Daisypath Anniversary tickers
Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

3/29/2014

Smile For Indonesia

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 4:20 pm 3 comments

Wah, pemilu sebentar lagi yaa... Gimana? Sudah menentukan pilihan?

Baru-baru ini, saya dan beberapa teman banyak berdoa buat Indonesia. Yah, kita taulah kalau pemilu ini masa-masa penting buat bangsa ini. Kita perlu doakan sungguh-sungguh supaya pemimpin yang terpilih nanti benar-benar orang yang dipilih oleh Tuhan yang akan dipakai menciptakan breakthrough di bangsa ini.


Kalau dipikir-pikir emang negara kita ini memprihatinkan ya... :( Tapi, tentu saja kita tidak boleh kehilangan pengharapan bahwa Tuhan Yesus sanggup pulihkan Indonesia. 


3/02/2014

Bahasa Kasih Tuhan

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 12:41 pm 2 comments

Waaaaah, sudah setahun saya ngga ngeblog :p 

Many things happen to me lately, bikin aku agak ngos-ngosan akhir-akhir ini. Akhirnya hardly find time to write. Di saat-saat seperti itu, aku sering ngeluh capek sama Tuhan dan banyak tanya sama Tuhan lagi aku mesti gimana. Soalnya, walaupun pelayanan bejibun, tapi waktu teduh sama Tuhan agak keteteran. Dan itu udah lebih dari cukup buat jadi alarm ketidakberesan.

I had a strong sense that God wanted me to re-manage my ministry.
Jadi aku akhirnya pangkas beberapa pelayanan. Apa indikatornya? Indikatornya adalah visi. 

So, pelayanan tulis menulis tetap ngga bisa diganggu gugat. Pelayanan doa di Young & Pro di gereja tetap lanjut karena hatiku ada disana. Tapi, pelayanan di komUNITY mesti dikurangi. Aku memutuskan ngga ikut pelayanan anak jalanan di Pejompongan yang baru dirintis. Aku juga mundur dari bidang doa komUNITY karena aku pegang pelayanan yang sama di gereja sementara pelayanan doa sendiri relatif baru buat aku.

So, watch out guys, even ministry can be a hinder to have intimacy with Christ.

Eh ini malah jadi cerita gini yak... Padahal tadinya cuman mau cerita apa yang didapet pas COOL loh.

Jadi COOL kami kemarin bahas tentang 5 Love Language-nya Gary Chapman: Words of Affirmation, Quality Time, GiftsActs of Service, dan Physical Touch. Nah, berhubung aku udah lumayan ngerti soal ini ya aku malah mikir yang lain hahaha... You know what came up into my mind?

Eeerrr, bahasa kasih-Nya Tuhan apa ya???

Nah, emang Tuhan teh Te-O-Pe. Langsung dijawab saat itu juga lewat ayat ini yang tiba-tiba nongol di pikiran hehehe,

Yohanes 14:15 
Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Love languange bicara tentang ekspresi kasih, bagaimana kita menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Love languange juga bicara tentang bagaimana kita ingin dikasihi dan dengan cara apa kita merasa dikasihi.

Ternyata kalau buat Tuhan, jawabannya adalah KETAATAN.

John 14:15 (The Message Version)
If you love me, show it by doing what I've told you.

Yuk, mengasihi Tuhan dengan bahasa kasih-Nya :D






10/25/2013

The Extra Time

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:56 am 4 comments

Kebangun pagi-pagi buta dan inget udah ngga ngeblog sejak jaman dinosaurus :D Lately, I remember one conversation happened approximately one year ago...


Me   : God, may I know why I haven't had a boyfriend actually?*

God : Because I give you extra time, Dhieta....

Me   : Extra time????

God : Exactly. Let me know... When was the first time you feel satisfied and content with your singleness?


7/16/2013

Firman yang Kontekstual

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 5:48 pm 1 comments
Lanjutan dari post ini...

Setelah ngga lolos test TPA yang diadakan Pusdiklat Kemlu, harapan satu-satunya tinggal test TPA yang diadakan oleh Bappenas. Berhubung waktu itu udah mentok, akhirnya sms beberapa orang buat minta dukungan doa #huft, hancur deh sombongnya.

BBM gembala COOL minta didoain dan dia ngasih ayat tentang doa:

Markus 11:23-26
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Trus dibawahnya kak Penny bilang, "Doanya benar-benar berdiri ya..."

-_________-

Ngaruh gitu duduk atau berdiri?

Kata kak Penny, "Itu ada ayatnya.." 

