6/17/2012

Saat Tembok Semakin Tinggi & Gelombang Semakin Deras

Dibagikan oleh Dhieta at 5:34 am
Waktu itu Mega cuma tanya, "So, what do you feel?"


And I answered, "Tuhan suruh aku puasa, aku akan puasa. Tuhan suruh aku doa, aku akan tetap doa. Ku mau taat tanpa mengerti. Ku mau setia tanpa peduli. Sepasti musim yang terus berganti. Musim pemulihan yang terjadi dalam hidupku :D #malah nyanyi"





Jadi kemarin kami berdua whatsup-an trus cerita-cerita deh. Kebetulan kami sedang menjalani masa yang kurang lebih mirip lah :p (Menurutku sih ngga, tapi menurut Mega iya, wkwkwkwk) So, I told her that I just feel that the wall is like getting higher and the waves are getting stronger. 

Emang ada sih pikiran, "Ini aku udah puasa kok malah jadi parah gini? Am I so stupid to keep on hoping?" Lalu aku inget si persekutuan COOL kemarin waktu aku share nubuatan Ibu Santi, dan once again, Pak Karl (gembala COOL-ku) bilang, "Jadi, Dhieta, kalau Tuhan suruh Dhieta masuk doa puasa, just do it!"


"Just do it," katanya.


Walaupun tembok itu makin tinggi, just do it. Walaupun gelombang itu makin deras, just do it. Well, mari berpikir kalau, semakin tinggi suatu tembok, semakin deras suatu gelombang, semakin besar kesempatan Tuhan buat show off His mighty power. Inget kan khotbah Pastor Mark tentang bangsa Israel yang dibawa menyeberang Sungai Yordan saat arusnya paling deras? Semua itu karena Tuhan mau tunjukan His incredible miracle sehingga hanya Tuhan yang akan terima kemuliaan. He and He alone receives the glory.

Is it easy to keep on going? No, of course not. Gelisah dan kuatir sempat menyerang juga. But I choose to be content under God sovereignity. Tuhan gitu loh, He's the one taking control of everything. Kan kemarin udah dibilang, "He gets the last word!" Pada akhirnya Tuhan yang ketok palu dan menentukan keadaan akan seperti apa. 

Emang ngerasa aneh sih soalnya jadi ngerasa kaya semua challenges yang dulu dipelajari di kelas padang gurun itu ditimpukin sekaligus. Malah jadi nebak-nebak, "Apa ini ujian nasionalnya ya?" I mean, kaya di sekolah gitu, tadinya kita pelajari bab 1, trus abis itu ujian bab 1, lalu lanjut ke bab 2, setelah selesai ujian bab 2. Tapi pas mau lulus, ujian nasional deh, which is ujian dari bab 1 sampai bab terakhir, smua materi diujikan dalam satu kesempatan. Lumayan menantang sih, tapi bagian yang kusyukuri adalah, kalau udah ujian nasional kaya gini, berarti kelulusan udah dekat, wkwkwkwk. This season is getting to an end! :D

But however yaaah, I do really feel God's hand is taking my hand. Dua hari yang lalu sebenernya udah bikin keputusan bodoh untuk melakukan sesuatu yang juga bodoh. Beberapa teman yang selama ini ikut mendoakan masalah ini jelas tidak setuju dengan keputusanku itu. Menurut mereka waiting on God to do something is the best way everAnd guess what? Tuhan langsung ngomong jelas banget pas aku sate. Berasa kaya dimarahi siiiih, but I know itu yang kuperlukan pada saat itu.

Sit Still

"Ye shall not go out with haste" (Isa. 52:12).

I do not believe that we have begun to understand the marvelous power there is in stillness. We are in such a hurry--we must be doing--so that we are in danger of not giving God a chance to work. You may depend upon it, God never says to us, "Stand still," or "Sit still," or "Be still," unless He is going to do something.
This is our trouble in regard to our Christian life; we want to do something to be Christians when we need to let Him work in us. Do you know how still you have to be when your likeness is being taken?
***
Now God has one eternal purpose concerning us, and that is that we should be like His Son; and in order that this may be so, we must be passive. We hear so much about activity, may be we need to know what it is to be quiet.  --Crumbs
***
Sit still, my daughter! Just sit calmly still! Nor deem these days--these waiting days--as ill!
The One who loves thee best, who plans thy way, Hath not forgotten thy great need today!
And, if He waits, 'tis sure He waits to prove to thee, His tender child, His heart's deep love.
Sit still, my daughter! Just sit calmly still! Thou longest much to know thy dear Lord's will!
While anxious thoughts would almost steal their way corrodingly within, because of His delay
Persuade thyself in simple faith to rest that He, who knows and loves, will do the best.
Sit still, my daughter! Just sit calmly still! Nor move one step, not even one,
Until His way hath opened. Then, ah then, how sweet! How glad thy heart, and then how swift thy feet
Thy inner being then, ah then, how strong! And waiting days not counted then too long.
Sit still, my daughter! Just sit calmly still! What higher service could'st thou for Him fill?
'Tis hard! ah yes! But choicest things must cost! For lack of losing all how much is lost!
'Tis hard, 'tis true! But then--He giveth grace to count the hardest spot the sweetest place.

