11/05/2012

God's Faithfulness : He Holds My Hands Til The Finish Line

Dibagikan oleh Dhieta at 1:06 am
Baiklah, it’s already November, dan jujur aja, aku lagi agak-agak gamang dengan this mixed feeling inside. Antara senang dan sedih karena tahun ini akan segera berlalu. Senang karena, yaaahh, semakin berjalannya waktu berarti semakin dekat dengan waktu Tuhan mengenai banyak hal di depan sana :D Sedih karena aku ngerasa kok rasa-rasanya tahun ini hambar aja ;p I mean ngga ada something wow gitu yang aku alamin :”/ Well, I know that God has been good to me, pemeliharaanNya sempurna, cuman yaa… kayanya tahun ini ngga ada pencapaian apa gitu. Sementara kan di Gereja kita selalu belajar mengimani kalo tahun ini adalah tahun multiplikasi dan promosi dengan perkenanan Tuhan. Sementara, buat aku pribadi, aku belum nemuin breakthrough dari pergumulan yang bikin aku dicemplungin di kelas Padang Gurun, yet it seems unfinished.
 

 Hari-hari ini waktu aku mikirin soal hal itu, Tuhan ingetin soal tema tahun ini ‘trust in His faithfulness’, belajar dari Yosua dan Caleb. Dulu aku sempat cerita kalo pas nerima rhema ini, sempat berasa ketar-ketir, jangan-jangan tahun ini adalah tahun peperangan dengan makhluk raksasa. And phew! Ternyata bener loh, tahun ini tuh emang puncak pergumulan itu. Kondisi tidak pernah separah ini sebelumnya. Literally, itu seperti seorang raksasa berdiri tepat di jalan yang mau aku lewati, tanpa menyisakan sedikitpun kemungkinan buat lewat. Yah, sebenernya aku udah berjalan mundur dan cari pintu lain yang terbuka. I mean, kalo Tuhan emang ga menghendaki aku lewat ya ga papa. Aku udah bilang ke Tuhan, “It’s ok, God. Not my will, but Yours.” Jadi, aku hentikan tiap usaha, in spirit or in physical realms, buat menerobos jalan itu dan terus berjalan sambil berharap menemukan jalan lain yang terbuka. Cuman ya sampe sekarang ngga ada tuh jalan lain yang terbuka. 

Markus 9:25-27
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kataNya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggocang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. 

Nah, dari dua ayat ini aku lumayan terkaget-kaget lah denger penjelasanNya Tuhan. Jadi dari situ kan kita baca kalo gara-gara diusir sama Tuhan Yesus, setannya keluar sambil menggoncang-goncangkan si anak sampai anak itu terlihat seperti orang mati. Emang sih, orang-orang pada heboh teriak-teriak kalo anak itu mati. Tapi toh itu cuma kelihatannya, tapi kenyataannya anak ini ngga mati. Keadaannya yang seperti mati itu cuma efek samping dari pemulihan yang sedang dilakukan Yesus. 

Yang pertama, aku diingetin kalo apa yang terlihat itu belum tentu keadaan yang sesungguhnya. Makanya dibilang, we don’t live by sight, but by faith. Ketika kita bawa pergumulan kita kepada Tuhan, meminta Tuhan turun tangan lalu keadaan jadi semakin parah dan bahkan seperti tidak ada harapan, itu bukan berarti keadaan memang benar-benar seperti itu. Apa yang dilihat oleh mata bukanlah keadaan yang sebenarnya kita kira. Itu cuman efek samping yang sifatnya sementara. 

Kedua, aku belajar dari respon orang tua si anak ini. Kan awalnya dia tuh yang bawa si anak kepada Yesus dengan bermodalkan iman. 

Markus 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.” 

Waktu dia liat Yesus menghardik si setan, senanglah mereka pastinya. Yes, ada harapan buat anakku sembuh! Tapi coba bayangin respon mereka abis itu. Ketika melihat anaknya terguncang-guncang *shock no 1, lalu melihat anak itu terkulai kaya udah mati, *shock no 2, lalu dengerin orang-orang bilang anak itu udah mati *shock no 3. Mungkin ngga sih mereka merespon kaya gini, “Huaaaaaaaaaaaa……. kok keadaan jadi parah geneeeee??? Gimana sih Yesus iniiiii? Katanya tidak ada yang mustahil bagi mereka yang percaya? Ciyus? Miapah? Kenyataannya anak gw malah matihhhhhh *ortu alay :p 

Yang jelas, dia punya pilihan buat percaya pada apa yang kelihatan (anak mereka mati), atau percaya pada perkataan Yesus sebelumnya (ga ada yang mustahil buat orang percaya, meaning anak mereka bakalan sembuh). Coba aja bayangkan kalau orang tua si anak itu kecewa dengan (efek samping) proses Tuhan lalu mereka menyerah dan membawa anak itu pergi dari Tuhan Yesus. Coba aja bayangkan kalau mereka tidak memberi kesempatan bagi Tuhan Yesus menyelesaikan pekerjaannya. Entah apa jadinya nasib anak itu. 

