12/12/2011

My Unique Family

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 4:43 pm
Sepertinya aku pernah share kalau aku sedang bergumul untuk membuka selapis sisi gelap dalam hidupku. Mungkin kamu selama ini berpikir, "Wow, this girl has a very wonderful life. Look at her, she's pretty, she's smart, she's blessed..." (Wakakak, ini ngasih contoh atau narsis yak :p) Anyway, aku diberkati? Iya, sangat benar. Aku diberkati, sangat diberkati, termasuk diberkati dengan keluarga yang unik.

Kalau kamu tanya aku ini berapa bersaudara, aku akan jawab kami empat bersaudara. Tapi kalau pertanyaan yang sama kamu ajukan ke kakakku, dia akan jawab 3 bersaudara. Kalau ditanyakan pada kakakku yang lain, mungkin dia akan jawab kami hanya 2 bersaudara. Loh? Loh? Loh? Ada apa ini sebenarnya?


Aku adalah anak bungsu sekaligus anak satu-satunya dari Bapak dan Ibu. Apakah ini sedikit menjelaskan? Wkwkwk, bingung yah??? :p Jadi begini, aku punya 3 orang kakak, satu dari pihak ayah dan 2 dari pihak ibu. Ketika bapak dan ibu menikah, mereka adalah duda dan janda, masing-masing membawa anak dari pernikahan sebelumnya. Well, kalau begini pasti kamu sudah tidak bingung lagi.

Dengan keunikan seperti ini, keluargaku sebenarnya tidak terlalu istimewa. Maksudku, kami bersyukur karena we can love each other just like a normal family. Memang sih kakak-kakakku masih memanggil Bapak dengan sebutan 'om' dan hubungan mereka tidak sedekat hubunganku dengan Bapak. Tapi di luar itu tidak ada sesuatu wah untuk diceritakan. memang ada beberapa hal yang masih aku doakan sampai sekarang, tapi secara umum, tidak ada konflik berkepanjangan atau parah banget yang kaya badai tak pernah usai. We're just normal with our uniqueness :)

Aku tidak pernah bertanya kepada Tuhan kepada aku dilahirkan di tengah keluarga yang unik seperti ini. Tuhan pasti punya rencana. Aku percaya. Keluarga adalah alat Tuhan untuk membentuk kita. Itu juga aku percaya. Tapi bagaimanapun, kami tidak memiliki kedekatan seperti keluarga-keluarga lain, yang lebih 'normal'. Kami jarang makan bersama di luar. Kami jarang ngobrol bersama satu keluarga. Kami juga tidak punya tradisi seperti saling memberi hadiah etc etc etc. Jadi tetap saja ada yang kurang sih.

Aku menerima dan menikmati kelurgaku, kecuali satu hal, kekristenannya. Kadang aku masih iri dengan keluarga-keluarga Kristen yang benar-benar Kristen. Maksudku yang bukan Kristen status doang, tapi keluarga yang punya mezbah keluarga, yang saling mendoakan, yang ke gereja bersama, yang saling menguatkan dengan Firman Tuhan. I don't have a family like that. Aku tidak dibesarkan di tengah keluarga yang rohani. Kristen iya, tapi hanya sekedar Kristen sebagai status. Kami tidak punya mezbah keluarga. Pendidikan agama dalam keluarga tidak pernah jadi prioritas. Aku dibesarkan dengan target menjadi orang baik dan pintar, bukan target sebagai seorang Kristen yang benar.

I don't know but maybe aku malah orang pertama yang lahir baru di tengah keluargaku. Dua orang kakakku dari pihak Ibu, satu orang Kristen dan satu orang Katolik. Ibu juga dulu seorang Katolik, yang menjadi Kristen karena menikah dengan Bapak. Kakakku dari pihak Bapak justru adalah seorang muslim, karena sebelum jadi Kristen, Bapak adalah seorang muslim, seperti halnya kakek dan nenekku. Kalau kakek dan nenek dari pihak Ibu justru memeluk agama suku, yaitu Kejawen, dengan tradisi-tradisi kaya puasa, berendam di sungai pada malam-malam tertentu, memberikan sesajen dan hal-hal seperti itu.

