Daisypath Anniversary tickers
Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector
Showing posts with label Stories of The Heart. Show all posts
Showing posts with label Stories of The Heart. Show all posts

10/25/2013

The Extra Time

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:56 am 4 comments

Kebangun pagi-pagi buta dan inget udah ngga ngeblog sejak jaman dinosaurus :D Lately, I remember one conversation happened approximately one year ago...


Me   : God, may I know why I haven't had a boyfriend actually?*

God : Because I give you extra time, Dhieta....

Me   : Extra time????

God : Exactly. Let me know... When was the first time you feel satisfied and content with your singleness?


4/02/2012

And The Answer is Trust Him

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 11:42 am 10 comments
So, tiba-tiba kebangun tengah malem, nemu bbm dari beberapa orang, bales sana-sini, ngerasa perut keroncongan, cari cemilan, dan waktu mau bobok lagi ternyata ngantuknya udah ilang. Huuuu, akhirnya blogging aja lah... Untung sekarang weekend! :D Kebetulan tadi siang nemu artikel keren di majalah Set Apart Girl-nya Leslie Ludy. Hwaakakaka, ga jauh-jauh soal pasangan hidup lah pastinya :p

Ini tentang pertanyaan, "Kalau kamu diem-diem aja jadi cewek, gimana caranya dapet cowok?" atau "Kalau kamu ga tunjukin kalo kamu suka, gimana cowoknya bisa tahu dan ambil tindakan?"

Huuuuuu, pengen aku getok tuh orang yang nanya-nanya kaya gitu. *Sabar, sabaaaarrrr... :p

1/08/2012

All the Priceless Things

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 10:04 pm 16 comments
Kemarin waktu pulang ke rumah pas liburan natal, Bapak udah nanya aja siapa pacarku. Pastinya aku jawab ngga ada karena emang itu kenyataannya. And I dont know why, tiba-tiba Bapak bilang kalo dia ngasi deadline sampe tahun depan. Aku harus punya pacar tahun depan. Haaah? Deadline??? Macam mana pula ini??? :p Ya biasalah, ternyata deadline itu dilatarbelakangi, katanya, karena Bapak sama Ibu umurnya udah segitu, jadi mereka pengen cepet liat aku married. Antara geli dan sebel sih, kaya aku yang nentuin aja >,< Tapi waktu itu cuma bilang, "Ya gimana, namanya juga emang belum dikasih. Nanti kalau udah tepat waktunya kan pasti ada. Tahun depan atau kapan ya ngga tau."

Aku sih tahu banget kalo married just because we think we're old enough to get married, atau married just because our parents want us to married itu bukan alasan yang tepat. Tapi yah, emang jadi agak kepikiran juga sih. Padahal kemarinnya, aku baru aja kumpul-kumpul sama sahabat-sahabat jaman kuliah: Ira dan Nia, yang juga masih single. Ira sedang berencana ambil S2 dan Nia masih fokus dengan karirnya. Setelah diitung-itung ternyata temen kami udah banyak banget yang nikah. Trus ternyata kami masih ketawa-ketiwi gini hehe. Kami sama-sama ngerasain kalo, yes we're single, but we have an exciting life and we enjoy it. Kami ngga segitu desperatenya ngarepin prince charming (Ira malah pengen nikah setelah umur 30, wkwkwk) We just enjoy the journey, every seasons of our life has its own beauty, right?

1/06/2012

(Sepertinya) Tuhan bilang, "Dia orangnya..."

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 12:11 am 23 comments
Dulu, kalau ada di antara kami yang mulai 'sparkling-sparkling' sama cowok, kakak rohani kami pasti langsung bilang, "Doakan dulu. Cari kehendak Tuhan. Cari tahu apa dia memang orang yang Tuhan kehendaki untukmu." Lalu kalau ditanya bagaimana cara mengetahui kehendak Tuhan, weeeewww, dia cuma bilang, "Dia bisa bicara lewat apapun. You have to figure it out yourself. Bisa lewat firman, bisa lewat damai sejahtera, atau mungkin suara hati. Bisa juga peneguhan orang tua dan pemimpin rohani. Bisa juga lewat somethings supranatural seperti tanda, mimpi atau nubuatan."


