7/18/2012

The Peace Deep Inside

Dibagikan oleh Dhieta at 6:21 pm
Baiklah, agak sedikit memalukan sebenernya, but honestly aku pengen cerita kalo tadi pagi aku dibodoh-bodohin sama Tuhan. He said I acted foolishly. Jadi semuanya karena ada satu peristiwa menyebalkan yang terjadi minggu kemarin dan itu bikin aku berada di antara dua pilihan. Sebenernya, dari dua pilihan itu ada satu pilihan yang cenderung aku pilih. I mean aku punya kemantapan hati dan damai sejahtera untuk memilih pilihan itu and somehow deep inside my heart I know that God wanted me to choose this one.

Pernah ngga ngerasa kalo entah kenapa pokoknya kamu tahu kamu harus melakukan atau mengatakan sesuatu. Somehow, you just know you and your choice are right. Misalnya: somehow you know that you have to wait, or somehow you know that you have to be quiet, or somehow you know tou have to go that way, pokoknya ga tau kenapa, somehow you just know and be so sure about it...

Sebenernya sebelum peristiwa itu terjadi, aku lagi baca bukunya Joyce Meyer yang judulnya How to Hear From God. Dia menjelaskan kalo Tuhan bisa bicara lewat banyak cara, bisa lewat firman, supernatural revelation, natural things. Selain itu juga dibahas kalo Tuhan itu juga bicara lewat internal peace, dan justru internal peace ini sangat penting untuk menguji jawaban Tuhan lewat cara-cara yang lain.

Ini beberapa kutipan yang bisa dijadikan pedoman soal internal peace :

  • When God speaks, He gives us a deep sense of internal peace to confirm that the message is truly from Him. Even if He speaks to chastice us, the companion of truth leaves a calming sense of comforts in our soul.
  • Lay your decision on the scale with peace; don't proceed if peace cannot hold its weight agaist the guidance you have heard. You dont have to explain to others why you dont have peace about it.

  • Even when you believe God has spoken to you, you should wait until peace fills your soul to do what He has instructed you to do.We should never ask without peace.

  • One might say that peace is internal confirmation that action being taken is approved by God. We must learn to obey our own sense of right and wrong and resist doing our inner conscience is uncomfortable doing. God gives or takes peace from our conscience to let us know whether we are on track.   

  • Beware of false peace. A litttle time of waiting is always wise and prudent. The Bible tells us not to be rash in what we say or hasty in the commitments we make.
Kesimpulannya, somehow you just dont know, but when you have the peace to do bla bla bla ya itu berarti Tuhan emang sedang menyatakan kehendaknNya lewat damai sejahtera itu (Haddooohh, moga2 mudheng yaa^^, kalo ngga please read Joyce's book your self, pasti lebih mantap :p)

That's what exactly happen to me :) Kemarin udah yakin banget bahwa, katakanlah, pilihan A adalah memang apa yang harus aku lakukan. Tapi, dasar emang stupid, walopun udah ada damai sejahtera dengan pilihan A, tetap aja aku tanya-tanya ke banyak orang soal what should I do regarding this matter. Dan jujur aja, kayanya sih curhat lebih karena keinginan untuk didengar, daripada benar-benar mencari jawaban buat pertanyaan what should I do itu :'( Dan yup, setelah itu, yang tadinya udah damai sejahtera, malah jadi gelisah. Somehow,  deep inside, I knew kalo aku ga seharusnya tanya-tanya ke banyak orang. But I just ignored what I sensed from deep inside.

Yes, God also be able to speak through someone else, tapi kaya yang dibilang Joyce, it is important to know that we can find out what God is saying to us personally and be led by His Spirit without running to someone else all the time. God is jealous God, and He doesn't approve if we are always putting people ahead of Him by running to them to ask what we ought to do. we should be maturing in our faith to the point that we don't run to somebody else every time we need to know what to do in a certain situation. It's not wrong to go to people whom we feel are wiser than we are to ask them for a word of counsel or advice. But it is wrong and insulting to God, to go to people too often. It is important to clearly established in our hearts that we will seek God first.

Akhirnya pagi ini Tuhan bukakan lewat perikop tentang Raja Asa yang memakai caranya sendiri untuk mengalahkan musuhnya. Lalu saat itu teguran Tuhan datang pada Asa lewat Nabi Hanani, 

"Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu. Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya. Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

And what I heard is, "Dhieta, kamu lebih bersandar kepada apa kata teman-temanmu dan tidak bersandar pada apa kata Tuhan. Memangnya baru sekali ini aku bicara padamu? Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh."

Yup, I was stupid for looking for men's counsels when I knew exactly what God wanted anyway.

Abis itu ku bilang sama Tuhan, "Tuhan, ampuni aku.... bla... bla... bla..." gitu lah. Sepakat sama Tuhan bahwa yes, aku memang salah dan yang kulakukan itu memang bodoh. Lalu, out of no where, inget aja sama kalimat "Damai sejahtera Allah memerintah dalam hatimu." Wkwkwkwk, agak terkaget-kaget eike, lagi menyesali diri kenapa inget kalimat itu. Tapi aku inget sih itu ayat, dan akhirnya googling, dan tadaaaaaaaaaa..... ternyata kalimat itu adalah Kolose 3:15a.

Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. (BIS)

Let the peace of Christ guide all your decisions, (Phillips)

Ooooh, I was so amazed. Aku sih percaya aja kalo Roh Kudus, Sang Penasehat itu, yang memunculkan frase dari Kolose 3:15 ini, out of no where... or maybe somewhere in my memory, buat ngasi konfirmasi dan meneguhkan rhema yang aku dapet. Emang itu gunanya rajin baca Firman kali ya, supaya firman yang kita baca itu bisa dipakai Roh Kudus buat bicara pada kita sewaktu-waktu. Firman ini juga berguna untuk menguji apakah pewahyuan yang kita terima itu benar dari Allah.

Firman Tuhan bilang kalo damai sejahtera seharusnya jadi indikator untuk kita ambil keputusan. Bukan apa kata teman-teman. Bukan berarti ngga boleh minta nasehat dari orang, tapi bagaimanapun tetap harus diuji apakah nasihatnya itu membawa damai sejahtera di hati kita. Trus kalo emang Tuhan udah ngomong secara personal ya taat aja. Kenapa harus takut untuk bertindak?  :)

Kalo di terjemahan Amplified, dibilang gini:
And let the peace (soul harmony which comes) from Christ rule (act as umpire continually) in your hearts [deciding and settling with finality all questions that arise in your minds, in that peaceful state]

Peace ternyata adalah soul harmony which comes from Christ. Harmony itu gimana ya? Kalo di KBBI sih intinya selaras, serasi. Di bahasa Inggris kurang lebih mengandung unsur teratur atau menyenangkan. Well, peace itu bukan berarti kita merasa bahagia, tapi kita merasa damai, tenang, yakin. Dan hal itulah yang Tuhan pengen menentukan langkah kita, dalam mengambil keputusan dan bahkan menyelesaikan pertanyaan yang timbul di pikiran kita. Ngga heran kalo semakin banyak minta pendapat orang, semakin hilang damai sejahtera yang tadinya ada itu. Soalnya, diibaratin musik, jadi seperti memasukkan terlalu banyak aransemen dalam sebuah lagu yang sebenernya sudah jadi. Kacau lah jadinya... >,<

Weewww, pagi ini Tuhan ajari hal yang berharga. Aku ngerasain banget Tuhan itu hidup, Tuhan itu nyata. Apa yang aku pelajari dari buku Joyce Meyer, langsung Dia perdalam lewat praktek. Huehehehe.. jadi kan aku ga cuma tahu teori tapi juga mengalami. Tuhan luar biasa memang. So far, perjalanan tidak lebih mudah, tapi aku tahu Dia memimpin sepanjang jalan. Dan akhirnya, aku semakin diteguhkan untuk memilih pihan yang sudah ditetapkan di awal, hehehe. Thank's God! :p


God bless,

8 comments:

Alphaomega Pulcherima Rambang said...

jadi, keputusannya adalahhhh...???? ^^'
Taraaaaa......Jreng..jreng....jrenggg....!!!
Iyo lah ya kita ni Dit, emang susah 'membicarakan suatu hal habis2an' sama Tuhan, baru cerita ke orang lain *sigh*

keZioong said...

yaaa ampunn ky-na kalo baca tulisan Kak Dhieta ktauan bangeeed tulisan-ku ga ada EYD-na sm skali.hahahaha..
kaya-na memang Tuhan mo kita blajar untuk jadi cewe yang bisa simpen perkara di dlam hati. yaaa macam maria gtuu dehhh..hoho.

cynthia ayuningtyas said...

"Peace ternyata adalah soul harmony which comes from Christ" indah ya. terkadang sbg manusia kadang2 galau, haha.. tapi kita perlu belajar peka. kalau sepele dan itu baik serta mudah dilakukan, lakukan saja. hehe

Dhieta said...

yup, sepele dan baik dan mudah dilakukan, ya lakukan saja... tapi kalopun itu sulit dan ga nyaman, kalo Tuhan suruh ya tetep lakukan saja :) Karena meskipun sulit dan ga nyaman (karean kita mesti bayar harga pikul salib dan sangkal diri), Tuhan tetep akan kasih peneguhan dan kekuatan lewat damai sejahtera :)

Dhieta said...

hahaha... stick to the Word that God has given lah keputusannya :p Cuman abis ini emang jadi ga sok minta pendapat orang lagi hehehe

Dhieta said...

wkwkwk, aku malah takut aku terlalu EYD jadi ga enak dibaca Kez :) mungkin pembaca nya segmennya beda kali yaa, hahaha... iyaa, masih terus belajar nih buat bisa simpen perkara di dalam hati wkwkwkwk

Nonik said...

ngena banget paragraf Joyce Meyer yang ini:

"it is important to know that we can find out what God is saying to us personally and be led by His Spirit without running to someone else all the time. God is jealous God, and He doesn't approve if we are always putting people ahead of Him by running to them to ask what we ought to do. we should be maturing in our faith to the point that we don't run to somebody else every time we need to know what to do in a certain situation. It's not wrong to go to people whom we feel are wiser than we are to ask them for a word of counsel or advice. But it is wrong and insulting to God, to go to people too often. It is important to clearly established in our hearts that we will seek God first."

btw terus Mbak Mega tetep stick di keputusan itu kan? hmmm.... Ibaratnya, adonan roti yang udah pas en jadi, tapi ditambah2i ini itu malah jadi ga enak ya Mbak :p

Welly Lokollo said...

Waah, dapat pelajaran baru dari Dhieta, makasiih Dhiet..biat kita semakin peka sama Tuhan

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review