10/29/2011

Ending : Peace Like a River

Dibagikan oleh Dhieta at 7:12 am
Masih ingat ngga kalau aku pernah bilang Kelas Padang Gurun ini sepertinya sudah selesai? Mmm, kalo ngga, mungkin bisa di baca-baca lagi posting yang sebelumnya :p (Kaya kurang kerjaan aja! Haha...) Anyway, I told you again, Kelas Padang Gurun ini memang sudah selesai. Aku sudah dibentuk sesuai dengan kurikulum kelas itu. Aku sudah ujian. Aku lulus. Aku naik level. *Wkwkwk, banggaaaa...* Tapi walaupun begitu, ternyata aku tidak mendapatkan apa yang aku harapkan.

...

Loh, kok begitu? Lalu bagaimana dengan kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan? Apakah janjiNya batal, atau apa? Mmm, kukira tidak, Dia tetap Allah yang setia dan sanggup memenuhi janjiNya. Tapi, mungkin, kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan selama ini bukan seperti apa yang aku bayangkan. Maksudku, Tuhan mungkin merencanakan kebun anggur, tapi selama ini aku membayangkan kebun strawberry. Haha, I love strawberries, apalagi yang gedeeee n maniiisss :p Atau, mungkin Tuhan memang akan memberi kebun strawberry itu, tapi tidak saat ini dan tidak dengan cara ini.


Mungkin, mungkin, dan mungkin. Entahlah, aku tidak tahu kebun seperti apa yang Ia rencanakan, atau kapan dan bagaimana akan Ia berikan. Di titik ini, aku tidak tahu apa rencana Tuhan ke depan.

Lalu pertanyaannya, kecewakah aku?

Mmm, ternyata tidak sekecewa yang aku kira loh. Maksudku, ya biasa saja. Rasanya seperti, "Oh, jadi begitu ya, Tuhan. Aku tidak bisa mendapat kebun strawberry. Oh, ok, ngga papa." Sudah. Lalu aku merasa aneh sendiri. Woi, woi, bukankah harusnya aku sedih? Nangis kek, protes kek, salahin Tuhan, ato apalah gitu, bikin reaksi yang manusiawi. Lah, ini kok malah tenang-tenang aja.

Dhieta, jangan-jangan kamu sudah mati rasa.

>,<

Huaaaa, sebenarnya apa yang terjadi?

Ok, mari kita pikirkan. Kalau menurutku nih ya, aku tenang-tenang saja karena sebelumnya aku sudah pemberesan sama Tuhan. Sikap hatiku sudah diubah dan dibenarkan oleh-Nya. Kan kemarin aku udah cerita tuh, akhirnya aku mengerti kalau soal kebun buah-buahan ini bukan urusanku, tapi urusan Tuhan. Trus aku juga sudah tahu apa maksud pergumulan ini (dan pergumulan-pergumulan lainnya), yaitu bukan mendapatkan apa yang kudoakan, tapi semakin mengenal Allah, dan dibentuk semakin serupa dengan Kristus. Dan mungkin ada yang ingat kalau aku pernah bilang, aku sudah tidak peduli apakah aku akan mendapatkan apa yang kudoakan, karena aku lebih peduli dengan "the new me: bejana yang baru dibentuk" dan tentu saja lebih peduli dengan Dia. It's like loving Him more with a brand new heart. Intinya, aku sudah bisa menjadi begitu aman di dalam Tuhan, sampai akhirnya muncul pertanyaan, bagaimana kalau aku tidak mendapat apa yang kudoakan, dan waktu itu kujawab, "Aku hanya akan terus menyembah Tuhan."

Mungkin karena aku sudah tahu kebenaran-kebenaran itu, maka aku sudah dipersiapkan untuk hal ini. And you know what, menurutku kebenaran-kebenaran itu yang memampukan aku untuk tetap mengangkat kepala, memandang ke arah surga, dan berkata, "Tuhan, no matter what happened, aku tidak akan pernah menjadi kecewa dengan-Mu. Engkau tetap Allahku, Allahku yang baik, dan aku tetap mencintaiMu."

