Daisypath Anniversary tickers
Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

6/24/2012

Cry

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 11:51 am 4 comments
"Father..."


"Yes, dear... What's wrong?"


T.T


"Tell Me, I'm here for you..." 


"Oh, Lord, I never thought that I would cry again for the same old problem..."



6/23/2012

Choosing Impossibilities

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 9:47 pm 14 comments
Tiba-tiba kepikiran, ada ngga sih orang yang sengaja mempersulit diri sendiri demi sebuah hasil yang un-regular? Maksudnya, kalau ada pilihan antara jalan yang mudah dan jalan yang sulit, dia justru akan memilih yang sulit.  Atau mungkin orang itu justru akan sengaja mempersulit keadaan sementara dia punya pilihan membiarkan keadaan biasa-biasa saja.

Kemarin sempat ngobrol sama seorang oknum blogger^^ yang bilang kalo keadaan A terjadi dalam hidupnya maka dia akan melakukan B walaupun itu seperti membuka pintu pada kegagalan. "Kamu ngga takut malah jadi berabe?" aku sempat nanya. Kata dia, kalo B itu berhasil maka itu berarti sebuah peneguhan final dari Allah.

Mungkin seperti saat dulu aku memilih Skripsi dulu. Di Undip, skripsi itu masuk mata kuliah pilihan. Jadi, yang ngga mau ambil skripsi bisa ambil latihan penelitian yang lebih gampang. Skripsi memang menuntut waktu yang lebih lama dan riset yang lebih rumit, tapi waktu itu aku tetep milih skripsi. Alasannya, "Allahku Allah yang besar, Dia sanggup bikin hal besar. Kalo Dia sanggup memampukanku untuk skripsi, masak aku sengaja pilih latihan penelitian?"


Visi Pelayanan Literatur: Menanggapi Panggilan, Mengerjakan Ladang

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 9:33 am 2 comments
Okeeey, ini adalah bahasan terakhir dari buku Visi Pelayanan Literatur (Yayasan ANDI, 1989). Kali ini adalah tentang apa yang harus dilakukan jika ingin terlibat dalam pelayanan yang satu ini. Sebagaimana sebelumnya, bagian ini juga disarikan dari tulisan Xavier Quentin Pranata dan Antony Stevens.

Dengan tujuan untuk 'mengawetkan' sehingga menjangkau lebih banyak orang, kita yang telah diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh Kudus, didorong untuk juga menuliskannya. Apakah itu karunia untuk berkhotbah, mengajar, menasihati, menegur, menginjil atau karunia-karunia lain. Dengan ditulis, bahkan ketika seorang penginjil mati, khotbahnya masih bisa dinikmati oleh generasi-generasi di kemudian hari. 

Visi Pelayanan Literatur: The Power of Literature

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 1:44 am 1 comments
Yup, setelah di post ini kita ngebahas pelayanan literatur sebagai sebuah rancangan dan panggilan Allah, sekarang mari kita bahas soal keistimewaan pelayanan literatur. Masih dari buku Visi Pelayanan Literatur (Yayasan Andi, 1989), kali ini disarikan dari tulisan Drs. Xavier Quentin Pranata (Melayani Dia Melalui Pena).

Seringkali kita menyamakan penginjilan dengan pelayanan Firman atau pelayanan mimbar. Ada juga yang mengidentikkan penginjilan dengan kunjungan langsung kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, misalnya dengan mengirimkan misionaris. Namun, seberapa banyak orang yang bisa sepenuh waktu melayani Dia di jalur ini? Di samping itu, ada daerah-daerah yang sangat rawan bagi utusan Injil. Disinilah literatur melakukan perannya yaitu menjembatani atau mengisi kekosongan tersebut.




 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review