8/20/2011

Iman Ngotot, Iman Rempong

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 7:54 am
Pengen nulis, tapi bingung ga ada ide -.- Baru sadar kalo masih punya utang buat seleseiin seri The Road to the Ministry dan My Own Serendipity. But, berhubung sekarang lagi males ngomong cinta2an, ya sudahlah ya, mari kita lanjutkan The Road to the Ministry saja :) Ini adalah seri ke-2, yang belum baca sebelumnya, baca dulu seri sebelumnya yaa...

***

Oke, jadi setelah menemukan konfirmasi dari Allah, aku mulai menjalani proses rekrutmen Kemlu dengan kemantapan hati, kan kemenangan sudah dijamin!^^ Tapi sebenernya tetep ketar-ketir juga sih, soalnya setelah mengamati jumlah saingan, woooowww, jumlahnya udah ngga ratusan lagi. Di tahap pertama, which is tahap seleksi administrasi, yang daftar secara online jumlahnya mencapai angka 24.000 lebih. Memang sih, pada akhirnya ngga semua mengirim berkasnya, tapi jumlah berkas yang akhirnya diterima panitia masih mencapai angka 20.000 lebih.



Nah, biar ngga bingung, mending kuceritain dulu soal tahap-tahap rekrutmennya. Tahap pertama, adalah seleksi administrasi. Ini adalah tahap pengiriman berkas, mulai dari ijazah, transkrip nilai, dan formulir pendaftaran. Tapi untuk mengirimkan berkas-berkas ini kita harus registrasi online dulu di situs Kemlu, termasuk untuk mendapatkan nomor peserta ujian dan download formulirnya. Nanti dari account kita di situs ini semua komunikasi dari panitia dilakukan, termasuk soal info ujian dan pengumuman kelulusan. 


Utuk seleksi adminitrasi ini, tips yang bisa aku kasih adalah susunlah semua berkas sesuai urutan yang dibuat panitia di pengumuman rekrutmen. Segala macem mulai dari ijazah, transkrip, kartu kuning, foto copy KTP de el el, susunlah persis seperti list panitia. Ini untuk memudahkan panitia seleksi dan sure, ini bisa jadi poin plus diantara ribuan aplikasi di meja panitia. Ngelihatnya aja kali mereka udah mau pingsan :p

Setelah seleksi administrasi, kita harus ikut ujian tulis. Setelah itu, kalau dinyatakan lolos, harus ikut ujian bahasa. Setelah itu, kalau dinyatakan lulus lagi harus ikut final test, yang terdiri dari tes psikologi, tes penguasaan teknologi dan wawancara. Detail setiap ujian nanti aja pas aku cerita soal pengalamanku di setiap ujian itu ya. Btw, seleksi Kemlu ini sudah mendapatkan sertifikat ISO untuk transparansinya lho, jadi kalau ada yang bilang seleksi PNS penuh dirty money and nepotism, setahuku sih di Kemlu udah ngga ada gitu-gituan :)

***

Waktu itu pendaftaran online dan pengiriman berkas dilakukan sekitar bulan Juli. Tapi pengumuman apakah aku lulus seleksi administrasi baru didapat di bulan Agustus. Nah selama masa menunggu itu, Tuhan banyak sekali bicara tentang iman. bagian-bagian Firman Tuhan yang sudah berkali-kali kubaca ternyata membawa banyak rhema baru soal iman. And I know it spoke about my recruitment...

Pertama, kisah tentang orang lumpuh disembuhkan di Matius 9:1-8. You know kan, itu cerita tentang empat orang yang menggotong orang lumpuh buat disembuhin sama Yesus, tapi berhubung Yesus lagi jadi seleb yang dikerubungin banyak orang, mereka akhirnya bongkar atap biar bisa bawa si lumpuh ke hadapan Yesus.

Waktu itu timbul pikiran, ya ampun, 4 orang ini ngotot banget sih... antri aja nape, pake bongkar atap segala :p Well, ternyata Tuhan kasih hikmat begini, mereka berusaha yang terbaik (in my words: ngotot!), karena mereka tahu mereka punya pengharapan di dalam Kristus yang berkuasa menyembuhkan. Mereka bukan orang yang berprinsip, kenapa harus bersusah-susah, kan belum tentu sembuh. No! Mereka adalah orang yang  berprinsip, kalau kita ketemu Yesus, pasti orang lumpuh ini sembuh. Jadi mereka tahu kalau usaha mereka ngga akan sia-sia. That's why, meskipun banyak halangan, mereka mau ber-rempong-ria mendapatkan kesembuhan itu.

