8/29/2011

Zombieeee.... and the Blessing!

Dibagikan oleh Dhieta at 9:57 pm

Berhubung aku sedang tidak mellow n menyek-menyek, rasanya sekarang cukup aman buat ngelanjutin My Own Serendipity :) Yang belum baca sharing sebelumnya, bisa langsung klik aja... :D

Anyway, sekarang, aku agak iri dengan dengan sahabatku Ester. Suaminya adalah pacar pertama dan satu-satunya. Indah dan romantis sekali kan? If you want to know gambaran hubungan Ester, bisa dibaca disini. Intinya, Ester tidak seperti aku yang jatuh cinta dan patah hati lalu jatuh cinta dan patah hati lagi, begitu berulang-ulang :'(

Aku memang hanya sekali menjalin hubungan. Tapi aku gagal untuk menjaga hatiku agar tidak jatuh cinta terlalu mudah. Hatiku gampang lumeeeerrr, hiks. Apalagi dengan pria tampan bermuka persegi dan berkaca mata (ga jauh-jauh dari tampang Mamoru Chiba - pacarnya Usagi Tsukino di serial Sailor Moon :p), lalu ditambah dengan talenta musik yang tinggi, dan pintar main sepak bola. Udah deh, nyerah aja lah diriku >,<



Seperti cowok teman sekelas di SMA dulu. Ketua kelas tampan, berbadan tinggi dan tegap, and of course, pakai kaca mata. Haha... favoritku banget tuh. Tapi sebenarnya tidak ada yang istimewa. Dia ketua kelas dan aku sekretaris. Kami banyak berdiskusi soal program kelas tapi tidak ada yang lebih dari itu. Memang sih, dia pernah sekali memuji, "Pita pink itu cocok buat kamu", tapi ya sudah, tidak pernah lebih dari itu.

Entah bagaimana suatu siang seorang teman bilang si ketua kelas itu naksir aku. Woow, apa-apaan ini? Aku cuma bengong-bengong ngga percaya. Sampai suatu hari si ketua kelas itu bilang dia mau mengantarku pulang dan bicara sesuatu.

Ooops! Ternyata dia minta jawaban??? Whoaaa... apa yang harus kubilang?Ok, ok, he's nice, he's cute but he's not a Christian. Waktu dia bicara yang ada di otakku adalah bayangan kakak rohani dan semua pengajarannya tentang kriteria pasangan hidup. Bagaimana dia selama ini selalu menekankan agar kami mendoakan pasangan yang seimbang. Katanya, "Kristen saja tidak cukup, dia harus seorang yang sudah lahir baru. Lahir baru saja tidak cukup, dia harus seorang Kristen yang bertumbuh. Seperti apa? Seorang yang punya hubungan pribadi dengan Allah. Seorang yang mau belajar dan diajar menjadi seperti Kristus."

Ah, sudah jelaslah, jawabannya seperti apa. Tapi bagaimana aku bisa jawab tidak? He's sooo captivating ... (halaah, kayanya semua cowok kok captivating :p)

Satu hal yang aku syukuri adalah aku punya pemimpin rohani, namanya Mba Tatik. Kalau tidak entah apa yang terjadi. When I shared this part to her, dia cuma menjelaskan singkat. "Dhieta, kamu sudah tahu kebenarannya. I Korintus 6:14. Masih ingat?"

"Iya, mbak. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya."

"Iya, Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?," Mbak Tatik melanjutkan. "Mari kita lihat identitas kalian di dalam Kristus. Dengan Kristus kamu terang. Tanpa Kristus dia gelap. Dengan Kristus kamu orang benar. Tanpa Kristus dia orang durhaka. Dengan Kristus kamu hidup. Tanpa Kristus dia mati. Do you want to be in a relationship with a dead? With a zombie?"

Itu adalah teguran terkeras yang pernah aku terima dari Mba Tatik.

Akhirnya dia cuma bilang begini, "Kamu sudah tahu kebenarannya. Silakan pilih sendiri mana yang mau kamu ikuti. Keinginanmu atau keinginan Allah. God give you free will to choose."

Aku sangat memahami kenapa Mba Tatik begitu to the point. Kami sudah sering membahas bagian ini, bagaimana istri-istri Salomo yang menyembah berhala membuat Salomo menjauh dari Allah. Kami juga pernah membahas, dalam terjemahan lain pasangan yang tidak sepadan digambarkan sebagai orang yang membawa kuk yang berbeda. Tentu saja itu berarti dua orang itu tidak dapat berjalan dengan seirama, bahkan sekalipun tujuannya sama. Ah sudahlah, pokoknya udah jelas semua resikonya menjadi pasangan tidak sepadan. Jujur saja deh, setiap pembahasan soal pasangan hidup, di gereja, di persekutuan siswa, di saat teduh, kasus ini paling sering dibahas.

You know the truth, now you have to choose...

Dalam hati ku aku berpikir, 'Aku pengen pacaran, tapi tidak dengan Zombie...'

