3/14/2012

Kejutan Unit Baru!!!

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:46 pm
Dalam waktu dekat, aku harus cetak kartu nama baru. Waakakaka, gaya banget. Bukan karena yang lama habis, malah sejujurnya kartu nama sekotak yang desainnya sangat elegan itu belum banyak berkurang. Habis gimana yaaah, aku tuh suka lupa bawa kartu nama, jadi kalo ketemu counterpart suka panik2 ga jelas. You knowlah, senjata seorang diplomat itu salah satunya adalah kartu nama :D Nah, berhubung akhir bulan ini aku pindah unit, kartu nama baru harus segera dibikin^^

Sekarang aku masih di unit Direktorat Amerika Utara dan Tengah, di bawah Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa. Harusnya sih mulai awal bulan kemarin aku sudah pindah ke Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN yang sering disingkat KFA. Huhuuuy, apaan tuh? :p Yah, itu adalah salah satu Direktorat di bawah Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. Ngapain tugasnya? Of course, ngurusin hal-hal terkait ASEAN. Kalo di KFA, job disknya adalah ngurusin semua sepak terjang RI di ASEAN di berbagai bidang kecuali Politik - Keamanan (Polkam) dan Ekonomi. Buat yang dua itu udah ada direktoratnya sendiri. So, KFA ini akan ngurusin kerja sama kaya IPTEK, pendidikan, budaya, dan pariwisata.

Sounds cool, yah? Tapi sebenernya waktu tahu aku masuk ASEAN, haduh, jantung ini udah kaya mau lompat keluar loh. Jadi gini, di Kemlu ini ada beberapa Direktorat yang dianggap 'angker', dilihat dari isu yang ditangani, tingkat kesibukan, dan orang-orang yang terlibat. Salah satu yang dianggap angker itu adalah ASEAN. Huaaaahhh.... Kalau ada yang anak HI pasti pernah dengar kalau ASEAN itu adalah konsentris pertama politik luar negeri Indonesia. Dengan kata lain, ASEAN adalah prioritas utama kebijakan luar negeri kita. Akibatnya kita sangat concern dengan ASEAN, akibatnya kita punya banyak aktivitas terkait ASEAN, akibatnya Ditjen Kerja Sama ASEAN sangat sibuk, akibatnya stafnya sering lembur, akibatnya kadang weekend pun ngantor >,<

Buat gambaran, waktu Indonesia pegang keketuaan ASEAN tahun kemarin, teman-teman di Direktorat Polkam ASEAN rata-rata pulang hampir tengah malam dan kadang bahkan pulang pagi. Oh my, oh my... Unit lain di ASEAN juga kurang lebih sama, walaupun tidak selarut Polkam ASEAN. Oh my, oh my... Untung tahun ini Indonesia udah ga pegang keketuaan di ASEAN, jadi hopefully, tingkat kesibukannya sudah lebih berkurang :D Tapi, tetep aja, ASEAN itu salah satu unit yang masuk daftar "Not To Join". Aku sering banget lah bilang ke beberapa teman, "Aku sih rotasi ke manapun oke, asal ngga di ASEAN, BAM (Biro Adiministrasi Menteri - kerjaannya ngurusin pak Menlu^^) dan Biro Keuangan (jangan deh, kacau aku ngurusin duit). Jadi, waktu tahu aku masuk ke ASEAN rasanya kaya kena listrik tegangan tinggi^^

Jujur saja, aku emang ngga pernah ada request khusus pengen masuk kemana. Kalo keinginan hati sih pengen masuk ke unit yang santai, yang kerjaannya ngga banyak, yang bisa pulang waktu matahari belum terbenam. And definetely, that's not ASEAN! Ada sih keinginan buat masuk ke Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, walaupun disana ga bisa dibilang santai tapi unit itu pas banget dengan background pendidikanku. So I thought I would enjoy it more. But, what did I know? Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kalau aku masuk direktorat A atau direktorat B. Aku cuma lihat secara parsial dan Tuhan lihat segala sesuatu secara keseluruhan. Jadi aku cuma bisa bilang, "Tuhan, tolong pilihkan..." Emang sih di belakangnya ada embel-embel, "Kalo bisa sih yang dinasnya banyak, Tuhan. Jadi aku bisa nabung buat beli rumah, hehehe..."

