Jarang-jarang ya aku bikin tulisan yang agak deep soal kehidupan diplomat. Kalo ga dipesen sama Ester, mungkin ngga bakal aku nulis. I dont think it's interesting enough to be told :p Tapi kemarin waktu chatting di ym aku dan Ester ngobrol soal profesi diplomat dan aku bilang kalo jadi diplomat itu so complicated, hehe. Akhirnya dia minta aku nulis soal sisi lain profesi diplomat, sisi-sisi yang tidak seindah dibayangkan orang. Keywordnya, anything but things like wine, suits, and travelling. So, I think about being a woman diplomat. Percaya atau tidak, menjadi diplomat wanita itu super! Super keren *narsis* tapi juga super galau :p
Tulisan ini sebenarnya adalah ketakutan terbesarku sejak jadi diplomat. However, penting untuk digarisbawahi kalau tulisan ini ngga berarti aku ngga suka jadi diplomat. I'm so proud with my achievement and I enjoy every single second being a diplomat, tapi bagaimanapun ada hal-hal tertentu yang aku tidak bisa terima. Sometimes I think it's related with fundamental principal so it can be my turning point whether I continue this job or not :)