Di antara semua masalah keluarga, Bapak dan imannya, selalu jadi pergumulan luar biasa. Bapak yang ke gereja hanya saat hari-hari perayaan. Bapak yang tidak pernah sepenuhnya setuju dengan semua aktifitas kerohanianku. Bapak yang menyuruhku untuk stop KTB dengan alasan aku sudah kelas 3 dan harus mempersiapkan kelulusan plus seleksi masuk PTN. Bapak juga yang menyarankan aku ngga terlalu aktif di PMK karena takut aku jadi ekstremis. Bapak yang suatu hari memanggilku dan mengajakku bicara secara khusus tentang betapa fanatiknya aku. Bapak yang menunjukkan kesalahan pendeta ini dan pendeta itu. Bapak yang mengkritisi firman yang dia dengar. Bapak yang membuatku hancur hati karena begitu menginginkan dia diselamatkan.

Bapak memang seorang Kristen, tapi dulu dia pernah bilang, dia jadi Kristen karena cuma perlu ke gereja seminggu sekali. Well, sepertinya itu memang hanya bercanda, tapi aku justru menangkap Bapak punya antipati tertentu dengan kekristenan. Bapak mungkin malah lebih mendukung humanisme. Ekstrimnya, buat Bapak, an atheis who support humanity is better than a Christian who did nothing for humanity. Aku tidak tahu ada apa dengan masa lalu Bapak, yang jelas sepertinya dia sudah pernah dengar soal keselamatan, tapi entah apa yang membuat dia tetap mengatakan kalau Yoh 3:16 itu bisa refer to everybody from every religion, ga cuma Yesus aja. 

When I hear it, my heart was totally broken.

Selama masa-masa gelap dengan keluarga itu, yang bisa aku lakukan cuma diam. Bapak itu ahlinya debat, jadi ga ada gunanya tunjuk ayat ini, tunjuk ayat itu. Aku dengan pengetahuan teologiku yang mepet, tidak akan efektif melawan kekerasan hatinya. Aku cuma bisa submit to my parents dan tetap berdoa buat mereka. One thing, God asked me to obey, so I did.

Efesus 6:1-3
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

God asked me to obey. I obeyed. Bapak mau aku stop KTB, aku stop KTB. Bapak tidak mengijinkan aku kerja part time jadi penyiar radio rohani (karena dia takut pada akhirnya aku memutuskan jadi full timer tanpa pernah kerja di market place), ya sudah, aku tidak jadi apply. I obeyed though it was so painful.

Aku jarang bicara soal imanku pada Bapak dan Ibu. Bukan karena tidak mau, tapi lebih karena aku jarang didengar. Remember, aku ini si bungsu manja kutu buku yang kerjaannya kalau ga baca ya tidur :p Apa yang aku katakan biasanya tidak dianggap. Akhirnya, aku jarang bicara soal imanku, tapi sepertinya ada yang berbicara lebih banyak pada mereka. Mungkin ketaatanku, mungkin pencapaian-pencapaianku, mungkin prinsip-prinsipku soal beberapa hal, mungkin juga alkitabku yang menurut mereka sudah tidak layak pakai. I don't know. Tapi aku tidak akan pernah lupa hari saat Bapak bilang, "Dek, kamu itu anak yang sangat diberkati." Ada apa ini, pikirku waktu itu? Apakah pada akhirnya Bapak melihat bagaimana Tuhan bekerja di hidupku dan memutuskan untuk mempercayai Tuhan yang sama? I don't know.

Setelah tahun-tahun penuh air mata, pada akhirnya aku seperti melihat titik terang. Titik terang pertama, akhirnya ibu akhirnya bisa dimenangkan. Setelah aku bekerja dan bisa agak 'berkontribusi' pada keluarga, Ibu justru mulai melibatkanku pada pergumulan-pergumulannya. Khusus mengenai Bapak, dia tidak pernah bicara dengan dua orang kakakku karena tidak mau membuat ganjalan dalam hubungan mereka dan Bapak. Bagaimanapun, hubungan anak dan ayah tiri punya kerentanan tersendiri. jadi ketika dia menganggap aku sudah bisa diajak bicara, aku lah yang menjadi teman sharingnya.

