3/28/2012

Dan Tuhan Juga Menunggu

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:46 pm
Huaaaalllooooowwww.... *salam heboh! :D* Apa kabar? Bulan Maret sudah hampir berlalu loh. How's your life so far? Kalau aku sih, mmm, so far so good. Resolusi yang kemarin sempat dibuat masih banyaaaaaakkkk yang belum jalan. Sejauh ini baru Bible Reading yang udah on progress, walopun ada juga beberapa hari yang lewat dan akhirnya harus baca dobel2. Trus soal masak, aaah, ga tau deh jadinya gimana, the point is bulan depan aku pindah ke kos yang ngga punya dapur. Yaaaahhh, sepertinya resolusi yang itu harus di drop, hiks.

Lalu setelah beberapa bulan tidak ada kepanikan yang menyerang soal strawberry field (hehehe, udah lama yah ngga ngomongin strawberry field? :p), akhirnya hari Minggu kemarin hampir saja semuanya runtuh lagi. Sempat agak-agak heboh, bingung mesti ngapain dengan semua dugaan, trus akhirnya telpon Ira, dan diingetin lagi parafrase dari Yesaya 30:15,

 "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, 
dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."


Yeah, I know, ga peduli badai apapun yang terjadi, ga peduli seberapa panik aku jadinya, semua itu tidak boleh membuatku lepas kendali lagi. Lagi? Ya, lagi, for I did a mistake once and I shouldn't do it again. Maksudnya dengan lepas kendali ini adalah mencoba menolong diri sendiri, memakai hikmat diri sendiri, melangkah tanpa tuntunan Tuhan dan yaaah, hanya mengikuti keinginan daging semata. Aku sudah belajar dari kesalahan. Aku sudah bertobat^^ Sekarang bagianku tinggal diam, tenang dan percaya. So, untuk kali ini, walaupun aku seperti kena badai, walaupun badai itu bikin aku panik dan gelisah, I will stay calm and do nothing. And that's exactly what I do. Do nothing!

Dan memang ternyata semua dugaanku soal badai itu tidak terbukti sama sekali, wakakaka, tahu gitu kan ga usah panik-panik yak :p

Waktu malemnya merenung-renung soal ini, hatiku jadi penuh dengan ucapan syukur. Mungkin karena menyadari bahwa ternyata aku yang sekarang sudah lebih punya self control, which is a good progress karena aku yang dulu tuh lack of self control banget Tapi terus jadi nyadar juga, ternyata strawberry field yang selama ini aku kira sudah ngga jadi masalah ternyata masih bisa jadi potensi badai, hehehe.

Trus akhirnya jadi ngebaca-baca lagi parafrase dari Yesaya 30:15, coba liat dari berbagai versi, dan ada beberapa versi yang 'menusuk' banget.

(BIS)
"Bertobatlah dan tetaplah tenang, maka kamu akan Kuselamatkan. Percayalah kepada-Ku dengan hati yang tentram, maka kamu akan Kukuatkan."

(FAYH)
"Bila kamu bertobat dan berdiam diri menantikan Aku, maka kamu akan selamat. Dengan tinggal tenang dan percaya kamu akan dikuatkan. 

(BBE)
In quiet and rest is your salvation: peace and hope are your strength

(Message)
"Your salvation requires you to turn back to me and stop your silly efforts to save yourselves. Your strength will come from settling down in complete dependence on me."

(NKJV)
"In returning and rest you shall be saved; In quietness and confidence shall be your strength."

Jadi kalau misalkan digabung-gabungin kira-kira jadi gini nih,
          tinggal diam = tetap tenang = berdiam diri menantikan Allah = quiet and rest = stop our silly = efforts to save ourselves.
          tinggal tenang dan percaya = percaya kepada Allah dengan hati yang tentram = have peace and hope = be quiet and confident = settling down in complete dependence on God

Phew! Walaupun sebenernya ini bukan kali pertama, tetap saja ada yang menusuk-nusuk waktu  merenungkan ayat ini lagi. Soalnya sejak awal kasus strawberry field itu, ayat ini adalah salah satu yang coba aku hidupi. Awalnya memang jatuh bangun, tapi sekarang udah lumayan lah, at least I'm succeed to do nothing but wait, kecuali mungkin bagian hati yang tentram itu. Kadang masih suka gelisah and kepikiran, euy...

Waktu paginya ngebaca keseluruhan perikop, I was amazed by verse 18

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Waaaah, di ayat sebelumnya kan dibilang kita harus menanti-nantikan Allah. Selama ini kadang aku mikir Tuhan tuh ngga banget karena nyuruh aku nunggu sekian lama tanpa kepastian. Ternyata oh ternyata, aku tidak menunggu sendirian, karena Tuhan juga menunggu. Dengan melihat beberapa terjemahan lain, kita bisa tahu beberapa hal soal penantian Tuhan ini.

