8/21/2011

Pacaran Ngapain, Ngapain Pacaran

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 8:08 am
Masih dari hasil balik-balik jurnal lama, eh ternyata nemuin satu doa yang bikin senyum-senyum sendiri. Dibuat tahun 2009, that means waktu umurku masih 23 tahun. Salah satu doa galau of the year :p


Check this out...

Daddy, pacaran itu sebenernya ngapain sih?
Bukan tentang pergi berdua, ke pantai, nonton atau makan malam kan?
Masa pacaran hanya tentang menjadi inklusif?
Apa bedanya dengan hang out bareng temen?
Bukankah pacaran itu adalah hubungan untuk mempersiapkan pernikahan?
Tapi seperti apa teknisnya?
Bukan cuma menabung dan merancang pesta kan?
Jadi seperti apa teknisnya mempersiapkan pernikahan itu?
Daddy please explain, I know You have the answer.

(September 2009)


Mungkin doa seperti ini masuk kategori galau to the max stuffs (pinjam istilah seorang teman - red). Waktu itu kenapa ya tiba-tiba nulis doa kaya gini? Mmm, kalau ngga salah dua tahun lalu sedang dalam kondisi dekat dengan seseorang, dan sepertinya ada kemungkinan untuk menjalin hubungan.

Lalu kenapa yang keluar doa galau? Bukannya harusnya seneng ya? Setelah didoakan dan ditunggu sekian lama, akhirnya datang juga :p Wah, ternyata tidak sesimple itu.  After all this independence years, aku jadi berpikir, jadi kalau pacaran itu ngapain? Apa bedanya dengan waktu aku single? Yes, you're right, ada yang bilang pacaran adalah masa perkenalan dengan konteks persiapan pernikahan. Jadi pacaran memang sejak awal harus serius, dilakukan dengan mindset "I want to marry this person"


Kalau dipikir-pikir, mungkin waktu itu ada kekuatiran dalam melepas independency. Normal lah, aku pacaran pertama dan terakhir waktu SMP. Itupun prosesnya kacau bukan main #malu# Oh iyaa, ceritanya bisa dibaca disini... Setelah itu aku ngga punya pengalaman lain. Ketika akhirnya diperhadapkan dengan kemungkinan menjalin hubungan a.k.a pacaran, aku sadar betul kalau seharusnya kehidupan single and courtship itu beda. Tanggung jawabnya pasti beda. Begitu juga waktu udah married nanti, punya tanggung jawab sendiri.

Tapi seperti apa teknisnya? Gimana pacaran itu? Ngobrol-ngobrol, nonton, makan, jalan? Gitu doang? Yaa, kalau gitu doang mah kagak usah pacaran juga bisa kalee... I have many friends and even I can do it by my self, jalan sendiri, makan sendiri, nonton sendiri, ngobrol sendiri... eh kalo ngobrol sendiri mah ngga :) Intinya, aku ngga mau kalau pacarku nanti cuma jadi tukang antar jemput, aku juga ngga mau kalau sebagai pacar, aku cuma jadi tukang ngingetin dia buat makan teratur. Aku ngga mau kalau selama pacaran, kami berdua cuma sekedar menghabiskan waktu, bermesraan dan bertengkar, mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, gitu-gitu doang ga ada arahnya... sampai tabungan cukup yang lalu diartikan sebagai waktunya married.

Huaaaaa, jadi pacaran itu ngapain? Stres deh mikirin pertanyaan ginian >.<

Mungkin buat jawab "Pacaran ngapain?" bisa kita awali dengan pertanyaan, "Ngapain pacaran?" Kan kita harus tahu dulu untuk apa kita menjalin hubungan, baru  kita bisa menentukan bagaimana kita bisa mencapai kesana. Ngga mungkin lah kita beli tiket, siapin coat, bikin visa dan lain-lain, kalau kita belum tahu apakah kita mau ke London atau Dubai :p

Menurut aku, tujuan menjalin hubungan itu jelas, MARRIAGE! That's why, kakak PA ku dulu bilang, pacaran adalah masa persiapan pernikahan. It means, when you're not ready to getting married, you should not do courtship. Lalu seperti apa persiapan pernikahan itu, dia bilang belajar berjalan dalam langkah yang sama, dimulai dengan saling mengenal satu sama lain (termasuk mengenal orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga dan teman-temannya). Nah, kalau menurut Pastor Jeffrey Rachmat, perkenalan dalam pacaran harus dilakukan dalam order yang tepat: Spirit first, then Soul, baru Physical,  kalau udah married nanti. Jangan dibalik urutannya ya, bisa gawat >,< 

Mungkin itulah yang waktu itu bikin aku bingung. Kalau cuma makan, jalan, nonton, smsan dan telpon-telponan, garing banget ya pacaran itu. Ngga ada esensinya. Tapi kalau makan, jalan, nonton, dan segala macem kegiatan lain dilakukan dalam kerangka untuk saling mengenal, terutama mengenal Spirit and Soul masing-masing, pasti ngga akan garing lagi. 

