberry yang akan ditanam, atau waktu penanaman, atau kemana buahnya akan kujual kalau sudah panen. Hey, the field is not mine yet! Buat apa aku spend waktu untuk semua itu? Hanya membuatku semakin memegangnya erat dan lebih erat lagi.


Pelajaran kedua, the key is when our goals and dreams start to frustate us, when we lose our peace and were not enjoying life. That's a sure sign that we're holding it too tightly. The solution is to release it. Oooh, itu bener banget, pada akhirnya aku memang mengalami masa-masa frustasi, stres, kuatir, ga punya damai sejahtera, takut dsb dsb semua perasaan negatif lainnya, dan semua karena strawbery field itu. I couldn't be happy. Aku seperti membawa beban yang sangat sangat sangat berat (yang kalau dipikir sekarang, ngapain juga gitu loh ampe segitunya?) I was wrong for holding it too tightly, that's very true.


Pelajaran ketiga, I'm not saying you give up on your dreams or your promise. Selama ini memang aku memegang janji Tuhan, tapi ya gitu, jadi fokus banget sama janjiNya, sampe-sampe ngga mau kalo janji itu ngga terjadi. Padahal itu kan kedaulatannya Tuhan ya. Makanya tertempelak banget  sama blog Nonik disini, yang bilang, "Selama ini aku fokus kepada Tuhan atau janji-janjiNya?" Juga waktu baca blog Echa yang ini, soal Daud yang meskipun dijanjiin Tuhan macem-macem, ketika keadaan bertolak belakang, dia tetep bisa bilang "Let Him do to me as seems good to Him" Dia tidak protes sok ngingetin Tuhan soal janjiNya. Dia juga ngga sok berhak dengan semua janji itu. Dia tidak memegang janji itu terlalu erat, tapi tetap rela menerima semua kehendak Tuhan dan percaya kepada kedaulatanNya.


So, whether God truly promise it or not, the fact is I hold my desire so tight, even too tight, sampe-sampe aku ngga bisa bilang Lord, let Your will be done. That means my number one is not God anymore, but that strawberry field. T.T  Jadi, tidak peduli pada akhirnya nanti strawberry field itu akan jadi milikku atau tidak, keputusan Tuhan untuk tidak memberikannya padaku pada saat ini adalah memang yang terbaik! He wants me to release it and let it go, and this time I said to God like Oesteen suggested me to do, "God I turn it over to you. Let your will be done. I believe You in everything You do"


Jadi begitulah, Aku sedang ada di Ruang Operasi Tuhan, Tuhan sedang membongkar hatiku dan mengeluarkan yang busuk-busuk di dalamnya. Sakit dan ngga enak sih, but I know this is all I need, and I can't wait to see the result :p Aku sungguh bersyukur buat khotbah Joel Oesteen itu, yang bikin aku tahu ada yang salah. Aku banyak ditegur dalam beberapa hal dan saat ini semua sedang dalam proses pemberesan. Hatiku sedang ditata kembali. Dan aku berkata kepada Allahku, "Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta (Mazmur 119:14)" Terima kasih, Tuhan^^


Sekarang tinggal beberapa proyek untuk diri sendiri yang belum sempat ditindaklanjuti, dan belum waktunya pula diceritakan.  Mungkin setelah KTT ASEAN selesai baru bisa lebih konsen lagi. Sejak di Bali, aduuuhh, udah ga sempet ngapa2in! >,< Belum sempet foto juga di backdrop ASEAN SUMMIT wkwkwk.  Aaaaaahhh... tanggal 20 masih lama ya? Hehehe...




God bless,




7 comments:

Lasma Frida said...

Hi, Mekar. Nice to read your blog. Baru ngalamin hal yang sama. Dimana gua mulai terlalu memegang mimpi gua dengan kuat. Tapi beberapa hari ini Babe juga ajarin buat terus berharap tapi tidak memegang harapan itu terlalu kuat. Bukan fokus ke hadiahnya, tapi fokus ke pemberi hadiah. Karena pemberi hadiah lebih penting daripada hadiah itu sendiri. Nice...Thanx udah berbagi :D

Anita B said...

Nice to read your blog again, tetap semangat dengan kerjaanmu ya :D heheheh~ ditunggu cerita lengkapnya :D

pas aku lagi baca nih post aku lagi denger lagu "Permata Hatiku" punyanya Sammy Simorangkir Ini sebagian liriknya

YESUS ENGKAULAH PERMATA HATIKU
DUNIA TAK DAPAT MENGGANTIKAN-MU
KEMULIAAN-MU TERCURAH BAGIKU
MENJADIKANKU INDAH DAN SEMAKIN INDAH BAGI-MU

Sooo amazing :D biar kita semakin indah bagi Tuhan dalam setiap proses yang Tuhan izinkan dalam hidup kita :D Tetap Semangat ya :D Jlu :D

Nonik said...

ah ah ah aaaaaaaaaa mbak Dhieta aku ngerti buanget lo yg Mbak rasain. Mbaaak kenapa ya ikut Tuhan tu justru rasanya makin banyak tekanan.. :( *Curcol* aku tahu sih itu baik karena Tuhan pingin makin bentuk kita biar jadi serupa dg Dia. Tapi rasanya kadang ga nahanin ya Mbak. enak enak sakit gimana geto lo hehe.

Btw, soal ASEAN SUMMIT tu aku ngikutin terus beritane :D

Dhieta said...

@ Lasma : Hai, hai, seneng deh nemuin orang yang senasib hehe... Iya, yang penting bukanlah mencari apa yang ada di dalam tangan Allah, tapi mencari wajahNya senantiasa. Thanks ya udah ngingetin :)

@ Anita : Iyaa, kapan2 deh cerita soal kerjaan, tapi kayany mo cari dulu lagunya Sari Simorangkir yang kamu sebutin :p Thanks ya buat encouragement & supportnya :D

@ Nonik : hahaha, abis lah kita ini, Nik... diremuk-remukin sama Tuhan :D Tapi ya mending gtu daripada dicuekin dan ngga dianggep anak sama Dia #ga bisa bayangin# Wkwkwk, Nonik rajin deh, apa yang kamu tahu soal ASEAN SUMMIT itu pasti malah lebih banyak dari aku :)

Wina said...

oh mbaa mekaarrr,,, tumben banget yah panggilnya,, hekekeke.. mb Dta,, thanks God buat semua proses yang membuat kita jadi lebih dewasa :) ur story so inspiring me to always learning.. :) xoxo.. tar lanjut yah.. muachh.. i support u always.. i hug u on my prayer

Dhieta said...

@Wina: thank you, Wina... :) Hug and prayer are what I need these days. Iya, aku bersyukur untuk pembentukanNya. Apa yang kudapatkan jauh lebih berharga dari apa yang harus kulepaskan :D Kmu juga semangat ya, dek. Never stop learning with a teachable heart :)

Nonik said...

baru baca blog ini lagi. Rasanya mak ceesssss. Speechless dah :D You know what i've been going through Mbak!! hahahahaa.

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review