(FAYH)
Namun TUHAN masih tetap menunggu agar kamu datang kepada-Nya, supaya Ia dapat menyatakan kasih-Nya kepadamu. Ia akan menaklukkan kamu untuk memberkati kamu, seperti yang sudah dijanjikan-Nya. Karena TUHAN setia kepada janji-Nya. Berbahagialah semua orang yang berharap kepada-Nya untuk mendapatkan pertolongan. 
  • Ayat ini mengajar aku tentang alasan-alasan kenapa Tuhan menunggu. Setidaknya ada dua hal,, yang pertama, Ia ingin kita datang kepada-Nya. Kadang kalau semuanya kita dapat secara instant kita tidak akan menghargai campur tangan Allah di dalamnya. Bahkan kita justru mengklaim semua itu sebagai hasil usaha kita sendiri. Melalui masa penantian, Allah ingin kita datang kepadaNya dan mengandalkan Dia sepenuhnya sebagai the One and Only God whom we depend on.
  • Tujuan kedua, Ia ingin kita takluk. Kayanya aku pernah share kalau masa penantian itu sebenarnya adalah masa pembentukkan karakter kita. Mungkin awalnya kita seperti yang disebut di Mazmur 32:9, seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang. Dengan penantian Allah menaklukkan karakter 'kuda' dalam diri kita menjadi karakter 'domba' yang tunduk dengan rela pada Gembalanya.
  • And then, di akhir semua itu, Ia menunggu untuk memberkati kita, untuk menggenapi apa yang Ia janjikan. Karena Tuhan setia kepada janji-Nya. Jadi inget kalimat ini, in God, all endings are happy endings :p
(The Message)
But GOD's not finished. He's waiting around to be gracious to you. He's gathering strength to show mercy to you. GOD takes the time to do everything right--everything. Those who wait around for him are the lucky ones.
  • Frase God's not not finished seperti jawaban buat aku yang akhir-akhir ini bertanya, "Tuhan, apakah strawberry field ini bener-bener sudah selesai?" Ternyata Tuhan bilang belum. So? Mmm, entah. Tapi yang jelas mengingatkanku pada ayat lain, Mazmur 138:8,
TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! 
Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; 
janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!
  • Frase God takes the time to do everything right - everything memberi gambaran tentang apa yang Tuhan lakukan ketika Dia menunggu. Hmmm, ternyata dia sedang mengatur segala sesuatunya, tentu saja agar semuanya siap ketika berkatNya diberikan. Mungkin yang dipersiapkan adalah kita, mungkin juga orang lain, mungkin juga keadaan. Yang jelas, Dia akan mengatur segala sesuatu menjadi prekondisi yang tepat bagi berkat yang akan Ia berikan. Lagi-lagi mengingatkan aku pada sebuah ayat lain, dari I Samuel 1:19,
Up before dawn, they worshiped God and returned home to Ramah. Elkanah slept with Hannah his wife, and God began making the necessary arrangements in response to what she had asked. 
(BIS)
Walaupun begitu, TUHAN menanti-nantikan saatnya untuk menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu. Ia siap sedia untuk mengasihani kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang melakukan apa yang tepat. Berbahagialah orang yang berharap kepada-Nya.
  • Frase sebab TUHAN adalah Allah yang melakukan apa yang tepat, mengingatkan aku bahwa aku bisa saja punya segudang pertanyaan tentang God's waiting policy, dan tetap saja aku tidak punya jawabanNya, tapi aku bisa memilih untuk percaya bahwa semua tindakan Tuhan adalah tepat. Kalau Tuhan memutuskan menunggu, itu tepat. Kalau Tuhan menyuruhku menunggu, itu tepat. Apa yang Ia perbuat, dalam kedaulatanNya, adalah tepat.
(NET)
For this reason the Lord is ready to show you mercy; he sits on his throne, ready to have compassion on you.* Indeed, the Lord is a just God; all who wait for him in faith will be blessed.*
  • Karena Tuhan menunggu, kita sebenarnya juga tidak punya alasan lain untuk tidak ikut menunggu. Bagian kita sungguh hanya menanti-nantikan Tuhan. Versi NET ini mungkin adalah satu-satunya versi yang memasukkan unsur 'faith' dalam frase wait for him. Menunggu Tuhan membutuhkan iman. Itu jelas. Seperti Abraham ketika ia mempergumulkan janji Tuhan tentang keturunan,
Ibrani 11:11
Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu,
 walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Kesimpulannya, ketika Tuhan menyuruh kita menyuruh kita menunggu, Ia bukan Tuhan yang ongkang-ongkang sambil ketawa-ketawa ngeliat kita menahan diri mati-matian agat bisa menunggu dengan tenang. Tidak. Dia bukan Tuhan kejam macam itu. Ketika Tuhan menyuruh kita menunggu, Dia juga sedang menunggu hal yang sama kok. Kita tidak sendirian.

Mengutip Yesaya 30:18 dalam berbagai versi, semua orang yang menanti-nantikan Tuhan, adalah orang yang beruntung, berbahagia dan diberkati. Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sedang menunggu sesuatu atau seseorang. Mungkin ada janji yang belum digenapi, yang bahkan sampai detik ini Tuhan masih bilang, "Tunggu." Hmmm, I have no other words but this, "Selamat menunggu bersama Tuhan."

:)


4 comments:

frits hendrico said...

nungguin apa sih mba? :p

Mekar A. Pradipta said...

@frits : nungguin kebun buah-buahan yang dijanjikan Tuhan di Yesaya, dek... :p

Theresia Hutapea said...

cieee menanti lagi ya buuu....smngat Allah itu setia, jalan2Nya adil (ayat tadi pagi)
eeeh btw trnyata hidungmu mancung ya wkwkwkwk stelah brtemu baru kusadari itu *halah
gw ud beres bca PP hahahaha

Dhieta said...

@Echa : hahaha, ya begitulah, kak echa :p Padahal berenti aja aku juga udah rela loh :D Eeeeh, emang mancung idungku ini, bagus kan? bagus kan?^^ Buset, udah kelar? Ayo bagiin berkatnya!

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review