--J. D. Smith




Pas banget kaaaannnn? Huhuhuhu... Langsung ngerasa bodoh banget karena selama ini aku sudah diajari untuk duduk diam dan membiarkan Allah bekerja tapi ternyata hampir aja melakukan keputusan yang salah (lagi!). Untung belum melakukan apa-apa, untung itu masih berupa niat, untung Tuhan langsung kasih early warning. And you know lah ya, I have no other choice but obey.


Huaaaahhh, kalau diurutin yah, pertama - emotional test, kedua - stillness test, lalu kemarin - contentment test. Besok apa lagiiiiii???? >,< Aaaah, sini, sini, bawa sini semua soal ujiaaaan... Gemes eike lama-lama :p

Oh ya, sekarang ini lagi banyak nyanyi lagu ini, terutama setelah contentment test itu.


Di masa-masa saat tembok semakin tinggi dan gelombang semakin deras ini, aku perlu inget-inget lagi setiap janji yang Tuhan beri. Aku perlu inget terus kalau Tuhan itu setia. Kalau dia udah janjiin, Dia pasti akan genapi. Well, I think I know who is my God. Ngga cuma sekali ini dia berjanji, dan dengan sekian banyak janjiNya dalam hidupku, track record penggenapan janjiNya sempurna! That's why I know I should not be afraid, I should not be weary.

Saat tembok semakin tinggi dan gelombang semakin deras, berarti saatnya membaca Firman lebih rajin, menaikkan doa lebih intens, memperkatakan Firman lebih banyak, memuji dan menyembah Tuhan lebih dalam... melekat kepadaNya lebih erat... berperang sampai menang!


God bless,

8 comments:

keZioong said...

wahhhhh udahh disqus nihh.hehehe..
Kak Dhieta. aku diingetin soal Abraham.. dulu Tuhan berjanji kepada Abraham bhwa dia akan memiliki keturunan, tapi kondisi makin hari makin nggak jelas, semakin tidak ada tnda2 bhwa janji akan keturunan itu 'mustahil' untuk digenapi.. tapi Tuhan Yesus itu luar biasaa setiaaa.. He never forget His promises.. Jia Yo Kak dita..

Alphaomega Pulcherima Rambang said...

Waaaa...aku juga kemaren baca tentang Abraham lagi *pelukkkkk...* Berkali-kali Tuhan ingatin Abraham tentang janjiNya dan Dia olwes nepati janjiNya. Bner Kez, Dia selalu nepatin janjiNya d^^b

Alphaomega Pulcherima Rambang said...

*peluk Dhieta* Akhirnya ditulis juga....
Mari kita duduk tenang Dit ^^
Tetap taat walopun gak ngerti Tuhan bakal buat apa, gak peduli gimana keadaan sekarang tapi tetap taat, percaya kalo Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta dan pikirkan ^^
Semangat sis....!!! Semangat berdiam dan menanti2kan Dia ^^V

Dhieta said...

iyaaa, Kez... soal Abraham itu sebenernya udah Tuhan bukakan di awal2 strawberry story ini. Emang ini saatnya mengeluarkan smua senjata yang pernah Allah beri yaa, the last war gtu loh, hiks, hiks.... One thing I remember, Abraham ga liat keadaan, tapi dia liat Firman. Thank you yaa, Keeezzz.....

Dhieta said...

Sit back and relax ya, Meg... #Pheeewww. Iya, taat, taat, taat. Kaya janda yg ga punya minyak tapi disuruh ngumpulin gentong2 sama nabi Elia. Look so ridiculous, but that was how God worked. Makasih, Megaaa... Kau juga semangat menanti-nantikan Dia ya. He gets the last words! :p #peluk-balik#

keZioong said...

bahhhh jadi little bit curious juga tentang apaa yang digumulkan oleh 2 orang ini :p
yessss2.. He is God with His promises..hehehe.

Alphaomega Pulcherima Rambang said...

hehehehehehe, ada dehhhhhh........

Pada 18 Juni 2012 11:33, Disqus menulis:

Dhieta said...

Wakakakak, nanti lah kami cerita ya Kez, kalo udah lengkap storynyaaa... biar seruuuu :p Biar Tuhan menggenapi dulu apa yang Ia janjikan :D

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review