Baiklah, it’s already November, dan jujur aja, aku lagi agak-agak gamang dengan this mixed feeling inside. Antara senang dan sedih karena tahun ini akan segera berlalu. Senang karena, yaaahh, semakin berjalannya waktu berarti semakin dekat dengan waktu Tuhan mengenai banyak hal di depan sana :D Sedih karena aku ngerasa kok rasa-rasanya tahun ini hambar aja ;p I mean ngga ada something wow gitu yang aku alamin :”/ Well, I know that God has been good to me, pemeliharaanNya sempurna, cuman yaa… kayanya tahun ini ngga ada pencapaian apa gitu. Sementara kan di Gereja kita selalu belajar mengimani kalo tahun ini adalah tahun multiplikasi dan promosi dengan perkenanan Tuhan. Sementara, buat aku pribadi, aku belum nemuin breakthrough dari pergumulan yang bikin aku dicemplungin di kelas Padang Gurun, yet it seems unfinished.
a little piece about dhieta
A sinful rebel woman who lives under the grace of God. Her life has been changing since she decided to open her heart for Christ: her God,her King, her Saviour, her Everything. Now, she's striving to be God's beautiful pearl, a virtuous woman, a fruitful Christian. She loves to read and write, wants to serve God in media ministry esp. broadcasting and literature ministry and dreams to publish her own Christian fiction books. She loves flowers, blue skies, rain, beach and everything in blue. Family and friends are her most precious treasure in the world. She loves them and she know she is loved by them. For her, life is an adventure journey with Jesus, to bring the cross, to a very happy ending destination...
Labels
Another Serendipity
(1)
Books I've Read
(1)
Books with Value
(1)
Celoteh Na Na Na Na Na
(5)
Christmas Time
(1)
Corner of the World
(1)
Divine Intimacy
(16)
Feel at Home
(1)
Indonesia
(2)
Journal Statement
(2)
Kelas Padang Gurun
(16)
Kotak Pena Bapa
(2)
La Familia
(2)
My Own Serendipity
(7)
Personal Challenge
(4)
pieces of time
(26)
PMA : Proyek Menghafal Ayat
(5)
Precious Moments
(1)
Read a Whole Bible
(3)
Road to the Ministry
(2)
Spirit by His Spirit
(1)
Stories of The Heart
(10)
Story From Leicester
(1)
Strawberry Story
(12)
Thanksgiving Thursday
(2)
The Frozen Journeys
(2)
University Stories
(2)
Virtuous Woman
(5)
Vision : Media Ministry
(4)
jasa pengiriman
peek-a-boo
My Reading Challenge
Secuil Manna
Recent Comments
our fellowship
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 United States License.
Showing posts with label Kelas Padang Gurun. Show all posts
Showing posts with label Kelas Padang Gurun. Show all posts
11/05/2012
God's Faithfulness : He Holds My Hands Til The Finish Line
Categories
Divine Intimacy,
Kelas Padang Gurun,
Strawberry Story
11/17/2011
Release It and Let It Go
Akhirnyaaaa... sempet ngeblog juga, yeeeaaahhh!!! :p Gara2 lagi tugas di Bali buat KTT ASEAN ke-19, jadi harus curi-curi waktu buat ngeblog ni. Hahaha... Tugasku kali ini adalah sebagai Liaison Officer, semacam pendamping delegasi gitu deh, sifatnya teknis banget yang harus lari sana lari sini, jadi ngga sempet ngendon lama di depan komputer. Beberapa hari kemarin belum terlalu ribet, soalnya meetingnya baru tingkat Senior Official, setingkat Direktur Jenderal, dan ASEAN Ministerial Meeting (buat Menteri Luar Negeri). Hari ini dimulai ASEAN Summit yang dihadiri kepala negara ASEAN dan ditutup dengan East Asia Summit yang diikuti oleh kepala negara ASEAN dan beberapa negara lain di kawasan Asia plus mitra wicara ( Kalo soal ini Nonik pasti apal negara mana aja :p) Jadi, buat semua KTT-KTT-an itu, aku bakal di Bali sampai tanggal 20 nanti, which is still long way to go. #pray for me yaa#
Categories
Kelas Padang Gurun
11/02/2011
Ini Gimana Sih, Tuhaaaannn? :D
Kalo biasanya aku ke gereja pagi, berhubung kemarin Minggu ada kondangan, akhirnya aku ibadah sore. Jujur aja, sebenernya udah ga niat mau ke gereja, tapi untung tetep kekeuh soalnya khotbahnya bener-bener istimewa. Sebenernya khotbahnya sederhana sih, diambil dari Yosua 3, tentang Bangsa Israel yang menyeberangi sungai Yordan. Dari jaman sekolah minggu pun pasti kita udah denger soal itu (walopun aku ngga ngalamin yang namanya sekolah minggu , hehe :p) Oh iya, yang bawain khotbah itu Pastor Mark bla bla bla (Sorry Sir, I forgot your last name ^^) Trus khotbahnya diterjemahin sama siapa ga tau (bule juga) yang ga cuma nerjemahin tapi juga niruin setiap gerakan Pastor Mark, hwakakakaka....
