4/27/2012

Mati dan Berbuah

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 11:39 am
"Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." (Yohanes 12:24)

Tuhan Yesus, aku tahu kalau benih yang tidak jatuh ke tanah dan mati tidak akan menghasilkan apa-apa. Hanya benih yang jatuh ke tanah dan mati yang akan menghasilkan buah. Aku mau, Tuhan, agar banyak hal mati dalam hidupku dan oleh karenanya hidupku berbuah.

Mampukan aku meneladani Abraham yang mematikan kepemilikannya atas Ishak, yang oleh karenanya ia menghasilkan iman. Iman yang membuatnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Mampukan aku meneladani Yusuf yang mematikan respon kedagingannya atas dosa, yang oleh karenanya ia menghasilkan ketaatan. Ketaatan yang membuatNya dipromosikan untuk menjaga hidup suatu bangsa.

Mampukan aku meneladani Daud yang mematikan rencananya sendiri atas kehidupan yang oleh karenanya ia menghasilkan kesabaran. Kesabaran yang membuatnya menggenapi panggilan Allah bagi generasiNya.

Mampukan aku meneladani Ester yang mematikan kenyamanannya akan stabilitas, yang oleh karenanya ia menghasilkan keberanian. Keberanian yang membuatnya memperoleh kemurahan dan bangsanya diselamatkan.

Mampukan aku meneladani Rut yang mematikan kecintaannya akan masa lalu, yang oleh karenanya ia menghasilkan kesetiaan. Kesetiaan yang membuatnya dipercaya menjadi penolong bagi pria yang menurunkan sang Mesias.

Mampukan aku meneladani Maria yang mematikan kekuatirannya akan rasa aman, yang oleh karenanya ia menghasilkan penyerahan diri. Penyerahan diri yang membuatnya ambil bagian dalam skenario penyelamatan Allah.

Mampukan aku meneladani Kristus yang mematikan keinginannya untuk hidup, yang oleh karenanya ia menghasilkan kebangkitan. Kebangkitan yang membuatNya mengalahkan maut dan menggenapi karya penebusan Allah.

Mampukan aku mati untuk diri sendiri, supaya aku bisa hidup bagiMu.



******



Post ini dibikin gara-gara khotbah di ibadah Dewasa Muda minggu ini mengingatkan soal pikul salib dan sangkal diri. Jadi ingat kalo masih ada draft tulisan di blog tentang mematikan diri sendiri agar kita bisa hidup buat Tuhan. Buat yang mau nambahin boleh loh. Caranya think about a man/woman in the bible, (just open your bible if you need it) trus pikirkan apa yang mereka matikan agar mereka bisa hidup bagi Tuhan,  formatnya kaya yang di atas,

Mampukan aku meneladani ......... yang mematikan keinginannya untuk/akan ........, yang oleh karenanya ia menghasilkan ......... . ................. yang membuatnya ............

Gampang kan?

Then, let me think, kayanya aku masih punya souvenir gantungan kunci menara eiffel. Gantungan kecil biasa sih, but it's kinda cute for me... dan dibeli langsung di Paris!!! Yeeeeyyyy... (haha, apa sih? :p) 

kaya gini nih gantungannya, warnanya silver kok,
efek cahaya aja tuh makanya jadi kekuningan :p

So, buat yang nambahin doanya, dapatkan gantungan kunci menara eiffel untuk 10 orang. Hadiah akan dikirim ke alamat masing-masing, jadi kalo nanti aku udah umumin siapa yang dapet hadiah, jangan lupa send me your address, to my facebook or email yah.


God bless,


11 comments:

Theresia Hutapea said...

Mampukan aku meneladani Daud......... yang mematikan keinginannya untuk mlihat anaknya dgn Betsyeba hidup stelah brdoa, puasa dan mratap krna nabi Natan tlah brnubuat anak itu hrs mati........, yang oleh karenanya ia menghasilkan seorang pwaris tahta yang dipilih Allah yaitu Salomo......... . ................. yang membuatnya mlihat kerinduannya mmbngun bait Allah trjadi walau mungkin dia harus mlihatnya dari Surga




btw template ini better tapi gw ttp ksulitan mmbca dgn hurup biru muda, itemin dooong ;p

Queen Sophia said...