Sempat sih nanya, "Kenapa? Kenapa, ya Tuhan? Kenapa aku masuk ASEAN?" Apa karena waktu aku doain unit baru aku lupa bilang, "Tapi kalo bisa jangan ASEAN ya Tuhan, disana sibuk banget, serem..." *Sigh* Dan tentu saja Tuhan ngga jawab sih, cuman ingetin aku kalo dalam segala sesuatu Tuhan berdaulat, dan apapun keputusannya adalah yang terbaik. Kalau Tuhan ijinkan aku masuk ASEAN itu yang terbaik dan paling pas buat aku. Yaaah, sempat juga sih mata berkaca-kaca, sampai Kasubdit ku yang sekarang bilang, "Hey, ASEAN is a good unit. Disana kau bisa sering jalan (dinas), bisa nabung kau, banyak duit..." (logat batak :D) And, "DHUENG!" langsung inget apa yang aku doain, supaya tahun ini Tuhan bukain pintu-pintu berkat keuangan, biar tahun ini aku jadi beli rumah, huehehehe...  Maybe this unit is one of the door :)

Akhirnya aku belajar menerima. Apalagi waktu itu aku baca online devotional buat hari itu, pas banget setelah aku tahu aku masuk ASEAN. Tentang kewajiban kita buat pikul salib. Poinnya adalah setiap kita punya jatah salib kita masing-masing, sesuai dengan kemampuan kita. Mungkin salib kita jelek, cuma dari kayu biasa. Mungkin salib orang lain terbuat dari kayu jati yang bagus. Tapi tahukah kalau kayu jati itu lebih berat dari kayu biasa? Kayu jati diberikan karena bahunya kuat memikulnya, dan kayu biasa diberikan kepada kita karena salib itu yang bisa kita pikul. Dan tentu saja Tuhan lebih tahu, kalau bahu kita sanggup memikul kayu jati, Dia juga tidak akan memberikan kayu biasa, karena dengan memikul kayu biasa kekuatan kita tidak tersalurkan dengan maksimal. Jadi apapun salib jatah kita, terimalah. Ngga usah iri dengan salib orang lain, ngga usah pengen tukar salib sama orang lain. Salib yang dipilihkan Tuhan itu udah yang paling cocok lah pokoknya.

"And he went out carrying his own cross" (John 19:17)"

God knows best what cross we need to bear. 
We do not know how heavy other people's crosses are. 
We envy someone who is rich; his is a golden cross set with jewels, but we do not know how heavy it is. 
Here is another whose life seems very lovely. 
If we could try all the other crosses that we think lighter than our own, 
we would at last find that not one of them suited us so well as our own.

Yah, begitulah.  Aku memang punya keinginan di Direktorat tertentu. Aku memang punya keinginan ini dan itu. Tapi Tuhan berdaulat dan keputusan yang Dia buat dalam kedaulatannya itu adalah keputusan yang sempurna, terbaik dan penuh hikmat.

Untuk bisa menerima dipindah ke ASEAN memang bukan hal yang mudah. Sempat kepikiran selama beberapa hari. Apalagi waktu menunggu ditempatkan di Direktorat apa cos awalnya cuma tahu ditempatkan di Ditjen ASEAN, direktoratnya belum tahu. Aku takut banget masuk ke Dit. Polkam yang berarti aku akan berurusan dengan isu-isu berat dan bakalan jadi sangat sibuk, huhuhu. But thanks God, setelah deg-degan luar biasa, akhirnya masuk ke KFA, yeeeeyyyy, terimakasih Tuhan!!! Akhirnya ngga ngurusin isu politik lagi, horeee....

Salah satu hal yang membantuku menerima rotasi ini adalah janji Tuhan untuk tahun 2012, "Trust in His faithfulness." Juga tentang cerita Kaleb dan Yosua yang memasuki tanah perjanjian dengan hati yang berani, bukan dengan pesimisme (tentang ini bisa baca di post ini) Jadi aku mengambil komitmen yang sama: seperti Kaleb, aku akan berkata, "Aku akan maju dan menduduki Direktorat Kerja Sama ASEAN, sebab aku pasti bisa mengalahkannya!" Meskipun isu-isu yang ditangani di ASEAN ribet luar biasa, kalau Tuhan memasukkanku ke ASEAN, itu karena Dia tahu aku sanggup menaklukkannya. Bukan dengan kekuatanku tentu saja, tapi dengan anugerahNya. And then, tentu saja ini kesempatan buat belajar banyak. Kemarin aku ngurusin bilateral, sekarang regional, jadi emang beda dan membuka banyak kesempatan buat pengalaman baru.

Di awal tahun kemarin aku memang sempat bertanya-tanya, kok tahun ini Tuhan cuma kasi frase "Trust in His Faithfulness?" Kok Tuhan ngga kasih janji aku akan begini atau aku akan begitu? Apakah ini berarti akan banyak kejutan di tahun ini dimana aku cuma bisa mengandalkan kesetiaanNya? Well, maybe yes. Mungkin tahun ini akan banyak kejutan, diawali dengan rotasi ke Direktorat KFA, tapi apapun itu, Tuhan setia. Aku bisa tenang karena Tuhan setia. Let's close this posting with a Quote of the day: Apapun kejutannya, Tuhan setia! :D


God bless,

11 comments:

Lasma Frida said...

