6/04/2012

Fasting Period

Dibagikan oleh Dhieta at 4:27 pm
Hari ini adalah hari ke-3 puasa. Yes, I'm on fasting period right now. Kalau ditanya puasa untuk apa, spesific reasonnya ga bisa dijelasin sekarang. Maybe later. Tapi kalau ditanya kenapa puasa, sebenernya ini lebih seperti proyek ketaatan.

Jumat kemarin, COOL-ku (kelompok sel di gerejaku namanya COOL) mengundang pembicara tamu. Namanya Ibu Santi. Dia ini pendoa sekaligus counselor yang juga punya karunia nubuat. Waktu itu beliau doakan beberapa orang termasuk aku dan memang ada nubuatan yang sifatnya agak pribadi.


Jadi dia bilang gini,
Pengurapan Tuhan ada atas hidupmu. Masuk doa puasa. Kurang dari 3 bulan kamu akan menerima hal-hal luar biasa. Kurang dari 3 bulan kamu akan melihat keajaiban, doa mu akan terjawab. Kamu akan bersukacita. Aku adalah Tuhan yang tidak pernah mengecewakan. Berjuanglah. Berjuanglah.

Phew! I feel so awkward pas denger ini. Gimana ya, seneng sih seneng tapi tetep aja ngga bisa seratus persen seneng. Well, I thought I knew what was it all about. Sesuatu yang memang udah aku doakan lumayan lama. Tapi begitu dapet nubuatan kaya gini, dengan exact deadline (ngga pasti kapan memang tapi kan jelas within 3 months) rasanya campur aduk. Di lain sisi aku seneng karena setelah menabur sekian lama, akhirnya aku akan menuai dengan sorak sorai. Tapi I know when my destiny is getting closer, the war is more intense also. That's why waktu itu doa Ibu Santi itu ditutup dengan kalimat kaya gini, "Kami mematahkan setiap upaya kuasa kegelapan untuk membatalkan rancanganmu. Kami memperkatakan bahwa rencanaMu atas kami dimateraikan dengan darah Kristus."

Waktu dapet nubuatan itu, emang ada pertanyaan, "Spesifik banget ya?" Tapi aku jadi ingat saat Abraham dikasi tahu bahwa 'Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." Kepada Abraham Tuhan memberikan batas waktu spesifik, tahun depan. Entah bulan apa, entah tanggal berapa, pokoknya tahun depan.

Aku masih ingat bagaimana aku memberi batas pada pergumulan ini sampai tahun 2011 saja. Tapi kok semakin kesini seperti semakin dibukakan kalau semua ini belum selesai, seperti aku pernah cerita di post ini dan ini. Tahun ini tahun promosi dan multiplikasi dengan perkenanan Tuhan, kelanjutan dari tahun 2011, memang ada yang belum selesai. Waktu itu pernah dapet rhema kalau Tuhan memang sengaja membiarkan keadaan menjadi sangat parah, seperti Sungai Yordan ada masa paling deras dan tembok Yerikho yang tebal itu, agar Dia dapat menunjukkan kuasanya. Tapi Tuhan suruh bangsa Israel diam di Sitim untuk menguduskan diri dan mengharapkan keajaiban sebelum mereka menyeberang. Kalau nanti Tabut Tuhan bergerak, arahan Tuhan sudah jelas, barulah mereka boleh menyeberang.

Ah, jadi inget kata-katanya Pastor Mark waktu itu,
"I feel that in this place, there are some people who wait for God's promise. But there's a river, big river, between them and the  promise land. Maybe you've been waiting so long for His promise, but the things just get worse, even worst. But God doesn't forget, God is preparing miracle, and finally He and He alone would receive the glory!"

Lalu sejak saat itu aku seperti berada di Sitim, menunggu dan menunggu tabut Tuhan bergerak... Then now suddenly, I have that prophecy. Seems it's time to move! (^^)/ Gembala COOLku sempat tanya aku didoain apa sama Ibu Santi, dan aku jelaskan apa adanya. Dia suruh aku untuk benar-benar mengimani dan melakukan apa yang harus dilakukan karena dia yakin itu benar dari Tuhan. So, here I am, trying my best buat benar-benar menggumulkan nubuatan itu. Aku ngga tahu apakah aku sedang menyeberang Sungai Yordan atau mengelilingi tembok Yerikho. Tapi kayanya sih udah di tahap Tembok Yerikho, masa doa puasa ini seperti masa mengelilingi tembok selama 7 hari tanpa bicara :)

Lalu bagaimana kalau setelah 3 bulan tidak terjadi apa-apa? Ah, aku tidak mau memikirkan itu. Yang jelas, Ibu Santi bisa cukup dipercaya, dan konfirmasi dari pemimpin rohani-ku (gembala COOL) mendukungku untuk mempergumulkan nubuatan itu. At least, kalaupun bukan untuk mendapatkan sesuatu, maka proses ini adalah komitmenku untuk taat pada pemimpin rohaniku. Itu saja.

So far, aku banyak memperkatakan bagian ini,
Tuhan semesta alam telah bersumpah, firmanNya: "Sesungguhnya seperti yang kumaksudkan, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang kurancang, demikianlah akan terlaksana (Yesaya 14:24)


God bless,

12 comments:

wina said...

At least, kalaupun bukan untuk mendapatkan sesuatu, maka proses ini adalah komitmenku untuk taat pada pemimpin rohaniku. Itu saja.

-->> love it mba. smua ga akan sia2.
met doa puasa mb dhieta **hughug**

Mega said...

*peluk dhieta* I pray for u too sis...

KeZia Margaret said...

wahhh bentar lagi si kebun stroberi bakal dituai kaya-na.hehehe. Smangaaad Kak Ditaa..

Nonik said...

bersiaplah!!! kayanya kebun stroberimu akan siap dipanen wakakakaak :D nti cerita2 lagi yah Mbak ^^

armi3_deccy said...

cemungudhh ea qaqa...!
tak pernah terlamu lama dan tdk terlalu cepat tapi tepaaatt n indah pada waktunya..
klu udh panen bagi2 ya ka..? hehe

JBU;)

Farha Elein said...

mbak dhietaaa....Semangat ya, mbak...
Baca semua kisah ttg strawberry field ini bikin aku juga penasaran dan menanti kapan harvest time-nya.

Klo udah tiba waktunya, cerita juga ya mbak,, aku banyak belajar juga dri cerita kebun stroberi dan kebun buah2an ini ^^

Bukan cm mbak doang yg menanti...tapi juga Tuhan pun menanti-nantikan saatnya untuk menepati janji-Nya sama Mbak dhieta (aku ingat postingan mbak yang "Dan Tuhan Juga Menunggu")...^^ Keep Fighting!!!!

Dhieta said...

@wina : Thank you dek, talking to you every day is one of a thing that encouraging me to keep going *hugs*

Dhieta said...

@Mega : I pray for you too, sis *hugsback* :D

Dhieta said...

@Kezia : Hahaha, ameeennn, nanti kita bikin juice stroberi yaaahhh^^

Dhieta said...

@Nonik : hahaha, dan buahnya pasti besar-besar dan manis ya nik :D Iya, nanti cerita-cerita yaa^^

Dhieta said...

@Dessy : Iya, nanti dibagi. Berapa kilo, dek? :D

Dhieta said...

@Farha: thank you farhaaaa, semangat kok^^ iya, ak jg penasaran sama strawberry story ini hehehe. Emang sih, ak ngga sndirian, ini aku dan Tuhan sedang menyelesaikan kisah ini bersama-sama :) Nantikan kisah selanjtnya, wakakakak....

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review