Pada akhirnya aku memang mengatakan tidak, siang-siang sepulang sekolah. After that, I cried a lot in the class room. But I thank God, kalau aku bisa taat itu bukan karena kesanggupanku, tapi karena Kristus lah yang mengerjakan kemauan itu di dalamku (bd. Filipi 2:13)

Yang ingin aku bagikan adalah, sekali kita taat, biasanya selanjutnya akan lebih mudah. Setelah itu aku banyak bertemu dengan pria-pria yangmoreeee captivating dari si ketua kelas itu, tapi mereka tidak mengenal Kristus. Langsung ada spanduk besar terpampang di otakku, "Zombieeeee... watch out!" Haha, tentu saja aku tidak langsung lari terbirit-birit, aku hanya memencet tombol otomatis dan pagar besi menutup pintu hatiku rapat-rapat :D

Kedua, ketaatan sekecil apapun pasti Ia perhitungkan. One night, I asked God when will my waiting be over, when will my prince come. It was an ordinary night in the year 2007, 4-5 years after I said no to the zombie.

Allah menunjukkan padaku kehidupan seorang Kaleb bin Yefune di Yosua 14:16-15. Kita pasti masih ingat dia adalah salah satu dari dua belas pengintai Israel. Bersama Yosua, ia membawa kabar yang benar tentang tanah Kanaan dan tetap berdiri dalam iman tentang penyertaan dan penggenapan janji Allah. Karena Kaleb taat, ia tetap diijinkan masuk ke tanah Kanaan meskipun orang-orang seangkatannya tidak. 45 tahun kemudian Allah tetap memelihara hidup Kaleb. Saat pembagian tanah Kanaan, Kaleb meminta Hebron dan ia mendapatkannya." Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti Tuhan, Allah Israel, dengan segenap hati (Yosua 14:14)

Dan inilah perenungan yang kutulis di jurnalku waktu itu, "Sebuah tindakan yang menunjukkan iman, ketaatan dan kesetiaan tidak akan dipandang sepi oleh Allah. Pasti ada berkat yang ia sediakan karena semua itu. Dulu saat aku begitu menginginkan si ketua kelas, tapi melepaskannya karena lebih ingin mengikuti kehendak Allah, pasti Dia tidak akan memandang sepi begitu saja. Masakan Allah tidak akan memberi aku pasangan terhebat? Jadi kenapa harus kuatir? Kenapa harus resah? Bukankah itu hanya soal waktu?"

Sampai sekarang janji itu adalah salah satu bagian yang menguatkanku di masa penantian. Memang belum digenapi, tapi bukankah dari segala sesuatu yang baik yang dijanjikan Allah, tidak ada yang tidak digenapi? Semuanya pasti digenapi.

Nah, mungkin sekarang ada di antara kalian yang sedang bergumul dengan zombie :p You know the truth, and you have the free will to choose... I hope this sharing can help you to choose.


God bless,

6 comments:

Mega said...

great post Dit d^^b jangan jatuh cinta ma zombie, wkwwkwkwkwkwk. analaogi yang muantab bin mak nyus.

dhieta said...

@Mega: thankies, Meg... iya tuh, kakak rohani ku itu bener2 klo bikin analogi... langsung PLAK!!! jadi tertampar-tampar lah adek rohaninya ini hahaha. Tapi bagian ini jg menolongku punya belas kasihan lebih buat mereka yg belum kenal Kristus, they dont know where they're walking ahead ...

marthavina said...

Hi..hi..cowok idamannya Ditha sama seperti aku dulu waktu belum ketemu suami ku. dan suami ku...jauh dari kriteria fisik yg disebut tadi, kecuali kaca matanya, ha..ha..ha.., tapi, Ditha kriteria fisik itu hanya kurang dari 10 % , berpengaruh dalam hubungan, selebihnya adalah pada kualitas pribadinya. Dan yang paling indah adalah bersama teman hidup yang sangat mencintai Tuhan. dasar itu sajalah yang bisa membuat rumah tangga kita terberkati, dan perjalanan pernikahan kita bermakana dan menyenangkan.So...even kriterianya 100 % match, tapi kualitas pribadi, dan imannya beda, pls...set the alarm, and then GO...!

dhieta said...

setuju kak, kan fisik itu ga abadi, ntar jadi peyot2 keriput pula :D itu kali ya pentingny punya kasih yang sejati, yg ga berdasarkan penampakan semata :) yo'i kak, moga2 aj alarmny tetep berfungsi, ga perlu reparasi hehehe...

welly said...

huaaaaa, keren banged dit..Aku udah punya pacar tapi tetap diberkati dengan tulisanmu ini. Percayalah, pasanganmu nanti memang pantas untuk dinantikan :)

dhieta said...

Amin, welly, he's worth waiting for... makany sekarang senjataku Pray and Patience hehe :) Waah, sukses y buat relationship yg lagi dijalin, makin menajamkan satu sama lain jadi semakin mirip dengan Kristus, and of course semakin dipersiapkan buat "the next level" :D

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review