Aku ingat ada teman yang pernah bilang, "Ah, kalau ngelamar PNS mah udah ga usah belajar, kan itu untung2an. Kemungkinannya fifty-fifty gitu. Daripada ntar udah susah2 belajar tapi ga keterima, kan sakit hati." Well, bukan itu mental orang lumpuh dan empat orang temannya, mereka justru mikir begini, "Kami mau berusaha yang terbaik, apa yang kami bisa, karena di dalam Yesus yang kami punya bukan kemungkinan, tapi kepastian."

Keren ya mereka?

Masih ada lagi, Tuhan juga tunjukkan dari Matius 9:18-26 tentang Kepala Rumah Ibadat Yairus yang anaknya baru saja meninggal dan datang kepada Yesus agar Ia datang, menumpangkan tangan dan anaknya sembuh. See? Aku ngga akan heran lah kalau Yairus datang ke Yesus waktu anaknya sakit. Tapi ini anaknya sudah mati, which is secara manusia sudah ngga ada harapan lagi. Dari Yairus aku belajar tentang iman yang tidak menyerah pada keadaan. Lihat saja kata-katanya, "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tanganmu ke atasnya maka ia akan hidup." Waaaah, keren banget kan pernyataan imannya. Dia ngga dateng kepada Yesus dengan menyek-menyek, tapi dengan perkataan iman. Bandingkan dengan perkataan orang-orang yang di rumahnya yang bilang, "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi kau menyusah-nyusahkan guru?" (Markus 5:35) Tuh kan, benar-benar tipe orang-orang yang ngga mau rempong dan berusaha maksimal. Tipe-tipe seperti ini kadang kalau didengerin bisa bikin kita takut, kuatir dan kecil hati. Mungkin karena itu kemudian Yesus memantapkan hati Yairus, "Jangan takut, percaya saja." (Markus 5:36)

Trus di perikop itu juga diceritakan tentang perempuan yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan. Pasti kita sudah hafal dengan bagian dimana dia rempong menerobos banyak orang yang berkerumun dan berdesakdesakkan di sekeliling Kristus. Hanya untuk menjamah jubahnya. Aih, iman macam apa itu ya? Benar-benar iman yang menarik keluar kuasa Allah. Padahal dia sudah mencoba segala macem tabib tapi ga sembuh-sembuh dan malah jadi semakin parah (Markus 5:25-26). Mungkin kalau aku jadi dia, aku udah mikir, "Ya udahlah, mungkin emang udah takdirku sakit. Selama ini toh aku udah usaha, males ah usaha lagi." Tapi sungguh iman wanita ini juga adalah iman yang tidak menyerah pada keadaan, sesulit apapun itu #geleng2 kepala#

Aku tahu Yairus dan juga wanita itu datang kepada Yesus dengan alasan yang sama dengan si lumpuh dan keempat temannya. Mereka datang kepada Kristus karena mereka tahu di dalam Yesus selalu ada harapan, dan mereka percaya di dalam Yesus yang dia miliki bukan kemungkinan tapi kepastian. Itulah kenapa perempuan itu bilang, "Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh."

Dari mereka aku belajar kalau rekrutmen di Kemlu ini, seperti yang ku bilang di seri 1, adalah jalan Yosua: the road of faith. Dan iman jenis inilah yang harus kumiliki, iman yang ngotot alias mau mengusahakan yang terbaik, iman yang tidak menyerah dengan keadaan yang nampaknya mustahil dan iman yang berani meminta dan mengusahakan hal-hal besar. Aku harus berani rempong, karena aku tahu itu ngga akan sia-sia, kan di dalam Kristus yang aku miliki bukan kemungkinan, tapi kepastian!!!

Oke, sekarang adalah prakteknya. Pengumuman seleksi administrasi belum keluar, tapi waktu itu aku sudah belajar. Ya, itung2 langkah iman lah :p Dari hasil browsing di internet aku dapat info kalau ujian tulis Kemlu biasanya soal sejarah diplomasi Indonesia dan current issues nasional maupun internasional. So, mulai deh baca-baca koran biar tetep update. Thanks God banget waktu itu aku kerja di Gramedia dan dapet Kompas gratis dari kantor. Tapi kalau biasanya cuma baca Kompas, sekarang nambah Jakarta Post juga (yang bisa baca gratis juga di toko ^^), sekalian belajar bahasa Inggris. Even aku juga gunting berita yang menurutku penting buat dipikir-pikir (maksudnya dianalisis) dan dicatat apa yang penting. Haha, ngotot banget ya? Belum juga pengumuman admin... Biarin, kan di dalam Yesus yang aku punya bukan kemungkinan, tapi kepastian! :D

Lalu setelah itu, to be continued... :p




God bless,

3 comments:

FarhaElein said...

Mbak Dhieta,, aku baru baca yang ini sm seri I... kok lanjutannya blm ada ? :DD

Dhieta said...

belom sempat nulisnya Farha, masih kena penyakit males hehe... sabar yah :)

FarhaElein said...

Dtgu ya, mbak ^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review