7/27/2011

The Patience Endurance

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 5:34 pm
Baru saja mendengar sharing seorang teman. Dia bilang, “Tiba-tiba saja merasa lelah untuk bersabar…" Saya tidak tahu persis ada apa sebenarnya dengan dia, yang jelas dia hanya minta dukungan doa. Pertanyaannya, sesulit itukah bersabar? Sesulit itukah menanti-nantikan Tuhan?

Sulit atau tidak, if He ask us to do, that's what we have to do.

Lalu apa yang terjadi kalau kita tidak bersabar? Bisa berbeda untuk setiap perkara, tapi pasti ada konsekuensinya. Baru-baru ini saya belajar tentang konsekuensi itu. 


Weekend kemarin, kementerian kami mengadakan sebuah event di Bali dan saya bertugas di bagian registrasi. Ketika pagi hari tim registrasi mengecek perlengkapan, ternyata meja registrasi belum tersedia. Kami melihat ada meja tidak terpakai diletakkan di salah satu sudut hotel. Jadi kami minta salah satu staf hotel memindahkan tempat itu ke lobby sebagai meja registrasi. Staf itu mengatakan "Ya, mbak, saya panggil teman-teman dulu...", lalu ia pergi.

Menit demi menit berlalu tapi staf hotel itu tidak juga datang. Aaah, kami sudah stres. Menunggu lima menit saja sudah terasa seperti satu jam :p Di benak kami, delegasi akan segera berdatangan dan meja belum siap. Aduh, aduh, bagaimana ini... Akhirnya, kami memutuskan untuk mengangkat sendiri meja itu. Sambil mengeluhkan kinerja staf hotel yang tidak cekatan dan sigap, kami mengangkat meja itu ke lantai atas, tempat meja registrasi seharusnya berada. Rasanya kami seperti menaiki ratusan anak tangga.Sampai di lantai atas, kami bercucuran keringat, tapi cukup puas melihat meja itu sudah terpasang di tempatnya.

Tiba-tiba, salah satu teman kami muncul, melihat meja itu dan terkejut, "Lho, kok meja yang ini? Tadi sepertinya staf hotel sudah mempersiapkan meja lain. Meja panjang, besar, dengan taplak putih. Bagus sekali. Begitu mereka tahu meja yang ini sudah dibawa ke atas, meja bagus itu dimasukkan lagi ke gudang."

Kepuasan saya hilang saat itu juga. Kalau saya mau bersabar beberapa menit saja, pasti meja yang saya "dapat" adalah meja yang lebih mewah. Kalau saja saya bisa sedikit percaya pada staf hotel itu, saya tidak perlu berkeringat mengangkat meja ke lantai atas.

Saya seperti diingatkan, kadang seperti itu pula sikap saya ketika menantikan Tuhan. Firmannya jelas-jelas mengatakan, dalam setiap pencobaan Ia akan memberi jalan keluar (I Kor 10:13), Ia akan mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan (Yes 32:15), dan Ia akan membuat semua akan indah pada waktuNya (Pkh 3:11). Tapi kadang ketidaksabaran (dan kekuatiran dan ketidakpercayaan) membuat kita tidak bisa tenang menantikan Tuhan. Akhirnya, kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, mencoba memakai cara kita sendiri. 

Seperti Sara dan Abraham - Karena tidak sabar menanti anak yang dijanjikan, Sara menyuruh Abraham menikahi Hagar, budaknya. Hasilnya, Ismael, anak budak itu berseteru dengan Ishak, anak perjanjian. Perseteruan itu tidak selesai bahkan sampai berabad-abad kemudian.

Seperti Yakub - Karena tidak sabar menanti Tuhan memberinya hak kesulungan, Ia memakai caranya sendiri: membeli hak kesulungan dari kakaknya Esau. Ia menipu melanggar otoritas ayahnya. Bertahun-tahun ia harus bersembunyi dari Esau, kakaknya, dan hidup dibawah ketakutan suatu hari Esau akan membunuhnya.

Seperti saya - Dalam kasus meja hotel yang saya ceritakan tadi, karena ketidak sabaran, saya hanya mendapat meja dengan kategori second best, disaat Tuhan sudah menyiapkan the very best.

Konsekuensi ketidaksabaran bisa berbeda dalam setiap perkara. Tapi konsekuensi itu pasti ada. Konsekuensi yang paling parah, menurut saya adalah, ketika gara-gara ketidaksabaran kita sama sekali tidak menerima janji Tuhan. Seperti bangsa Israel yang tidak bisa masuk ke Kanaan, tanah yang sudah dijanjikan. Betapa sedihnya.

Hari ini, saya menemukan artikel bagus tentang topik ketidaksabaran ini. Artikel itu menguatkan pesan yang saya dapat dari peristiwa meja hotel itu. Well, i do believe that it's not a coincidence. Saya cuplikkan beberapa bagian ya..

We know that FAITH is our only way to salvation. By FAITH, we have HOPE. Miracles happen. Prayers answered. Faith is the basic and foundation of our relationship with God. But let’s not forget that God will TEST our FAITH from time to time. Our faith is constantly tested. Believe it or not, PATIENCE and ENDURANCE is easier to loose than loosing your FAITH. Before someone loses their FAITH, they must have lost their PATIENCE with God. That’s why having a big PATIENCE and a great ENDURANCE is important in keeping your FAITH. 

Our life journey is like going from one cliff to another. There on the other side of the cliff are our DREAMS and GOALS, WISHES and PRAYERS that we wish to achieve. We know that if God permit, He could have just granted whatever we wish in an instant, that is what we call MIRACLES. But God wants us to have a journey with Him. He wants us to walk on our FAITH. We know that along the journey on the ‘bridge’ of FAITH, trials and temptations will come. Strong windsshake’ our faith where we’re standing. Satan will try to pull us down so that we fall OFF our FAITH. will blow to ‘

That’s where we need PATIENCE and ENDURANCE. Those are the times where PATIENCE and ENDURANCE comes to play. We need PATIENCE and ENDURANCE to act as a ‘pillar’ to supportbridge’ of FAITH for it to be strong and steady.

Hebrews (Ibrani) 10:35-36 “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh yang dijanjikan itu.”

(NLT) “So do not throw away this confident trust in the Lord. Remember the great reward it brings you! Patient endurance is what you need now, so that you will continue to do God’s will. Then you will receive all that He has promised.”

My friends, I don’t know what you are facing right now. But one thing I believe, God has prepared a miracle for you right there. So if you have FAITH, then WALK the FAITH! I know strong winds will blow, trials and temptations will hit you to shake your faith. But have patience and endurance to go through it all. You might be just a step away from your miracle!

Artikel itu diakhiri dengan kalimat ini: “Hold steady when things don’t go the way you want them to. You Could be on the brink of a miracle.” Terjemahan bebas saya: "Kombinasikan iman, kesabaran dan daya tahan. Mungkin saja mukjizat sudah di depan mata."


Jakarta, Juli 2011

2 comments:

Nonik said...

Mbak bagus banget :) Lagi lembur lagi nih hahaha.

Dhieta said...

@Nonik : Kok ga ada icon T__T lagi Nik? :p :D

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review