Prolog dari Pastor Mark seperti ini, sejak jaman Abraham, Tuhan telah menjanjikan sebuah tanah yang melimpah dengan susu dan madu untuk bangsa Israel. Janji inilah yang membuat Abraham pergi dari tanah kelahirannya dan mengejar janji Allah. Setelah itu, Tuhan selalu mengulang-ulang janji itu, dari generasi ke generasi. Namun setelah 4 generasi, umat Allah tidak juga berada di tanah perjanjian, namun justru berada di Mesir dengan kehidupan yang pahit karena perbudakan. Apakah Tuhan lupa dengan janjiNya? Hmm, Pastor Mark said, it looks like God can not fullfil His promise, but He never lies. Pada akhirnya, Dia memakai Musa untuk membebaskan bangsa Israel dan memimpin mereka berjalan di Padang Gurun menuju tanah perjanjian.
Categories
Kelas Padang Gurun
10/30/2011
Berlari dengan Kesabaran
Sate pagi ini, paaaaassss banget :p Dari renungan Streams in the Desert yang emang kupake selama setahun ini. Hmm, renungan ini recommended banget loh buat yang lagi ngalamin padang gurun^^ Waktu itu aku download gratisan gitu di internet, wkwkwk, jadi bentuknya e-book. Tiap hari dapet yang versi online juga sih, dikirim ke email, tapi itu datengnya siang cos pake waktu Amerika. Jadi akhirnya aku pake yang e-book walopun kayanya itu bukan yang newest version.
:)
Jadi pagi ini renungannya adalah tentang berlari dengan kesabaran. Ayatnya kaya gini nih: "Let us run with patience." (Hebrews 12:1 KJV). Disitu dibilang, berlari dengan kesabaran itu pasti sangat susah. Soalnya yang namanya lari kan kita pasti pengennya nyampe ke tempat tujuan secepatnya. Kadang kita mengasosiasikan kesabaran itu dengan berdiam diri. Misalnya menyendiri dalam masa sedih, atau berdiam ketika ada masalah. Tapi ada jenis kesabaran yang lebih susah dilakukan yaitu melanjutkan hidup dengan hati yang berat, untuk tetap melakukan perkara sehari-hari membawa dukacita dalam roh kita. Itu adalah jenis kesabaran yang dimiliki Kristus.
Categories
Kelas Padang Gurun
10/29/2011
Report of the Desert Class (Part 1)
Kalau bisa memilih, aku tidak ingin masuk ke kelas Padang Gurun ini. Wew, untung waktu itu Tuhan ngga nawarin, tapi langsung dicemplungin. Hahaha, jadi aku ngga bisa milih kan? :p Mungkin begitu juga dengan bangsa Israel, kalau bisa memilih, mereka pasti akan memilih jalan pintas ke Kanaan dibanding berputar-putar di Padang Gurun. Tapi sekali lagi, ini bukan hanya soal mendapatkan Kanaan, kebun buah-buahan, atau apapun yang Ia janjikan, tapi soal mengenal Allah dan diproses serta dibentuk lebih serupa Kristus.
