11/30/2011

Bukan Sembarang Curhat

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 9:11 pm
Kidung Agung 4:12
"Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai." 

Hmm, ternyata Salomo menyebut gadis Sulam seperti itu ya. Kalo di Alkitab versi BIS, ayatnya jadi gini, "Kekasihku adalah kebun bertembok, kebun bertembok, mata air terkunci." Kalo di persepsiku, yang namanya kebun bertembok atau mata air terkunci itu pasti tertutup dan ngga bisa dimasukin sama sembarang orang. Artinya, khalayak ramai (halah, bahasanya :p) ngga bisa tahu di balik tembok/pintu yang terkunci itu sebenarnya ada kebun/mata air seperti apa. Keduanya jadi sebuah tempat yang misterius.

Tuhan pake ayat ini beberapa bulan yang lalu buat menegurku habis-habisan >,< Alasannya simpel, gara-gara kebiasaanku yang suka curhat pada siapa saja dan dimana saja. Karakterku yang super ekstrovert bikin aku nyantai aja buat cerita apapun ke siapapun. Dulu waktu aku naksir senior di persekutuan pemuda, orang-orang gereja, dari sekolah minggu sampe adi yuswa (persekutuan usia lanjut) tahu semua :D Kejadian kaya gitu berulang bahkan sampai umurku udah seperempat abad (speak to my self : masih muda, masih muda, masih muda). Jadi sekarang ngga heran kalau banyak orang suka nanya, "Loh, Dhieta, ga jadi sama yang 'itu'? Waaaaahh, padahal udah lama banget cerita sama si 'itu' dikasih label 'The End" :p

Gara-gara hobi curhatku itu, aku menjadi kebun yang terbuka dan mata air yang tidak terkunci. Many prople know what happen within me: my heart, my brain, my soul! Kalo pake istilahnya Leslie Ludy, aku tidak punya apa yang dinamakan feminine mystique, which cannot be separated from true feminine beauty. It’s part of God’s pattern for femininity. Uraian lebih lengkap soal feminine mystique bisa dibaca di artikel ini

Lalu emang apa salahnya dengan curhat? Hmm, ngga ada, ngga ada salahnya. Hanya saja, curhat bisa jadi berbahaya kalau itu jadi pelampiasan dari jiwa yang tidak tenang. Tipikal cewek banget kan: galau dikit langsung pengen curhat. Dulu tiap kali aku gelisah karena sesuatu, hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah telp/sms teman untuk cerita. Memperoleh ketenangan dari orang lain seperti ini jelas adalah sesuatu yang salah. Menjadi gelisah juga tanda ada sesuatu yang tidak beres dengan jiwa kita. Bukankah Firman Tuhan jelas bilang, Dia ingin kita mempunyai roh yang lemah lembut dan tentram: a gentle and quite spirit. 

Do not let your adornment be merely outward; arranging the hair, wearing gold, or putting on fine apparel. Rather let it be the hidden person of the heart with the incorruptible beauty of a gentle and quiet spirit, which is very precious in the sight of God.
(1 Peter 3:3-4 NKJV)

Dari artikel tentang feminine mystique-nya Leslie Ludy tadi, ada bahasan seperti ini: “Gentle and quiet spirit” refers to a woman who is gracious, peaceful, serene, and quietly dignified—a woman who does not scrape and claw to be noticed and appreciated, but one who is fully content and secure in her relationship with her King. A woman with a gentle demeanor and quiet confidence in Christ will naturally guard the “hidden person” of her heart, because she understands what it means to protect the sacred. When the Bible speaks of the “hidden person of the heart” it’s talking about the secret, intimate part of who we are—the sacred core of our femininity. But if we embrace the “hold nothing back” version of womanhood we see all around us, we have no “hidden person of the heart” left to protect; everything we think, hope, dream, fear, and feel is all out there on display for the world to see. It’s impossible to possess the incorruptible beauty of a gentle and quiet spirit if we follow the worldly pattern of femininity.

Curhat bukanlah sesuatu yang salah, asal dilakukan dengan motivasi dan porsi yang benar. Saat kita curhat, apakah kita benar sedang mencari nasehat yang bijaksana? Atau hanya karena ingin memuaskan keinginan buat didengar, diperhatikan, dipedulikan, dibenarkan? Atau jangan-jangan itu cuma efek dari rasa self pity kita? Lalu kalau benar kita mencari nasehat yang bijaksana, mari kita lihat kepada siapa kita curhat. Apakah kepada orang yang punya nilai-nilai yang sama dengan kita: yaitu nilai-nilai Kristus seperti ditulis dalam firmanNya? Hal ini penting dan harus digarisbawahi karena banyak nasehat yang nampaknya baik tapi tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Lalu mari kita lihat, apakah mereka cukup dewasa dan layak dipercaya, setidaknya untuk tidak menjerumuskan kita, atau membongkar curhatan kita ke orang lain?

