9/29/2011

Thanksgiving Thursday: Thank God I'm Home

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 10:57 pm
Hai, hai, apakah kalian merindukan aku? Wkwkwk, ge-er dikit ga papa lah yaa... Anyway, setelah beberapa hari ngga posting apa-apa, akhirnya bisa nge-blog lagi di hari-hari terakhir bulan September. Hmmphh, time goes by so fast indeed :') 


Then, as you can see in the title, post ini adalah kontribusi buat proyek Thanksgiving Thursday di blognya Ci Shinta yang ngumpulin ucapan syukur tiap-tiap orang di tiap hari Kamis (aturannya sih Kamis, but in practice  boleh kapanpun kok :p) It's a brillian idea, so I recommend you, abis baca tulisan ini langsung aja deh meluncur ke katalog Thanksgiving Thursday di blog Ci Shinta, klik here yaa...

Baiklah, jadi apa yang bisa aku syukuri minggu ini? Hmm, simple, I thank God I'm home! 


Loh, pasti pada tanya deh, emang dari mana??? Hehe, jadi ceritanya gini, aku abis dinas ke Los Angeles, California. Ga lama sih, hanya sekitar 2-3 hari, sama perjalanan 5-6 hari lah. Pagi ini pesawatku sampai di Jakarta jam 11 siang. Sekarang aku udah di rumah dan habis tidur seharian (Capek euy, 20 jam duduk di pesawat!) But I do really thank God I'm home. Mungkin aneh ya, kenapa yang kusyukuri bukan soal ke LA nya, tapi justru soal pulangnya?

You know, being diplomat gives me a very good chance to visit many coutries, sejauh ini udah pernah lah menginjakkan kaki di beberapa negara and I do really thank God for that, secara buat kesana ga keluar biaya sepeserpun, gratis tis tis dan malah dapat uang saku wkwkwkwk... But one thing that I thank God the most is... semua perjalanan itu membuat aku tahu dimana 'rumah'ku sebenarnya.


Duluuu, duluuu banget sebelum aku jadi diplomat, aku tidak bahagia tinggal di Indonesia. Wakaka, sombong banget ya? Waktu itu parah lah pokoknya, intinya aku beranggapan Indonesia itu sama sekali kurang keren dibanding di luar negeri, esp. Eropa. Aku tidak bangga dengan Indonesia, aku tidak tertarik dengan tradisi Indonesia, aku tidak suka jadi orang Indonesia. Akhirnya jadi sering banget nyeletuk, "Coba ya aku dilahirkan di Eropa, pasti seru deh." Kesimpulannya, aku tidak setuju dengan keputusan Tuhan menempatkanku di negara ini.


I felt like I belong to somewhere but not Indonesia (somewhere in Europe, maybe :p) Bagiku, Indonesia bukanlah rumah. 


>.<


I dont know how to explain this tanpa jadi terlalu teoritis, tapi sekarang aku ngga mau ngomong soal nasionalisme ini itu, ribet soalnya hehehe. Yang ingin aku bagikan cuma ini, nyadar ngga sih kalo kadang kita pengen ke luar negeri, bukan hanya karena tempat wisatanya, tapi lebih karena tertarik untuk menikmati pernak-perniknya. Menikmati suasananya. Misalnya, the ambience of having a cup of coffee in small cafe in Paris, watching snows from the front of the window in Amsterdam, trying subway in Madrid and eating a slice of pizza in Rome. That kind of things, kopinya, jalanannya, pasarnya, bangunannya, tamannya, saljunya, bunga-bunganya, buat kita semua pernak-pernik luar negeri itu asik dan menarik.


Tapi ternyata ya, setelah punya pengalaman terpisah jauh dari tanah tumpah darah (haha, bahasanya PPKn banget :p), baru deh aku ngerasa kalau Indonesia dan segala pernak-perniknya adalah tempat terasik sedunia. Beberapa bulan tinggal di negeri orang bikin kita kangen beberapa hal yang sebenarnya biasa, dan itu membuat kita lebih menghargai negara kita sendiri.