Bagaimana rasanya di kelas Padang Gurun? Seperti Firman Tuhan bilang, kita diproses seperti bejana dan Tuhan adalah penjunannya. Kan itu berarti kita jadi kaya tanah liat yang ditekan-tekan, dibolak-balik, dikikis-kikis, trus dibakar dalam api. Firman Tuhan juga bilang, kita dimurnikan seperti emas. Aku ngga terlalu tahu sih gimana proses pemurnian emas, tapi yang pasti itu juga melibatkan pembakaran di dalam api. Huaaa, tahu lah yaa, dibentuk itu sakiiiiittt, sakiiitt banget, hiks...
Categories
Kelas Padang Gurun
Ending : Peace Like a River
Masih ingat ngga kalau aku pernah bilang Kelas Padang Gurun ini sepertinya sudah selesai? Mmm, kalo ngga, mungkin bisa di baca-baca lagi posting yang sebelumnya :p (Kaya kurang kerjaan aja! Haha...) Anyway, I told you again, Kelas Padang Gurun ini memang sudah selesai. Aku sudah dibentuk sesuai dengan kurikulum kelas itu. Aku sudah ujian. Aku lulus. Aku naik level. *Wkwkwk, banggaaaa...* Tapi walaupun begitu, ternyata aku tidak mendapatkan apa yang aku harapkan.
...
Loh, kok begitu? Lalu bagaimana dengan kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan? Apakah janjiNya batal, atau apa? Mmm, kukira tidak, Dia tetap Allah yang setia dan sanggup memenuhi janjiNya. Tapi, mungkin, kebun buah-buahan yang Tuhan janjikan selama ini bukan seperti apa yang aku bayangkan. Maksudku, Tuhan mungkin merencanakan kebun anggur, tapi selama ini aku membayangkan kebun strawberry. Haha, I love strawberries, apalagi yang gedeeee n maniiisss :p Atau, mungkin Tuhan memang akan memberi kebun strawberry itu, tapi tidak saat ini dan tidak dengan cara ini.
Categories
Kelas Padang Gurun
10/23/2011
His Boundary Lines
Lumayan lama ngga nulis di blog, berhubung seminggu ini dinas, bolak balik Jakarta - Palangkaraya - Jakarta - Kendari - Jakarta. Weeewww, badan serasa remuk redam, hiks. Sabtu kemaren seharian cuma tiduran doang^^ Saya tepaaaaar, saudara-saudara!!! Tapi seneng sih, di Palangkaraya sempat ketemu makhluk bernama Mega Rambang. Haha, walopun cuma bentar dan sempat basah-basah kehujanan, but it was fun! Thanks traktirannya ya, Meg. Anytime kamu ke Jakarta, gantian aku yang traktir, I promise hehe...
Ok, so what happen lately? Mmm, seneng banget karena apapun yang terjadi I feel so secure and content in Lord, dan sepertinya keadaan memang sudah sedikit membaik :D Jadi kemarin tanya Tuhan lagi, di level ini aku harus bagaimana? Apakah ada yang harus kulakukan agar jalan menuju kebun buah-buahan itu terbuka? Trus kemarin siang dapet renungan online dari Proverbs 31, judulnya Testing Fences alias Menguji Pagar-Pagar. Langsung tahu deh, itu jawaban pertanyaanku!
Ok, so what happen lately? Mmm, seneng banget karena apapun yang terjadi I feel so secure and content in Lord, dan sepertinya keadaan memang sudah sedikit membaik :D Jadi kemarin tanya Tuhan lagi, di level ini aku harus bagaimana? Apakah ada yang harus kulakukan agar jalan menuju kebun buah-buahan itu terbuka? Trus kemarin siang dapet renungan online dari Proverbs 31, judulnya Testing Fences alias Menguji Pagar-Pagar. Langsung tahu deh, itu jawaban pertanyaanku!
Categories
Kelas Padang Gurun
10/09/2011
Flying Without Wings
I feel like I'm flying without wings.