Hari ini Ci Lia nulis  kalimat ini di blognya, "anak-anak Tuhan itu kaya hidup di dalam aquarium yang transparan". Firman Tuhan juga bilang kalau kita adalah surat Kristus (II Kor 3:3) yang dibaca oleh banyak orang. Ketika orang-orang melihat kita, apa yang kita tunjukkan kepada mereka? Cerita-cerita galau bin gelisah sebagai ekspresi jiwa yang tidak tenang, takut dan kuatir? Atau kesan feminine mystique yang ditandai dengan jiwa yang tenang dan penuh damai sejahtera? Kesan yang akan membuat orang bertanya, apa yang membuatnya bisa setenang ini menghadapi kehidupan? Seakan segala sesuatu dalam hidupnya baik-baik saja!

Kecanggihan teknologi juga membuat kita punya banyak sarana untuk curhat, salah satunya lewat facebook. Mbak Mila baru-baru ini bikin status di facebooknya, "... you are what your facebook status is..." Aku kasih thumbs untuk status itu. Salah satunya karena aku udah males banget lihat banyak status galau curhatan orang, yang mirip-mirip kaya gini nih, "Jgn Nanggis Lg... St0p crying :'( jgn buang airmata u utk dia, dia ga pantes bt Loe tanggisin :'( #Lagi nanggis dp0j0k kamar T_T" atau gini, "Itu SmS terakhir yg w kirim bt Loe, w harap Loe ngerti...kLw u udh bkin w sakit, itupun klw isi kepala u itu Otak bkn sampah ;( cukuppp... W bsa pergi tnp ada Loe, dri dlu loe ga prh m'anggap w ini penting ;(" Hehehe, what do you think about that two status? Kalau buat aku, status itu cuma mengumbar keluh kesah dan sungut-sungut. Tidak lebih dari itu.

Bukan berarti kita ngga boleh pasang status yang nyeritain kehidupan pribadi kita. Bukan berarti kita cuma boleh tunjukin sisi hidup kita yang baik-baik saja. Bukan berarti kita ngga boleh tunjukkan saat-saat kita lemah, kuatir, takut atau apapun. Boleh, sangat boleh. Pertanyaannya adalah, apa yang dibaca orang lewat status kita soal masalah hidup? Hanya sekedar sungut-sungut, atau iman dan kebergantungan kita kepada Allah? Walaupun kita menulis status soal masalah, ketakutan dan kekuatiran itu, kita masih bisa memuliakan Tuhan, sekaligus memberkati orang lain kok. Seperti status sederhana Echa beberapa hari yang lalu: "Tuhan Yesus...tolong...(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)" Apa yang dilihat orang dari status seperti ini? Hidup yang baik-baik saja? Tidak. Hidup yang tanpa kesulitan? Tidak. Status ini bicara soal masalah, tapi di antara masalah itu kita selalu punya Seseorang yang jadi sumber pertolongan. Pada akhirnya Kristus tetap dimuliakan. #pinjem status lo ya, cha :p#

Belakangan ini ada kalimat yang terngiang-ngiang di hati saya,
"Wanita bijak belajar menyimpan segala sesuatu di dalam hatinya."
Tepat seperti respon Maria, Ibu Yesus, setelah ia melahirkan dan banyak mendengar hal-hal yang ajaib tentang malaikat yang mendatangi gembala. Dia ngga langsung heboh bikin status di facebook kali ya.. (Ya iyalah orang waktu itu belum ada :p) Yang jelas, Maria pasti punya roh yang lemah-lembut dan tenang, hingga dia punya pengendalian diri untuk tetap menyimpan pewahyuan luar biasa itu di dalam hatinya. Kaya yang dibilang di versi the Message, "Mary kept all these things to herself, holding them dear, deep within herself."

