Daisypath Anniversary tickers
Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

2/15/2013

Pengumuman OC Free Books!!!

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:12 pm 14 comments
Valentine Day is over!!!

Yes!

Loh?? Wkwkwk... malah seneng. Yaah, you know what, udah umur segini tuh kayanya valentine ngga ada rasanya lagi :p Basically mungkin bukan karena umur juga sih, tapi emang karena lagi ngga mikir cinta-cintaan yang merujuk ke pasangan hidup^^Eike lagi ada proyek besar yang menuntut status single agar bisa maksimal huehehehe... 

Okeh, as I promised, sekarang saatnya pengumuman Oswald Chamber Free Books !!! Yuhuuuuuu!!!

Eh, tapi kita liat dulu yak, pesertanya adalah...
Kategori A :  Dessy & Reni
Kategori B : Farha, Nita dan Kezia

Kalo kategori A, berhubung jumlah hadiah dan jumlah buku nya sama. So congrats ya Dessy & Reni. Kalian berhak dapat satu buah buku karangan Oswald Chambers. Berhubung I've met you before dan sempat sharing-sharing juga, udah diputuskan bahwa....

2/12/2013

Kasih Yang Memberi Kesempatan Untuk Belajar

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 1:07 pm 9 comments
Hidung meler, kepala pusing, dan ngantuk abis... -.- I need hibernation! Ah tapi sudahlah, ada waktunya untuk bangun, ada waktunya untuk tidur. #Ga jelas... 

Anyway, akhir-akhir ini aku berpikir soal kasih yang memberi kesempatan untuk belajar. Weleh, apaan tuh? Wkwkwk... gara-garanya aku suka naik taxi yang supirnya baru, kalo Blue Bird ditandai dengan alat yg bentuknya kotak di depan supir (ga tau itu alat apaan hahaha) Nah, kebanyakan mereka itu belum tau jalan selain jalan protokol. Jadi bukannya langsung duduk nyaman sampai tujuan, kita justru harus jelasin ke mereka, belok kanan, kiri, lurus... lewat sini, lewat sana...

Ngga cuma supir taxi aja sih, new kids on the block macam itu juga bisa kita temui di tempat lain. 

Masalahnya adalah mereka kadang ngga semuanya cepet nyambung, ada juga yang agak sumir #susah mikir dan lemot #lemah otak :p  Naaahhh, misalnya nih di toko buku kita ketemu Pramuniaga baru yang sama sekali belum apal letaknya buku A dimana atau buku B dimana, kita mesti nunggu lebih lama kan. Belum kalo mereka nyari ga ketemu, harus nanya seniornya dulu... Begitu juga kalau pas bayar kita dilayani oleh kasir baru, masukin transaksi lama, ngitung uang kembalian lama, belum kalo bayar pake kartu kredit mencetnya hati-hati banget, takut salah... Atau bisa juga emang dia bikin kesalahan, karena belum terbiasa dan masih belajar.

Masih belajar. Mereka masih belajar. Kadang aku suka komat kamit aja kalau ketemu supir taksi atau pramuniaga macam begini. Berusaha untuk ngga kehilangan kesabaran, ngga ngomel dan marah-marahin yang bersangkutan.

Susah ngga sih?

Kalau lagi in the good mood, memahami orang lain bisa jadi sangat mudah. Tapi kalau lagi bad mood, lagi buru-buru, sepertinya udah siap meledak aja deh. Tapi aku belajar kalo kasih itu sabar, termasuk sabar dalam memberi orang lain kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berproses.

Pada waktu aku pertama magang di Paris, satu hal yang paling aku ingat adalah ucapan Dubes RI untuk Paris, Pak Rezlan Ishar Jenie. Dia bilang, "Enjoy your time here, learn as much as possible dan jangan takut membuat kesalahan. Orang yang sedang belajar itu memang sudah sewajarnya membuat kesalahan."

Kalau ada satu hal yang bisa membuatku berkembang, itu adalah karena ada orang yang mengijinkan saya berbuat kesalahan.