Karena sekarang sudah jelas tujuannya, akan lebih mudah lagi kan menentukan "pacaran ngapain aja? Minggu kemarin baru aja kepikiran bikin list: Things  to do to know each other Spirit when in relationship. 

Pertama, pengen deh ikut BPN alias bimbingan pra nikah. Bukan katekisasi pra nikah lho ya. Tapi bimbingan menjalin hubungan yang dimulai begitu cowok dan cewek sepakat membuat komitmen, walaupun marriednya mungkin masih setahun atau dua tahun lagi. Masalahnya kayanya di gerejaku ngga ada deh bimbingan kaya gitu. Jadi gimana dong? Kalau baca di blognya Ci Lia sih di Abbalove ada, tapi aku kan bukan jemaat Abbalove, emang boleh? Di pelayanan Navigator Semarang (tempat aku PA dulu) ada sih bimbingan kaya gitu, kalau yang di Jakarta ada ngga ya? Maybe I should ask some friends in Navigator. Intinya, a place for BPN ini adalah salah satu pokok doa ku saat ini.

Second, I think ketika in a relationship nanti kami (aku dan siapapun itu) akan sharing soal 'apa sate kami hari ini?' :) You know kan kalau HPDT alias Hubungan Pribadi dengan Tuhan adalah prioritas pertama dalam hidup seseorang. By sharing what we get in our devotional time everyday, kami bisa saling check keadaan HPDT kami, dan of course kalau ada masalah (misal: males sate, ga dapet apa-apa, jenuh dll) kami bisa saling support satu sama lain.

Third, aku rindu kami belajar buat bangun family altar. Mungkin dinamakan courtship altar kali ya :p Mungkin satu atau dua kali sebulan cukuplah. Nah, ini adalah waktu buat kami melakukan eksplorasi Alkitab dan doa bersama. Di courtship altar ini, yang akan lebih banyak dipimpin oleh pasanganku, aku berharap pasanganku bisa belajar buat jadi pemimpin rohani di keluarga kami nanti, salah satunya dengan menjalankan peran imam dan nabi. Aduh, berat banget ya jadi pria :p  Anyway, lewat courtship altar ini aku berharap kami juga bisa belajar buat punya kesatuan hati dalam doa. Maybe we'll make a prayer list yang akan kami isi dengan pergumulan kami as a couple and as a person. Kami juga bisa tulis nama orang-orang yang butuh dukungan doa dari keluarga kami masing-masing. By praying for them, we learn to love them, walaupun mungkin kami belum pernah ketemu dan kenal secara pribadi dengan keluarga yang kami doakan itu, kami belajar buat punya hati bagi keluarga pasangan kami.


Ya sementara itu dulu sih. Of course, di luar itu masih banyak yang bisa direncanakan, misalnya ke gereja bareng. Walaupun mungkin gereja kami ga sama I will ask him buat kami tetep punya waktu ke gereja bareng maybe for once in a month. Di luar itu kami harus tetap tertanam di gereja kami masing-masing sambil berdoa kalau udah married nanti kami mau berjemaat di gereja mana. Yang jelas, I pray we can do our courtship in the middle of communities, friends and families.


Jujur aja, aku baru ngeh soal pacaran ngapain itu akhir-akhir ini loh. Padahal tanyanya udah lamaaaa banget, 2009 gitu loh, gile aje! Memang sih, tahun 2009 itu aku dan dia yang kebetulan dekat denganku itu akhirnya  tidak memutuskan untuk menjalin hubungan karena dia merasa kondisi karir dan keuangannya belum mapanAgak kecewa memang :p Tapi kalau sekarang dipikir-pikir, waktu itu aku juga sebenarnya belum siap, lha wong masih bingung pacaran ngapain, siap dari Hongkong? :) Tapi waktu itu of course I think I'm ready to be in a relationship, but the fact? Jadi inget sharing ci Grace di post ini bahwa penilaian  kita siap atau tidak untuk menjalin hubungan itu seharusnya datang dari pihak lain yang punya otoritas atas kita. Seperti Tuhan kepada Adam, Abraham kepada Ishak atau Naomi dengan Ruth. Kalau dari aku nya sih, dari SMA juga udah ngerasa siap -siap aja buat menjalin hubungan, padahaaaalll... (^^')


Sekarang jadi ingin bersyukur kepada Allah karena waktu itu Dia menghentikan pria itu. He knows the best, like always. Bersyukur juga, as a single, buat kesempatan yang lebih untuk mempersiapkan diri sebelum in a relationship. Menyusun things to do to know each other Spirit when in relationship ini salah satunya :)




God bless,

7 comments:

marthavina said...