Tentu saja Maria ngga sekedar menyimpan, di ayat tadi jelas disebut bahwa Maria juga merenungkannya. Di terjemahan lain disebut, memikirkannya. Mungkin itulah kenapa Maria menyimpan semua di dalam hatinya, karena ia mau memikirkannya lebih dulu, pondering in her heart what they might mean (Luk 2:19 versi NET) Maria berperkara dulu dengan Tuhan, baru berperkara dengan orang lain. Bagian ini membuat pertanyaan baru, saat kita curhat pada orang lain, atau update status fb soal sesuatu yang personal, apakah kita sudah pikirkan dan renungkan? Apakah sebelumnya kita sudah berperkara dengan Allah? Atau kita hanya menuruti kecenderungan emosional kita untuk cerita atau bikin status soal hal itu?

*hadeh, capek juga nulis banyak gini*

Ada adek dari persekutuan kampusku yang kemarin sempat diskusi denganku soal ini (gara-gara dia kebablasan dikit di facebooknya). Luar biasa banget waktu dia bilang, "Iya, Mbak, aku mau belajar, jadi wanita yang menyimpan segala sesuatu di dalam hatinya. Aku mau. T.T" (Icon T.T asli imajinasiku doang :p) Jadi yuk, kita jadiin komitmen adekku itu juga jadi komitmen kita. Bahkan dalam hal inipun aku masih belajar, belajar punya roh yang lemah lembut dan tenang, belajar menyimpan segala sesuatu di dalam hati dan merenungkannya, belajar jadi wanita Allah yang tidak sembarang curhat :D


God bless,

26 comments:

Mega said...

Iyeee Dit, kebiasaan cewe nih, curhat buat diperhatikan dan dibenarkan ^^' Makanya sering cewe ngerasa sekian persen beban hidupnya ilang kalo udah curhat, seolah2 ga butuh solusi nih,cuma butuh didengarkan (alamaaakkkkk...).

Kalo kita lagi ngalamin apa gitu, orang yang kita curhatin pertama kali biasanya orang yang kita anggap dekat dengan kita, ato orang2 yang kita rindukan peerhatiannya pada kita kan? Duh, kalo sampe Tuhan Yesus bukan YANG PERTAMA kita curhatin, jangan-jangan....*geleng2*

Dhieta said...

@Mega:Ho'oh,Meg,jangan2 klo JC ngga jd t4 curhat yg nomor 1, kita sedang terjangkit penyakit curhat sembarangan. Penyakit ini adiktif banget dan jelas menimbulkan efek samping yaitu caper (cari perhatian) dan haper (haus perhatian) weekekekek :p Tp ak juga lagi masa rawat jalan nih, lagi proses detoksifikasi, haha.

Nonik said...

ya ampun Mbak.....itu AKU BANGET T.T aku kalo ada masalah pasti langsung lari ke God tapi ya tetep aja habis itu pinginnya cerita en koar-koar kemana-mana. Buset betapa tidak femininnya saya Y___Y

Karena wanita itu, ingin dimengerti. Halah. Beda mbe cowok, nek ada masalah mereka langsung puter otak buat selesaiin en bukannya curhat2an en dibahas sampe ke titik koma hahahaha. Unik ya perbedaan pria & wanita. Oh God, You created us, human, so so so special....

btw, aku geli banget en mesem2 baca bagian sampe persekutuan Mbah-mbah pun tau mbak dhieta gek naksir karo sopo hahahaaaaaaaah :D

Dhieta said...

@Nonik: sakjane kita, cew2 ini emg benar butuh org lain buat dicurhatin. Tapi ya itu,kn ga perlu org sekampung yg tahu :D Apalagi smpe bikin status 4l4y di fb hehehe... Ak jg ngga feminin kok, nik. Ini lagi dipermak biar makin feminin hehe. Wkwkwk,mbah2ny gaul tuh,update kabar artis terbaru.

Lasma said...

Hehehhe...saya pernah didatengin temen dibilang " Cuma mau curhat.."...Di situ sempet tersinggung juga, coz didatengin cuma buat dijadiin tempat sampah. Ga masalah sih kalau mau curhat doang, tapi karena ga ada babibunya (jujur banget dia)...nanya kabar gua aja ga...Gua cuma bisa narik napas...*emang tampang gua kayak recycle bin ya??

karena digituin sama orang, jadi mikir berkali-kali kalau mau curhat sama orang lain. Orang yang mau tak curhatin lagi ada masalah atau ga, lagi sibuk atau ga...ujung-ujungnya masalahnya udah beres duluan dan jadi males curhat.

