7/01/2011

Personal Challenge: Inspiration from Julie & Julia (Part 2)

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 2:52 pm
Okay, as promised, ini adalah lanjutan post sebelumnya tentang personal challenge. Aku sengaja membaginya jadi dua biar tiap post ngga kepanjangan :p Yang belum baca bagian sebelumnya, baca disini yaa...

Nah, ini soal my another personal challengeTantangan ini agak mirip-mirip dengan Julie di film yang aku ceritakan sebelumnya. Aku menantang diriku untuk membaca semua buku dalam list “1001 Books You Have To Read Before You Die”  

Haha, seems to many, 1001 books???


Semuanya berawal ketika aku menemukan buku yang isinya tentang 1001 buku itu. List itu disusun mulai buku dari abad pertengahan sampai buku terbitan baru. Semuanya dianggap sebagai yang terbaik dan layak dibaca, mulai dari karya sastra penerima nobel yang novelnya rumit minta ampun, sampai novel-novel inspirasional dan cerdas. 

Tantangannya adalah, beberapa tahun sekali penyusun list ini akan merevisi listnya. Kalau tidak salah sudah ada dua list 1001 books. Dan karena aku tidak ingin melewatkan satu buku pun, aku tetap mengacu pada list yang lama dan menambahkan buku-buku baru pada list berikutnya. Jadi total bahkan lebih dari 1001 books!

Hiks…

Lalu bagaimana progress tantangan ini? Jujur saja, belum sampai kemana-mana. tapi aku sangat excited dengan tantangan yang satu ini. Well, I want to publish my own Christian fiction books. Jadi, meskipun membaca novel sekuler, itu tetap saja akan menolong aku belajar dari penulis lain, terutama soal membangun plot dan karakter.

Okey, one step in one time. Perjalanan seribu mil didahului dengan satu langkah.

Aku sudah membeli beberapa dari list 1001 itu. Perjalananku ke Perancis dan Belanda memungkinkanku  untuk mendapat beberapa buku dengan harga murah. Kali ini, two thumbs up buat pemilik Shakespeare Company dan De Sleighte. Yang pertama adalah toko buku di Paris dan yang kedua di Den Haag. Keduanya menjual buku baru maupun bekas tapi, meskipun bekas, kualitasnya tidak kalah dengan buku baru.

Di Paris aku memborong novel-novel Jane Austen. Mereka yang ingin membuat novel romance harus menjadikan Jane Austen sebagai salah satu referensi. Tapi, dari beberapa novel itu, belum satupun yang sempat aku baca.

Lalu aku berangkat ke Den Haag dan terperangkap di De Sleighte. Disana aku mulai menyeleksi ratusan buku dan mencocokkannya dengan list 1001 books. Yeah, I found some dan membeli beberapa yang menurut aku tidak akan aku temukan di Indonesia. Ketika aku pulang, aku tidak mungkin membawanya di pesawat karena keterbatasan bagasi, jadi aku kirim dengan kargo yang baru akan tiba sekitar awal Agustus. Ooh, itu masih sebulan lagi  L

Masalahnya adalah, aku juga ingin fokus membaca Christian Fiction Books, terutama yang bergenre drama and romance, aku ingin belajar mengemas pesan Firman Tuhan tanpa terasa vulgar . Aku juga masih ingin membaca karya sastra Indonesia seperti Pramoedya dan N.H. Dini agar novelku nanti tetap  punya 'cita rasa' Indonesia. Bukan cuma itu, aku juga tetap ingin membaca buku-buku rohani agar aku tetap berhikmat dan berpengetahuan. Satu lagi, aku ingin banyak membaca buku sejarah untuk menunjang karir aku saat ini.

Oh tidak, jadi buku mana yang harus aku baca lebih dulu? Bukankah aku juga masih harus menulis, entah itu puisi, cerpen atau apapun.

Aku baru tahu aku seorang pembaca yang ambisius!

I’ll try my best to make my life balance but still accomplish all my challenge project and I’ll share the progress here on this blog like Julie.

Btw, after reading this, jadi berpikir untuk membuat tantangan bagi dirimu sendiri? Kalau kamu sedang mencari tantangan apa yang kira-kira cocok, just start with your passion dan carilah yang akan berguna untukmu.

Aku pernah berpikir untuk menyelesaikan list 1001 movie you have to watch before you die. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, terlintas pertanyaan apa gunanya? Aku tidak punya niat untuk jadi sutradara atau belajar acting, tidak ada yang kudapat selain hiburan. Lain halnya kalau membaca, aku bermimpi jadi penulis, aku bermimpi menerbitkan buku, jadi semakin banyak membaca, semakin banyak belajar, semakin banyak terinspirasi. Tantangan ini jauh lebih berarti.

Jangan lupa untuk menantang dirimu sendiri dalam disipilin rohani. Menghafal satu ayat setiap hari mungkin bisa jadi contohnya. Itu akan menolong roh kita punya cukup senjata saat Iblis menyerang Atau, as a woman yang nantinya akan jadi homemakers, belajar satu resep setiap minggu sepertinya menyenangkan. Saat kita menikah nanti, kita sudah punya banyak senjata untuk memenangkan perut dan hati suami kita, dan siapapun yang mungkin bertamu ke rumah karena memasak adalah aspek penting dalam pelayanan keramah-tamahan. 

So, selamat menantang diri sendiri, dan jangan lupa bagi-bagi cerita soal progressnya ya...
   
God bless,

0 comments:

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review