Hehe, bukan karena efek kemaren pengen nonton konsernya Westlife tapi ngga kesampean trus ngigau :p Tapi seperti yang aku bagiin kemarin, menjadi aman di dalam Tuhan itu rasanya nyamaaaaannnn banget, kaya terbaaaannngg^^ Seperti sebuah beban berat yang selama ini menghimpit, terangkat begitu saja. Rasanya udah ga ada kekuatiran, ketakutan, ketergesaan. Yang ada cuma rasa syukur dan perasaan terjamin karena Tuhan pasti akan menyediakan dan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.
Categories
Kelas Padang Gurun
10/08/2011
Aman, Nyaman, Tanpa Pertanyaan
Hari-hari ini aku mendapati betapa nyamannya menjadi wanita yang penuh rasa aman.
Pertama kali membaca konsep ini di buku Lady in Waiting. Welly pernah bikin sinopsisnya disini, jadi kalau mau baca, it's just a click away (Thanks ya, Wel^^) Memang konteks buku itu adalah soal pasangan hidup. Tapi of course konsep itu juga berlaku general. Dalam segala perkara, seharusnya kita punya rasa aman dalam Tuhan. Kurang lebih begini, ketika kita tidak punya rasa aman itu berarti hidup penuh dengan frustasi dan kekuatiran, akhirnya itu mendorong kita untuk mengendalikan hidup kita sendiri dan pada akhirnya, alih-alih menunggu dan membiarkan Allah bekerja sesuai caraNya dan pada waktuNya, kita justru membuat tindakan-tindakan untuk menolong diri kita sendiri.
Categories
Kelas Padang Gurun
10/03/2011
Tweedle Twinky Dum!!!
Mmmm, sedang ingin bersorak-sorak, seperti bangsa Israel di hari ketujuh mengelilingi tembok Yerikho. Sambil meloncat dan mengepalkan tangan, meneriakkan nyanyian kemenangan. Hop, hop, hop, sedikit loncatan kelinci, tari-tarian dan senandung tweedle tweedle twinky dum dum. Wakakaka, sok british gitu ya?
Betapa sungguh kupercaya kemenangan itu bagianku, meski sekarang belum kulihat dan belum kudapat.
:)
Betapa sungguh kupercaya kemenangan itu bagianku, meski sekarang belum kulihat dan belum kudapat.
:)
Categories
Kelas Padang Gurun
9/18/2011
It's Not My Business, It's Lord's!
Pagi ini aku menemukan fakta yang bikin sedih. Ini masih ada hubungannya dengan kelas padang gurun yang sempat aku ceritakan kemarin. When I knew that fact, mmm... gimana ya, sedih, bingung, hancur, perasaan campur aduk lah pokoknya. Untung waktu tahu fakta itu aku lagi di kamar, so aku bisa langsung doa lari ke Tuhan. Sempat bercucuran air mata sih, sempat mempertanyakan apa maksud semua ini. Sepertinya baru kemaren energiku di-charge buat terus fight soal masalah ini, but now the fact bener-bener bertolak belakang dengan apa yang aku imani. Ironis. Bener-bener ironis.
Jujur aja, aku sempat mempertanyakan lagi soal janji itu. Lalu tiba-tiba inget kalo I have to keep my mind dari semua pikiran-pikiran yang membuat aku meragukan Allah dan karyanya. Tiba-tiba juga inget that I have decided to stop my self pity dan terus memperkatakan janji Tuhan dengan iman. Tapi di saat seperti ini, untuk percaya adalah sesuatu yang sulit. Sampai akhirnya, I didn't know what else to say, then I stop praying.
Categories
Kelas Padang Gurun
9/12/2011
Fight! Fight!
Hari ini sedang ingin tersenyum lebaaaarrr.... :) :) :)
Pagi tadi di tag di status FB nya Mega Rambang, "Waktu menunggu bukan waktu yang sia-sia untuk seseorang yang di hatinya Allah menaruh sebuah visi. Masa yang sulit. Masa yang menyakitkan. Masa yang membawa frustasi. Tetapi itu bukan waktu yang sia-sia - Andy Stanley, Visioneering"
Waaah, menguatkan banget (Thanks ya Megaaaa....) You know lah, I'm on the road of waiting, seperti yang ku ceritain di post aku kemarin, While I'm Waiting, termasuk how the devil attacks. Nah, kan ceritanya aku lagi tanya Tuhan lagi nih, kemana arah yang harus ku tuju? Huaaaaa, di padang gurun ini, aku sangat butuh tiang awan dan tiang api.