:)


Believe me, negara kita punya banyak pernak-pernik untuk dinikmati.  You know what, waktu aku pulang dari Paris, sahabatku Setyo mentraktirku makan mie babi di dekat Kota. Cuma warung mie di pinggir jalan, deket pertokoan, deket tukang jual vcd yang muter lagu dangdut kenceng banget. Suddenly, listening to that dangdut song, I felt I was home dan rasanya bahagiaaa banget! Tiba-tiba jadi berasa terharu biru gimanaaa gitu :p Ngga kalah sama dengerin pengamen-pengamen di jalanan Den Haag waktu maenin Canon in D (the song I wanna choose when I walk on the isle later^^)


Btw, bukan berarti kita ngga boleh punya keinginan buat ke luar negeri dan menikmati pernak-perniknya ya. Tapi ada bedanya antara pengen ke luar negeri karena kita merasa negara kita tidak cukup baik, dengan pengen ke luar negeri karena kita ingin memperluas perspektif dan pengalaman baru, tanpa membuat kita underestimate dan unrespect dengan negara kita sendiri. So, sebelum kita heboh dengan pernak pernik luar negeri, kenapa kita tidak belajar mensyukuri dan menikmati pernak-pernik negeri sendiri.


Sebelum suatu hari nanti duduk melamun di un petite cafe a Paris, kenapa tidak mencoba ke Jogja dan menikmati nasi kucing di angkringan. Satu bungkus nasi dengan sayur kacang, sambal, ceker goreng dan segelas susu jahe, dimakan dengan satu kaki dinaikkan ke bangku, hahaha, itu favoritku. Oh iya, ditambah lagu 'Jogjakarta'nya Kla Project sebagai background music. Perfecto.


Sebelum suatu hari nanti mencoba naik subway di London, kenapa tidak mencoba naik bis tingkat keliling Solo. Kota ini adalah salah satu kota dengan nilai sentimental khusus buatku. Waktu liburan sekolah jaman SD dulu, Bapak sering mengajakku ke Solo cuma buat keliling kota naik bis tingkat (kami harus selalu di tingkat paling atas :p) dan nonton wayang orang di Taman Sriwedari sampai pagi. Kelompok wayang itu sampai sekarang masih setia bikin pertunjukan walaupun yang nonton cuma segelintir orang. Kadang aku kangen, jadi pengen nonton wayang orang Bharata di Jakarta, tapi belum menemukan waktu dan partner yang mau T.T


Sebelum suatu hari nanti mengagumi senja di Venesia, kenapa tidak menikmati senja di Jakarta. Siapa bilang senja di Jakarta tidak indah, matahari sore di Jakarta sering berbentuk bulat penuh dengan warna oranye menyala. Temanku, Linda, pernah naik ke salah satu pencakar langit di Jakarta dengan kamera SLRnya dan memotret senja disana. Waktu ditunjukkan ke orang-orang, mereka tidak percaya kalau senja seperti itu adalah milik langit Jakarta. 


Itu baru di tiga kota, Indonesia dari Sabang sampai Merauke punya segudang pernak pernik untuk disyukuri, dinikmati dan dikagumi. Itu baru pernak-pernik, alias  hal remeh temeh dari Indonesia. Kita belum membahas soal tempat wisata yang emang diset untuk dinikmati wisatawan. Kalau harus ditulis satu-satu, pegel juga kali ye.


Jadi, Kamis ini aku bersyukur karena aku di rumah, di Indonesia, bisa kembali menikmati Jakarta dengan semua romantismenya. Aku bersyukur untuk tukang gorengan di depan gang yang masih pakai lampu minyak untuk gerobaknya. Aku bersyukur untuk busway dan orang-orang yang berdesakan di dalamnya (termasuk aku, hehe). Aku bersyukur untuk keteduhan Taman Suropati dan grup musik akustik yang sering latihan disana (lumayan, bisa nonton pertunjukan gratis :p). Aku bersyukur untuk warung nasi uduk di depan pangkalan ojek, bapak-bapak tukang ojek itu sering nyanyi dengan gaya ngartis, lucu deh. Aku bersyukur buat toko buku bekas di Taman Ismail Marzuki dan buku-buku aneh bin ajaib di antara tumpukan-tumpukan (seperti sedang mencari harta karun). Aku bersyukur buat banyak hal tentang Jakarta...


Mungkin kamu pernah mengalami hal yang sama seperti aku dulu, mengeluhkan kenapa tinggal di Indonesia, di kota tempatmu berada sekarang. Yuk, belajar bersyukur, buat negara dan buat kota kita, dari hal sederhana seperti pernak-pernik di sekeling kita. Aku bukan orang Jakarta, tapi aku tinggal di Jakarta dan bersyukur buat pernak-pernik Jakarta. 


