7/13/2012

Celoteh Na Na Na Na Na (Part 6)

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:19 pm
Yak, I know, saudara-saudara, ngeliat judulnye aje pasti udah pada tahu kalo ini postingan pasti isinya campur aduk ga keruan, huehehehe.... Lagi males mikir nih :p Capek. Abis bikin laporan sidang yang naujubile, rasanya jadi exhausted dan pengen hibernasi. Untung kemarin waktu Pilkada sempat dapet libur, dan Puji Tuhan yah, Bapak kotak-kotak itu juara satu^^ Semoga dia bisa menang lagi di tahap berikutnya... (Weleh, kok ini jadi kampanye? -,-' Iya, dong, for better DKI Jakarta gitu loh, wakakaka...)

Celoteh No. 25
Ternyata bukunya Elisabeth Elliot itu emang bagus banget. Kemarin abis baca Let Me Be A Woman (Thanks Anggit yang udah minjemin^^) dan sekarang lagi nyelesein Finding Your Way through Loneliness. Kesan yang ditangkap yah, this woman has a strong feminine spirit... Uuugh, jadi terharu, hiks... Semoga ada buku lain yang dijual di Indonesia yah. Sementara ini emang udah masukin buku-bukunya di Amazon wish list, pengennya sih langsung beli banyak biar ongkos kirimnya ngga menggila. Cuman emang mesti nunggu surga terbuka dan berkat Allah dicurahkan wkwkwk....

Ngga mau cerita soal isi bukunya, biar pada penasaran. But, yes, Elizabeth Eliiot's books are must read books for women. Ayo dibaca, biar semakin jadi wanita yang berjalan sesuai blue print Allah :) Kalo mau baca Let Me Be A Women bisa pinjem Anggit, kalo Finding Your Way through Loneliness bisa pinjem aku, tapi hanya untuk daerah Jabodetabek peminjamannya wkwkwkwk....

Celoteh No. 26
Beberapa hari ini, rhema "Let him pursue you..." rasanya kuat banget. Uhuk... uhuk... :") Trus dari buku Elizabeth Elliot nemu satu bagian yang kayany pas banget sama rhema itu :p

As those who represent the Bride in the great Mistery of Marriage, women have a special reason to wait on God. They were not created for headship in the special way that man were. Therefore it seems reasonable that if God wants a woman to marry, He will see to it that the man finds her. She need not go out hunting. The man, I think, has a different responsibility when it comes to marriage. He ought to do the searching. If a man is to walk with God, surely he needs to come to grips, before he enters into any emotional involvements with women, with whether or not marriage is a part of his God-given task. If it is, then the pattern shows that he is to love his wife as Christ loved the Church. He must begins as Christ does, by wooing and winning, by calling her to himself, risking rejection, taking the initiative, sacrificing himself.

And then, iseng-iseng googling kalimat itu let him pursue you itu... eeeh, nyantol ke blog Peaceful Single Girl. Artikel-artikelnya bagus loh, terutama tentang having feminie spirit. Kurang lebih sama kaya feminine mystique yang diomongin Leslie Ludy, cuman aku ngerasa blog ini lebih praktikal. Kalau ada yang pernah baca post aku yang judulnya Sepertinya Tuhan Bilang Dia Orangnya, ini nih bacaan pendukung dari blog itu, Let Him Pursue You. Kalo masih ada energi buat browsing, bisa juga baca Why Not Pursue Him dan lanjutannya. Yang dua terakhir itu dapet dari blog True Women yang mungkin bisa jadi tambahan referensi.

Well, agak sedikit muncul penyesalan, mengapa aku ngga tahu yang ginian ini dari dulu? If I did, maybe that 'thing' would never happen :p Tapi kaya yang dibilang Wina, kan Mba Dhieta jadi punya pengalaman yang walaupun menyakitkan bisa dipakai buat melayani orang lain. Hehehe, yo'i, dek. Now I can stand up in another woman shoes, betapa susahnya having self control when the emotions rule us. However, I want to embrace every single process God have let me had :)

Celoteh No. 27

Abis ikut acara talkshow sama Anne Avantie di kantor, dalam rangka ulang tahun Kementerian Luar Negeri. Wow, she's an amazing woman. She speaks the language of Christianity. Maksudnya, waktu sharing itu dia banyak pake gaya bahasa Kristen yang suka dipake di gereja. Kaya waktu dia jelaskan bahwa jadi fashion designer itu adalah panggilan, bahwa Tuhan mengijinkan dia mengalami banyak hal adalah untuk sebuah proses, bahwa dalam keterbatasannya Tuhan mau menunjukkan kemuliaanNya, bahwa apa yang dia miliki adalah anugerah, bahwa dia mengharapkan kehadirannya ini bisa menjadi berkat buat Kemlu, hiks.... 