So, akhirnya malam sebelum ujian, I stood up in my room and prayed. Biasanya sih duduk aja gitu kalo berdoa, but I learned to obey. Kak Penny juga kasih ayat untuk diperkatakan, tentang 12 Jaminan, Berkat suku-suku Israel (kejadian 49 & Ulangan 33), Berkat 12 pintu Gerbang (ada di Nehemia). Intinya adalah aku memperkatakan setiap berkat Tuhan yang menjadi bagianku dan confess bahwa aku sudah terima. 

Dengan iman diperkatakan, "Aku membuka pintu gerbang beasiswa SPIRIT, setiap temboknya runtuh di dalam nama Yesus. Aku menginjaknya dengan telapak kakiku dan aku percaya beasiswa itu akan diberikan kepadaku."

Abis itu, ga tau didorong oleh apa, aku lakuin apa yang biasa kami lakukan di gereja: mengibarkan panji-panji. Kalau di gereja sih pake bendera, tapi ada juga yang pake kertas atau sapu tangan. Malam itu sih cuma pake kertas warta jemat, dikibar-kibarkan, sambil confess setiap ayat tentang kemenangan yang aku inget :D :D :D 

Jujur aja, aku ngga biasa doa model gitu, hahaha
 
Pas doa itu, tiba-tiba diingetin sama kalimat ini, "Sorak sorai kemenangan di kemah orang-orang benar..."

Langsung ambil Alkitab dan nemu ayatnya di Mazmur 118. Baca deh Mazmur 118 seluruh pasal dan ditulis ulang di buku catatan sate tapi dalam versi yang kontekstual:

Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik

Yes, Tuhan Yesus baik, sungguh baik, sangat baik, selama-lamanya baik.

Dalam kesesakan (karena nilai TPA-ku tidak cukup), aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dan memberiku kelegaan.

Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Tuhan di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah tes TPA yang kuikuti.

Lebih baik berlindung kepada Tuhan daripada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung kepada Tuhan, daripada percaya kepada try out TPA.

Segala soal TPA mengelilingi aku - demi nama Tuhan, sesungguhnya aku pukul mereka mundur, aku selesaikan dengan benar.

Mereka mengelilingi aku seperti lebah, mereka menyala-nyala seperti api duri - demi nama Tuhan, sesungguhnya aku selesaikan.

Aku tidak lulus TPA I dengan menyesakkan tetapi Tuhan menolong aku. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku. Ia telah menjadi keselamatanku. 

Suara sorak-sorai kemenangan di kemah orang benar. "Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan skor TPAku, tangan kanan Tuhan meluluskan beasiswaku.

Aku tidak akan tidak lulus, tetapi lulus dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.

Tuhan telah menghajar aku dengan keras dengan ketidaklulusan TPAku, tetapi ia tidak menyerahkan aku kepada maut - tidak lulus beasiswa.

Bukalah pintu gerbang SPIRIT, aku hendak masuk kedalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Aku bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Kalo dibaca lagi kayanya silly gitu ya :p Tapi ya itulah rhema yang didapat malam itu ketika doa. Trus abis itu paginya aku sate dapet ayat dari Kisah 20:32 

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Di buku catatanku aku nulis gini:

Aku berserah kepada Tuhan
Aku berserah kepada Firman kasih karunianya.

Ia berkuasa membangun aku - menguatkan aku, menumbuhkan imanku, meneguhkan aku, make me into what He wants me to be.

Ia berkuasa memberikan kepadaku bagian yang ditentukan, memberikan berkat-berkat yang sudah disediakanNya, mengaruniakan warisan yang disediakan, give me everything I could possibly need, give me my inheritance.

Dengan firman-firman itu aku maju perang, percaya kalau SPIRIT ini adalah bagianku ngga ada yang bisa menggagalkan aku buat menerima. Lagian udah dibuka ini pintunya di alam Roh, Tuhan sudah menyerahkan, tinggal aku mendudukinya^^

Tapi tetep aja pas duduk nunggu soalnya dibagikan, deg-degan juga sih hahaha... Sambil nunggu, masih sempet buka catatan dan nulis kalimat ini:

5 Maret 2013
Yes, my dear Lord, I surrender!
Apa yang telah ditentukan untukku akan tetap menjadi milikku sebab Engkau berkuasa mengaruniakannya.
Yang terbaik yang Tuhan beri =)
Thank you Lord Jesus, your grace is abound to me!

Lalu soal TPA pun dibagi dan aku kerjakan soalnya satu demi satu...




God bless,

 
 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review