1/28/2013

Books I've Read - January 2013

Dibagikan oleh Dhieta at 4:29 pm
Hola! Mulai, tahun ini, I think I'll make list of books I've read. For me, reading is not only an activity for pleasure purpose, but more like a learning process. Berhubung one of my resolutions juga ada yang soal reading list, this post also helps me to know how far my progress is.

Nantinya, year by year, bisa dilihat di Page Book's I've Read di bagian atas blog ini. Akan ada link daftar buku yang udah aku baca perbulan, setiap tahunnya.

Now, Let's start with Januari 2013...

1. Love of God - Oswald Chambers


Ini buku wajib buat bulan Januari dan ternyata cuman butuh 3-4 hari buat selesai. Kalo pas libur sebenarnya maksimal 2 hari =P  Somehow aku ngerasa bukunya Oswald Chambers itu agak-agak susah, mungkin karenanya buat aku idenya agak random, atau karena bahasa Inggrisnya ga simpel, atau mungkin karena sangat prinsip banget.

Atau mungkin karena buku ini 'padat' banget dan memang harus dibaca pelan-pelan kali ya. Buku ini gabungan dari beberapa buklet : the Love of God,  the Ministry of the Unnoticed, the Message of Invincible Consolation, The Making of Christian, Now Is it Possible dan the Graciousness if Uncertainty.

Buat aku yang paling berkesan itu bagian the Ministry of the Unnoticed, soal melayani tidak dibawah spotlight, melayani bahkan tanpa ada orang yang tahu, dengan kerendahan hati. Bagian ini mengajari kita buat jadi a common Christian tapi dengan impact yang besar. Ilustrasinya seperti Lily in the Valley (versi Indonesia itu Bunga Bakung di lembah). Sometimes bunga jenis ini tuh tersembunyi di balik semak, tapi baunya sampai kemana-mana. We don't have to be 'someone' to serve God, we can be just common people tapi effectively serve Him.

Dibahas juga soal pentingnya 'turun gunung', melayani di real life, walopun itu adalah unadvertised life for the community. Musa memang punya waktu untuk berdua sama Tuhan di Gunung Sinai, tapi sebagian besar waktunya adalah di lembah, bersama orang Israel, bermasa orang-orang. Kalo kita cuma mentingin 'naik gunung' itu namanya spiritual selfishness.  

The test of spiritual life is the power to descend; if we have power to rise only, there is something wrong. We all have had times on the mount when we have seen things from God’s stand point and we wanted to stay there; but if we are disciples of Jesus Christ, He will never allow us to stay there. Spiritual selfishness makes us want to stay on the mount; we feel so good, as if we could do anything—talk like angels and live like angels, if only we could staythere. But there must be the power to descend; the mountain is not the place for us to live, we were built for the valleys. This is one of the hardest things to learn because spiritual selfishness always wants repeated moments on the mount.

Ternyata bahkan untuk urusan rohani, blusukan itu juga penting cuy! Hahaha.. blusukan di kantor, blusukan di rumah, blusukan di sekolah, and minister them!

#Fiuh!


Oh iya, buku ini bisa dibaca gratis di sini, but I don't recommend the download link cos I dont know about the copy right :p 


 2. The Valkyries - Paulo Coelho


Yang ini agak-agak bikin kening berkerut, hahaha. Ada sih ngebahas hal-hal spiritual karena sebenernya Paulo Coelho ini backgroundnya Katolik dan emang ada beberapa prinsip rohani yang dia pakai. Buku ini nyeritain perjalanan Paulo buat ketemu sekelompok gang wanita padang gurung bernama Valkyries yang akan ngajarin dia bicara dengan Malaikat. Sudut pandang yang dipakai sih Malaikat in Christian stand point, tapi buat aku jatoh-jatohnya mistis, hahaha... Ada ritual-ritual aneh gitu, wkwkwk....

Gara-gara aneh, buku ini jadi ga selesai-selesai. Tapi berhubung udah set target, dan ada waktu baca pas Jakarta kebanjiran kemarin (kan kantor libur), akhirnya buku ini selesai juga^^

Yah, aku sih ga memandang novel ini sebagai novel rohani, tapi emang ga seasik baca the Alchemist (best work of Paulo so far...)