Dan apa yang udah dia buat untuk community itu yang bikin dia  adorable. Ga semata karena kebayanya yang udah kaya masterpiece. Tahu kan kalo dia punya charity program buat children with hydrocephalus. Waktu itu diputerin videonya bikin nangis gitu. Soalnya diliatin ada anak hydrocephalustried to reach her and said something, tapi dengan keterbatasannya untuk berekspresi, si anak ini cuman bisa nangis :'( And the way she reached out her hands and then held that children, fiuuuuuhhh, well, I could see love. That's all.

Btw, ada peragaan busana juga tadi dan ada satu kebaya yang, huaaaaaaaaa, kayanya kata keren udah ga cukup lagi. Jadi kebayanya itu nuansanya emas, dengan kain batik motif klasik, tapi dibikin ada ekornya dari bahan renda-renda yang dibikin tumpuk. Bikin a little bit keinget sama Victorian era o_O Kayanya kebaya gituan harganya ratusan juta deh. Oke lah, kangmas, abang, koko, brotha, kalo mau ngelamar saya mah, saya ga perlu nikah yang mewah-mewah, cukup di antara ladang bunga matahari di Provence, Perancis Selatan, dengan kebaya Anne Avantie saja, huekekek... #ngga jadi pursue me, yang ada malah kabur tuh cow :p 

Celoteh No. 28
Gara-gara liat model-model yang tadi meragain bajunya Anne Avantie jadi nyadar kalo cewek anggun itu cantik. Hahaha... Bukan liat tampang ya, tapi feminine wardrobe itu emang bikin cewek bikin makin attractive. Jadi kebayang betapa tomboinya diriku dulu. Cuman mau pake jeans, kaos, kemeja gombrong, sepatu kets dan sendal. Bergaulnya juga sama cowok-cowok yang dengan alami ngga pernah nganggep aku cewek, dan selalu say no to jewelries, wakakak. Gebleknya, I thought that all the feminine girls out there were un-brained girls, yang cuman bisa ngurusin tampang doang tapi IQ-nya meragukan. So, aku menolak tampil feminine. Lagian I thought I was beautiful gitu loh, dengan kepribadian menyenangkan dan otak lumayan, udah bisa lah dibilang cantik.

Huehehehe, parah banget eike. 

Sampai akhirnya bertobat karena ditegur Tuhan lewat ayat. Huah, sangar euy, pake ayat segala. Yaaah, begitulah, sampai Tuhan sendiri harus turun tangan. Habis sebenernya waktu itu Ko Yossie juga udah mohon2 supaya adeknya ini mau pake rok, tapi tetep aja ditolak mentah-mentah. Huahahaha....

Jadi waktu itu ayatnya adalah Kidung Agung 1:10-11
Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung. Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak (TB).
  Pendant earrings line the elegance of your cheeks; strands of jewels illumine the curve of your throat.I'm making jewelry for you, gold and silver jewelry that will mark and accent your beauty (MSG).

Nah loh, yang versi The Message itu nampol banget lah. Perhiasan itu, kalo dipake punya fungsi buat bikin kita, yang udah cantik ini, jadi tambah cantik. You know kan ya, the true beauty is a meek and gentle spirit, God-fearing spirit, a heart that knows God and His words. That's the true beauty. Tapi tubuh kita ini udah dibuat istimewa dan khusus oleh Allah, hand made pula bikinnya, ditenun oleh tangan Allah sendiri. Fashion dibuat untuk menghargai karya Allah itu, kaya yang dibilang di ayat tadi. Anting dengan liontin menggaris bawahi keanggunan pipimu, untaian permata menerangi lekuk tenggorokanmu. Aku membuat perhiasan untukmu, perhiasan emas dan perak yang akan menandai dan memberi tekanan pada kecantikanmu.