Kuberi tahu satu rahasia, hari itu, waktu aku tahu kebun strawberryku tidak terjangkau, aku justru merasakan damai sejahtera yang luar biasa. Melimpah, melimpah, melimpah, bahkan mengalir ke luar, hingga teman-temanku pun ikut tertawa denganku mengenai hal ini :D Aku tidak tahu bagaimana damai itu bisa menjagaiku seperti itu. Tapi kemudian aku ingat ayat ini. "...dan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranMu dalam Kristus Yesus." Wooow, pantas aku tidak mengerti, damai sejahteraNya melampaui segala akal. Pantas aku jadi heran sendiri, ini kenapa aku bisa tenang banget sih? Kenapa reaksiku kalem-kalem aja? Hmmm, aku pikir-pikir juga, akalku ga bakalan nyampe, haha, jadi kuputuskan buat bersyukur dan menikmati damai sejahtera itu saja. 

Aku ngga tahu gimana menggambarkannya, tapi damai sejahteraNya sungguh luar biasa. #Aaaaah, Tuhan itu emang kereeeen... *screaming#

Tapi jujur aja sih, kadang kedaginganku masih mengirimkan insight-insight ke otak, otakku jadi menganalisa situasi, memikirkan kenapa bisa seperti ini, memikirkan bagaimana ke depan, memunculkan pertanyaan-pertanyaan. Waktu aku tanya Tuhan, soal bagaimana ke depan, Tuhan justru banyak bicara soal "be still, and know that I am God", menjadi tenang dan mengetahui bahwa Ia Allah. Rupanya Tuhan hanya ingin aku tenang, itu saja. Kenapa, mmm, karena masa depanKu ada di tangan Allah. Jadi apa yang harus kukuatirkan? Aku tidak tahu ada apa di depan sana, mungkin saja ada kebun strawberry itu disana, aku tidak tahu, tapi Allah tahu. Dan Dia Allah gitu loh, kalau Dia bilang rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, ya itu lah faktaNya. Kalau Dia bilang, masa depan yang diberikan adalah masa depan yang penuh harapan, ya seperti itulah nanti. The best is yet to come. Jadi sekarang, tenang dan nikmati saja damai sejahtera itu.


Ok, cukup sekian updatenya. Terimakasih sudah mengikuti Kelas Padang Gurun ya. PendidikanNya sudah selesai dan aku puas dengan hasilnya. Nanti soal hasil ini akan kutulis di post terpisah deh. Oh iya, satu lagi, Kelas Padang Gurun mungkin sudah selesai, tapi sepertinya aku masih ada di padang gurun itu, masih berjalan melaluinya dan menantikan kebun buah-buahan Tuhan. Tapi kali ini, karena aku sudah dididik, which means sudah lebih dibentuk, maka sambil menggandeng tangan Kristus, aku mau melewati padang gurun ini dengan respon yang berbeda, sampai nanti kami sampai ke kebun buah-buahan. Mau kebun anggur kek, kebun apel kek, kebun strawberry kek, terserah Tuhan. Suka-sukanya Tuhan. :D Tapi sepertinya setelah semuan ini, aku ngga mau banyak mikir soal kebun buah-buhan itu. Aku tahu tanpa dorongan apapun dari aku, seiring berjalannya waktu aku akan sampai ke sana. Untuk sekarang, aku cuma mau menikmati Tuhan. Itu saja. I just want Him more and more and more.


Baiklah, berhubung sudah sangat panjang, kututup dengan  video ini, liriknya pas banget buat ngegambarin yang sedang aku rasakan dan alami. Let's declare: "When peace like a river, attendeth my way, when sorrows like sea billows roll; whatever my lot, thou hast taught me to say, it is well, it is well with my soul..."



p.s.: Sekarang, saatnya menyiapkan diri untuk kelas kelas selanjutnya sesuai kurikulum surgawi. Aku udah bilang ke Tuhan, oke Tuhan, aku mau apply untuk kelas selanjutnyaaa... Aku mau lebih lagi dibentuk menjadi serupa Kristus, menjadi wanita yang berkenan di mataNya. Yuuuuhhhuuu, I'm soooo excited!!!