Hi..Ditha,terima kasih buat sharingnya, terus terang, saya gak sedewasa kamu dalam memaknai suatu hubungan or pacaran saat saya masih "muda", he..he..jatuh bangun deh, nguras energi, hati dan pikiran. Padahal kalau dipikir pikir, ampun deh..! gak berharga sama sekali. Saya ngaku salah, karena saya lebih mikirin keinginan saya dibandingkan mendengar suara Tuhan , dan waktu yang ditentukan oleh Nya, namun saya bersyukur, even gmana pun..saya bisa save all the best for last..:) sepertinya anak muda seperti saya dulu itu, menganggap kalo singgle itu un happy, padahal, dgn waktu bebas yg kita miliki kita bisa invest pd hal pendidikan, karier, pelayanan dan juga masa kita mempersiapkan diri untuk tahap kehidupan selanjutnya, yaitu dengan pacaran , dan kemudian menikah, pacarannnya tentu, bukan dengan gaya yg bebas..tapi yg bertanggung jawab, lebih kepada pengenalan rohani seseorang. Dan jgn pas pacaran di isi dgn makan, nonton..percaya deh lama lama basi..cuma ngenal permukaannya aja. Apa yg Ditha lakuain dah bener, hope you will meet right man, in the right place , in the right time, with God Bless. soon. Btw..saya dulu pernah ada pengalaman gak enak soal relationship, bisa lihat kalo ada waktu di http://kicaugembiramama.blogspot.com/2011/06/i-will-survive.html

Mekar A. Pradipta said...

Hi, kak martha... tapi dhieta ga sedewasa itu kok hehe... dan jujur aja, pernah bikin kacau juga waktu berproses soal pasangan hidup ini. Pernah patah hati parah, pernah sok pake kekuatan sendiri, pernah ngalamin emotional dependency sama cow. tapi bersyukur karena Tuhan sanggup mengubah yang buruk jadi baik, semuanya membawa kebaikan, dhieta jadi bisa belajar banyak soal prinsip2 yang benar soal ini.

iya, dhieta udah baca sharing kak martha #hug# yang jelas, kalo cerita cintaNya ditulis sama Tuhan pasti endingny happy ya kak...

Amin, thanks doanya. Iya, the right man in the right place. I believe he's on the way... (belajar memperkatakan iman wkwkwk)

Mega said...

bagussss bangettttt Dit...., boleh nih dicontek, hehehehe. Dulu waktu muda (hahahaha, emang udah tua to sekarang) ma pacaran cuma karena ikut2an teman aja, pengen nyobain (emang makanan ^^'). Gak jelas tujuannya, gak jelas apa yang dilakuin. Sekarang udah mau kepala 3(I'm 26 now, hehehe)baru mikirnya pacaran buat nikah. Tapi, aku bner2 gak mau asal nikah, aku paling jengkel denger temen kantorku bilang 'ga usa terlalu milih2', yang penting buruan merit. Busyetttt....
Sembarangan aja mereka ngomong gitu *heran*

dhieta said...

@ mega: hehe, jangan nyontekdoang, kasi tambahan lagi dong biar to do list ny makin banyak :D ho'oh, bete deh meg, kalo disuruh nurunin standar... padahal kan buat sekali seumur hidup yaa, jadi harusny malah harus bener2 selektif milih pasangan :D okeeeh, mari kita bersemangat dalam penantian!!! wkwkwkwk... heboh kali bah! :p

Mega said...

hahahahaha, mosok temanku bilang kayak gitu juga,gini dia bilang "jangan ketinggian standar, ntar susah dapat jodoh".*gubrak* Tinggi po standarku yang 'cuma' mengasihi TUHAN (bukan Kristen KTP doang) dan mengasihiku? Dan aku juga mengasihi dia tentunya....So simple kan???Kan??/ *maksa* Gkgkgkgkgkg. Wokeh Dit, semangat menanti ya!!! Aku bertekad jadi single yang happy, wanita Allah yang mempesona, supaya waktu orang sibuk nanya 'sapa phku' itu karena mereka gak sabar pengen menyaksikan keluarga Allah yang kami bentuk (AMINNNNN...), bukan basa-basi doang karena gak ada bahan pembicaraan laen ^^V

Farha Elein Kukihi said...

Aku baru baca tulisan ini.... lg ngubek-ngubek blognya mbak Dhieta,hehehe

Thx for sharing this, mbak...aku sbnrnya jg pernah punya pikiran yg sama kyak mbak Dhieta. Entar klo memasuki courtship, ngapain yah?
Dan setuju bgt sm list yg mbak bikin.

Once again, thx Mbak...
God bless

Dhieta said...

Hahahaha... kirain udah diubek ubek dari dulu :D

Iya, at least sekarang kalo masuk courtship kita udah tahu mesti ngapain yah^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review