Ada pemikirian lain juga kalau mau curhat, jangan-jangan ntar bukan gua yang curhat, malah orang itu yang curhat ke gua *lebih sering begitu.

*Kalo yang begini nih, model orang susah curhat. Mau curhat aja mikir berkali-kali (tetep masalah juga =.=)

Kayaknya gua jadi curcolll...oopsss...*kaburr

Nonik said...

hahaha lucu deh commentnya Kak Lasma ^^ niatnya bukan curhat tapi malah jadi curhat. Aiih aiih...

Welly Lokollo said...

Hahahahahaha..ternyata oh ternyata :P *kagak jauh2 beda*

Klo soal status di fb, gw orang yang paling menjaga deh soalnya gw sendiri sering kesel klo baca status orang yg tiap hari ngeluh mulu *jd batu sandungan bkn??*

Soal curhat kemana2, gw juga dl begitu..Tapi bersyukur sm Tuhan, Tuhan ajarkan banyak hal dan berhasil melewati semua itu. Pacaran LDR jg mengajarkan spy lebih menggantungkan hidup kpd Tuhan n bukan apa2 curhat sama pacar terus :)

Dhieta said...

@Lasma : #ketampar,plok!# Aku dulu org yg suka nyampah gtu loh, ga peduli orang lagi ngapain, udah maen curhat aj. Jatoh2nya jadi egois, hiks, hiks... Makanya aku ditegur abis-abisan buat ga sembarang curhat. Tapi justru lebih memperhatikan kebutuhan org lain. Sapa tau ada orang yang emang lagi butuh banget curhat tapi selama ini ga punya siapa2... Aaarrgh, kalo inget jaman masih labil jadi gimanaaa gtu, hehehehe. Btw, jangan kabuuurrr, itu kan sharing, bukan curcol :D

@Welly: Aaaah, iya tuh, status fb yang alay bin galau bin labil bin lebay itu suka bikin piyeeee gitu. Hahahaha.... Iya ya, wel, kalo sampe kita ngandelin satu orang buat curhat bisa2 ketergantungan emosional juga ya. Hmmm, I think I learn something :D

Rina Mediawati said...

Hahaha... ketemplak dan meneguhkan.... ampe skrg tukang bikin sampah... zzzz....
ayat Kidung Agung 4:12
"Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai."
---> kudu diresapiiiiii....

lasma: gw skrg beneran mikir berkali-kali buat "nyampah" ke orang... :)) sory kalo... *bla blaa blaaaa*

dhieta: nebeng ngomong ke lasma.. :))

Dhieta said...

@Rina: Wkwkwk, bukan maksudny buat menempelak kok :p Semoga Kidung Agungnya bener2 ngeresep yah, hehe... Btw, nyampah ke orang juga gpp kan, asal dg orang yg tepat, waktu yg tepat dan porsi yang tepat... #pembelaan orang yang tetep masih butuh curhat :p#

Rina Mediawati said...

dhieta: gapapa ketemplak.. itu bagus demi kebaikan.. :)) iyah... nemplak banyak aspek boo.. :P Bener ta... itu penting... :D bukan bgitu lasma? wakkaka

Theresia Hutapea said...

maaf dhiet ga bisa ya...nama aku udah famous banget gabisa dipake seenaknya, status FB aku juga, harus ada royalti gitu deh wkwkwkwkwk ;p
yoi cuy emang gabisa seenaknya curhay sana mari...dulu sih aku salah satu yang bgitu banget, kmana2 curhay curhay even kadang ga penting jg si...skrg ud lbh bljar curhay ke Bapa aja ;p walo kadang i need tempat untuk curhay jg, tapi bukan sembarang orang jg sih ;p nice writing Bu Menlu <3

Dhieta said...

@Echa: Ya udaaah, ntar royaltinya gw kirim ke rekening lu yaa^^ Iyaa, cha, curhay emang mesti pilih2 orang juga. Ayok, lu onlen ym gih, kan gw mo curhay wakakakak

Harmeilia Adiastuti said...