Ketiga, again, aku diingetin soal perseverance. Besoknya sate lagi dan dapet ayat ini, 


Galatia 3:3
“Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah yang telah kamu alami sebanyak itu?”

Aku somehow jadi keinget ortu si anak itu yang udah memulai dengan iman. Bodoh banget kalo akhirnya dia mengakhiri dengan alay :p Jadi keinget juga dengan setiap janji yang Tuhan kasih selama ini. Sama satu janji yang special banget yang aku kasi nama The Promise of Betlehem’s Star. Wkwkwk, ini udah dari tahun 2009 dapetnya cuman belum diceritain aja^^ Jadi inget juga sama setiap peneguhan sepanjang aku diproses di padang gurun. How I strived so hard to hold on, hold on my faith, hold on my hope, sambil terus jalan mengikuti tiang awan dan tiang api. Apakah aku akan membuat semua yang telah aku alami sebanyak itu menjadi sia-sia? 

Well, akan jadi sia-sia kalau aku memutuskan buat berhenti. Pasti akan jadi sia-sia kalo aku memutuskan buat berhenti percaya pada kesetiaan Tuhan. Soal trust in His faithfulness ini emang Tuhan belakangan sering ingetin. Yang paling menempelak, pas ibadah DM, pembicaranya bilang “Ada yang sudah menjadi apatis dengan janji Tuhan, sudah sekian lama menunggu tapi tidak juga digenapi. Saya katakan kepadamu Tuhan itu setia. Ia akan menggenapi apa yang Ia janjikan.” Iya sih, aku selama ini udah agak jadi apatis, rasanya sulit buat bilang ‘amin’ sama janji Tuhan, mentok-mentok cuman bilang, “Oke deh, Tuhaaannn….” #dengan intonasi menyebalkan 

In the end, aku belajar kalo Tuhan tuh bakal mengakhiri apa yang sudah dia mulai, kalo kita ngasih dia kesempatan. Ketika efek samping keluarnya Iblis dari tubuh si anak membuat anak ini seperti mati. Lihat dong kalo Tuhan Yesus itu so sweet banget. 

Markus 9:27 
Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri 

I’m so grateful that when everything gets worse or even become worst, God is with us to hold our hand and lift us up. Dia bukan Tuhan yang ikutan panik saat keadaan kelihatannya jadi makin buruk. Dia Tuhan yang tahu apa yang Dia lakukan plus segala efek sampingnya. Satu hal yang pasti, dia akan dampingin kita, tidak akan meninggalkan kita, sampai semua proses itu selesai. 

Abis sate bagian ini aku bener-bener ngerasa kaya di-recharge. Mungkin sekarang aku lagi di tahap ‘kelihatannya sudah mati’, seperti ngga ada harapan lagi. But soon, yang namanya pemulihan itu akan terjadi, tepat seperti yang Tuhan janjikan. Dan sampai saat itu, Tuhan Yesus ada mendampingiku sambil memegang tanganku.  

Ain’t it so sweet? 

 :D

I welcome you, November, with a re-new faith of God’s beautiful faithfulness.


God bless,

24 comments:

Farha Elein Kukihi said...

Aku excited sendiri pas liat ada post baru di blog ini ^^...
Tetap pegang janji Tuhan, ya mbak...
2 Tesalonika 3:3 " Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat."
HWAITING!!!!

Dhieta said...

hehe, excited nya karena udah lama nga ada post ya? :p Thanks ayatnya, diaminkan dengan iman! Yey!

Frits Hendrico said...

ciehhh :p

Dhieta said...

hayoooooo :p

melisa said...

aww.... aku diberkati loh dengan postingan ini ^^ thank you :) ^^

ulysitorus said...

iya itu so sweet,
amin, pasti kamu menyelesainNya bareng2 Tuhan.
Tuhan tetap ada meski kadang kala kita gak ngerasa Dia.
dengarin lagunya frake brooser yok dit, judulnya faithfull.

fenicha sari said...

Semangat dhieta...mataku bekaca-kaca bacanya...lagi mengalami juga soalnya..thx ya dhiet buat tulisannya :)

febe said...

woaaa.. nohok banget pas baca yang ini mbak:

"jangan-jangan tahun ini adalah tahun peperangan dengan makhluk raksasa. And phew! Ternyata bener loh, tahun ini tuh emang puncak pergumulan itu. Kondisi tidak pernah separah ini sebelumnya."

Ini bener2 bener buat aku mbak.. belum pernah separah ini mbak buatku.. kayanya susaaaaah banget lewatin tahun ini, walau bagiku pribadi, ada pencapaian yang aku raih atas seizin Tuhan di tengah tahun ini, tapi bener2 di tengah tahun mbak, jadi kalau dibuat grafik ya mbak, kaya turun2 pas di tengah2 banget tiba2 naik, terus skrg lagi turun lagi nih mbak.. berat banget buat ngelewatin sampe desember..

tapi terus ketohok lagi sama kata2 yg ini mbak:
"“Ada yang sudah menjadi apatis dengan janji Tuhan, sudah sekian lama menunggu tapi tidak juga digenapi. Saya katakan kepadamu Tuhan itu setia. Ia akan menggenapi apa yang Ia janjikan.”