Dari sanalah aku mulai masuk, membagikan prinsip-prinsip kebenaran. Lalu aku mulai mendorongnya ikut kelas pemuridan di gereja salah satu teman ibu. Ibu pun pemuridan walaupun Bapak menghujaninya dengan pertanyaan, "Ngapain sih ikut gituan?" Yang jelas, suatu hari Ibu menelepon dan menceritakan apa yang dia dapatkan dari kelas pemuridannya. Ibu dengan gamblang menjelaskan soal keselamatan yang hanya didapat di dalam Kristus, tanpa ada jalan lain. Waktu denger itu, aku ngga bisa ngomong apa-apa, saking amazednya. Tapi saat itu tentu saja sebatalyon malaikat surga bersorak-sorak. Perlu doa dan pergumulan bertahun-tahun sampai akhirnya Ibu lahir baru, waktu akhirnya perkara itu  terjadi, luar biasa rasanya (^^)/

Sejak saat itu, Ibu mulai punya kerinduan membaca firman, bangun pagi hari dan saat teduh. Yaaah, walaupun kebiasaan itu tidak lepas dari komentar sinis Bapak, "Ngapain sih ikut-ikut si Dhieta bangun pagi-pagi baca Alkitab?" Hmmph, emang sih, about my Dad, I have to keep praying. Tapi aku bersyukur sekarang Bapak sudah ke gereja tiap minggu, walaupun aku masih harus memastikan bahwa Bapak tidak sekedar menjalankan ritual agama, tapi mempercayai Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, mengenal Dia, dan diubahkan serupa Dia. Aku tidak tahu berapa lama lagi, tapi aku tetap memegang janji ini,  

Kisah 16:31
Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.

Aku sedang berdoa agar aku punya keberanian buat mendorong Bapak dan Ibu ikut Healing Movement Retreat di gerejaku di Jakarta, atau mungkin juga di GBI Magelang. Aku akan tetap berdoa buat pemulihan besar-besaran di dalam keluargaku (termasuk keluarga besar). Kadang hal ini juga yang membuat aku pengen membangun my own little family, aku pengen tunjukkin how to build a family according to God's will. I want to show Christ through my family. Tapi itu ada waktunya lah, aku masih menanti-nantikan saatnya. Pasti indah pada waktunya :')

Aku tidak tahu bagaimana kamu menilai hidupku saat ini. Mungkin kamu melihat sisi dimana aku bisa jalan-jalan ke Eropa, record pendidikan yang lumayan, dan karir yang menjanjikan, all the bright sides of me. Kalau kamu berpikir aku tidak punya sisi gelap, kamu sangat salah. Sisi gelap pertamaku adalah keluarga esp. orang tua, kedua adalah something about my body. Maaf ya, soal yang kedua ini, aku belum bisa bilang secara eksplisit, still praying to write about that. However, saat aku bergumul dengan sesuatu itu, pergumulan terbesar juga datang dari orang tua. Rasanya seperti dihimpit dengan dua batu besar di saat yang bersamaan. I'll tell you the complete story someday...

Mungkin ada juga diantara kamu yang bilang, "Ini mah ga separah keluarga gw, lu cuma ga boleh pelayanan, tapi di luar itu you have a good parents. Sedangkan gw, keluarga gw hancur, papa gw selingkuh, emak gw pake narkoba, kakak gw jual diri, adik gw aborsi." Hmmphh, ak sih cuma bisa bilang, ini bagian yang Tuhan ijinkan untuk kutanggung karena Dia tahu sampai di batas itulah kekuatanku mampu menanggungnya. Kalau Tuhan kasih pergumulan yang lebih berat untukmu, itu juga karena Dia tahu kamu sanggup menanggung beban yang lebih berat itu.

I Kor 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Beberapa bagian di buku Purpose Driven Life menolongku untuk mengerti bagian soal keluarga ini. Tuhan tidak pernah main dadu. Saat Ia menciptakan kita, Dia tidak menutup matanya dan asal menunjuk sembarangan siapa yang akan jadi orang tua kita. Kalau kita ada di tengah-tengah keluarga yang tidak mengenal Allah, itu bukan kebetulan. Allah punya rencana. Pertama, Dia mau bentuk kita melalui keluarga kita. Kedua, Dia mau kita jadi berkat untuk keluarga kita. Yang jelas, semua yang Dia ijinkan terjadi adalah untuk kebaikan. Kebaikan kita dan kebaikan bagi keluarga kita. Remember this verse:

Roma 8 : 28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"

Dia berdaulat penuh atas hidup kita, dan setiap detail perbuatanNya adalah sempurna. If you have a 'unique' family, be thankful and rejoice, that's a good chance to prove God, for our own life, and for our family also!





