1/20/2012

Almost Boarding

Dibagikan oleh Dhieta at 7:20 pm
Watch out! Ini postingan random abis! Seminggu empat kota, Jakarta-Bogor-Bandung-Jakarta-Surabaya-Jakarta, ternyata lumayan bikin kepala rasanya agak-agak berat dan hidung udah mulai bersin-bersin. Boarding masih sejam lagi, jadi daripada ngerasain kepala tambah puyeng, mending nge-random aja deh...


Sebenernya aku lagi menghindar dengan apa aja yang berhubungan dengan waiting His promises, all things related with faith, hope and endurance, soalnya aku pikir case closed lah yaa, dan aku udah putusin buat stop lah ngebahas yang satu itu. Melatih pikiran dan hatiku untuk mengharapkan hal-hal baru. Emang mungkin Tuhan sebenernya ngga janji, atau aku melakukan sesuatu yang bikin janji itu ngga tergenapi, hmmm banyak kemungkinan sampai akhirnya keadaan jadi seperti ini >,< Tapi ya sudah, aku anggap saja itu masa lalu, and I'm ready for a new season, new hope, new things. Case closed.


Gara-gara itu juga aku putusin buat ganti buku sate, karena takut kalau Tuhan ngomongin lagi soal 'hal yang sulit untuk dipercaya' itu. Huehehe, bingung yah. Itu loh, yang di postingan kemarin. Intinya aku sebenernya udah patah arang, udah terlalu gimanaaa gitu, sampe buat ngomongin (baca: doain) aja males. Tapi yaa, namanya Firman Tuhan ya, aku udah menghindar kaya gimana kok akhirnya nyambung-nyambung aja sama 'hal yang sulit dipercaya itu', sampai-sampai, sempat terlintas buat 'berhenti saat teduh untuk sementara', Tapi of course ini ide gila, sinting, tidak layak ditiru dan, untungnya, tidak serius^^ Macam mana kok bisa-bisanya ngga saat teduh? I'm not that insane, huehehehe

Kalo di pos kemarin aku cerita soal betapa sulitnya untuk percaya lagi. Tiba-tiba sore-sore di taksi Blue Bird yang meluncur ke Bandara Juanda, kepikiran satu hal, jangan-jangan aku sedang bersikap seperti bangsa Israel yang menolak untuk percaya kepada Allah dan ngga mau memasuki tanah Kanaan seperti yang Tuhan perintahkan? Bukankah di awal tahun ini, aku udah declare, bahwa aku tidak akan takut dengan apapun yang mungkin menghadang di tahun ini? Tiba-tiba kepikiran juga, apa sih susahnya nya untuk percaya? Kalau memang nantinya aku tidak mendapatkan apa yang aku percayai, aku tidak kehilangan apapun karena toh sejak awal aku tidak memilikinya. I have nothing to lose. Tapi betapa ruginya aku kalau aku tidak bisa memiliki apa yang seharusnya kumiliki, hanya karena aku menolak untuk percaya...

Lalu mempercayai Allah memang berarti meresikokan sesuatu. Aku takut kalau aku percaya, maka akan ada yang hancur. I just think that I cant stand for another broken hope. Tapi yaa, setelah dipikir lagi, sudahlah, apa  yang kugenggam di tanganku? Apa lagi? The hope is already broken. Tidak bisa lebih hancur lagi. Apa yang harus kutakutkan? 

Well, then I think, I'm gonna believe. Wheeewww!!!

Haha, keliatan banget ya kalau aku lagi kacau. Post macam apa ini seperti ini? Anyway, aku cuma pengen taat, itu aja. Kalau Tuhan suruh percaya dan aku ngga mau, itu berarti aku sedang ngga taat. Kaya bangsa Israel yang menolak masuk ke Kanaan karena mereka ngga percaya. Mungkin juga emang aku salah mendengar suara Tuhan, mengira Dia mengatakan apa yang sebenarnya tidak Dia katakan. Tapi lebih baik belajar dari kesalahan daripada ditemukan tidak taat pada apa yang benar. 

Btw, it's getting dark outside. Lampu landasan bandara warnanya biru, huehe, jadi merasa melankolis. Bentar lagi pesawat boarding. I think I'll stop all these random things here. My plane is almost boarding, and I think, so is my faith :p And you know what, there's nothing better than a journey back home. I'm glad I'm on my journey back home^^



God bless,

6 comments:

KeZia Margaret said...

Kak Dhietaaaaa.. Smangaaaaad yaaaa.. Waktu Tuhan berjanji pada kita. Dia sendiri akan berkomitmen untuk menggenapi janji-Nya dalam hidup kita.. Asaaal kita mo diproses sama Tuhan spaya janji2 TUhan digenapi satu persatu.. *hug*

Dhieta said...

@Kezia : Huaaaa, iya Kez, makasih yaa <3 Ini sedang mengingat lagi kesetiaan Allah :) *hugsback*

Nonik said...

I dont know what to say Mbak. Yaaaah seperti commentku di post sebelumnya, kita lagi sama2 11-12. Aku juga bertanya-tanya, apakah ini yg Tuhan inginkan? Apakah jika aku mengambil langkah ini, aku melenceng dari visi yg Dia berikan? ato jangan2 ini cuma rarasaeun alias rasa2an doank?? aaaah bingung bingung bingung T.T

Ayo Mbak, iman kita pasti lagi di-strench kapasitasnya buat naik level. Kita akan mengalami perkara dg Dia yg lebih dahsyat lagi!!

Mega said...

*pelukkkk Dhieta lagi, nangis lagi, ambil lap buat ingus* Turut merasakan yang kau rasakan Dit, sdang bertanya2 apakah bner ini yang TUHAN mau, ato aku cuma memaksakan keinginanku, apakah benar yang kupercaya, atau aku cuma mengimani apa yang ingin aku percayai dan TUHAN juga menghendakiNya (padahal blon tentu Dia juga mau hal ini, duh).Kalo bner iya, kok sepertinya semua pintu tertutup. Tapi kalo ngga, kok aku sengotot ini T_T Padahal biasanya aku gak segininya.

Theresia Hutapea said...

gpp dhiet...kacau ga kacau yg penting Tuhan tetap sayang kamu, toh dalam keadaan kaya apapun kamu msh dngar Dia bcara kan?itu tnda kalo Dia syg bgt ama elu hahahaha sok bijak nih =,=

Mekar A. Pradipta said...

@Mega : ingusnya simpen sendiri tapinya ya, hahaha... Bingung kan Meg? Bingung kan? Kayany ngga tapi kok kayany iya :p Harus banyak brdiam diri kita, denger2an sama Firman.

@Echa : Takutny ya Cha, gara2 ak ngeyel terus, akhirnya Tuhan jd males ngomong lagi, huehehe, serem ih.

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review