God bless,

6 comments:

marthavina said...

ah..Ditha...u go girl, aku seneng bgt bacanya, kemana ya aku pas seumuran kamu? kemana ya pas aku lagi butuh butuhnya to feel content. Apa yang Ditha rasa, itu terjadi pada ku sekarang. Sekarang...kalo ngejalanin hari...jauh lebih tenang...karena itu ada rasa damai dsejahtera yang luar biasa, yg sy bingung bgt..datengnya itu dari mana, dulu...aku gak py ini. Ternyata kesedian kita buat dibentuk dan juga put trust 100% sama Bapa buat lead kita. Ya walo kadang ada jg moment moment ketika kita gelisah, tapi...dgn bergantung penuh, segalanya terlewati. Btw..pasti kebun yang jauh lebih menguntungkan buat Ditha yang Tuhan persiapkan. Thx buat Sharenya ya...

Mega said...

*peluuukkkkkk*

Congrats Dit, dah lulus....Gak nyangka euy, lulus secepat ini :p Cum laude dunk? Huahaahhahahaha.

Bner Dit, hanya damai sejahtera dari-Nya yang melampaui segala akal itu yang memampukan kita melewati semua dengan senyum lebar dan bilang,"Whatever happen, TUHANku baik, aku gak akan meragukanNya."

Muachhh...muachh....muacchhhh....

Dhieta said...

@kak martha: :) Iyaa, kak, keren kan damai sejahteraNya, huhuhu, bikin terharu gtu, wkwkwk... Amin, pasti ada kebun yang paling indah di depan sana. Doain ya, kak, biar Dhieta ga fokus sama kebun itu, tapi lebih fokus sama Tuhan^^

@Mega: #peluk jugaaa# Hahaha, kan belom terima rapor meg, ntar waktu dikasi mahkota n jubah putih, baru keluar rapornya :p

Nonik said...

Mbak Dhietaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. AGAIIIIIIIN. AGAIN AGAIN & AGAIN. notemu tuh menyejukkan banget hahahahaahahaaa. rasanya tuh kaya nemu orang yg lagi ngalamin persis sama kaya yg kualami gitu loh, en orang itu juga sedang berjalan bersama-sama dalam proses pembentukan & penantian.... ^________________^

aku baca ini terkagum2 Mbak. Kok bisaaaa gitu lo kamu sampe akhirnya ngomong, "Gak penting apa hasilnya. Yg penting aku tetep mau memuji & menyembah Tuhan. Hasilnya udah gak aku peduliin lagi." kata2mu ini menampar banget:

Trus aku juga sudah tahu apa maksud pergumulan ini (dan pergumulan-pergumulan lainnya), yaitu bukan mendapatkan apa yang kudoakan, tapi semakin mengenal Allah, dan dibentuk semakin serupa dengan Kristus. Dan mungkin ada yang ingat kalau aku pernah bilang, aku sudah tidak peduli apakah aku akan mendapatkan apa yang kudoakan, karena aku lebih peduli dengan "the new me: bejana yang baru dibentuk" dan tentu saja lebih peduli dengan Dia. It's like loving Him more with a brand new heart.

hmmmmppph pasti butuh tempaan yg keras untuk akhirnya kita bisa berkata seperti itu ya! Tapi kalo Mbak Dhieta aja bisa, sooo pasti aku juga bisa hehe. aku pasti lulus....pasti lulus....

thx youu ya Mbak!! Ayo ketemuan!! ga sabar neh hahaha.

dhieta said...

Hahahaha, aku ngakak baca komenmu, Nik... Emang bener kali ya, sebenernya kita jalan di padang gurun yang sama. Tuhan gandeng aku dg tangan sebelah kiri, trus Nonik digandeng pake tangan yang kanan, hahahaha....

#elus2 pipi Nonik yang ketampar, wkwkwk#

Klo mikir tempaan macam apa yg Tuhan kasi untuk membentuk hati seorang penyembah di dalam kita, itu sesuai kok sama kemampuan kita. Kan yang penting respon. Ada yang diteken dikit aja, udah kebentuk karena dia punya hati yang lemah lembut. Ada yang diteken banget banget banget malah jadi semakin keras...

Iya nik, pasti lulus, pasti!!! Ntar klo udah lulus ak kasi hadiah pas kita ketemuan hehehehe,,,

Nonik said...

aaaaah Mbak Dhieta :') baca komen balesanmu rasanya tuh pipiku kaya dielus-elus tenanan lho huakakakakaak. pingin ketemu tenan ki Mbak. pokokmen suk nek wis nang Magelang ketemuan yo....eh di magelang aku suka minum wedang kacang lho. di jalan apa ya itu namane haduh lupa.

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review