Daisypath Anniversary tickers
Protected by Copyscape Web Plagiarism Detector

4/27/2012

Mati dan Berbuah

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 11:39 am 11 comments
"Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." (Yohanes 12:24)

Tuhan Yesus, aku tahu kalau benih yang tidak jatuh ke tanah dan mati tidak akan menghasilkan apa-apa. Hanya benih yang jatuh ke tanah dan mati yang akan menghasilkan buah. Aku mau, Tuhan, agar banyak hal mati dalam hidupku dan oleh karenanya hidupku berbuah.

Mampukan aku meneladani Abraham yang mematikan kepemilikannya atas Ishak, yang oleh karenanya ia menghasilkan iman. Iman yang membuatnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

4/26/2012

Atas Dasar Iman, Bukan Respon

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 10:31 am 4 comments
Belakangan ini template blog aku aneh banget... jadi entah kenapa yang bagian widget, yang harusnya warnanya pink jadi biru dan ada garisnya. Aku pikir blog ku ini mengalami penyakit anti pink, jadi aku otak-atik kode css-nya buat ngeganti jadi warna biru. Ternyata warna biru muda itu pun ngga keluar. Entah kenapa. Trus di post yang paling baru, "Atas Dasar Iman, Bukan Respon", font commentsnya juga ga keluar malah jadi times new roman yang soooo... biasa banget!

Jelek ih! Sebel!

Sebenernya penyakit itu muncul setelah aku bikin post yang "Atas Dasar Iman..." itu. Jadi I'm starting to think that post itulah sabab musababnya. Yah, siapa tahu kan? Soalnya kalo dibuka post yang lain, yang sebelum post itu, templatenya perfectly shown kok. Jadi yah, akhirnya muncul ide buat menghapus post yang itu dan lihat apakah penyakitnya masih ada...

Cuman karena sayang buat diapus, akhirnya di re-post lengkap dengan segala komen2nya :D Jadi buat yang udah baca, harap maklum yah :D

4/16/2012

Celoteh Na Na Na Na Na (Part 4)

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 5:17 pm 15 comments
Udah lama yaa ngga nulis yang remeh temeh, haha. Sepertinya inilah saat yang tepat. Mari kita ngomongin hal-hal yang ngga penting sambil cengar-cengir ngga penting.

Celoteh No. 15
Aku udah mulai pindahan ke kosan yang baru. Belum totally pindah sih, baru baju dan dua koper buku aja yang dibawa. Baju kantor dan sekontainer buku yang lain masih di rumah susun. Walopun dari kosan lebih deket, tapi aku masih bolak-balik kantor dari rumah susun. Bisa dapet kosan kaya yang sekarang, rasanya anugerah banget. Soalnya itu aku ga usah nyari-nyari. Itu kosan temen kuliah yang sekarang kerja di BNPB. Pas aku cerita kalo kontrakan udah mau abis, 'kebetulan' memang ada satu kamar kosong dan waktu dijelasin begini begitu aku ngerasa cocok. Jadi ya udah, dia bantu ngurusin 'administrasinya' sama ibu kos.

(Jangan) Pakai Setiap Kesempatan

Dibagikan oleh Mekar A. Pradipta at 3:35 pm 9 comments
Pelajaran yang didapat minggu ini adalah ternyata tidak semua kesempatan harus digunakan.

Awalnya memang aku berpikir bahwa kemarin itu adalah satu kesempatan yang baik untuk memberitahu , atau setidaknya menunjukkan, kepada seseorang tentang sesuatu. Tapi kenyataannya aku seperti melepaskan kesempatan itu, which is good actually, tapi malah jadi penasaran dengan apa yang terjadi kalau seandainya waktu itu aku pakai kesempatan itu.

Tapi si Ira bilang, "Ga perlu lah dia tahu. Dia tidak harus tahu." Kalo dipikir-pikir, bener juga sih. Memang orang itu tidak harus tahu. Kalaupun dia pada akhirnya tahu, ya itu bukan dari aku lah. Ada yang lebih berhak melakukannya. Terlebih, memang seharusnya dia sendiri yang mencari tahu.

 

Pena Di Tangan Bapa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review