9/18/2011

It's Not My Business, It's Lord's!

Dibagikan oleh Dhieta at 2:52 am
Pagi ini aku menemukan fakta yang bikin sedih. Ini masih ada hubungannya dengan kelas padang gurun yang sempat aku ceritakan kemarin. When I knew that fact, mmm... gimana ya, sedih, bingung, hancur, perasaan campur aduk lah pokoknya. Untung waktu tahu fakta itu aku lagi di kamar, so aku bisa langsung doa lari ke Tuhan. Sempat bercucuran air mata sih, sempat mempertanyakan apa maksud semua ini. Sepertinya baru kemaren energiku di-charge buat terus fight soal masalah ini, but now the fact bener-bener bertolak belakang dengan apa yang aku imani. Ironis. Bener-bener ironis.

Jujur aja, aku sempat mempertanyakan lagi soal janji itu. Lalu tiba-tiba inget kalo I have to keep my mind dari semua pikiran-pikiran yang membuat aku meragukan Allah dan karyanya. Tiba-tiba juga inget that I have decided to stop my self pity dan terus memperkatakan janji Tuhan dengan iman. Tapi di saat seperti ini, untuk percaya adalah sesuatu yang sulit. Sampai akhirnya, I didn't know what else to say, then I stop praying.


I thank God ada sahabatku yang online ym jadi ada yang bisa di ajak cerita. Setelah dia tahu masalahnya, dia tanya bagaimana keadaanku? Waktu itu kujawab, "Sudah kubawa dalam doa. Sudah jadi urusannya Tuhan sekarang."

Loh? Kok aku bisa bilang gitu? Beneran tuh? Am I really alright?

Hahaha, I don't know, tapi emang aku kaget sendiri sama responku itu. Soalnya I used to be so emotional. Biasanya aku akan langsung menganalisa situasi, gelisah dengan keadaan, ketakutan akan hal-hal yang di luar kontrolku.


But, It's like suddenly a thought came across my mind. Oh iya, bener juga ya, IT'S NOT MY BUSINESS, IT'S LORD'S.


Kalau Tuhan sudah menjanjikan sesuatu, penggenapannya adalah urusanNya. Aku memang ingin janji Tuhan menjadi nyata, tapi keinginanNya jauh lebih besar dari keinginanku. Dia sungguh terlebih sangat ingin menggenapi janjiNya.


Dia sungguh akan menggenapinya.


Memang Tuhan pernah tanya, "Apa yang baik untukmu yang tidak Kuberikan kepadamu?" Dan jawabannya kudapat di ayat ini, "Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela (Mazmur 84:11)" Oh, jadi ternyata tidak ada hal yang baik yang Ia tidak berikan, Ia tidak pernah menahan kebaikan. Ia sungguh ingin melimpahkan segala sesuatu yang baik itu untuk hidup kita.


Pernah Dia juga menguatkanku dengan ayat ini, "Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta (Mazmur 9:4)" Dari ayat ini aku belajar, kalau Ia sudah menjanjikan, itu memang sudah menjadi hakku. Tapi Allah adalah pembelaku, pemenuhan hakku itu adalah  urusannya. Ia yang akan memastikan aku mendapatkan apa yang menjadi hakku itu.

Kalau seperti itu, apa yang harus kukhawatirkan? Dia yang akan mengurus semuanya, seperti apa yang Dia lakukan pada Hana ketika Hana meminta anak. Setelah mendapatkan janji Allah melalui nabi Elia, Hana pulang dengan sukacita, lalu "Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."

Ternyata, frase "Tuhan ingat kepadanya" itu, kalo di Alkitab versi The Message diungkapkan dengan sangat indah, "and GOD began making the necessary arrangements in response to what she had asked." Oooh, aku suka sekali terjemahan versi ini. Ternyata Dia bukan Allah yang cuma mendengar doa, Dia juga bukan Allah yang hanya sekedar menjanjikan, tapi Dia Allah yang membuat pengaturan yang diperlukan untuk meresponi apa yang diminta Hana. 

Kenapa Tuhan mau repot mengatur semua yang diperlukan itu? Why? Menurutku itu karena permintaan Hana adalah urusanNya, doa-doa Hana adalah urusanNya. That's why Tuhan mau urus segala sesuatu yang diperlukan. 


Now, back to the fact that I found this morning, sebenarnya itu sudah menghancurkan harapanku soal padang gurun menjadi kebun buah-buahan. Tapi aku tidak mau kehilangan damai sejahtera untuk kekhawatiran dan kegelisahan yang tidak perlu. Toh itu urusannya Tuhan. I know, kadang aku merasa beban yang kupikul sungguh berat. Kenapa? Sekarang, aku baru sadar kalau itu karena aku mencoba membawa beban yang seharusnya menjadi urusan Tuhan. 