Ah, jadi mellow kaaannn??? :')


I do really thank God I'm home.
^^




God bless,



p.s.: 
Seru juga kali ya klo bikin post soal pernak-pernik apa yang bisa kita syukuri tentang Indonesia, esp. tentang kota kita masing-masing, trus dikasi Mr. Linky kaya Ci Shinta hahaha...

10 comments:

Welly Lokollo said...

Welcome home dit..
Baca postinganmu bikin rasanya pingin pulang ke rumah :) Jadi mellow juga..Ahhh, Kangen rumah dan segala keindahannya..

dhieta said...

@welly : hehe, thanks welly, senang bisa merasakan hangat matahari lagi :p iyaa, ak juga udah lama ga pulang kampung, can't wait until the next christmas :)

Leni Liem said...

Wahh seru donk kerjaannya dhiet... Km bidang apaa??? Iya loh ud lama ga update blog ci shinta jd ga tau ada proyek begini hehehee Wahh seru donk kerjaannya dhiet... Km bidang apaa??? Iya loh ud lama ga update blog ci shinta jd ga tau ada proyek begini hehehee

Mekar A. Pradipta said...

@leni: hehehe,seru sih,len... Tapi tetep ada suka dukanya juga :)) sementara ini ak d desk usa. Tapi ntar pindah2 jg kok :p ayoo, leni udah ikutan thansgiving thursday bloomm??? :D

Leni Liem said...

Jd sering ke USA donk yaaa...?? Hehehee luar biasa ya anak2 Tuhan...
Blom nihh..minggu dpn yee hehe

dhieta said...

@leni : aah, ngga, baru sekali doang k usa hehehe. Okeee, ditunggu ya Thanksgiving Thursday nya hehehe,,,

Harmeilia Adiastuti said...

Welcome back dear...
Nice to hear from you :)
Like it when u said: makan di angkringan and dengerin Jogjakarta-nya KLA. it is indeed perfecto haha
then, ide seru tuh klo bs pke si linky utk tulis apa yg menarik dr kota kita. satu maskapai penerbangan juga udah mulai hal itu utk membuka jalur penerbangan wisata ke daerah2 yg jarang dikunjungi (mrk cari pasar di situ hehehe)tp itu buat gw jd bingung...aq nulis kota yg mana yach? hahaha
eniwei, agree bgt. dgn pergi ke luar, kita jadi bisa melihat indonesia dgn lbh objecktif. kdg klo qt di dlm a cup of coffee, yg keliatan item doang. ga keliatan gelasnya yg cantik atau bahkan kafenya yg melankolik. makanya aq seneng klo bs share ama cewek2 indo and my students in rural areas: go! if u can, go abroad! an broaden ur mind.
kdg dgn begitu, qt jadi lbh bisa menghargai apa yg kita punya.
btw, masih pgn cari buku bekas nie :)
also, inget ya jeung...dikau pergi ke sono pakai uang kita, uang rakyat, jadi jgn lupa oleh2nya huahahahaha (peace ^^)

dhieta said...

@anggit : wkwkwk, you're right about the "C'mon, go abroad" thing, hehe. Next destination: New Zealand!!! (kabulkanlah doaku ya Tuhaaannn^^) Ayo, kapan dong kita jalan? biasany akhir tahun banyak yg cuci gudang, message me ya :) Haha, klo soal oleh2 mah gampaaang, ga jauh2 dari gantungan kunci wakakaka.

Theresia Hutapea said...

hiaaa siknya karejooo bs smbil jln2 jg :D dlu gw pgn jdi diplomat wktu kecil haha,krna pgn jalan2
heeemmm gw blm prnah abroad si, soon deh :D, baru local to local ;p jdi blm bs ngrsain yg gmana2 hihi...
klo kaya gt pasti lagu "tanah airku, kutidak kulupakan" kayanya jdi ngena banget ya hehe :D

dhieta said...

@echa: hahaha, dulu gw malah pengen banget bisa nge-desain interior, hohoho, yuuuk, tukeran ilu wkwkwk. Amin, cha, ntar klo udah go abroad oleh2 yak^^ Oh iya, lagu itu tuh, waktu kita wisuda abis pendidikan diplomat kan choir nyanyiin lagu itu, hahaha, banjir deh air mata :D Keren ya lagu jaman dulu :)

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review