Categories
Kelas Padang Gurun
9/10/2011
While I'm Waiting
Kalo ada yang jeli baca blog ini, mungkin bakalan ngeh kalo ada beberapa post yang ngomongin soal penantian, especially tentang patience and perseverance in waiting. Iya sih, aku emang lagi nunggu jawaban doa, lebih tepatnya menunggu janji Tuhan. Dan selama ini Tuhan banyak ngomong tentang how to wait upon Him, how to wait for His promise and giving the right response...
Jadi ceritanya aku lagi diproses sama Tuhan di Kelas Padang Gurun. Buat yang baca blognya Stephany Gunawan mungkin udah ga asing sama yang namanya Kelas Karamel, ato blognya Kezia yang share soal Heaven's Beauty Class. Naaah, ternyata Tuhan punya berbagai kelas sesuai pelatihan macam apa yang Tuhan mau terapkan ke anak-anakNya. Kalo buat aku sekarang, Kelas Padang Gurun itulah yang jadi jatah. Kalo mo baca yang lebih jelas soal Kelas Padang Gurun itu, aku pernah share kok disini...
Aku percaya kalau padang gurun itu adalah proses yang harus kita lewati sebelum kita mendapatkan janji Tuhan. Seperti bangsa Isral yang Tuhan bawa jalan berputar di padang gurun, bukan karena Tuhan ngga tahu jalan ke Kanaan, tapi Tuhan mau Israel diproses dan persiapkan sebelum masuk ke tanah perjanjian.
Categories
Kelas Padang Gurun
7/27/2011
The Patience Endurance
Baru saja mendengar sharing seorang teman. Dia bilang, “Tiba-tiba saja merasa lelah untuk bersabar…" Saya tidak tahu persis ada apa sebenarnya dengan dia, yang jelas dia hanya minta dukungan doa. Pertanyaannya, sesulit itukah bersabar? Sesulit itukah menanti-nantikan Tuhan?
Sulit atau tidak, if He ask us to do, that's what we have to do.
Lalu apa yang terjadi kalau kita tidak bersabar? Bisa berbeda untuk setiap perkara, tapi pasti ada konsekuensinya. Baru-baru ini saya belajar tentang konsekuensi itu.
Categories
Kelas Padang Gurun
6/13/2011
Batas Kesabaran
Diantara puisi-puisi yang kutulis sewaktu aku masih mahasiswa, ada salah satu yang mempertanyakan soal batas kesabaran. Pada waktu itu kutulis begini:
adakah cinta berbatas?
setipis harapan atau
seluas kesabaran?
berbataskah harapan?
berbataskah kesabaran?
jika jawabnya menanti
apakah penantian berbatas?
pada apa?
waktu, rasa atau duka?
setipis harapan atau
seluas kesabaran?
berbataskah harapan?
berbataskah kesabaran?
jika jawabnya menanti
apakah penantian berbatas?
pada apa?
waktu, rasa atau duka?
Categories
Kelas Padang Gurun
6/12/2011
Padang Gurun
Tahun 2010 sudah berakhir. Dan di penghujung tahun, refleksi sepertinya jadi sesuatu yang wajib. Semacam ucapan selamat tinggal untuk tahun yang akan berlalu dan salam perkenalan untuk tahun yang baru.
Bagiku, tahun 2010 adalah satu parafrase: padang gurun.
Alasannya jelas, aku seperti berada di padang gurun yang tak bertepi. Disana tidak ada penunjuk arah, aku tak tahu kemana harus berjalan. Aku sendirian.
Padahal awal tahun ini dibuka dengan “paradise”. Setiap hari aku tersenyum, bahagia, merasa setiap bagian mimpiku akan menjadi nyata.
Tapi tiba-tiba aku terlempar ke padang gurun itu. Aku merasa aku tidak lagi punya alasan untuk tersenyum.
Categories
Kelas Padang Gurun
Subscribe to:
Posts (Atom)