Jadi sekarang, biar Dia yang urus segala sesuatu yang diperlukan untuk membuat kebun buah-buahan itu. Mmm, bukan berarti aku tidak berusaha sama sekali ya. Tapi memang ada perkara dan keadaan tertentu dimana usaha kita memang hanya perlu sebatas doa. Seperti bangsa Israel yang tugasnya hanya mengelilingi tembok Yerikho, sedangkan soal bagaimana meruntuhkan tembok adalah urusanNya Tuhan. Bagianku adalah berperang dengan doa, pujian dan penyembahan, tapi bagaimana mengatasi 'fakta menyedihkan yang kutemui pagi ini' adalah urusan Tuhan. 




God bless,

11 comments:

Theresia Hutapea said...

waaa smngkaaa....season come season go, and our heart still in Him
Lagu Hillsong "Desert song" emang pas yak dimasa2 ini xixixi ;p
deeuh jdi ingat bnyak urusan yg blm dkasih ama Tuhan ni >_<

Mega said...

Dit, pernah baca Visioneering gak? Bukunya Andy Stanley, itu buagusss buanget. tentang bagaimana mencari visi yang dari Allah, apa yang kita lakukan selama menunggu visi itu diwujudkan, itu bner2 nguatin deh. A must read ^^

Aku lupa persisnya kata-katanya, tapi ada bagian yang seperti ini:"Semakin mustahil ato semakin jauh suatu keadaan sekarang dibanding denagn suatu visi, maka semakin hormat yang diterima Allah sewaktu visi itu terwujud, krena nyata bnar itu semya Allah yang mengerjakan."

Bukan urusan kita memikirkan BAGAIMANA sesuatu janji terwujud, itu urusan DIA yang sudah menjanjikan, Dia ahli BAGAIMANA ^^

Suka banget, waktu liat statusmu subuh tadi ^^ IT'S NOT MY BUSINESS, IT'S LORD'S.AMEN

dhieta said...

@Mega : huaaaa, makasih meg... hiks, hiks, pasti akan kucari itu buku sampe ketemu!!! seharian ini setiap kekuatiran menyerang, aku komat kamit aja, "Itu urusan Tuhan, udah diurus Tuhan," gitu terus berulang-ulang... hehe, jiwaku harus mau mendengar apa kata Firman!!! Iya, benar, sampai tahap ini yang kuperlukan adalah God's intervention, He will do it although I dont know how... tapi I believe He's making necessary arrangement to response what I have asked him. AMEN!

@Echa : Iyaaa, desert song itu pas bangeeettt.... apapun yang terjadi, hatiku tetap menyembahNya. I love Jesus, no matter what :) Haha, urusanny pasti sedang diurus kok sama Tuhan, cha. Tenang aj :)

uly said...

halo dietha,,
be strong in the Lord ya...
diberkati dgn tulisan2mu.
ijin share ya.
trims n God bless :)

dhieta said...

@uly : halo, uly... thanks y supportnya, the joy of the Lord is my strenght :) boleh, boleh, silakan di share :D God bless you too!

desi said...

nyanyi aah utk k dhieta:
ehhhhhhhmmmmmm...

kasih setiaMu Tuhan..lebih dr hidup k dhieta
jalan2jalanMu ya Tuhan terbaik baginya...
dr smw yg Kau katakan tiada dusta k dhieta temui
dr smw yg Kau janjikan.. Tiada yg tak terpenuhi...
-ini lagunya dewi guna "andaikanku hrs memilih" klu mnrut aku masih sodaraan sm lagunya hillsong, hehee-
SEMANGKAAAAA.... semangat kakakkkk....:D
JLU

dhieta said...

Hahaha, makasih yaa buat lagunya... hiks, hiks, so touched :)

Aku juga suka loh sama Dewi Guna, paling suka sama Senyum Pelangi n Togu Au Tuhan. Thanks for reminding me kalo Tuhan itu setia ya, apa yang Dia janjikan pasti digenapi.

Semangat juga yaa buat desiii...

JLU2
:D

marthavina said...

Ditha...emang gak smua yang kita pingin atau tunggu berbuah indah. Saya lebih senang mengatakan : kerjakan, segala sesuatu yg bisa kita kerjakan, dan serahkan pada Tuhan , untuk segala hal yang tdk bs kita kerjakan. Its Lord Business.Jadi kalau ada hal yg buat kita frustasi coba buat tenang, dtg pada Tuhan dan minta Tuhan buat angkat beban kita. Jgn lupa Tuhan tahu yg terbaik buat kita.

dhieta said...

:) Iya, kak martha, sampai tahap ini Dhieta udah angkat tangan, biar Tuhan aja turun tangan, hehe... Makasi yaa. You;re absolutely right, Tuhan tahu yang terbaik, itulah kenapa kita bisa tetap tinggal tenang dan percaya :D

viryanikho said...

semangat ya dita :) He is the God that never be late even one seconds :) Keep clinging on Him and His promises.. for He is yes and amen :D

dhieta said...

@viryanikho: Thank you, ni :) Amen, amen, I'll be clinging on Him and His promises... for every words that He spoke is truth :D

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review