God bless,

18 comments:

Nonik said...

aih aih aiiiih bagus banget Mbak :)

iya aku ngerti bangeeet pergumulanmu. Aku juga dari keluarga yg gak harmonis. setiap dari kita pasti mengalaminya ya Mbak.aku tahu banget susahnya menangin keluarga kita en berdoa buat mereka. Sigh... -.-

Aku percaya saat ini Tuhan lagi bangkitkan generasi2 baru yg takut akan Tuhan, dan generasi2 ini akan membentuk keluarga baru yg takut akan Tuhan juga,en dari keluarga2 ini akan lahir anak2 yg takut akan Tuhan, dst.

wah Mbak kata2mu tuh selalu indah ya...maklum lulusan komunikasi, kerja di toko buku,en masuk Kemlu haha.aku suka banget kalimatmu yg ini:

"Tuhan tidak pernah main dadu. Saat Ia menciptakan kita, Dia tidak menutup matanya dan asal menunjuk sembarangan siapa yang akan jadi orang tua kita. Kalau kita ada di tengah-tengah keluarga yang tidak mengenal Allah, itu bukan kebetulan. Allah punya rencana."

beberapa kalimatmu malah ada yg suka aku kutip hihihi :D

Dhieta said...

aih aiiihh aiiiihhh, wkwkwk....

Iya nik, ak pernah baca soal pergumulanmu soal keluarga. Kalau aku di tempatmu, mungkin aku ga akan kuat :) emang jatahnya sendiri2 ya, sesuai dengan kapasitas masing2.

Iya nih, abis sehari-hari bermain dengan kata2 sih :p Tapi Tuhan ga pernah maen dadu itu bukan kata2ku, itu kata2nya Albert Einstein. Luar biasa ya dia? My mom's favorite. Ibu sebel banget pas aku bilang Einstein kaya koala :D :D :D

Boleh kok dikutip, feel free to copy, asal dicantumkan sumbernya. Wkwkwkwk...

Welly Lokollo said...

Hahahahahaha, wanita2 Allah yang luar biasa :)

Aku juga diproses Tuhan melalui keluargaku yang "unik". Aku mengerti pergumulanmu dhiet..

Tetap semangat yah :) ditunggu cerita selanjutpnya :P

Dhieta said...

Hahahahaha, wanita Allah yang bersorak sorai setelah bercucuran air mata :D Aiiihh, dirimu lah yang ditunggu ceritanyaaa... :p

Mega said...

Dhieta, you are really so blessed. Aku juga awal mikirnya, kamu sangat diberkati, coz kamu bener2 cantik luar dalam, pinter, punya kerjaan asik, kepribadianmu menarik, de el el, de es be,dan yang terpenting kamu wanita Allah yang luar biasa d^^b Itu awalnya , dan membaca postingan kali ini aku jadi mikir YOU ARE TRULLY BLESSED. Serius. Kalo Tuhan izinkan kamu lahir di keluarga yang unik ini, itu pasti karena Dia punya rencana luar biasa buatmu dan keluargamu. Kamu bakal jadi kesaksian kasihNya yang hebat di tengah keluargamu. Gak semua orang dapat kesempatan gini. Well, terang di tengah terang, sapa menerangi sapa? Ya to? Keep shining Dit!!!

Dan, setiap orang punya pergumulan masing2 dengan keluarganya, aku juga....^^' Blom bisa share Dit, hiks, jadi salut euy sama dirimu. Makasih ya Dit, dah share ini.

Dhieta said...

@Mega: Aaaaahhh, masa sih? masa sih? masa sih kmu mikir aku gtu??? Wakakaka... #bangga diri, minta dijitak# Thank you, Meg, you're so blessed also, terutama dengan you're 'haha-hihi' personality :D pasti itu juga jadi seperti terang di mana kamu berada :)

Okeee, ditunggu lah share-nya, anytime you're ready to share... Eh, makasih juga ya udah baca^^

Anita B said...

Thx for sharing :) it blessed me a lot :D

Aku juga sedang bergumul untuk memenangkan keluargaku XD heheeh~ just wanna say, kita ga sendirian :) heheheh~

sekali lagi thx for sharing :D tetap semangat ya :D Gbu~

Theresia Hutapea said...

Dhietoooong trnyata kluargamu unik skali :') aku jg smpet nulis pnjang2 tapi blm diedit lagi soal kluarga...msh dlm prgmulan jg utk papa .... ak jg ditonjok dgn Efesus 6:1 itu cba bca versi Amplified dech
Btw smngaaat ya kita dlm prtandingan yg sama, mari brtanding utk memang...Jesus has paid it all for our family!!teaaah :D though is not easy but we are orang2 yg tdk akan mnyerah heuheuheu :D

btw tq ya i'm blessed :)

Dhieta said...

