6/23/2012

Visi Pelayanan Literatur: Menanggapi Panggilan, Mengerjakan Ladang

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 9:33 am
Okeeey, ini adalah bahasan terakhir dari buku Visi Pelayanan Literatur (Yayasan ANDI, 1989). Kali ini adalah tentang apa yang harus dilakukan jika ingin terlibat dalam pelayanan yang satu ini. Sebagaimana sebelumnya, bagian ini juga disarikan dari tulisan Xavier Quentin Pranata dan Antony Stevens.

Dengan tujuan untuk 'mengawetkan' sehingga menjangkau lebih banyak orang, kita yang telah diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh Kudus, didorong untuk juga menuliskannya. Apakah itu karunia untuk berkhotbah, mengajar, menasihati, menegur, menginjil atau karunia-karunia lain. Dengan ditulis, bahkan ketika seorang penginjil mati, khotbahnya masih bisa dinikmati oleh generasi-generasi di kemudian hari. 


Diantara sekian banyak penulis Kristen yang ada, tidak semuanya menulis karya ilmuah atau teologi. Beberapa menulis fiksi, beberapa menulis tafsir dan ada pula yang menulis kesaksia. Keberagaman jenis literatur Kristen memberi peluang dan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan talenta. Yang bertalenta menulis fiksi (me! me! :D) karanglah fiksi yang menggiring dan mendekatkan insan kepada Juru Selamat. Yang mampu menafsir dan mendapat penyingkapan makna dan arti firman Allah, mintalah bantuan Roh Kudus dan sampaikan dalam bentuk tulisan sehingga dapat dinikmati oleh umat Allah yang lain. Yang mengalami suatu kejadian yang menarik bersama Juru Selamat, bisa menuangkannya dalam bentuk kesaksian. Singkatnya, kita tidak harus menulis yang bukan bidang kita. 

Bicara soal pelayanan ini, banyak orang yang mengatakan bahwa mereka tidak berbakat menulis. Perasaan semaca, itu pernah dimiliki oleh sebagian besar anak-anak Allah yang terpanggil untuk suatu tugas tertentu. Bahkan Musa pun merasa demikian, ketika Allah memilihnya untuk memimpin gerakan pembebasan Israel, dia mengatakan dia tidak berbakat bicara. Namun, Allah mencari mereka yang mau, dan Ia yang kemudian akan membuat mereka mampu.

Bakat memang merupakan faktor yang memudahkan orang menjadi penulis. Namun, banyak pula orang yang tidak berbakat menulis dan berhasil menjadi penulis yang baik. Seperti halnya ilmu lain, kepenulisan dapat dipelajari dan dilatih. Menjadi pelayan literatur, hanya memerlukan visi dan kerelaan untuk dipakai Allah. Kemudian selanjutnya, menulis hanya butuh AKU: Ambisi (Kemauan), Kemampuan dan Usaha. Writing is a matter of practice. 

Ladang ini menunggu untuk dikerjakan. Seorang Bakdi Soemanto pernah mengatakan, "Jangan terlalu bertanya: bagaimana menulis, bagaimana menulis, tetapi ambil mesin ketik atau ball point dan kertas dan mulai menulis." Mulailah menulis dengan setia dalam perkara yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan bidang pelayanan yang lebih besar.
 
So guys, tertarik untuk ikut terlibat melayani di ladang literatur? You better start now. Ngga usah mikir dulu tentang nerbitin buku atau apa. Think about something simple kaya bikin blog dan mulai menulis tentang Allah, firman dan karyaNya. Bisa juga lewat notes di FB. Menulislah apa yang kamu suka, kesaksian, telaah Alkitab, puisi, cerpen, atau bahkan tebak-tebakan, wkwkwk... Sometimes, even aku pun pernah ngerasa "Ih, kok blog ini isinya curhatan semua, ga ada analisis-analisis apa gitu yang keren dikit :p", tapi yaaah, this is what I can and love to do, so I just want to do my best on it

You know what, buku Visi Pelayanan Literatur ini diterbitkan oleh Yayasan Andi untuk mendorong umat Tuhan mau melayani di bidang literatur. Dan bahkan 17 tahun sejak buku ini diterbitkan, buku ini masih mampu membuat seorang anak muda ababil (dulu ;p) menangkap panggilan Tuhan dan menemukan visinya. Lalu ketika sekarang ia menulis resensi buku itu di blognya, siapa yang tahu ada berapa jiwa lagi yang terpanggil di ladang pelayanan ini. You never know what your writings could do in other people's life. 

And this is my prayers for you...



"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang oleh karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (I Petrus 2:5) 
 

God bless,


p.s : kalau udah bikin blog, kasi tau ya... I will happily read yours :D

2 comments:

FarhaElein said...

i want to,, (duluan angkat tangan) hehehe...
mbak dhieta, bagian yang ngena di aku itu >>

"Namun, Allah mencari mereka yang mau, dan Ia yang kemudian akan membuat mereka mampu."

"Mulailah menulis dengan setia dalam perkara yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan bidang pelayanan yang lebih besar.

aku suka nulis diary perkembangan rohani aq sejak bc buku Elisabeth Elliot yg Passion n Purity sejak februari 2012, dan aq kaget krn skrg udah jadi 4 buku (msg2 buku tblnya 85 hal)... pdhl dulunya aq gak suka nulis diary.

jadi sadar bhw, bnyak bgt anugerah dan tuntunan Tuhan yg aq alami selama 4 bln, bhkan ga semua yg aq tulis distu..

i want to learn... thanks mbak for sharing ^^

Dhieta said...

Menulis jurnal itu sangat memang sangat menolong kita buat makin intim sama Tuhan. Dengan membagikannya bisa menolong orang lain juga...

^^

kalo udah bikin blog kabar2 yaa...

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review