Hiks.. hiks.. kata Alkitab, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. sebagai orang percaya, kita diminta beriman pada Tuhan, walaupun kadang berat karena kita emang belum lihat akhirnya mbak.. tapi justru itu namanya iman... hiks hiks.. so, mari berjuang dan berjuang lagi! :)

Echa_42 said...

hmmmmm kayanya gw tau soal apa ini (antara peka dan sotoy emang tipis kwkwkwk)
gw juga lagi diingtkan soal itu, jgn mnyerah udh mulai dgn roh teruskan dalam roh akhiri dgn roh!!!aymen sodara-sodara...

tenang kau tak akan mati, tapi kau akan hidup dan mncrtakan kbaikan2 Tuhan kata pmazmur
smngat sodariku!! hhehehe

PS : Cijerah mnantimu *loh*

Lasma Frida said...

Gua juga lagi terngiang-ngiang soal finishing well (gara2 mau pemilihan OSIS baru), tapi sehari-hari juga lagi diingetin soal itu. Mungkin bukan di hal besar, malahan di hal-hal kecil. Agak parno juga...kita bisa menang di hal besar, tapi kalah di perkara-perkara sepele.

Gua ngomong apa ya? Ngerasa ga nyambung, tapi dapetinnya itu. Akakakka....

Dhieta said...

aww... you're very welcome melisa :) Thanks for reading :D

Dhieta said...

iyaaa, launya brooke fraser itu bagus :") Thanks uly...

Dhieta said...

Wkwkwkwk, raksasamu akan sanggup kita kalahkan kalau kit apunya attitude seperti Daud, berperang dalam nama Tuhan semesta alam.'

:)

Aku juga dulu mengalami masa mentok dalam skripsi feb, tapi Tuhan proses luar biasa dan pada akhirnya bukan sekedar kemenangan, tapi kemenangan yang gilang gemilang.

You can do it through God who give you strengh, dear Febe...

Dhieta said...

Nah itu dia, cha... gw kadang mikir gw ini peka apa sotoy :p Tapi yaah, gw simpan dalam hati saja dan menyerahkan penggenapannya kepada Allah. But so far, gw sih damai sejahtera, hehe...

Semoga finally gw bisa menyaksikan perbuatan Tuhan di negeri orang-orang hidup :D

Cijerah, I'm coming hahaha

Dhieta said...

Wew! Kadang yang hal-hal kecil itu bikin lubang yang ngga kita sadari dan tahu2 udah gedhe aja trus meruntuhkan pondasi yang selama ini kita bangun.

Ga mau kaya gitu....

Semangat Lasma! Semangat OSIS! :p

christine natalia said...

“Ada yang sudah menjadi apatis dengan janji Tuhan, sudah sekian lama menunggu tapi tidak juga digenapi. Saya katakan kepadamu Tuhan itu setia. Ia akan menggenapi apa yang Ia janjikan.”

:")

Yes. Semangat kakak!

Psalm 138:8 :D

AnitaBong said...

Beneran ga kerasa kalo udah bulan November hahahah~ Postingan kali ini bener2 mak jleb :)

Sepanjang tahun ini aku ngerasa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu tapi belum disingkapkan :3 sesutau yang luar biasa dan Tuhan juga sedang mempersiapkan karakterku untuk bisa menerima >.<

Semangat terus ya mabk Dhieta :) rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, ada upah bagi setiap orang yang tidak menjadi lemah :) hehehe~ Cia yooo~ :D

Dhieta said...

Thank you ayatnya titin, sepertinya akhir2 ini kita sedang mengalami hal yang sama yah ;) yuk, tetep setia menantikan Tuhan....

Dhieta said...

Iya, feb, ujian itu seperti kesempatan buat kita mengalami Tuhan dengan lebih nyata yah? :D hu'um, Tuhan suka kasih kejutan, makanya kita harusnya bisa tetep punya jiwa yang tenang, karena kita punya Tuhan :")

Dhieta said...

Woohooo, that kind of feeling, I understand... kaya ada sesuatu tapi belum jelas apa hehehe.... Iya, nita, kamu juga semangat ya... terus sediakan diri buat diproses sama Tuhan, miliki hati yang terus mau belajar dan beri respon yang benar... :D

David Rumeser said...

keep writing Dhieta. puji Tuhan sgt memberkati

Dhieta said...

Thank you dave, all glory to God... I'm waiting for your another post also :)

Welly Lokollo said...

God's timing is always perfect. Tetap bergantung sama Tuhan, proses yang dialami pasti mendatangkan kebaikan :) Semangat Dhiet :)

Dhieta said...

Welly, hiks... i miss you <3 Iya wel, ak belajar bergantung dan tetep setia sama prosesnya Tuhan ;) Doakan yah^^

Post a Comment

I'd love to hear anything from you...
:)

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review