3. Amba - Laksmi Pamuntjak


Yang ini recommended banget! Kalau kamu pecinta sastra Indonesia, you have to read this book. Buku ini paket lengkap antara hiburan dan pengetahuan. Ga cuma sekedar love story, karena buku ini kaya dengan tradisi lokal dan sejarah bangsa. Latar belakangnya peristiwa G-30 S/PKI, salah satu masa paling gelap dalam sejarah bangsa kita. Yang menarik adalah, novel ini banyak membahas soal kehidupan di Pulau Buru, pulau yang digunakan buat mengasingkan para tahanan politik. Very enlightening...

Novel ini dibuat dengan riset yang sangat kuat, kelihatan banget. Latar suasana dan latar waktunya kuat banget. Deskripsi tempat, waktu, suasana, detail tapi ngga bertele-tele, Sure, Laksmi Pamuntjak maybe one of the best Indonesia women writer, bukan sekedar penulis cerita yang crispy dan sambil lalu, tapi kaya baik dari segi bahasa maupun muatan.

Yang aku suka, konteks wayang nya kuat banget. Well, aku tumbuh dengan cerita wayang as my bedtime story. I still remember the nights when my dad read me Mahabharata and Ramayana, atau saat -saat kami nonton wayang orang berdua, atau begadang nonton wayang kulit di TVRI :D Jadi, baca novel ini bikin kangen Bapak :p

Efeknya, begitu kelar langsung ngambil nafas panjang dan seperti ada jeda sejenak... #apamaksudnya haha


4. The Journey of Grace

Ini adalah buku biografi Ps. Jusuf Soetanto, gembala sidang Gereja Mawar Sharon. Berhubung yang ini panjang dan ada cerita sampingan, aku bikin di post sendiri disini.

***

Anyway, 1 bulan 4 buku sepertinya sudah lumayan wkwkwk... Sekarang lagi baca Mata Hari-nya Remy Silado, tentang pelacur Belanda keturunan Indonesia yang jadi double agent Perancis dan Jerman ketika Perang Dunia. Wew! Remy Silado is one of my favourite writer, dia itu berbakat banget, ya penulis, ya sutradara, ya penulis naskah... Keren lah pokoknya. Udah gtu dia kan banyak bikin novel dengan latar belakang sejarah, dia jugakuat di  riset, jadi cerita-ceritanya itu bikin pinter, kita jadi belajar banyak hal. Kapan2 kita bahas tentang dia deh ya... Semoga Mata Hari itu bisa selesai kurang dari seminggu, kan mesti ngejar yang target bacaan Februari huehehehe....

Oh iya, ini foto ku bareng Remy Silado, abis aku dan adek rohaniku si Priska nonton teater Diponegoro di Taman Ismail Marzuki yang disutradarai oleh Remi Silado :D  Akhirnya kesampean juga ketemu sama Bapak satu ini :p




God Bless, 
 

8 comments:

Megasomega said...

hahahaha, aku tadi mau buat postingan tentang 2 buku yang aku baca bulan ini, tapi blom selese karena eh karena ada jamuan kecil-kecilan di rumah-ngundang beberapa teman kantor menikmati masakan mamahku ^^ aku cuma punya 1 bukunya Oswald dan blom kubaca sampai selesai, gkgkgkgk

Dhieta said...

Wkwkwkwk, maap ya meggie eike duluan :D Emang kau baca apa bulan ini? Jangan makan mulu dong, baca juga hahahaha

keZioong said...

Kak DIta makin feminin dehhh..hhihihihih.. buku-na bareta bangeed sihh yang dibaca..hoho..

Lasma Frida said...

Like this,Dhiet. Jd dpt recomen pengrang2 bgus.

christine natalia said...

ya ampun kak.. bagian Ministry of the Unnoticed........... simply reminded me once again.. satu jam sebelum aku baca post ini, i just have to deal with these kind of feeling.... haaah.. cepet yah cara Tuhan ingetin lagi :")

Dhieta said...

Wakakakaka.... feminin dari mananyeee :p Bareta itu maksudnya berat yaah? :p Kagak kok kez, itu soft cover, jadi ga berat hahahahaa #ga nyambung^^

Dhieta said...

Titin ini mentang2 anak media trus banyak diteguhkan juga lewat media... Hmmm, Tuhan itu ngerti banget ya apa yang ngefek ke kita ^^

Helvry Sinaga said...

Hai

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review