Ada Tuhan, yang memberi kesempatan saya untuk menghadapi konflik sebagai akibat dari karakter ku yang keras kepala. Ada Bapak, yang memberi kesempatan untuk menggunting-gunting majalah Bobo ketika dia justru mau mengajari aku membaca dari majalah itu. Ada Ibu, yang memberi aku kesempatan untuk membuat kotor dapur ketika aku belajar membuat nasi goreng pertamaku. Ada kakak-kakakku, yang  memberi aku kesempatan membuat basah seluruh rumah ketika aku belajar mengepel lantai. Ada Guru-Guru, yang memberi aku kesempatan untuk menyerahkan tugas karangan penuh tipe-x dan coretan ketika aku mulai belajar menulis.Ada teman-teman, yang memberi aku kesempatan untuk banyak curhat dan menangis ketika aku belajar untuk menjadi kuat dan mandiri. Ada atasan-atasanku di kantor, yang memberi aku kesempatan untuk salah memberikan data, ketika aku belajar membuat bahan masukan.

Entah apa jadinya kalau tidak ada orang-orang yang memberi aku kesempatan buat belajar. 

Aku udah berusaha cari ayat yang pas dengan tema ini tapi bingung juga euy. Kayany sih yang paling bisa masuk cuman ini, dari I Korintus 13:7 (BIS).

Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.

Percaya yang terbaik pada setiap orang. Kalau ditarik lagi dalam konteks hubungan dengan orang-orang terdekat, akan jadi lebih menarik. Kadang kita hanya fokus pada karakter mau belajar dan mau diajar. Tapi apakah kita juga punya karakter yang mau mengajar? Mengajar dalam arti cukup sabar untuk mengoreksi dan menegur di dalam kasih lalu memberi kesempatan kepada orang itu untuk  belajar, termasuk membuat kesalahan. Tidak serta merta menghukum dan menghakimi, tapi memahami, membimbing dan memberi kesempatan.

Kasih itu sabar. Kesabaran itu memberi kesempatan. Dasarnya adalah percaya akan yang terbaik pada setiap orang. Percaya bahwa kalau seseorang itu mau belajar, dia akan berubah. Kasih mau menunggu perubahan itu. Kasih sabar menunggu segala sesuatu.



God bless,

 

1/29/2013

The Journey of Grace

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 9:41 am 24 comments
Waktu pertama kali bikin blog ini, I never thought that I will meet many Christian women who finally get involved in my life so deeply. Echa di Bandung, Anggit di Karawaci, Mega di Palangkaraya, Nita di Surabaya, Nonik yang sekarang di Swiss, Ci Shinta di Faroe, Ci Lia di Chiang Mai,  Ci Nelly di Singapore, Kezia - Lasma - Fani yang sama-sama di Jakarta, Christine yang ternyata segereja, Uly di Medan dan Welly yang udah diangkut suaminya ke Papua^^

Lucu aja kalo ngebayangin ajaibnya Tuhan gets us connected :')

Nah, all that girls have been blessing me so much.  Kali ini aku mau nulis special buat Nita yang udah ngasi surprise luar biasa di awal tahun kemarin...

Jadi, ceritanya adalah Nita bikin sayembara di blognya, bagi-bagi buku biografinya Pastor Jusuf Soetanto, gembala sidang Gereja Mawar Sharon, Surabaya. Judul buku nya The Journey of Grace. Nah, aku bilang waktu itu kalo aku mau banget bukunya Pak Jusuf. Sebenernya cuman kenal Pak Jusuf dari Before 30 nya Ps. Philip Mantofa sih. Soalnya Ps Jusuf ini mertuanya Ps. Philip. Yang ada di bayanganku, pria yang menjadi ayah Irene, yang mendidik dan membesarkan dia, sampai jadi pasangan yang sepadan buat Ps. Philip, pasti pria luar biasa^^

1/28/2013

Books I've Read - January 2013

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 4:29 pm 8 comments
Hola! Mulai, tahun ini, I think I'll make list of books I've read. For me, reading is not only an activity for pleasure purpose, but more like a learning process. Berhubung one of my resolutions juga ada yang soal reading list, this post also helps me to know how far my progress is.

Nantinya, year by year, bisa dilihat di Page Book's I've Read di bagian atas blog ini. Akan ada link daftar buku yang udah aku baca perbulan, setiap tahunnya.

Now, Let's start with Januari 2013...

1. Love of God - Oswald Chambers


Ini buku wajib buat bulan Januari dan ternyata cuman butuh 3-4 hari buat selesai. Kalo pas libur sebenarnya maksimal 2 hari =P  Somehow aku ngerasa bukunya Oswald Chambers itu agak-agak susah, mungkin karenanya buat aku idenya agak random, atau karena bahasa Inggrisnya ga simpel, atau mungkin karena sangat prinsip banget.

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review