8/20/2011

Journal Statement (Part 2)

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 6:24 pm
Okay, as I told you before... Ini adalah re-write beberapa statement hasil bongkar-bongkar jurnal lama. Agak mirip-mirip puisi memang, tapi bukan kesengajaan, mungkin gara-gara kadang aku bikin suka bikin puisi, puitisnya jadi kebawa kali ya :p Oh iya, kalau kamu suka puisi, bisa main ke blogku dunia kecil biru atau catatan dari sudut taman (Idiiihhh, promosiiii...)


Just take a look then...

Ini doa singkat di tanggal 20 April 2008.

Lord, 
Help me not to worry all the things I dont need to worry
Help me to surrender in You and to have Your peace in my heart
Just because I know that my life is guaranteed by Your plan
Help me to understand Your willing plan cause I know Your plan is the best for my life,
Let Your will be done on me...


Lalu ini di tanggal 9 Juli 2008

Tuhan, bantu aku mengerti, bantu aku memahami,
bahwa untuk setiap pertanyaan, pasti ada jawaban,
meski aku harus menanti, kupercaya setiaMu tak akan pergi...

Mmm, kayanya temanya kurang lebih sama ya. Soal hati yang gundah gulana dan bergumul untuk kehendak Tuhan :) Sering banget kan kita ngalamin fase, "Tuhan sebenarnya mauMu apa?" Aduh, harus jalan kemana diriku ini. Keadaan sepertinya semakin membingungkan. Akhirnya yang timbul justru pertanyaan-pertanyaan. Tapi jawaban tidak datang-datang. Akhirnya kekuatiran deh yang harus dilawan. *sigh*

Untungnyaaa, kita punya Allah yang super duper baik. Karena Dia menjamin kalau Dia akan memberikan bimbinganNya. Lihat yuk di Mazmur 32:8, "Aku akan mengajar dan menunjukkan jalan yang harus kautempuh, Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepada." Senangnyaaaa.... Ternyata kalau kita mau tanya Tuhan soal kehendakNya, Dia dengan senang hati akan menunjukkan jalan. Even, Dia selalu siap dengan nasihatNya dan Dia juga akan selalu memberikan pengawasan. Kita sungguh sedang tidak berjalan sendiri. 

Serem deh kalau harus berjalan dimana Tuhan tidak ikut berjalan bersama kita. Soalnya penyertaan Tuhan itu lah jaminan kemenangan. Kaya Yusuf di Kejadian 39;23, "... karena Tuhan menyertai Dia, dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil." Rahasia ini juga yang diketahui Musa, makanya dia kekeuh bilang, "Tuhan, bila kau tak besertaku, ku tak mau berjalan." Dan ngga cuma soal kemenangan aja, kalau kita berjalan di jalan yang ternyata ngga dikehendaki Tuhan, bukankah itu berarti kita juga berjalan dari destiny dan blue print yang sudah Allah sediakan. Apalah artinya hidup kalau ternyata ngga sesuai skenarionya Tuhan?

But of course, Tuhan akan jawab sesuai waktuNya. Misalnya kita masih SMP dan bergumul soal, "Tuhan, kemana kampus yang engkau kehendaki buat aku kuliah?" tapi Tuhan belum juga jawab. Oh, please, masuk SMA dulu dong, baru obrolin soal kuliah. Intinya, kalau Tuhan belum kasih arahan, ya mungkin memang belum waktunya, atau Tuhan bisa juga sedang melatih ketekunan dan kesabaran kita. Yang jelas, there are many good reasons why Tuhan belum menyatakan jalanNya saat kita sudah bertanya.


Masalahnya kadang Tuhan udah nyatain jalanNya, tapi jalanNya aneeeehhh banget. Mungkin Tuhan bawa lewat tempat-tempat ga jelas gitu, arah yang Dia pilih juga bisa jadi muter-muter. Aduh, jangan-jangan nyasar lagi :p However, kunciNya tetap percaya, tetap berjalan sesuai direction yang Dia beri. Tuhan punya rencana... RencanaNya itu akan disingkap selangkah demi selangkah, makin jauh kita berjalan makin jelaslah gambaran yang kita miliki. Mari berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan. Like my statement before, meski aku harus menanti, kupercaya setiaMu tak akan pergi...

Btw, sebenarnya rencana awal cuma mau nulis statement doang loh, kok bisa jadi panjang gini ya?^^



God bless,

0 comments:

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review