Ezekiel 24:15-27
Mampukan aku meneladani Yehezkiel yang mematikan keinginannya untuk hidup bersama istrinya yang oleh karenanya ia menghasilkan teladan kenabian yang membuatnya dikenal sebagai Israel's Watchman (Ezekiel 33) dan membuatnya masuk Alkitab sehingga kisahnya bisa kubaca dan aku tulis di blognya Dhieta fufufufu :)

(kalimat di atas adalah hasil dari baca kitab Yehezkiel dan pingin gantungan kuncinya wkwkwk)

Dhieta said...

@Echa : T.T sedih banget, cha, tapi kerennya Daud, abis anaknya mati dia langsung berenti puasa dan makan yg banyak, ga meratap lagi... Daud tahu banget apa artinya, "bukan kehendakku , tapi kehendakMu yang jadi."

Birunya kemudaan yah, kalo dituain lagi kira2 keliatan ga? Gw agak ga suka item :p

Dhieta said...

@Sophia : Waaaah, aku malah ga inget bagian yehexkiel yang ini... Thank you ya, Nggit, hahaha...

Anita Bong said...

Mampukan aku meneladani Daniel yang mematikan keinginannya akan keselamatan nyawanya yang oleh karenanya ia menghasilkan kemuliaan Tuhan di negara yang dipenuhi berhala yang membuatnya bukan hanya mendapatkan kedudukan tinggi, tapi juga kesaksian bahwa Tuhannya adalah Allah diatas segala allah!

Salut banget aku sama Daniel, dia orang yg berintegritas dan sangat excellent dalam setiap hal yang dia perbuat sampai2 'tidak ada yg bisa dituduhkan padanya selain karena penyembahannya pada Tuhannya' XD cool!!!

FarhaElein said...

Mampukan aku meneladani Musa yang mematikan keinginannya untuk hidup nyaman sebagai salah seorang pangeran Mesir, yang oleh karenanya ia menghasilkan keberanian untuk membela hak bangsanya yang membuatnya dipakai Tuhan untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir dan memimpin bangsa pilihan Allah menuju tanah Kanaan.

^^

Anonymous said...

mampukan aku meneladani Maria yang mematikan keinginannya untuk hidup nyaman sebagai salah satu wanita lajang belum menikah yang oleh karenanya ia diijinkan Allah Bapa untuk mengandung Anak Allah penebus dosa manusia.

GBU

abeth

blessedfin said...

Mampukan aku meneladani Debora yang mematikan keinginannya untuk merendahkan kaum laki-laki , yang oleh karenanya ia menghasilkan hikmat yang dari Tuhan, keadilan serta kemenangan bagi rakyat Israel yang membuatnya menjadi seorang pemimpin dan nabi yang dihargai rakyatnya.

A very well written post :)
salam kenal

Mega said...

Mampukan aku meneladani Yosua dan Kaleb yang mematikan keinginannya untuk mundur dan ketakutan seperti 10 pengintai lainnya saat melihat musuh2nya yang besar, yang melupakan kalau Allah lah yang akan berperang bagi mereka, alih2 mereka tetap yakin pada kekuatan Allah yang oleh karenanya mereka menghasilkan iman yang berbeda dari orang lain, yang membuat mereka memperoleh bagian dari apa yang telah dijanjikan Allah.

uly said...

Mampukan aku meneladani Daniel yang mematikan keinginannya untuk menikmati kesenangan dengan meminum anggur seperti minuman raja, yang oleh karenanya ia menghasilkan pegetahuan dan kepandaian dari Allah yang membuatnya menjadi seseorang yang dipercaya Allah untuk menunjukkan mujizat Allah di hadapan raja-raja Babel

viryaniKHO said...

Mampukan aku meneladani Sarah yang mematikan keinginannya untuk mendoubt Tuhan dan Abraham ketika disuruh pindah dari ke negara yg sama sekali dia gak kenal dan ketika Tuhan bilang dia akan punya anak ketika usia 100tahun.. dan membuatnya menjadi sosok seorang wanita yang dapat kita pelajari, untuk selalu tunduk dengan suami dan Tuhan.. dan dikenal dengan woman of faith.. Faith consists in believing when it is beyond the power of reason to believe. And shes really become a living proof that in this beautiful thing of this journey called faith is we can count on Him never lead us to astray :D

aku suka banget sama sara di part yg ini haha. apalagi kita cewe ya. kalo cowo/ pacar kita ga tau mo kemana kita pasti yg uda panik duluan nanya2 mo gimana sih kemana kok ga jelas. apalagi kita cewe butuh rasa security yg guede banget. tapi sara bener2 mantep dehh.. :)
loh jadi panjang bangett yah hehe

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review