And then dalam masa pertumbuhanku as a Christian, jadi sering denger kalo penyataan supranatural soal jodoh itu emang ada, tapi harus sangat amat diuji. Soalnya bisa jadi karena emosi kita terlalu banyak bicara, akibatnya segala sesuatu bisa kita anggap tanda.  Kan bisa jadi kita terlalu mikirin si dia sampe kebawa mimpi yang sebenernya ga diilhami sama Roh Kudus, tapi roh kudis alias KUbikin DramatIS (haha, singkatannya maksa! :p)

1/03/2012

Something About 'Find'

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:24 pm 17 comments
Waktu pulang kampung buat liburan Natal kemaren, selain nostalgia dengan teman-teman, tempat-tempat dan makanan-makanan, aku juga nostalgia dengan buku-buku. Ngga sengaja nemu lagi buku lama karangan Jo Lynne Pool yang judulnya A Good Man is Hard to Find (Unless You Ask God to Be Head of Your Search Committee). Aku baca yang terjemahan sih, kalo ngga salah judulnya jadi Pria Yang Cakap Siapa Yang Mendapatkan atau Pria Yang Cakap Bilakah Kudapatkan, ah ga tau deh, lupa, hahaha... Ngga valid nih infonya :p
Sebenernya ini buku kakak, yang dulu bergumul dan menanti cukup lama buat ngedapetin pasangan. Jadi jangan heran kalo di rumahnya lumayan banyak buku-buku yang temanya pasangan hidup gitu, termasuk bukunya Derek Prince yang judulnya Jodoh Pilihan Tuhan :) Kakakku ini akhirnya married di umur 34 tahun, yang kata orang nikahnya telat, tapi kami percaya itu waktu yang tepat: sesuai dengan jadwalnya Tuhan, ga terlalu cepat dan juga tidak terlambat. WaktuNya tepat. And of course, pastinya kakak iparku itu tipe pria yang he's worth waiting for, hehehe. 

11/21/2011

My Bestfriend's Wedding: Ko Yossie & Ci Nita

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 2:57 am 18 comments
Masih ingat waktu aku pulang ke rumah kemarin untuk pernikahan Ko Yossie dan Ci Nita? Itu loh yang bikin aku stranded di Jogja semaleman gara-gara pesawatnya cancel. Jadi ceritanya begini, pernikahan Ko Yossie dan Ci Nita diadakan di JKI Maranatha Ungaran, tempat mereka berjemaat dan melayani sebagai full timer. Aku duduk di antara orang-orang lain yang turut ingin menjadi saksi pernikahan mereka. Bapak dan Ibu duduk di sampingku. Gereja sudah penuh bunga, nuansa ungu ada di mana-mana. Slide show foto pre-wedding ditayangkan di layar. Musik dimainkan. Beberapa orang lalu lalang menyiapkan beberapa hal, lalu saat itu datang...

Ko Yossie dan Ci Nita berdiri di pintu gereja, Berdampingan, bergandeng tangan. Ko Yossie tersenyum gugup, dan Ci Nita tersenyum samar di balik cadarnya. Perlahan, sambil melambaikan tangan pada beberapa orang - aku salah satunya - mereka berjalan menuju altar dengan keluarga mengikuti di belakangnya. Lalu prosesi pemberkatan dimulai, tapi sebelum aku bercerita tentang itu, I want to tell a you a very little secret...


9/13/2011

No More Love Songs

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 5:55 pm 13 comments
Kamu pernah patah hati? Kalau pernah, gimana caramu buat mengatasi patah hati? Setiap orang pasti punya caranya sendiri-sendiri. Kalau aku, salah satu hal yang aku lakukan buat overcome patah hati adalah stop listening love songs. Waaah, padahal aku suka banget tuh sama lagu - lagu romantis, apalagi ballad yang mellow abis. Didengerin malem-malem, sambil ngeliat ke luar jendela, liat bintang and wish that someday there will be someone singing that song... Halaaahh, mulai deh imli (alias impian liar ;p), hahaha....