@Anita : You're welcome, nita :) So glad it can bless you... Semangat yah, banyak kok anak Tuhan yg ditempatkan di keluarga yang 'unik'. Tuhan punya rencana, mari kita genapi rencana itu :D

@Echa: Echoooonnngg, :') ayooo,aku tunggu hasil editannya. Gw terhenyak dengan versi Amplified "CHILDREN, OBEY your parents in the Lord [as His representatives], for this is just and right." Ituuu, kata2 yg di dalam kurung itu... Our parents is God's representatives, luar biasa ya... All parents loh, ga disebut good parents or godly parents, just parents, as simple as this.

Iyaaa, ayo kita berlari bergandeng tangan memenangkan pertandingan ini :D Kemenangan itu bagian kita!!! Kita akan bersorak sorai pada akhirnya! :)

Nonik said...

Einstein kaya koala??? HAHAHAHA GUBRAAAAKS BANGET DEH *guling-guling*

tapi dipikir2 emang bener juga yo Mbak wakakakakaa :D ngakak deh baca comment'e mbak mega.

Mega said...

Yaelahhhh.....Sini Dit, tak jitak *siap2 njitak :p*

KeZia Margaret said...

kak dhieta aku terharu bangeed bacanya loo T__T
trnyata setiap orang tuhh seperti punya sisi gelap masing2 yaaa. aku jugaa punya koqq kak =)
tauu ga kak dulu waktu aku masih kecil aku punya khayalan bodoh loo. aku prnah minta Tuhan untuk tukeran ortu sama orang lain.hahahaha.. kacooo2 :p

Dhieta said...

@Kezia : Wkwkwkwk, khayalannya imli banget - imajinasi liar hehe. Untung ngga ketuker beneran ya Kez, bisa gawat ntar :)) Btw, pengen dituker sama siapa??? Presiden??? :D

christine natalia said...

BAGUS BANGETT! dan sangat setuju dengan pernyataan ini.. "Mungkin ada juga diantara kamu yang bilang, "Ini mah ga separah keluarga gw, lu cuma ga boleh pelayanan, tapi di luar itu you have a good parents. Sedangkan gw, keluarga gw hancur, papa gw selingkuh, emak gw pake narkoba, kakak gw jual diri, adik gw aborsi." Hmmphh, ak sih cuma bisa bilang, ini bagian yang Tuhan ijinkan untuk kutanggung karena Dia tahu sampai di batas itulah kekuatanku mampu menanggungnya. Kalau Tuhan kasih pergumulan yang lebih berat untukmu, itu juga karena Dia tahu kamu sanggup menanggung beban yang lebih berat itu."

keep writing and be blessing through your writings.. :))

wina said...

aq baru baca yang ini... baguss mbaa^^
so blessed \(^-^)/

Farha Elein said...

Hi, mbak dhieta...
Aku baru baca yg ini,kkkk...

Hmm, aq salut sama mbak dhieta yang bisa nulis soal keluarga mbak d^^b dan tulisannya BAGUS SEKALI!!!

sama kayak mbak, aq juga lgi bergumul sama keluarga aq, emang kyknya ap yg aku alami gak serumit yg mbak dhieta alami,,
aq bergumul sama papa dan adik cwo aq smpe skrg...

Baca postingan ini membuat aq jd lebih semangat u/ keep praying for them. Makasih ya mbak, tulisan mbak selalu nguatin aku, negur aku, nyadarin aku... aku percaya i2 krn Tuhan yang pake mbak dhieta.

Gbu and AZA AZA FIGHTING!!!

Christman said...

Hi dhiet, sLm knL dari aq christman.
Tulisanmu sgt mmberkati skaLi..
aq jg stuju bgt dgn bagian yg ini " Mungkin ada juga diantara kamu yang bilang, "Ini mah ga separah keluarga gw, lu cuma ga boleh pelayanan, tapi di luar itu you have a good parents. Sedangkan gw, keluarga gw hancur, papa gw selingkuh, emak gw pake narkoba, kakak gw jual diri, adik gw aborsi." Hmmphh, ak sih cuma bisa bilang, ini bagian yang Tuhan ijinkan untuk kutanggung karena Dia tahu sampai di batas itulah kekuatanku mampu menanggungnya. Kalau Tuhan kasih pergumulan yang lebih berat untukmu, itu juga karena Dia tahu kamu sanggup menanggung beban yang lebih berat itu"
Sangat menguatkan.. Keep writing sis.. God bLess..

Dhieta said...

Halo, Chris... salam kenal :) Terimakasih uah baca yaa^^ Btw, tahu blog aku dari mana???

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review