Ternyata, saat kita pake perhiasan, saat kita memperhatikan penampilan, itu tidak berarti kita ngga cantik. Kita telah diciptakan Allah cantik, dan fashion menonjolkan dan memberi tekanan pada kecantikan itu.  Kaya di kidung agung itu, pipi kita sudah anggun, anting hanya menggarisbawahi keangunan itu. Tentu saja, fashion juga memberi tekanan pada kecantikan batiniah kita, menunjukkan bahwa kita mencintai tubuh yang diberikan Allah, melalui pengucapan syukur dengan pemeliharaan dan penghargaan pada hasil karyaNya :)

Anyway, sejak itu jadi ngga anti lagi sama fashion yang feminin. Mulai belajar pake anting, belajar pake rok, belajar make up, mau ke dokter kulit, dan lain-lain. Yaaah, walopun sekarang eike juga belom feminine-feminine banget (dan masih jerawatan >,<) Tapi udah lumayan lah. Kalo pulang kampung, ketemu cowok-cowok di gereja, mereka bakal bilang, "Loh, kok kamu ngga cowok lagi?" Huehehehe,  tapi kalo mereka liat high heels aku ngangur di depan ruang youth, bakalan diumpetin trus dituker sama sendal jepit cos katanya aku lebih cocok pake itu. Wakakaka.... 

Udah ah. Capek. Mo nyelesein buku nya Elizabeth Elliot dulu. Huehehehe.... 


God bless, 

10 comments:

Edwina Harsono said...

Let him pursue u! sumprit keren beut artikelnya! jd lbh ngerti mba, hehehhehe, thx 4 sharing :*
hihihihi,, penasaran ama kebaya anne avantie yg ratusan juta ampe buat mo nangis itu. wkwkkwkwkwkwkw :))
but she is so inspiring yah mba :')
i think u r feminine mba :')
postingannya penting neh mba, soalnya celotehnya so inspiring >:D<

FarhaElein said...

mbak dhieta,, buku Elisabeth Elliot-nya bhs Inggris apa bhs Indonesia??
Aku pengen beli (klo udh ada yg bahasa Indonesia,hehehehe....) ^^v

Dhieta said...

:) Jadi belajar banyak ya, dek... ga tau tuh kebaya, keren banget :p Wkwkwk, kan kamu tau waktu aku mahasiswa tampangnya gimana. Iya, sekarang sih udah agak feminin emang, hehe...

Dhieta said...

Yang aku baca sih in English, Farha... setauku yang udah diterjemahin itu baru Passion and Purity deh, kalo yang lain aku ngga tahu wekekekek

Mega said...

ngakak aq bc bgian tomboy,pake jins gombrong gt,aq banget tu dit pas jaman kul.sempat mikir yg kyk km jg,bwt apa dandan.abang tu sempat blg,aq dl jaman kul tomboy hbs,tp skrg kok rada berubah,tau dandan dikit2,gkgkgkgk.

FarhaElein said...

yahhh... emang pas aq browsing blm ad yg terjemahan indo. Dri kemaren2 pengen beli,, tpi blm ad yg terjemahannya. Kalo gini, ap blh buat, beli saja yg bahasa Inggris, meski waktu bacanya jd 2x lipat wkwkwkwk

Queen Sophia said...

thank u for sharing yach...blognya yg kedua bagus. suka! :) mau pinjem dunk yang finding ur way..baca di google books capek matanya...huks...viva jokowi! (seandainya aq pya ktp jkt..)

Dhieta said...

Huaaaa, udah dibaca yak? Wakakak... my alter ego :p Iyaa, I'm planning to go to Karawaci soon. Is it possible buat nginep di kos-mu? :p Nanti aku bawain bukunya Elisabeth... Jokowi itu emang teope, hiks..

Queen Sophia said...

nginep di kos? bisa bgt :) kos ku mmg tempat inep2an sekalipun sgt sederhana, udah byk yg numpang nginep hoho. klo km dtgnya pas kita mau ke bandung, kita bisa pinjem apartemen temenku yg sdg liburan (semoga)...klo sblum itu, ya di kos ku :) jadinya mo kapan let me know yach...sms/inbox. the sooner the better. soalnya klo udah masuk skul gini, acara hrs di plan jauh2 hari supaya semua terakomodasi hehe. skmrn ketemuan tgl 14 gmn?

Dhieta said...

Aseeeekkk, huehehe, just can't wait then! :p Iya kali ya, skalian kita ke Bandung aja :D I'll check my schedule deh. Itu liburan kapan pastinya mesti nunggu edaran dari pemerintah huehehehe...

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review