Welcome to the jungle, ta. :D ... Emang kalo dikasih yang enak-enak terus kita ga belajar apa-apa, ga memperlebar apa-apa, ga tau kapasitas kita sampai mana. Bener bangetzz Tuhan yang tahu berapa kilo salib yang bisa kita pikul, kalo yang sekarang menurut kita udah enteng..Ntar Tuhan kasih yang lebih berat...Step by steplah Dia bikin kita lebih maksimal..

Chayooo yaaa...Jadi tahu dunia kementrian luar negeri :p

Anita Bong said...

Tetap semangat yaaa~ *hug* Something great will happen there :D

BTW nanya, rotasi di kantor itu berdasarkan jangka waktu tertentu atau Dhieta yang minta? :)

Nice sharing :D suka banget kata2 tentang beratnya salib :) very inspiring XD Gbu~

Dhieta said...

@Lasma : Thank you for your encouragement, Ms. Manullang :D betul, betul, Tuhan kasi tantangan buat memperlebar kapasitas kita. Supaya otot2 rohani kita terus terlatih dan semakin kuat... Oh, dunia Kemlu itu dunia yang sangat ow ow ow (unexpressable! :p)

@Anita : *Hugz you baaacccckkk* Thank you semangatnya Nita... Iya, di Kemlu biasanya berdasarkan waktu. Jadi abis lulus pendidikan diplomatik, kami akan dimagangkan selama setahun di unit 1, trus abis itu pindah ke unit lain selama kurang lebih 3 tahun sampe penempatan ke luar negeri... begituuuu... hehe... Gbu2, nit. Selamat memikul salib :D

Nonik said...

wawawawaawawawa ini bacaannya so Nonik banget hueheheeh. Jujur sih mbak, pas baca ini sebenernya I wanna have ur cross. Dg kata lain, aku ingin masuk di Kemlu. Aku ingin kerja disana. Rasanya ga masalah di direktorat manapun aku ditempatkan....

KeZia Margaret said...

Emang pindah-nya itu per-apa sihh kak??hehehe... agak ga mudeng gene nihh.hahaha..
Smangaaad yaa Kak Dita.. Tuhan nggak pernah memberi kita sesuatu di luar batas kemampuan kitaaa.. hehehe.. God bless youuuu *peluk*

Dhieta said...

@Nonik : Haha, soooo Nonik emang :p Eh eh, jalan ke Kemlu belum tertutup kok, Nik. Hanya tinggal menunggu Kemenpan menyatakan moratorium penerimaan pns selesai ;D

@Kezia : Maksudnya pindah per-apa gimana Kez? Jadi pindah ke Direktorat Jenderal lain gtu... Harusny sih mulai awal bulan, tapi unit yang lama belum ngelepas haha. Iya Kez, kalopun ini bakal sulit, aku mau belajar kok :) *Peluk balik*

Wina said...

mb ditaaaaaaaaaaa.......akhirnya aq comment jg.. hueheheheheh... postingan yg sangat memberkati.. ttg salib.. Tuhan ud kasi bagian masing2 ^^ sangat mengenaaa ke aq,, jadi gasah pengen salib org lain ^^ yang penting selalu lakuin yg trbaik sprti utk Tuhan,, ya kan ya kan mbaa... pengen dehh ke ibu kota,, apalagi di kemlu,, it pemikiranku tadinya sblm baca in,, xixiixixii,, tp skrng,, aq mau lakuin apa yang ada di depan dengan sepenuh hati,, "ku tak akan menyerah pada apapun juga, sebelum kucoba semua yg kubisa..ttp kuberserah kpd kehendakMu hatiku percaya Tuhan pnya rencana"
**bersyukur buat salib yang Tuhan percayakan kepadaku.. aku mau pikul it sampai tujuan**

cynthia ayuningtyas said...

keren lo kak!!! senang bacanya.. :)

Dhieta said...

@cynthia : hai, cyn. Thanks for reading. Ak jg ikut seneng, hehehe...

Theresia Hutapea said...

aaah senangnya masuk div ASEAN kan rame tuuh drpda amerika...iya ga sih?*sotoy*
aah smngat Tong...God knows u can do it with Him, kalo yg u can do it by yourself kan ntar lu ga butuh Dia lagi Tong
btw naik gaji dung kalo div lbh heboh dan sibuk gni?
asiklaaaa bakal ada traktiran :D :D

Dhieta said...

@Echita : Senang? Senang? Oooohhh, echitaaaa (peluk, peluk) Jauhkanlah cawan ini dari padaku wakakak. Iya, Chong, semangat kok, justru di dalam kelemahanku lah maka kekuatanNya nyata kan??? :D Hahaha, soal naek gaji itu, aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh.... ^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review