6/23/2012

Visi Pelayanan Literatur: The Power of Literature

Dibagikan oleh Dhieta at 1:44 am
Yup, setelah di post ini kita ngebahas pelayanan literatur sebagai sebuah rancangan dan panggilan Allah, sekarang mari kita bahas soal keistimewaan pelayanan literatur. Masih dari buku Visi Pelayanan Literatur (Yayasan Andi, 1989), kali ini disarikan dari tulisan Drs. Xavier Quentin Pranata (Melayani Dia Melalui Pena).

Seringkali kita menyamakan penginjilan dengan pelayanan Firman atau pelayanan mimbar. Ada juga yang mengidentikkan penginjilan dengan kunjungan langsung kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, misalnya dengan mengirimkan misionaris. Namun, seberapa banyak orang yang bisa sepenuh waktu melayani Dia di jalur ini? Di samping itu, ada daerah-daerah yang sangat rawan bagi utusan Injil. Disinilah literatur melakukan perannya yaitu menjembatani atau mengisi kekosongan tersebut.




Sebagai "Utusan Injil Tercetak" berikut adalah beberapa alasan mengapa literatur menjadi media yang powerful. Mayoritas memang masih merujuk kepada literatur cetak, sesuai waktu buku ini diterbitkan. But please, keep in mind, that with internet technology, the power and impact of literature is getting stronger.
  1. Literatur dapat pergi kemana-mana, tanpa dilihat sebagai orang asing.
  2. Lewat pos, ia dapat masuk sampai ke tempat-tempat di mana seorang penginjil tidak dapat diijinkan masuk (Baru lewat pos aja udah kaya gitu, apalagi lewat internet :p)
  3. Ia menyampaikan beritanya dengan rajin tanpa mengenal pembatasan waktu, istirahat atau cuti.
  4. Ia mempersembahkan beritanya sesuai dengan kecepatan berpikir seseorang dan menurut kesenangan pembacanya.
  5. Ia memungkinkan si pembaca mendalami berita yang sama berulang-ulang.
  6. Ia adalah 'pengkhotbah estafet" yang menyampaikan beritanya dari orang yang satu kepada orang yang lain. (Think about the impact of 'like' button di posting blog^^)
  7. Ia memungkinkan pembacanya mempelajari bagian khusus dari berita yang menarik hatinya.
  8. Dalam bentuk buku, ia dapat memberi makanan rohani kepada mereka yang lapar berjam-jam bahkan berhari-hari seperti khotbah bersambung yang tak berkeputusan.
  9. Pada umumnya tidak mahal, tetapi juga tidak kalah baik buahnya dibandingkan cara penginjilan lainnya.
  10. Dalam waktu sejam, ia dapat dibagikan kepada lebih banyak orang daripada jumlah rata-rata pengunjung gereja setiap Minggu pagi (apalagi disebarin pake internet, haha...)
Literatur adalah salah satu media utama yang dirancang Allah untuk memberitakan Kabar Baik. Bahkan Alkitab sendiri juga salah satu produk pelayanan literatur.  Alkitab adalah buku pertama yang dicetak oleh Gutenberg pada tahun 1455. Sejak itu, penerjemahan serta distribusi Alkitab berkembang pesat sehingga semakin banyak orang yang dapat dijangkau. Inilah mengapa, Martin Luther pernah mengatakan bahwa "mesin cetak" adalah anugerah terbesar selain keselamatan.Setelah mesin cetak berhasil dibuat, di Amerika terjadi panen jiwa yang luar biasa. Puluhan juta jiwa dibaptis dan 85% mengatakan bahwa mereka datang kepada Kristus karena bacaan-bacaan rohani dalam bentuk traktat, buku dan majalah.

Yes, literature is very powerful indeed. Namun, jangan salah, Iblis pun tahu dampak dari literatur ini. Dia juga berusaha menggunakan literatur untuk menyesatkan jiwa-jiwa. Jelas bahwa literatur pun menjadi medan perang untuk berebut jiwa-jiwa. Salah satu cara untuk menang adalah membombardir dengan 'amunisi' yang lebih banyak, yang berarti juga dibutuhkan 'produsen amunisi' yang lebih banyak. Pelayanan literatur adalah ladang yang masih membutuhkan banyak pekerja.

Mungkin kamu salah satunya.
:)


God bless,


1 comments:

FarhaElein said...

thanks mbak Dhieta, buat sharing isi buku ini ^^...
aahhh,,, jadi pengen terlibat dlm pelayanan ini,huehehe..

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review