suka banget sama tulisan yg ini :)
skrg peribahasa jawa: ajining raga saka busana udah berubah jd u r what fb status r or mulutmu harimau-mu ya hehehe.
iya, aq jg tahun2 terakhir ini belajar...klo ada apa2 ngobrol sm Tuhan dulu. ga lari ke org lain dulu. soalnya aq suka "look around" rather than "look up" hehe...jadi skrg klo klo ada apa2 belajar consult to god dulu. the question that i ask to myself: aq crita bgini ke orang lain, aq udah ngobrol belum sm Tuhan?
aplikasi lbh jauh lagi: ntar klo merit, i may fail our husband. my husband may fail me. klo apa2 lari ke husband, bisa barabe. klo pas marah and curhat ke husband and dia lg ga in the mood gmn? jadi aq belajar, klo aq mta advise ke org lain, aq udah cerita sm Tuhan belum? rata2 sih akhirnya dijawab sm Tuhan sebelum akhirnya cerita ke org lain hehe...
jg dr pengalaman kk rohani aq, aq belajar: utk jadi spt maria yg menyimpan perkara dalam hati dan merenungkannya...juga menguji perkara itu...
just a sharing :)

Harmeilia Adiastuti said...

basically sih apa2 ngobrol sm tuhan dulu...mau ketemu org, mau message, mau sms...seriously: hasilnya beda dgn ga ngobrol sm Tuhan hehe ;)

KeZia Margaret said...

waaaaaaaaaaaaaa kak dhietaaaa.. ini nabook akuu smpe kejengkang..hahahaha..
weleehh kak aku sama skali nggak nyangka kalo kakak doyan curhat loo.. akuu jugaa suka.. DOEEEENKKKK.. dahh kebaca kali yaa kak dari pertama x kita ketemu??hehehe..
bener yaaa harus jadi wanita seperti maria yang bisa tenaaang.. hoalaaaahh... cewe grabak grubuk disuru tenang itu susahhhh X_X

Dhieta said...

@Anggit: Betul, Nggit, setuju... Memang harus berperkara dengan Tuhan dulu. To have His perspective etc. Kalo emang butuh curhat, mungkin jg harus didoain dulu kali ya, supaya bisa curhat dg orang yg tepat, supaya kata-kata kita tepat, supaya orang itu juga punya hikmat buat ngasih kita konseling :)

@Kezia: Hahaha... masa sampai kejengkang sih :p Waktu kita ketemu itu kan Kezia sharing, bukannya curhat yg based on self pity :) Iyaaa, susahnyaaa transformasi dari cew grubak-grubuk ke cew yg tenang huhuhu. Semangat! Mari berjuang!

Inesz said...

Nah, dit.. Jadi tau kan gmn lo harus berhati2 saat memilih jubir. Haha.. Btw, gw lg di kantor menunggu orang2 yg tak kunjung datang. Pdhl di rumah ada acara. Sebel deeh.. Ga efisien dan efektif. (cth curhat ga penting)

Dhieta said...

@Inesz: Hahaha, iya, sejak kejadian jubir itu gw jadi kapok :p Eh ngapain lu ngantor? Ya ampun, paket bb gw abis sih ya, jd ga bisa tang tung tang tung deh :D

Nonik said...

wah dah rame nih blog. ikut nambahin komen ah hahahaha ^o^ kayanya kita cewe2 ne harus belajar utk lebih tenang en punya self control ya. harus belajar seperti cowok,biar kali punya masalah kita cari jalan keluar & penyelesaiannya, bukannya minta diperhatiin terus2an dg curhat sana sini ga jelas :P

viryaniKHO said...

aku sukaa postingnyaa keren ahaha.. apalgi cewe dgn kebiasaannyaaa meluap2 emosinya ditunjang dengan teknologi yg makin canggih. adanya bbm, fb dan twitter pula.. biasanya jaman duluuu org mah nulis diary dan diarynya diumpet2in yak, skrg malah diary open to public ahaha. thanks for the reminder anyway.. aku suka ga nahan diri apalagi di twitter. maceeeeeeeeeeeeeettttnyaaaaaa ga nahan nih.. --paling sering wakakaka..

Dhieta said...

@Ani: wah,betul banget tuh,dulu diary diumpetin,skarang dipamerin...hmm,jaman semakin banyak tantangan :D haha,soal macet itu dimaklumin kok, ni... Namanya terbiasa lancar jaya di singapore trus tiba2 nyemplung di jakarta yang... (Isi sendiri :p)

wina said...

uhuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.......
aq baru baca yang iniiiiiiiiiiii..
love u mb.........

Dhieta said...

@Wina : haha, kamu ngubek-ubek blogku lagi ya :p Yang ini aku juga belajar dari kesalahan :) *hugs*

Erika Pristiwati said...

nanceppp bgt dhietaaa..... T.T good article sistaa

Dhieta said...

halo erikaaa, thanks for reading yaa :)

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review