7/01/2011

Personal Challenge: Inspiration from Julie & Julia (Part 1)

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 2:29 pm
Minggu kemarin, berawal dari flip and flap the TV remote, aku tidak sengaja nonton Julie & Julia. Ide film ini unik dan dihidupkan pula oleh acting Meryl Streep sebagai Julia Child dan Amy Adams sebagai Julie Powell.

Alkisah, Julia adalah seorang koki legendaris, mungkin seperti Sisca Suwitomo di negara kita. Dia menulis banyak buku resep yang menjadi best seller dan, of course, termasuk dalam must have book in the kitchen. Pada suatu hari, Julie – an ordinary married woman in modern New York – menantang dirinya sendiri untuk menulis blog, dan setelah mencari-cari ide tentang apa yang harus dia tulis di blognya, tercetuslah ide itu.

Ide apa?

Dia ingin mencoba semua resep yang ada di buku pertama Julia Child, Mastering The Art of French Cooking, dan menulis pengalaman itu di blog nya dengan deadline yang sudah ditentukan. It means, trying 524 recipes in a year!


Yang menarik dari film ini adalah, pengalaman Julie menulis blognya dikontraskan dengan kisah awal karir memasak Julia di tahun 1950-an. Menarik sekali melihat bagaimana dua perempuan di masa yang berbeda dihubungkan oleh sebuah buku memasak.

Then, you have to watch it by yourself to know the rest of the story…

Btw, pekerjaan Julie yang membosankan sebagai operator telepon lah yang mendorong dia untuk menantang dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu yang bisa memotivasi hidupnya. Mencoba semua resep di buku pertama Julia dan menulis setiap perkembangan di blog adalah tantangan pilihannya.

Ide ‘menantang diri sendiri’ ala Julie dalam film ini cukup menginspirasi dan mengingatkan aku pada beberapa tantangan pribadi yang aku ingin selesaikkan.

Apa saja tantangan itu?

Pertama, menyelesaikan pembacaan Alkitab once in a year. Ooh, aku sudah mendeklarasikan tantangan ini sejak SMA. Tapi kenyataannya, selalu berhenti di tengah jalan. Oh tidak, sepertinya bahkan belum sampai ke tengah. Baru awal dan langsung berantakan.

Masalahnya adalah inkonsistensi.

Untuk menyelesaikan Alkitab dalam setahun, setiap hari kita harus baca 4 (empat) pasal. Kadang kalau sedang semangat, membaca sepuluh pasal pun aku bisa. Tapi kalau sedang capek dan malas, membaca satu pasal saja sudah seperti menyalibkan diri sendiri, hiks.. hiks…

Tahun ini, aku sedang mencoba lagi. Thanks God, I found a blackberry application yang sangat membantu, namanya You Version. Yeah! :p You Version ini sebenarnya adalah bible application, tapi mereka juga menyediakan Bible Reading Plan yang terdiri dari banyak versi. Versi pilihan aku Canonical reading plan dengan pembacaan yang urut dari Kejadian sampai Wahyu. Setiap hari aplikasi ini akan memberikan bacaan yang harus di baca pada hari itu, tidak selalu empat pasal, kadang bahkan hanya dua pasal.

Nah, jujur saja, inkonsistensi masih jadi musuh terbesar aku. Tapi kalau aku sudah ketinggalan beberapa hari, mereka menyediakan Catch Me Up button, yang memungkinkan kita kembali ke bacaan terakhiru. Sampai saat ini, aku sudah jalan sekitar 60 hari dengan 3 atau 4 kali mengunakan catch me up button itu hehe...

And then, bravo for the founder of Black Berry and You Version. Kalau dengan Alkitab biru buluk kesayanganku, aku harus melakukan Bible Reading di rumah. Tapi dengan Black Berry, aku bisa menyelesaikan tantangan ini saat dalam perjalanan di Trans Jakarta, menunggu teman di food court atau kapanpun aku punya waktu.

However, aku tidak bermaksud membanggakan tekhnologi yang kumiliki, I know that not everyone having blackberry, android, I-pad dan semacamnya. My point is, manfaatkan apa yang ada di tangan kita. Temanku pernah bercerita, tantenya memfoto kopi Alkitabnya pada bagian yang harus ia baca hari itu dan menaruhnya dalam organizer sehingga dia bisa membacanya di tempat umum tanpa harus kelihatan sok religious. Nobody knows she read her bible!!!

Ketika melakukan Bible Reading mungkin kita tidak menggali sedalam saat kita melakukan Morning Devotion. Tapi tantangan ini, akan menolong kita untuk semakin cinta FirmanNya. Mungkin kita sudah ngantuk dan capek baca silsilah-silsilah dan ukuran-ukuran kayu di Bait Allah,  mungkin kita sudah bosan membaca kisah yang sudah kita tahu sebelumnya, tapi saat kita terus melakukan komitmen kita, kita sedang membangun ketekunan dan kesediaan untuk menyalibkan daging. Yang paling penting, Tuhan bisa menggunakan Firman apapun untuk bicara kepada kita.

Setiap hari, aku selalu penasaran, hari ini Tuhan mau ngomong apa ya?

I don’t know if you have the same challenge like this, but if  you do, let’s fight together and accomplish this mission!!!

Lalu, selain tantangan Bible Reading itu, I have another challenge. Masih ngga jauh-jauh dari soal reading sih, hehe. Yaah, beginilah kalau jadi orang kecanduan buku, bikin tantangan buat diri sendiri juga ga jauh-jauh dari buku buku buku dan baca baca baca… (^^)/

Tapi itu di post selanjutnya yaa...

Jakarta, Juni 2011

0 comments:

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review