Baiklah, dalam dua minggu aku sudah dua kali bolak-balik Jakarta - Semarang. Hmm, capek sebenernya tapi menyenangkan :D Dinas ke Semarang selalu terasa lebih meaningful karena bisa dimanfaatin buat pulang ke rumah, dan bertemu beberapa teman lama. And on valentine day some days ago, aku dapet setangkai mawar merah looooh^^ Hayo tebak dari siapaaaa? Hayoooo? Huehehe, dari mbak2 taksi gitu deh. Jadi kami naik taksi dari Soekarno Hatta ke kantor, dan ternyata Tiara Taxi lagi bikin program valentine yaitu bagi-bagi mawar merah dan souvenirs juga. Berhubung aku naik paling terakhir dari temen-temen yang lain, aku deh yang dikasih mawar. Fufufufu, what a sweet suprise...
Btw, kemarin baru baca note-nya Mega soal Musa yang jadi gembala di tanah Midian selama 40 tahun. Persis seperti yang sedang kupikirkan. It seems like beberapa bulan terakhir ini hidupku lebih stabil, tidak terlalu mengalami rollercoaster emosi, walaupun itu bukan berarti kondisi sudah membaik (merujuk pada kasus strawberry field), tapi lebih karena God has teached me how to handle the situation, and I've been trying to give a right and better response :) But honestly sometimes I feel that I know I'm in the middle of something, but I feel that the process is on the same level everyday. That's not bad. Nothing's bad. The situation is stabil. But I'm just keep doing the same thing, day after day, and I start thingking that I am stuck. I'm going no where.