But you know what, ternyata musik yang kita denger tuh punya impact lho buat our soul. Aku pernah ikut seminar kekudusan di gereja yang temanya "Raising the Standard", yang salah satunya ngomongin soal music and its impact. Btw, kalo di daerahmu diadain seminar "Raising the Standard" itu, mendingan ikut aja deh, ga bakal rugi. Daripada kita "Raising the Satanyard" kan mendingan kita "Raising the Standard" :D

6/12/2011

Cerita yang Tertunda

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 10:51 pm 8 comments

Dulu, pernah ada seseorang yang menanyakan, seperti apa kriteria pasangan hidupku? Kujawab, “Seperti Boas…” Waktu itu responnya, “Boas? Boas Salosa?” Aku masih suka tersenyum kalau ingat waktu itu. Tentu saja bukan Boas Salosa, pemain sepak bola nasional kita. Ini Boas yang lain. Boas suami Rut, salah satu pria yang menjadi leluhur Kristus.

Mengapa Boas? Salah satu alasannya sudah pernah kuceritakan, yaitu he brings up the best in me. Kalo mau lebih lengkap bisa dibaca di post sebelumnya. 

Tapi kemudian aku berpikir begini, Boas memang pria yang tahu bagaimana menaati Allah, dia pria yang mengikuti pimpinan Tuhan dibanding keinginan hatinya sendiri, dia pria yang memiliki pengendalian diri luar biasa, dia kuat, seperti nama Boas yang berarti ‘Pilar Kekuatan’, tapi itu juga berarti Boas adalah pria yang tidak ragu melakukan penundaan.

My Wedding First Kiss

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 2:21 am 8 comments
Hidup di Paris, yang di kenal sebagai the most romantic city in the world, berarti harus siap melihat dan merasakan ekspresi cinta di mana-mana. Mulai dari penjual bunga yang bertebaran di seluruh kota, sampai pasangan – homo maupun hetero^^ - yang berciuman tanpa peduli sekitar. Hmm, I can mention, ciuman itu mulai dari kecup yang cuma sedetik sampai ciuman yang berdurasi ‘agak’ lebih lama (could I say it, French Kiss?), di cafĂ©,  restoran, metro, bis kota hingga trotoar pinggir jalan.

            Saking seringnya, aku yang tadinya biasa saja akhirnya mupeng juga, hahaha. Sampai suatu ketika terlontar pertanyaan, “Emang gimana sih rasanya dicium?” Dan temanku yang berdiri di sampingku hanya bisa terheran-heran, “Kamu belum pernah?” Aku menggeleng, sepertinya dengan tampang innocent, “Belum.” Aku bisa membaca kalau dia agak kaget dengan jawabanku.

Seperti Boas

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 12:53 am 4 comments
Sejak masih di sekolah menengah dulu, kakak PA-ku selalu mendorong agar aku mulai mendoakan kriteria pasangan hidupku. Hmm, doaku dulu berkisar pada pria tinggi besar berkacamata dengan rambut pirang dan mata biru, lengkap dengan senyum yang bisa membuatku meleleh. Pria yang kelihatan ganteng dengan tuxedo, pintar menyanyi dan bermain alat musik. Pria yang akan memanjakanku dengan bunga dan puisi. Pria yang membuatku merasa jadi seorang putri...

It seems like I give too much attention to physical things, huh? Of course, I don't. Aku juga mendoakan karakternya kok. Waktu itu aku berdoa, karena aku gadis yang emosian maka aku menginginkan pria yang sabar, karena aku suka bercerita maka aku ingin pria yang akan selalu menyediakan telinganya, karena aku suka jalan-jalan maka aku ingin pria yang mau memberikan waktunya, karena aku manja aku ingin pria yang dewasa... Sounds nice, right? Then, some men came and went away *deep sigh*. I smiled but also cried a lot. But I still pray for a man from God.

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review